Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Analisis perilaku hidrodinamik kolom absorber pada laju alir gas umpan rendah terhadap perubahan laju alir pelarut dan wash water pada unit penghilangan senyawa sulfur Tri Partono Adhi; Aditya Nurfebriartanto; Antonius Indarto; Muhammad Agus Kariem
Jurnal Rekayasa Proses Vol 17, No 1 (2023)
Publisher : Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jrekpros.73441

Abstract

Metode absorpsi merupakan metode yang banyak digunakan dalam pemurnian gas alam dari senyawa pengasamnya. Unit pemisahan senyawa sulfur pada PT BCD dirancang untuk menurunkan konsentrasi H2S pada gas alam dari 9957 ppm menjadi kurang dari 10 ppm dengan laju alir gas umpan pada rated condition adalah 327,7 MMSCFD. Keseluruhan sistem pengolahan gas didesain dengan turndown ratio 40%. Karena alasan operasi, laju alir gas umpan perlu diturunkan hingga 20% kapasitas desain (65,54 MMSCFD). Analisis dilakukan untuk mengetahui perilaku hidrodinamik kolom absorber dan sistem pendukungnya pada pengoperasian di 20% kapasitas desain. Simulasi dilakukan menggunakan perangkat lunak ASPEN HYSYS V11 untuk mengetahui parameter operasi kolom absorber dan kondisi untuk mendukung pengoperasian di 20% kapasitas desain. Dengan desain operasi peralatan saat ini, weeping terjadi pada laju alir gas umpan 28% desain (91,59 MMSCFD). Pada laju alir gas umpan 28% desain, wash water pump sudah mencapai kapasitas minimum, yaitu 78 gpm. Semakin kecil laju alir gas umpan, maka laju sirkulasi wash water perlu dikurangi untuk menghindari weeping. Untuk dapat beroperasi di gas umpan 20% desain, kapasitas wash water pump perlu diturunkan hingga 25 gpm.
Analisis perilaku hidrodinamik kolom absorber pada laju alir gas umpan rendah terhadap perubahan laju alir pelarut dan wash water pada unit penghilangan senyawa sulfur Tri Partono Adhi; Aditya Nurfebriartanto; Antonius Indarto; Muhammad Agus Kariem
Jurnal Rekayasa Proses Vol 17, No 1 (2023)
Publisher : Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jrekpros.73441

Abstract

Metode absorpsi merupakan metode yang banyak digunakan dalam pemurnian gas alam dari senyawa pengasamnya. Unit pemisahan senyawa sulfur pada PT BCD dirancang untuk menurunkan konsentrasi H2S pada gas alam dari 9957 ppm menjadi kurang dari 10 ppm dengan laju alir gas umpan pada rated condition adalah 327,7 MMSCFD. Keseluruhan sistem pengolahan gas didesain dengan turndown ratio 40%. Karena alasan operasi, laju alir gas umpan perlu diturunkan hingga 20% kapasitas desain (65,54 MMSCFD). Analisis dilakukan untuk mengetahui perilaku hidrodinamik kolom absorber dan sistem pendukungnya pada pengoperasian di 20% kapasitas desain. Simulasi dilakukan menggunakan perangkat lunak ASPEN HYSYS V11 untuk mengetahui parameter operasi kolom absorber dan kondisi untuk mendukung pengoperasian di 20% kapasitas desain. Dengan desain operasi peralatan saat ini, weeping terjadi pada laju alir gas umpan 28% desain (91,59 MMSCFD). Pada laju alir gas umpan 28% desain, wash water pump sudah mencapai kapasitas minimum, yaitu 78 gpm. Semakin kecil laju alir gas umpan, maka laju sirkulasi wash water perlu dikurangi untuk menghindari weeping. Untuk dapat beroperasi di gas umpan 20% desain, kapasitas wash water pump perlu diturunkan hingga 25 gpm.
Penentuan Model Adsorpsi Metil Merah pada Karbon Aktif berbasis Torefaksi Arang Batubara Indarto, Antonius; Hartanto, Yansen; Putranto, Aditya; Bunaidi, Rendi
Indonesian Journal of Chemical Research Vol 7 No 1 (2019): Edisi Bulan Juli (Edition For July)
Publisher : Jurusan Kimia, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/ijcr.2019.7-ind

