Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Konsep Ilmu dan Pendidikan dalam Perspektif Surat Al-Mujadalah Ayat 11 Amanda Rofina; Moh Nur Akbar Hafizul Ilmi; Siti Nursyamsiyah; Hairul Huda
TARLIM : JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Vol. 7 No. 1 (2024): TARLIM Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/tarlim.v7i1.1766

Abstract

Konsep ilmu dalam Islam diartikan secara holistik, melibatkan pemahaman terhadap ilmu agama (ilmu al-din) dan ilmu dunia (ilmu al-dunya). Dari segi spiritual, pengetahuan agama memberikan landasan moral, sementara ilmu dunia memberikan keterampilan dan pengetahuan material yang mendukung keberhasilan dalam berbagai aspek kehidupan. Pentingnya ilmu dalam Islam tercermin dalam perintah awal Al-Qur'an untuk membaca, menekankan perlunya pengetahuan sebagai fondasi kehidupan. Rasulullah juga menegaskan kewajiban umatnya untuk menuntut ilmu, baik dalam konteks ilmu agama maupun ilmu dunia. Konsep pembelajaran sepanjang hayat menekankan pentingnya pengembangan diri melalui ilmu sepanjang kehidupan. Dalam penelitian ini, memberikan konteks mengapa Surat Al-Mujadalah Ayat 11 dipilih sebagai fokus. Metode penelitian yang digunakan studi pustaka untuk mengeksplorasi konsep ilmu dan pendidikan dijelaskan secara rinci, termasuk pendekatan metodologi yang diterapkan. Hasil penelitian menyoroti implikasi dan relevansi konsep ilmu dan pendidikan dalam konteks ayat tersebut. Artikel ini memberikan wawasan mendalam tentang bagaimana Islam menghargai ilmu dan pendidikan sebagai elemen integral dalam pembentukan karakter dan keberhasilan hidup. Dengan demikian, artikel ini bertujuan memberikan kontribusi positif terhadap pemahaman masyarakat tentang pentingnya ilmu dalam perspektif Islam.
Application Curriculum of Islamic Education Based on Designing Curriculum Management By Paul A. Nelson Ahmad Halid; Siti Nursyamsiyah; Ahmad Ta’rifin; Saifaldin Idris Onia
Journal of Islamic Education Research Vol. 5 No. 3 (2024): Journal of Islamic Education Research
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, Islamic State University of Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/jier.v5i3.437

Abstract

This research is part of the reaction to the admiration of Paul A Nelson's concept in designing the Education curriculum entitled "Curriculum Management By Design" The author wishes to examine and apply the work to the world of development or management of Islamic Education by using the library method applying the concept of data triangulation by analyzing data from strong sources of at least three data sources such as the work of Mastuhu, Ahmad Halid and Law No. 20 of 2003, Tony Bush, Nur Hamim and Tilar, H.A.R. and Nugroho. It was then used as material to analyze or support the results of this study. The results of this study show that the Islamic Education curriculum can be designed by applying three domains of Paul A Nelson's version, namely (1) Perception of reality, that the Islamic Education curriculum designed based on the reality of the needs of society now and in the future. (2) Human Processes, namely the Islamic education curriculum should be able to humanize humans by presenting humanistic education can be left both the sensitivity of individual members. It is necessary to develop a curriculum area that focuses on basic aspects of several animals called humans (3) Human Attitudes and Values, that the Islamic Education Curriculum develops attitudes and values ??that apply in the educational area, developed based on local wisdom and upholding the Attitudes and Values ??that exist in society.
Melatih Kader Pemimpin Aisyiyah Berbasis Spiritualitas Siti Nursyamsiyah; Khoiriyah; Hairul Huda
Jurnal Pengabdian Masyarakat Manage Vol. 4 No. 01 (2023): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/manage.v4i01.226

