Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

HUBUNGAN POLA MAKAN DUKUNGAN SUAMI DAN BUDAYA DENGAN KEJADIAN KEK PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS DANDER KABUPATEN BOJONEGORO Ulfah, Mariya; Latip, Abdul
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.36309

Abstract

Kurang Energi Kronik (KEK) salah satu penyebab angka Kematian Ibu (AKI) yang menjadi salah satu indikator penting derajat kesehatan Masyarakat, survei status gizi (PSG) 2017, yang menunjukkan bahwa 14,8% ibu hamil berisiko mengalami Kurang Energi Kronik, Kurang Energi Kronik (KEK) yang ditandai dengan ukuran Lingkar Lengan Atas (LILA) kurang dari 23,5 cm.Faktor penyebab KEK,diantaranya asupan zat gizi tidak mencukupi kebutuhan ibu hamil dalam jangka lama ,dan budaya pantang makanan. Jenis Penelitian ini analitik korelasional menggunakan pendekatan kuantitatif. Rancang bangun penelitian menggunakan Cross Sectional. Populasi 233 ibu hamil. Sampel 96 ibu hamil. Menggunakan data primer dengan kuesioner dan data sekunder. Analisis data menggunakan Uji Chi Square. Hasil penelitian nilai signifikasi tingkat kemaknaan ? =,0,05 di dapatkan nilai (? = 0,000),ada Hubungan Pola Makan dengan Kejadian KEK, uji statistik ( ? = 0,000)  lebih kecil dari ? (0,05) ada Hubungan dukungan suami dengan Kejadian KEK dan Hasil uji statistik ? value = 0,000  Ada hubungan budaya dengan kejadian KEK pada ibu hamil di Puskesmas Dander Kabupaten Bojonegoro. Saran:   Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman ibu hamil melalui kelas ibu hamil pentingnya pola makan yang baik baik jenis,jumlah variasi lauk sayur dan frekuensi makan, adanya dukungan yang baik suami secara emosional,penghargaan,informatif maupun instrumental serta budaya tidak berpantang makanan dalam kehamilan agar angka kejadian ibu hamil KEK dapat ditekan jumlahnya.
Pengalaman Bidan Sebagai Determinan Skrining Preeklampsia di Kabupaten Bojonegoro Indrayanti, Indrayanti; Latip, Abdul; Ulfah, Mariya
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 14, No 4 (2024): Oktober-Desember 2024
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik14401

Abstract

Preeclampsia has become a health problem in Indonesia because it is a cause of high maternal mortality in Indonesia. Handling of preeclampsia in Indonesia still varies among health workers, practitioners and hospitals. Preeclampsia can be prevented by conducting preeclampsia screening in pregnant women. The purpose of this study was to analyze the influence of midwives' knowledge, attitudes and experiences on preeclampsia screening in Bojonegoro Regency. The design of this study was a cross-sectional study. The sample in this study was 125 midwives in the Bojonegoro Regency Health Office who were selected randomly. Data on attitude, knowledge and experience variables were collected through questionnaires, while preeclampsia screening was measured using a maternal cohort instrument and a Maternal and Child Health book. Furthermore, data analysis was carried out using the Chi-square test. The results of data analysis showed p-values for each independent variable, namely knowledge = 0.955 (not correlated), cognitive attitude = 0.474 (not correlated), affective attitude = 0.725 (not correlated), conative attitude = 0.725 (not correlated), while experience = 0.000 (correlated). Thus it was concluded that the factors related to preeclampsia screening in Bojonegoro Regency are midwife experience.Keywords: preeclampsia; screening; midwife; experienceABSTRAK Preeklampsia telah menjadi masalah kesehatan di Indonesia karena merupakan penyebab kematian ibu yang masih tinggi di Indonesia. Penanganan preeklampsia di Indonesia masih beragam di antara petugas kesehatan, praktisi dan rumah sakit. Preeklampsia dapat dicegah dengan melakukan screening preeklampsia pada ibu hamil. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh pengetahuan, sikap dan pengalaman bidan terhadap skrining preeklampsia di Kabupaten Bojonegoro. Desain penelitian ini adalah penelitian cross-sectional. Sampel dalam studi ini adalah 125 bidan di wilayah Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro yang dipilih secara random. Data tentang variabel sikap, pengetahuan dan pengalaman dikumpulkan melalui pengisian kuesioner, sedangkan skrining preeklampsia dikukur menggunakan instrumen kohort ibu dan buku Kesehatan Ibu dan Anak. Selanjutnya dilakukan analisis data menggunakan uji Chi-square. Hasil analisis data menunjukkan nilai p untuk masing-masing variabel independen yaitu pengetahuan = 0,955 (tidak berkorelasi), sikap kognitif = 0.474 (tidak berkorelasi), sikap afektif = 0.725 (tidak berkorelasi), sikap konatif = 0,725 (tidak berkorelasi), sedangkan pengalaman = 0.000 (berkorelasi). Dengan demikian disimpulkan bahwa faktor yang berhubungan dengan skrining preeklampsia di Kabupaten Bojonegoro adalah pengalaman bidan.Kata kunci:  preeklampsia; skrining; bidan; pengalaman
The THE RELATIONSHIP OF KNOWLEDGE, ATTITUDE AND HABIT WASHING MOM'S HANDS TO AN EVENT OF DIARRHEA AT PUSKESMAS TAMBAKREJO BOJONEGORO: HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN KEBIASAAN MENCUCI TANGAN IBU BATITA TERHADAP KEJADIAN DIARE DI PUSKESMAS TAMBAKREJO BOJONEGORO LUFIANTI, SELVIA DESI; Aris Handayani, AMd.Keb., S.Pd., M.Kes.; Abdul Latip, dr. M.Kes
Gema Bidan Indonesia (e-Journal) Vol. 13 No. 3 (2024): September
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v13i3.127