Abstract

The Rate Determining Step (RDS) in adsorption proses plays a key role in order to understand the correct adsoption mechanism. In this experiment, a simple method used for distinguishing the RDS of liquid adsorption on solid adsorben was studied by an experiment based on Shrinking-Core Diffusion-based Model (SCM). RDS determination was done by comparing experimental data of two SCM Models: (1) Pore-Surface Model Diffusion (PSDM) and (2) Film-Pore Diffusion Model (FPDM). The adsorption of methylene blue by activated carbon obtained from Jatropha curcas L. was used as a case study. The result of experiment by three variated parameters: initial concentration (C0), pH, and type of adsorben shows that PSDM has more accuration compared to FPDM in representating the characterstic of mass transport of metil red adsorption on activated carbon.
Mekanisme Teoritis Pembentukan Senyawa Siklik Hidrokarbon dari Reaksi C4H5 dan C4H2 Indarto, Antonius; Handojo, Lienda
Indonesian Journal of Chemical Research Vol 7 No 2 (2020): Edisi Bulan Januari (Edition for January)
Publisher : Jurusan Kimia, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/ijcr.2020.7-ant

Abstract

Acetylene and polyyne are intermediates in the formation of Polycyclic Aromatic Hydrocarbons (PAHs) and soot in combustion or pyrolysis. PAH formation from acetylene is known as the most adopted pathway because it has a low reaction energy. Another mechanism for the formation of PAH is a mechanism that involves polyyne or known as a radical pathway, proposed by Krestinin. This pathway involves the reaction of alkyne + alkenes which results in the addition of radical sites to the molecular structure. In this study, the two reaction mechanisms will be compared. Electronic features and energy requirements of the reaction process will be evaluated using molecular computational studies based on electron density (DFT). In combustion conditions (high temperature), the formation of radical sites requires relatively little energy, with a range of 2-5 kcal/mol. This is very different when compared to the energy profile for the same reaction at room temperature. From this study, it can be concluded that the mechanism of radical growth has the potential to occur in combustion reactions.Polycyclic aromatic hydrocarbons, radical growth, combustion, polyyne.
Penyingkiran Merkuri Dari Minyak Mentah Berat: Konversi Merkuri Ion ke Merkuri Metalik Partono Adhi, Tri; Prabowo, Harris; Indarto, Antonius
Indonesian Journal of Chemical Research Vol 8 No 2 (2020): Edition for September
Publisher : Jurusan Kimia, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/ijcr.2020.8-tri

Abstract

The presence of mercury in crude oil creates problems in oil processing in refineries, both in terms of operations and health. The previous removal process of mercury has not yet optimally removed mercury in the product, due to ionic and metallic mercury species. In this study, to obtain optimum results, the process of removal of mercury begins with the process of converting ionic (non-metallic) mercury into metallic mercury thermally in the liquid phase, followed by the transfer of metallic mercury to the gas phase by instant evaporation (flashing) and reinforced by gas stripping using internal gas cone from the evaporation of an instant. The results of the optimization of the process carried out can eliminate mercury with an efficiency of more than 95%.
PERANCANGAN DAN SIMULASI PROSES LIMBAH PENGOLAHAN SAWIT DENGAN ANAEROBIC DIGESTER DAN AEROBIC BIO-OXIDATION Giovanno Macario Purnomo; Abraham Zefanya; Yansen Hartanto; Herry Santoso; Antonius Indarto
JURNAL INTEGRASI PROSES Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jip.v13i1.22208

Abstract

Indonesia merupakan negara penghasil minyak kelapa sawit terbesar di dunia. Kebutuhan akan produk olahan minyak kelapa sawit meningkat setiap tahunnya dan limbah yang dihasilkan juga akan semakin besar. Limbah dari industri minyak kelapa sawit mengandung bahan organik yang tinggi dan berpotensi untuk merusak lingkungan. Pengolahan yang biasa dilakukan untuk mengolah limbah minyak kelapa sawit yaitu sistem kolam (ponding). Sistem ini sederhana tetapi membutuhkan waktu pengolahan yang cukup lama. Penelitian ini mengkaji penggunaan anaerobic digester dan aerobic bio-oxidation untuk menurunkan kadar pencemaran di limbah seperti BOD, COD, TSS, dan kandungan minyak/lemak. Penelitian ini mencakup proses perancangan dan simulasi proses pengolahan limbah kelapa sawit. Perancangan dilakukan berdasarkan debit limbah 18 m3/jam, suhu 70°C, pH 4,3, TSS 4000 mg/l, BOD 22500 mg/l, COD 30500 mg/l, total nitrogen 550 mg/l, serta kandungan minyak/lemak 900 mg/l. Simulasi dilakukan dengan variasi kenaikan kandungan limbah seperti BOD dan COD, TSS, serta minyak/lemak untuk melihat kinerja pengolahan limbah yang telah dirancang. Dari penelitian ini diperoleh desain pengolahan limbah minyak kelapa sawit yang mampu memenuhi baku mutu limbah dengan waktu yang lebih singkat dibandingkan dengan proses konvensional. Proses yang dirancang mampu mengolah limbah dengan kenaikan COD, TSS, serta minyak dan lemak hingga mencapai 2 kali dari nilai semula. Sedangkan untuk kenaikan BOD, proses yang telah dirancang hanya dapat menangani kenaikan 1,5 kali dari BOD semula.  
Analisis tekno-ekonomi proses pemisahan fraksi jenuh dan fraksi tak jenuh dari distilat asam lemak sawit Halim, Fadhli; Indarto, Antonius; Putrawan, I Dewa Gede Arsa
Jurnal Rekayasa Proses Vol 19 No 1 (2025): Volume 19, Number 1, 2025
Publisher : Jurnal Rekayasa Proses