Abstract

Pemimpin spiritualitas merupakan kebutuhan terpenting dalam sebuah organisasi dan kehidupan masyarakat. Meningkatnya perilaku generasi bangsa yang tidak sejalan dengan kehidupan beragama Islam berdampak pada menurunnya akhlak generasi bangsa. Organisasi Aisyiyah memberikan solusi pada kader pemimpin perempuan sebagai pendidik dalam keluarga dan masyarakat untuk memiliki spiritualitas. Salah satu karakter yang harus dimiliki diantaranya: paham agama islam dan kemuhammadiyahan, jujur, amanah, disiplin, etos kerja tinggi, dan berjiwa al-ma’un. Selain itu semua pemimpin kader Aisyiyah hendaknya bergeng teguh pada kepemimpinan rasulullah yaitu siddiq, amanah, fathonah dan tablig. Dalam kata lain sifat pemimpin terhadap bahwannya atau dalam pengelolaan organisasi yaitu integrity, trust, smart dan openly. Salah satu cara untuk memenuhi karakteristik tersebut diantaranya memberikan penguatan spiritualitas melalui pertemuan corp muballighat. Tujuan pendampingan ini untuk mewujudkan perempuan yang kuat dalam ideologi, memiliki wawasan kebangsaan dan berkemajuan. Pemimpin perempuan aisyiyah spiritualitas merupakan pemimpin bagi ummat dan pemimpin bagi bangsa. Kata kunci: Kader, pemimpin, aisyiyah, spiritualitas   ABSTRACT Spiritual leaders are the most important requirement in an organization and community life. The increasing behavior of the nation's generation that is not in line with Islamic religious life has an impact on the decline in the morals of the nation's generation. The Aisyiyah organization provides solutions for cadres of female leaders as educators in families and communities to have spirituality. One of the characteristics that must be possessed includes understanding the religion of Islam and Muhammadiyah, honesty, friendliness, discipline, high work ethic, and al-ma'un spirit. In addition, all Aisyiyah cadre leaders should adhere to the leadership of the Prophet, namely siddiq, amanah, fathonah and tabligh. In other words, the characteristics of a leader towards his subordinates or in managing an organization are integrity, trust, smartness, and openness. One way to fulfill these characteristics is to provide spiritual reinforcement through corp muballighat meetings. This assistance aims to create women who are strong in ideology, have national insights, and are progressive. The female leader Aisyiyah Spirituality is a leader for the ummah and a leader for the nation. Keywords: Cadre, leader, aisyiyah, spirituality
Meningkatkan Minat Literasi Studi Tokoh Dalam Membangun Generasi Berkarakter Siti Nursyamsiyah; Hairul Huda
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS Vol. 10 No. 1 (2024): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jpmi.v10i1.1882

Abstract

Minat literasi generasi era digitalisasi menjadi tantangan bagi semua pendidik maupun orang tua. Anak-anak lebih senang menggunakan handphone bukan untuk literasi namun untuk bermain game dan menonton youtube. Kecanduan mereka terhadap handphone berdampak pada karakter baik di sekolah, di rumah maupun di lingkungan masyarakat. Kegiatan pengabdian ini berusaha untuk merubah perilaku anak-anak dan mengajak mereka semua untuk mencintai literasi. Khususnya literasi studi tokoh Islam sebagai figur teladan dalam berperilaku. Metode pelaksanaan adalah pendidikan di sekolah. Tahap pertama persiapan kunjungan dan dilanjutkan melakukan pre test pada siswa. Tahap kedua sosialisasi menarik minat literasi, tata cara literasi dan literasi studi tokoh. Tahap ketiga post test menggali minat dan potensi siswa berliterasi. Tahap keempat, pendampingan pada siswa terkait dengan literasi studi tokoh Islam dengan mengenalkan pendiri Muhamamdiyah, pendiri NU, tokoh-tokoh Islam lainnya dan tokoh pendidikan. Tahap kelima, evaluasi kegiatan pelaksanaan mulai pertama sampai akhir. Hasil kegiatan ini merubah pola pikir siswa menjadi cerdas, tokoh Islam sebagai figur berkarakter yang perlu ditiru dan diteladani akhlaknya, kecerdasannya, dan perjuangannya. Akhirnya siswa dituntut untuk mengikuti keteladanan tokoh yang kuat dan tangguh serta mampu mengimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Penerapan Metode Diskusi pada Mata Pelajaran PAI sebagai Upaya Meningkatkan Aktivitas Belajar Siswa Kelas VII di SMP Negeri 2 Mayang Tadika Hazelina Putri; Bahar Agus Setiawan; Siti Nursyamsiyah
Ameena Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Ameena Journal
Publisher : Yayasan Madinah Al-Aziziyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63732/aij.v4i2.259