Abstract

Diare merupakan penyakit yang paling sering menyerang anak-anak dan menjadi penyebab kedua kematian balita di seluruh dunia setelah pneumonia. Menurut Riskesdes tahun 2018 prevalensi diare pada balita berdasarkan diagnosis tenaga kesehatan menurut kelompok umur dengan prevalensi diare (berdasarkan diagnosis tenaga kesehatan tertinggi yaitu pada kelompok umur 1-4 tahun sebesar 11,5%, pada bayi sebesar 9%, dan kelompok umur 75 keatas sebesar juga merupakan prevalensi tertinggi yaitu sebesar 7%.Penderita diare di Kabupaten Bojonegoro pada tahun 2020 yaitu pada tahun 2019 terdapat 11.081 kasus sedangkan pada tahun 2020 adalah 10.944 kasus. Di Puskesmas Tambakrejo kasus diare Berdasarkan data Laporan tahunan Puskesmas Tambakrejo pada tahun 2020 terdapat 571 dari 3164 balita kasus diare pada batita dengan prevalensi 18,04% Sedangkan pada tahun 2021 terdapat 550 dari 3117 kasus diare pada batita dengan prevalensi 17,64%. Kejadian Diare dari tahun ke tahun selalu melebihi prevalensi yaitu 6,54% pada tahun 2020 dan 6,14 % pada tahun 2021. Penelitian ini bersifat cross-sectional. Sampel penelitian ini adalah ibu dan batita usia 12 – 36 bulan dengan teknik System Cluster Random Sampling dengan responden sejumlah 102 responden. Variabel independen adalah pengetahuan ibu, sifat ibu, dan kebiasaan mencuci tangan, sedangkan variabel dependen adalah kejadian diare pada batita. Pengumpulan data menggunakan kuisioner dan tabel observasi. Hasil analisis menggunakan uji chi square didapatkan bahwa sebagian besar ibu batita berpengetahuan baik sebanyak 79 responden (77,5%). Hasil analisis hubungan pengetahuan terhadap kejadian diare p = 0,07 yang mana t = 0,005 < α (0,05). Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa adanya hubungan antara pengetahuan sikap dan kebiasaan
Pemberdayaan Kader dalam Pemanfaatan Buku KIA untuk Optimalisasi Keteraturan Pemeriksaan Kehamilan Lilik Triyawati; Abdul Latip; Sri Wahyuni
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 9, No 1 (2025): April 2025
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v9i1.4749