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jrekpros.16251

Abstract

Palm fatty acid distillate (PFAD) can be used as a raw material for two types of polyvinyl chloride (PVC) thermal stabilizers: organotin and mixed organometal. To produce high-quality thermal stabilizers, PFAD must first be separated into saturated and unsaturated fractions. This research aims to develop and analyze the techno-economics of separating these fractions from PFAD through solvent crystallization using methanol. The study began with the development of a process flow diagram, including the selection of unit operations and equipment. Mass and energy balances for the developed process were then calculated. Investment and production costs were estimated and used to determine economic indicators. These calculations were performed using Aspen Plus and Aspen Hysys software. Utility requirements were primarily driven by solvent evaporation and condensation. From an environmental perspective, higher crystallization temperatures are preferable due to reduced fuel consumption and lower CO2 emissions. However, higher crystallization temperatures resulted in a less pure unsaturated fraction, despite producing a larger quantity. The estimated investment for constructing a separation plant with the studied capacity and crystallization temperature range was between 13.6 and 13.9 million USD. Among the equipment, fired heaters and refrigeration compressors contribute the most to costs. The separation process at temperatures of -15°C and 0°C was found to be economically viable, with internal rates of return (IRR) of 36% and 49%, respectively. In contrast, the separation process at 10°C was not economically feasible. The findings of this study are expected to serve as a reference for the development of commercial-scale processes.
Teknoekonomi penyingkiran senyawa sulfur dari kondensat gas alam dengan metode desulfurisasi oksidatif-ekstraktif Adhi, Tri Partono; Sardenianto; Indarto, Antonius
Jurnal Rekayasa Proses Vol 16 No 1 (2022): Volume 16, Number 1, 2022
Publisher : Jurnal Rekayasa Proses

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jrekpros.69864

Abstract

Dalam proses produksi minyak dan gas, selain hidrokarbon, dihasilkan pula sejumlah pengotor antara lain CO2 dan sulfur dengan konsentrasi yang bervariasi, tergantung pada kondisi dan karakteristik reservoir serta lokasi dimana minyak dan gas tersebut berada. Untuk proses penghilangan sulfur dari kondensat, teknologi yang umum digunakan adalah HDS (Hydrodesulfurization). Namun dengan kebutuhan proses seperti suhu tinggi, tekanan, dan konsumsi hidrogen yang intensif, diperlukan teknologi alternatif untuk desulfurisasi ini. Salah satunya adalah desulfurisasi oksidatif-ekstraktif. Evaluasi teknis dan ekonomi untuk mengetahui kelayakan penerapan pada skala industri perlu dikaji lebih lanjut. Kajian proses desulfurisasi oksidatif-ekstraktif senyawa sulfur (direpresentasikan sebagai dibenzothiophene, DBT) dilakukan dengan menggunakan H2O2/asam format sebagai oksidator dan katalis, serta ekstraksi dengan DMF. Untuk kapasitas 1000 bpd kondensat dengan sulfur 1%-wt, desulfurisasi berhasil dilakukan dengan removal sulfur sebesar 96,55% dan recovery kondensat sebesar 99,41%. Diperlukan biaya pemrosesan sebesar 9,14 USD/barel, dan 84% di antaranya diperlukan untuk bahan kimia. Konfigurasi proses alternatif untuk pemulihan DMF berhasil menurunkan biaya bahan kimia sebesar 35,5% dan menurunkan total biaya pemrosesan sebesar 27,0% menjadi 6,67 USD/barel. Pada konfigurasi proses alternatif ini, penghilangan sulfur mencapai 95,80% dengan perolehan kondensat sebesar 99,21%.
Analisis perilaku hidrodinamik kolom absorber pada laju alir gas umpan rendah terhadap perubahan laju alir pelarut dan wash water pada unit penghilangan senyawa sulfur Adhi, Tri Partono; Nurfebriartanto, Aditya; Indarto, Antonius; Kariem, Muhammad Agus
Jurnal Rekayasa Proses Vol 17 No 1 (2023): Volume 17, Number 1, 2023
Publisher : Jurnal Rekayasa Proses