Abstract

The application of a learning method is very much needed by students, especially in Islamic Religious Education subjects which are often considered boring due to the lack of student involvement, therefore, a discussion method is needed that can create an active and effective learning atmosphere. The purpose of this study is to describe the application of the discussion method in Islamic Religious Education subjects in improving the learning activities of 7th grade students of SMP Negeri 2 Mayang. The research approach uses a qualitative with a descriptive research type, in this study the Islamic Religious Education teacher and 7th grade students became the research subjects. Data were obtained through interviews, observations, and documentation. The data obtained were then analyzed with the stages of data reduction and presentation, then conclusions were drawn so that an overview of the application of the discussion method in improving student learning activities was obtained. The application of the discussion method was carried out in several stages, namely, interactive lectures and interviews, where both stages can involve students in the learning process, train them to interact and communicate well. The existence of this method can improve student learning activities in understanding the material, daring to express opinions, express ideas, think critically and not passively. Student learning activities can increase because the teacher uses a discussion method that makes students involved in the learning process. Thus, the increase in student learning activities is closely related to learning methods, especially discussion methods that contribute to the learning process.
Penerapan Metode Takrir Dalam Meningkatkan Capaian Hafalan Santri Rumah Tahfidz Al-Kifach Virza Maulana Abdillah; Bahar Agus Setiawan; Siti Nursyamsiyah
Ameena Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Ameena Journal
Publisher : Yayasan Madinah Al-Aziziyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63732/aij.v4i2.262

Abstract

The importance of maintaining the quality of Quranic memorization amidst the naturally elusive nature of memory. The primary challenge frequently faced by students (santri) at Rumah Tahfidz Al Kifach is the difficulty in balancing the addition of new memorization (ziyadah) with the retention of previously memorized verses (muraja’ah). This study aimed to analyze the effectiveness of implementing the takrir (repetition) method as a solution to enhance students' memorization achievements. This study employed a qualitative approach with a descriptive method. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation. The results indicated that the implementation of the takrir method was highly effective in improving students' memorization outcomes. Through consistent repetition, students were able to transfer their memorization from short-term memory to long-term memory, rendering the memorization more fluent (mutqin) and less prone to forgetfulness. Furthermore, this method was proven to help students develop tongue reflexes and memory sharpness, thereby making the process of adding new memorization faster and more stable. This study concludes that the takrir method serves as the primary foundation in the learning system at Rumah Tahfidz Al Kifach, where discipline in repetition is directly proportional to the quality and quantity of memorization achieved by the students.
Penguatan Literasi Ekoteologi bagi Guru dan Siswa Madrasah melalui Pembelajaran Kontekstual Madrasah Ibtidayah Muhamamdiyah 2 Tamansari Hairul Huda; Dhian Wahana Putra; Siti Nursyamsiyah
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS Vol. 12 No. 1 (2026): PENGABDIAN MASYARAKAT IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program Kemitraan Masyarakat Stimulus (PKMS) ini bertujuan untuk mengatasi dua permasalahan utama di MI Muhammadiyah 2 Tamansari, yaitu rendahnya literasi ekoteologi guru dan siswa serta belum tersedianya modul pembelajaran ekoteologi yang sistematis, praktis, dan kontekstual. Permasalahan tersebut menyebabkan pendidikan lingkungan belum terintegrasi secara teologis dalam proses pembelajaran. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan community-based empowerment melalui tahapan observasi lapangan, koordinasi mitra, sosialisasi, pelatihan dan pendampingan, penyusunan modul kolaboratif, serta evaluasi berkelanjutan. Solusi yang diberikan meliputi penguatan kapasitas pedagogis guru tentang konsep tauhid ekologis, khalifah, dan amanah menjaga lingkungan, serta penyusunan Modul Literasi Ekoteologi berbasis pembelajaran kontekstual dan project-based learning. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan pemahaman konseptual guru, tersusunnya modul pembelajaran yang aplikatif, serta meningkatnya literasi dan perilaku ekologis siswa melalui praktik pemilahan sampah, penghematan air, dan kegiatan penghijauan. Program ini juga mendorong terbentuknya komitmen kolektif untuk membangun budaya “Green Madrasah” yang berkelanjutan berbasis nilai-nilai Islam.
Edukasi Pemilahan Sampah Berbasis Praktik Dalam Pembentukan Perilaku Peduli Lingkungan Pada Siswa Sdn Jubung 02 Ahmad Fadil Maulidi Rahman; Indra Wahyu Widyatama; Aprilia Dewi Almaulum; Novita Adelia Trisna Dewi; Siti Nursyamsiyah
JIWAKERTA: Jurnal Ilmiah Wawasan Kuliah Kerja Nyata Vol 7, No 1 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jiwakerta.v7i1.22636968