Abstract

Regular Antenatal care is very important because it helps reduce complications in pregnancy and childbirth. The aim of this community service is to increase the knowledge and skills of Village Health Cadres regarding the use of KIA books in Sumberagung Village, Dander District, Bojonegoro Regency. This activity was carried out in the form of training regarding the use of the KIA book. The training was carried out for 3 (three) days attended by 30 participants using the lecture method, question and answer, practice in using the KIA book and KIE practice. The result of the activity was that 30 cadres were trained, there was an increase in the lowest, highest and average knowledge scores of the training participants. Most (80%) of the training participants had very good post scores (79-100), the average score of participants' skills in using the KIA book is 83.3% and skills in extension are the majority (80%) have a very good value of extension skills (79-100), the formation of a joint commitment, all cadres (100%) have carried out outreach to the community around where they live on an ongoing basis so that can improve the health status of mothers and children.
Peningkatan Literasi Gizi Puasa Sehat melalui Pendampingan Partisipatif bagi Masyarakat Desa Ngraseh, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro Latip, Abdul; Yanu Arianto, Doni; Yuliani, Esti; Ulfah, Mariya; Sunarto, Sunarto
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 2 (2026): JAMSI - Maret 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.2665

Abstract

Rendahnya penerapan prinsip gizi seimbang selama Ramadan, seperti kebiasaan berbuka dengan pangan tinggi gula dan lemak, melewatkan sahur, serta kurangnya asupan cairan, berisiko menimbulkan gangguan pencernaan, dehidrasi, dan fluktuasi glukosa. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan menyiapkan masyarakat agar mampu mengelola pola puasa sehat secara mandiri melalui peningkatan literasi gizi puasa sehat dengan pendekatan pendampingan partisipatif di Desa Ngraseh, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro. Sebanyak 52 partisipan berusia 40–55 tahun mengikuti siklus kegiatan selama 12 hari, meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui kuesioner pengetahuan, rubrik partisipasi, dan observasi praktik makan sehat, lalu dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan naratif tematik. Hasil menunjukkan adanya perubahan perilaku dan peningkatan kesadaran peserta terhadap pentingnya literasi gizi puasa sehat, ditandai dengan peningkatan skor pemahaman dari <60 menjadi >70 serta praktik sahur dan berbuka yang lebih seimbang. Tingkat keterlibatan peserta tergolong baik, mencerminkan kapasitas mereka dalam menerapkan pola makan sehat saat puasa sudah mandiri. Pendampingan partisipatif terbukti efektif menumbuhkan rasa memiliki, keterlibatan aktif, dan kemampuan memecahkan masalah gizi selama berpuasa. Implikasi praktis kegiatan ini adalah perlunya pembentukan kader lokal serta dukungan Puskesmas dan pemerintah desa untuk menjaga keberlanjutan literasi gizi puasa sehat.
Previous Preeclamptic Pregnancy and Chronic Hypertension Affects Current Preeclampsia at a Public Health Center in Bojonegoro, Indonesia Indrayanti Indrayanti; Abdul Latip; Masfuah Ernawati; Mariya Ulfah
Health Dynamics Vol 3, No 4 (2026): April 2026
Publisher : Knowledge Dynamics

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/hd30403

Abstract

Background: Preeclampsia is one of the leading causes of maternal mortality and occurs frequently in Indonesia. The high maternal mortality rate (MMR) reflects the low quality of health services during pregnancy, childbirth, and the postpartum period. This study aimed to analyze the risk factors associated with the incidence of preeclampsia among pregnant women at the Public Health Center in Sukosewu, Bojonegoro, Indonesia. Methods: This study used a cross-sectional design. The samples consisted of 120 pregnant women at the Public Health Center in Sukosewu, Bojonegoro District, Indonesia. Odds ratio and logistic regression tests were applied in this study. Results: Gravida (p = 0.046) and a history of chronic hypertension (p = 0.015) had a significant positive effect (p < 0.05) on the incidence of preeclampsia. Meanwhile, family history (p = 0.079), twin pregnancy (p = 0.999), gestational interval (p = 0.261), age (p = 0.132), BMI (p = 0.336), MAP (p = 0.997), history of hypertension during pregnancy (p = 0.260), and history of DM (p = 1.000) showed no significant effect on the incidence of preeclampsia. Conclusion: The incidence of preeclampsia among pregnant women at the Public Health Center in Sukosewu, Bojonegoro, Indonesia, was associated with the risk factors of previous preeclampsia and a history of chronic hypertension during pregnancy.
Influence of Knowledge, Motivation, and Family Support on Iron Supplement Adherence Among Pregnant Women for Anemia Prevention at a Public Health Center in Bojonegoro, Indonesia Sri Wahyuni; Lilik Triyawati; Ari Tri Rahayu; Abdul Latip
Health Dynamics Vol 3, No 5 (2026): May 2026
Publisher : Knowledge Dynamics

