Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

HUBUNGAN POLA MAKAN DUKUNGAN SUAMI DAN BUDAYA DENGAN KEJADIAN KEK PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS DANDER KABUPATEN BOJONEGORO Ulfah, Mariya; Latip, Abdul
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.36309

Abstract

Kurang Energi Kronik (KEK) salah satu penyebab angka Kematian Ibu (AKI) yang menjadi salah satu indikator penting derajat kesehatan Masyarakat, survei status gizi (PSG) 2017, yang menunjukkan bahwa 14,8% ibu hamil berisiko mengalami Kurang Energi Kronik, Kurang Energi Kronik (KEK) yang ditandai dengan ukuran Lingkar Lengan Atas (LILA) kurang dari 23,5 cm.Faktor penyebab KEK,diantaranya asupan zat gizi tidak mencukupi kebutuhan ibu hamil dalam jangka lama ,dan budaya pantang makanan. Jenis Penelitian ini analitik korelasional menggunakan pendekatan kuantitatif. Rancang bangun penelitian menggunakan Cross Sectional. Populasi 233 ibu hamil. Sampel 96 ibu hamil. Menggunakan data primer dengan kuesioner dan data sekunder. Analisis data menggunakan Uji Chi Square. Hasil penelitian nilai signifikasi tingkat kemaknaan ? =,0,05 di dapatkan nilai (? = 0,000),ada Hubungan Pola Makan dengan Kejadian KEK, uji statistik ( ? = 0,000)  lebih kecil dari ? (0,05) ada Hubungan dukungan suami dengan Kejadian KEK dan Hasil uji statistik ? value = 0,000  Ada hubungan budaya dengan kejadian KEK pada ibu hamil di Puskesmas Dander Kabupaten Bojonegoro. Saran:   Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman ibu hamil melalui kelas ibu hamil pentingnya pola makan yang baik baik jenis,jumlah variasi lauk sayur dan frekuensi makan, adanya dukungan yang baik suami secara emosional,penghargaan,informatif maupun instrumental serta budaya tidak berpantang makanan dalam kehamilan agar angka kejadian ibu hamil KEK dapat ditekan jumlahnya.
Pengalaman Bidan Sebagai Determinan Skrining Preeklampsia di Kabupaten Bojonegoro Indrayanti, Indrayanti; Latip, Abdul; Ulfah, Mariya
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 14, No 4 (2024): Oktober-Desember 2024
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik14401

Abstract

Preeclampsia has become a health problem in Indonesia because it is a cause of high maternal mortality in Indonesia. Handling of preeclampsia in Indonesia still varies among health workers, practitioners and hospitals. Preeclampsia can be prevented by conducting preeclampsia screening in pregnant women. The purpose of this study was to analyze the influence of midwives' knowledge, attitudes and experiences on preeclampsia screening in Bojonegoro Regency. The design of this study was a cross-sectional study. The sample in this study was 125 midwives in the Bojonegoro Regency Health Office who were selected randomly. Data on attitude, knowledge and experience variables were collected through questionnaires, while preeclampsia screening was measured using a maternal cohort instrument and a Maternal and Child Health book. Furthermore, data analysis was carried out using the Chi-square test. The results of data analysis showed p-values for each independent variable, namely knowledge = 0.955 (not correlated), cognitive attitude = 0.474 (not correlated), affective attitude = 0.725 (not correlated), conative attitude = 0.725 (not correlated), while experience = 0.000 (correlated). Thus it was concluded that the factors related to preeclampsia screening in Bojonegoro Regency are midwife experience.Keywords: preeclampsia; screening; midwife; experienceABSTRAK Preeklampsia telah menjadi masalah kesehatan di Indonesia karena merupakan penyebab kematian ibu yang masih tinggi di Indonesia. Penanganan preeklampsia di Indonesia masih beragam di antara petugas kesehatan, praktisi dan rumah sakit. Preeklampsia dapat dicegah dengan melakukan screening preeklampsia pada ibu hamil. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh pengetahuan, sikap dan pengalaman bidan terhadap skrining preeklampsia di Kabupaten Bojonegoro. Desain penelitian ini adalah penelitian cross-sectional. Sampel dalam studi ini adalah 125 bidan di wilayah Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro yang dipilih secara random. Data tentang variabel sikap, pengetahuan dan pengalaman dikumpulkan melalui pengisian kuesioner, sedangkan skrining preeklampsia dikukur menggunakan instrumen kohort ibu dan buku Kesehatan Ibu dan Anak. Selanjutnya dilakukan analisis data menggunakan uji Chi-square. Hasil analisis data menunjukkan nilai p untuk masing-masing variabel independen yaitu pengetahuan = 0,955 (tidak berkorelasi), sikap kognitif = 0.474 (tidak berkorelasi), sikap afektif = 0.725 (tidak berkorelasi), sikap konatif = 0,725 (tidak berkorelasi), sedangkan pengalaman = 0.000 (berkorelasi). Dengan demikian disimpulkan bahwa faktor yang berhubungan dengan skrining preeklampsia di Kabupaten Bojonegoro adalah pengalaman bidan.Kata kunci:  preeklampsia; skrining; bidan; pengalaman
The THE RELATIONSHIP OF KNOWLEDGE, ATTITUDE AND HABIT WASHING MOM'S HANDS TO AN EVENT OF DIARRHEA AT PUSKESMAS TAMBAKREJO BOJONEGORO: HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN KEBIASAAN MENCUCI TANGAN IBU BATITA TERHADAP KEJADIAN DIARE DI PUSKESMAS TAMBAKREJO BOJONEGORO LUFIANTI, SELVIA DESI; Aris Handayani, AMd.Keb., S.Pd., M.Kes.; Abdul Latip, dr. M.Kes
Gema Bidan Indonesia (e-Journal) Vol. 13 No. 3 (2024): September
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v13i3.127