Abstract

Permasalahan pengelolaan sampah di lingkungan sekolah dasar masih menjadi tantangan yang berdampak pada kebersihan dan kesehatan lingkungan. Rendahnya kebiasaan memilah sampah sejak usia dini serta minimnya edukasi terstruktur menyebabkan siswa belum mampu membedakan sampah organik, anorganik, dan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) secara tepat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan membentuk perilaku peduli lingkungan sehat melalui edukasi pemilahan sampah di SDN Jubung 02 Kabupaten Jember. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif partisipatif melalui tahapan observasi, wawancara, penyuluhan, dan praktik langsung pemilahan sampah. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman kognitif siswa mengenai klasifikasi sampah, peningkatan keterampilan dalam memilah sampah secara benar, serta munculnya kesadaran untuk menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Pendekatan berbasis praktik terbukti efektif dalam mendorong internalisasi nilai peduli lingkungan. Kegiatan ini menegaskan bahwa edukasi pemilahan sampah sejak dini memiliki peran penting dalam membentuk budaya sekolah yang peduli lingkungan dan berkelanjutan apabila didukung oleh fasilitas dan komitmen institusi.
Symbolic Islamization and Political Authority in Suluk Linglung of Sunan Kalijaga: Cultural Negotiation and the Formation of Javanese Islamic Legitimacy Fatchullah Zarkasi; Mustolehudin; Siti Nursyamsiyah; Hafiz Abdullah
Hayula: Jurnal Indonesia Studi Islam Multi-disiplin Vol 10 No 2 (2026): Hayula: Indonesian Journal of Multidisciplinary Islamic Studies
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/hayula.010.02.02

Abstract

The formation of Islamic authority in Indonesia did not occur solely through formal political institutions but operated dynamically through cultural negotiation and spiritual legitimacy. Although the Islamization of Java has been extensively studied, mainstream political thought often reduces authority to state-centric power structures, leaving the role of symbolic practices in classical vernacular texts underexplored. This study analyzes the dimensions of Islamic political thought in the Suluk Linglung manuscript, a text representing the teachings of Sunan Kalijaga within the socio-political landscape of early Java. Employing a descriptive text and qualitative content analysis approach, this study compares two printed versions of the manuscript to decode its cultural metaphors. The findings indicate that Suluk Linglung conceptualizes a model of Islamic political authority grounded in symbolic persuasion and spiritual legitimacy rather than coercive domination. Through the philosophical structure of the macapat tradition (specifically Pupuh Dhandhanggula, Asmaradana, Durma, and Kinanthi), the manuscript transforms cultural symbols (such as the metaphors of the honey-seeking bee, the deer, gold, and prostration) into a practical framework for prudence, moral integrity, and leadership responsibility (amanah). This study offers a preliminary theoretical contribution by proposing a "theo-cultural synthesis" model, suggesting how leadership authority may be constructed not through institutional conquest, but through the strategic indigenization of ethical legitimacy.
Hubungan Penerapan Metode Wafa dengan Motivasi Belajar Al-Qur'an Siswa di SMP Muhammadiyah 4 Tanggul Muhammad Alfiansyah Nurohim; Siti Nursyamsiyah; Badrut Tamami
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/jurnalpai.v5i2.6039

Abstract

Pembelajaran Al-Qur’an memerlukan metode yang efektif untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. Salah satu metode yang digunakan adalah Metode Wafa yang mengintegrasikan pendekatan otak kanan, multisensori, dan prinsip Quantum Teaching dalam proses pembelajaran Al-Qur’an. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penerapan Metode Wafa dengan motivasi belajar Al-Qur’an siswa di SMP Muhammadiyah 4 Tanggul. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif korelasional. Populasi penelitian berjumlah 49 siswa dan seluruh populasi dijadikan sampel melalui teknik sampling total. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket skala Likert, sedangkan analisis data menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan IBM SPSS Statistics 22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara penerapan Metode Wafa dengan motivasi belajar Al-Qur’an siswa. Hal ini ditunjukkan oleh nilai koefisien korelasi sebesar 0,563 dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,01. Nilai koefisien korelasi tersebut berada pada kategori sedang. Selain itu, nilai koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,317 menunjukkan bahwa 31,7% variasi motivasi belajar Al-Qur’an berkaitan dengan penerapan Metode Wafa, sedangkan 68,3% berkaitan dengan faktor lain di luar penelitian. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka peneliti memberikan beberapa saran yaitu bagi sekolah, diharapkan dapat terus mendukung penerapan Metode Wafa dalam pembelajaran Al-Qur’an dengan menyediakan fasilitas pembelajaran yang memadai, bagi guru Al-Qur’an, diharapkan dapat menerapkan Metode Wafa secara lebih kreatif dan konsisten dengan memaksimalkan penggunaan media pembelajaran.