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/hd30503

Abstract

Background: Maternal Mortality Rate (MMR) is a crucial indicator for evaluating the success of a country's health development. In Indonesia, MMR remains high at 97.61 per 100,000 live births in 2020, falling short of the Sustainable Development Goals (SDGs) target of 70 per 100,000 live births by 2030. One contributing factor to this high rate is anemia during pregnancy. This study aims to analyze the influence of knowledge, motivation, and family support on pregnant women's adherence to consuming ferrous iron supplements as a preventive measure against pregnancy-related anemia in the working area of Kalitidu Public Health Center, Bojonegoro Regency. Methods: An analytical observational design with a cross-sectional approach was employed. The sample consisted of 167 pregnant women in their first, second, and third trimesters who agreed to participate. Data were collected through questionnaires and document reviews, and analyzed using multiple logistic regression tests. Results: Most respondents demonstrated adequate knowledge (89.3%), good motivation (87.3%), and strong family support (86.7%). Statistical analysis revealed a significant influence of knowledge, motivation, and family support on adherence to iron tablet consumption (p < 0.05). Conclusion: Educational interventions and social support play a vital role in improving compliance with iron supplementation, thereby reducing the prevalence of anemia and supporting the achievement of national MMR reduction targets. 
Knowledge, Husband Support, and Culture as the Main Determinants of Timeliness of K1 Visits for Pregnant Women Abdul Latip; Mariya Ulfah; Doni Yanu Arianto
Health Dynamics Vol 2, No 9 (2025): September 2025
Publisher : Knowledge Dynamics

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/hd20905

Abstract

Background: K1 is the first contact of pregnant women with health workers who have good clinical/obstetric and interpersonal competence, to get integrated and comprehensive services according to standards. The first contact should be made as early as possible in the first trimester (0-12 weeks). The achievement of K1 visits for pregnant women in Bojonegoro Regency in 2022 was 96.7% of pregnant women. Based on the 2022 Monitoring Report of Maternal Health at the Dander Public Health Center, Bojonegoro Regency, the achievement of Pure K1 Visits for pregnant women is 87.41% of the target of 100%, so that there are 12.59% of pregnant women who are not on time at the first visit. Methods: This observational analytic study employed a cross-sectional design. The sample consisted of 117 pregnant women in their second and third trimesters, selected using simple random sampling. Collecting data using a questionnaire. Data were analyzed using the Multiple Logistic Regression Test to assess influence of knowledge, accessibility, and husband support, and culture on the timeliness of K1 visits with p<0.05. Collecting data using a questionnaire. Results: There was an influence of knowledge (p=0.007), husband support (p=0.017), and culture (p=0.032) on the timeliness of K1 visits. There was no effect of accessibility (p=0.732). Conclusion: Good knowledge of K1 visits will foster awareness and positive attitudes in conducting early pregnancy checks; husband's support can provide motivation, and foster awareness of the importance of early pregnancy checkups; a culture that values and prioritizes the health of the mother and fetus will encourage pregnant women to immediately carry out pregnancy checks early. The researcher is then expected to be able to research other factors that can affect the K1 visit of pregnant women, namely belief, motivation, facilities, community leaders, and health workers.
Hubungan Pola Pemberian MP-ASI dan Pengetahuan Gizi Ibu Dengan Status Gizi Balita Usia 6-59 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Kalitidu Kabupaten Bojonegoro: The Relationship Between MP-Breastfeeding Patterns and Maternal Nutrition Knowledge with The Nutritional Status of Toddlers Aged 6-59 Months in the Working Area of The Kalitidu Health Center, Bojonegoro Regency Lilik Inayati; Abdul Latip; Indrayanti
Gema Bidan Indonesia Vol. 12 No. 2 (2023): September
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v11i4.97