Abstract

Diare merupakan penyakit yang paling sering menyerang anak-anak dan menjadi penyebab kedua kematian balita di seluruh dunia setelah pneumonia. Menurut Riskesdes tahun 2018 prevalensi diare pada balita berdasarkan diagnosis tenaga kesehatan menurut kelompok umur dengan prevalensi diare (berdasarkan diagnosis tenaga kesehatan tertinggi yaitu pada kelompok umur 1-4 tahun sebesar 11,5%, pada bayi sebesar 9%, dan kelompok umur 75 keatas sebesar juga merupakan prevalensi tertinggi yaitu sebesar 7%.Penderita diare di Kabupaten Bojonegoro pada tahun 2020 yaitu pada tahun 2019 terdapat 11.081 kasus sedangkan pada tahun 2020 adalah 10.944 kasus. Di Puskesmas Tambakrejo kasus diare Berdasarkan data Laporan tahunan Puskesmas Tambakrejo pada tahun 2020 terdapat 571 dari 3164 balita kasus diare pada batita dengan prevalensi 18,04% Sedangkan pada tahun 2021 terdapat 550 dari 3117 kasus diare pada batita dengan prevalensi 17,64%. Kejadian Diare dari tahun ke tahun selalu melebihi prevalensi yaitu 6,54% pada tahun 2020 dan 6,14 % pada tahun 2021. Penelitian ini bersifat cross-sectional. Sampel penelitian ini adalah ibu dan batita usia 12 – 36 bulan dengan teknik System Cluster Random Sampling dengan responden sejumlah 102 responden. Variabel independen adalah pengetahuan ibu, sifat ibu, dan kebiasaan mencuci tangan, sedangkan variabel dependen adalah kejadian diare pada batita. Pengumpulan data menggunakan kuisioner dan tabel observasi. Hasil analisis menggunakan uji chi square didapatkan bahwa sebagian besar ibu batita berpengetahuan baik sebanyak 79 responden (77,5%). Hasil analisis hubungan pengetahuan terhadap kejadian diare p = 0,07 yang mana t = 0,005 < α (0,05). Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa adanya hubungan antara pengetahuan sikap dan kebiasaan
Pemberdayaan Kader dalam Pemanfaatan Buku KIA untuk Optimalisasi Keteraturan Pemeriksaan Kehamilan Lilik Triyawati; Abdul Latip; Sri Wahyuni
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 9, No 1 (2025): April 2025
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v9i1.4749

Abstract

Regular Antenatal care is very important because it helps reduce complications in pregnancy and childbirth. The aim of this community service is to increase the knowledge and skills of Village Health Cadres regarding the use of KIA books in Sumberagung Village, Dander District, Bojonegoro Regency. This activity was carried out in the form of training regarding the use of the KIA book. The training was carried out for 3 (three) days attended by 30 participants using the lecture method, question and answer, practice in using the KIA book and KIE practice. The result of the activity was that 30 cadres were trained, there was an increase in the lowest, highest and average knowledge scores of the training participants. Most (80%) of the training participants had very good post scores (79-100), the average score of participants' skills in using the KIA book is 83.3% and skills in extension are the majority (80%) have a very good value of extension skills (79-100), the formation of a joint commitment, all cadres (100%) have carried out outreach to the community around where they live on an ongoing basis so that can improve the health status of mothers and children.
Knowledge, Husband Support, and Culture as the Main Determinants of Timeliness of K1 Visits for Pregnant Women Latip, Abdul; Ulfah, Mariya; Arianto, Doni Yanu
Health Dynamics Vol 2, No 9 (2025): September 2025
Publisher : Knowledge Dynamics

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/hd20905

Abstract

Background: K1 is the first contact of pregnant women with health workers who have good clinical/obstetric and interpersonal competence, to get integrated and comprehensive services according to standards. The first contact should be made as early as possible in the first trimester (0-12 weeks). The achievement of K1 visits for pregnant women in Bojonegoro Regency in 2022 was 96.7% of pregnant women. Based on the 2022 Monitoring Report of Maternal Health at the Dander Public Health Center, Bojonegoro Regency, the achievement of Pure K1 Visits for pregnant women is 87.41% of the target of 100%, so that there are 12.59% of pregnant women who are not on time at the first visit. Methods: This observational analytic study employed a cross-sectional design. The sample consisted of 117 pregnant women in their second and third trimesters, selected using simple random sampling. Collecting data using a questionnaire. Data were analyzed using the Multiple Logistic Regression Test to assess influence of knowledge, accessibility, and husband support, and culture on the timeliness of K1 visits with p<0.05. Collecting data using a questionnaire. Results: There was an influence of knowledge (p=0.007), husband support (p=0.017), and culture (p=0.032) on the timeliness of K1 visits. There was no effect of accessibility (p=0.732). Conclusion: Good knowledge of K1 visits will foster awareness and positive attitudes in conducting early pregnancy checks; husband's support can provide motivation, and foster awareness of the importance of early pregnancy checkups; a culture that values and prioritizes the health of the mother and fetus will encourage pregnant women to immediately carry out pregnancy checks early. The researcher is then expected to be able to research other factors that can affect the K1 visit of pregnant women, namely belief, motivation, facilities, community leaders, and health workers.