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jrekpros.73441

Abstract

Metode absorpsi merupakan metode yang banyak digunakan dalam pemurnian gas alam dari senyawa pengasamnya. Unit pemisahan senyawa sulfur pada PT BCD dirancang untuk menurunkan konsentrasi H2S pada gas alam dari 9957 ppm menjadi kurang dari 10 ppm dengan laju alir gas umpan pada rated condition adalah 327,7 MMSCFD. Keseluruhan sistem pengolahan gas didesain dengan turndown ratio 40%. Karena alasan operasi, laju alir gas umpan perlu diturunkan hingga 20% kapasitas desain (65,54 MMSCFD). Analisis dilakukan untuk mengetahui perilaku hidrodinamik kolom absorber dan sistem pendukungnya pada pengoperasian di 20% kapasitas desain. Simulasi dilakukan menggunakan perangkat lunak ASPEN HYSYS V11 untuk mengetahui parameter operasi kolom absorber dan kondisi untuk mendukung pengoperasian di 20% kapasitas desain. Dengan desain operasi peralatan saat ini, weeping terjadi pada laju alir gas umpan 28% desain (91,59 MMSCFD). Pada laju alir gas umpan 28% desain, wash water pump sudah mencapai kapasitas minimum, yaitu 78 gpm. Semakin kecil laju alir gas umpan, maka laju sirkulasi wash water perlu dikurangi untuk menghindari weeping. Untuk dapat beroperasi di gas umpan 20% desain, kapasitas wash water pump perlu diturunkan hingga 25 gpm.
FAKTOR PENENTU BUSINESS RESILIENCE PADA PERUSAHAAN PROPERTI DAN REAL ESTATE DI JABODETABEK Indarto, Antonius; Widoatmodjo, Sawidji
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmieb.v9i1.33878

Abstract

Pertumbuhan sektor properti maupun real estate telah menjadikannya sebagai pilar penting dalam mendukung laju pembangunan ekonomi nasional. Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk menguji bagaimana pengaruh Dynamic Capability dan Transformational Leadership terhadap Business Resilience dengan Readiness to Change sebagai variabel mediasi. Penelitian dilakukan pada beberapa perusahaan properti maupun real estate di wilayah Jabodetabek dengan melibatkan 223 responden yang sebagian besar merupakan perempuan, berada pada posisi manajerial, dan bekerja di lokasi strategis seperti Jakarta. Penelitian dilakukan dengan metode kuantitatif menggunakan teknik analisis PLS-SEM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Transformational Leadership berpengaruh secara signifikan terhadap Business Resilience, baik secara langsung maupun melalui mediasi Readiness to Change. Sementara itu, Dynamic Capability memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Business Resilience secara langsung, namun tidak menunjukkan pengaruh tidak langsung yang signifikan melalui Readiness to Change. Temuan ini menegaskan pentingnya peran kepemimpinan transformasional dalam membentuk kesiapan organisasi menghadapi perubahan dan memperkuat ketahanan bisnis. Implikasi hasil penelitian memberikan insight bahwa perusahaan perlu mendorong gaya kepemimpinan transformasional dan secara aktif membangun kapabilitas dinamis untuk meningkatkan daya tahan terhadap perubahan pasar dan krisis di masa depan.   The growth of the property and real estate sector has made it an important pillar in supporting the pace of national economic development. The study was conducted to examine how Dynamic Capability and Transformational Leadership influence Business Resilience with Readiness to Change as a mediating variable. The study was conducted in several property and real estate companies in the Jabodetabek area involving 223 respondents, most of whom were women, in managerial positions, and working in strategic locations such as Jakarta. The method used was a quantitative method and used the Partial Least Square Structural Equation Modeling (PLS-SEM) analysis technique. The results of the study showed that Transformational Leadership had a significant effect on Business Resilience, both directly and through the mediation of Readiness to Change. Meanwhile, Dynamic Capability had a significant effect on Business Resilience directly, but did not show a significant indirect effect through Readiness to Change. This finding confirms the importance of the role of transformational leadership in shaping organizational readiness to face change and strengthening business resilience. The implications of the research results provide insight that companies need to encourage a transformational leadership style and actively build dynamic capabilities to increase resilience to market changes and future crises.