Abstract

Masalah gizi adalah keadaan gizi seseorang yang ditunjukkan oleh keadaan antropometri, klinis, dan laboratorium. Sampai saat ini Indonesia masih memiliki beberapa masalah gizi, yaitu dalam bentuk masalah kekurangan gizi makro dan kekurangan gizi mikro. Berdasarkan laporan hasil SSGI 2021, angka prevalensi balita wasting di Kabupaten Bojonegoro pada tahun 2021 mencapai 9,5 persen, menempati urutan tertinggi ke-5 di Jawa Timur (3). Pada tahun 2020 jumlah kasus malnutrisi di Puskesmas Kalitidu mencapai 10,96 % . Namun pada tahun 2021 kasus malnutrisi mengalami peningkatan mencapai 13,38 %.(PSG Bojonegoro, 2021). Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui hubungan antara Pola pemberian MP-ASI dan Pengetahuan gizi ibu dengan Status Gizi Balita usia 6-59 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Kalitidu Kabupaten Bojonegoro. Penelitian ini bersifat cross-sectional. Sampel penelitian ini adalah ibu dan balita usia 6-59 bulan yang terpilih dengan teknik proportional random sampling sejumlah 155 responden. Variabel independen adalah pola pemberian MP-ASI dan pengetahuan gizi ibu, sedangkan variabel dependen adalah Status Gizi balita usia 6-59 bulan. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil analisis menggunakan uji chi square didapatkan bahwa sebagian besar balita dengan pola pemberian MP-ASI yang baik memiliki status gizi yang baik pula yaitu sejumlah 91,8 %, sebagian besar responden yang memiliki pengetahuan gizi baik memiliki balita dengan status gizi yang baik yaitu sejumlah 87,1 %. Hasil analisis hubungan pola pemberian MP-ASI p=0,000, pengetahuan p=0,000, yang mana p=0,000 < α (0,05). Kata Kunci: MP-ASI, Pengetahuan, Status Gizi, dan Balita
Hubungan Dukungan Suami dan Pendidikan dengan Keikutsertaan KB Pasca Salin pada Ibu Nifas di Puskesmas Balen Kabupaten Bojonegoro: The Relationship between Husband Support and Education with Postpartum Family Planning Participation in Postpartum Women at the Balen Health Center, Bojonegoro Regency Siti Rohmah; Rodiyatun; Abdul Latip; Esti Yuliani
Gema Bidan Indonesia Vol. 13 No. 2 (2024): September
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v12i4.102

Abstract

Masih banyak ditemukan ibu nifas sampai dengan hari ke-42 yang belum memakai KB pasca salin karena kurangnya dukungan dari suami dan pendidikan rendah. Untuk membuktikan bahwa dukungan suami dan pendidikan cenderung memiliki resiko terhadap keikutsertaan KB pasca salin maka ingin diteliti tentang adanya hubungan dukungan suami dan pendidikan dengan keikutsertaan KB pasca salin. Penelitian ini merupakan penelitian analitik yang bersifat kohort. Sampel diambil dengan teknik consecutive sejumlah 54 responden. Variabel independent adalah dukungan suami dan pendidikan, sedangkan variabel dependent adalah keikutsertaan KB pasca salin. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Untuk menganalisis adanya hubungan digunakan uji Chi Square dengan taraf nyata 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk dukungan suami mendukung sebanyak 38 responden (70,4%), pendidikan tamat SMA sebanyak 47 responden (87,0%) dan keikutsertaan KB pasca salin ikut menggunakan KB pasca salin sebanyak 39 responden (72,2%). Dari hasil analisis dengan uji chi square dapat disimpulkan ada hubungan dukungan suami dan pendidikan dengan keikutsertaan KB pasca salin pada ibu nifas.Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa dukungan suami dan pendidikan berhubungan dengan keikutsertaan KB pasca salin pada ibu nifas. Sehingga disarankan pada ibu-ibu nifas untuk mengikuti KB pasca salin. Kata kunci: Dukungan Suami, Pendidikan, KB pasca salin.