Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : JURNAL ILMIAH PLATAX

Comparison of Tidal Analysis Results at Tumumpa Coastal Fishing Port Using Least Squares Method and Admiralty Method Lang, Abigail Emylia Febricristiani; Kalangi, Patrice N. I.; Dien, Heffry V; Masengi, K. W. A.; Pamikiran, Revols D. Ch.; Kaparang, Frangky E.
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 10 No. 1 (2022): ISSUE JANUARY-JUNE 2022
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.v10i1.36887

Abstract

Tumumpa Coastal Fishing Port is located at 1°31'21"-1°31'35" N, 124°50'28"-124°51'24" E Tides are one of the phenomena that can be utilized as a reference in determining natural resource management policies and as a supplement to data used to forecast future marine conditions. Using the Least Squares Method and the Admiralty Method with 15 days of observation data, the analysis was undertaken with the goal of finding the phase and amplitude of tidal components, type of tides, and the elevation of sea level at  Tumumpa Coastal Fishing Port. The tidal type  at the port is mixed semidiurnal tides, the formzahl value for the least square method is 0.48, while for the Admiralty method is 0.39Keywords: Tides; Formzahl; RMSE; PPP Tumumpa.AbstrakPasang surut air laut merupakan salah satu fenomena yang bisa dijadikan referensi dalam penentuan kebijakan untuk pengelolaan sumber daya alam dan sebagai data pelengkap untuk menggambarkan kondisi laut pada masa mendatang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis komponen-komponen pasang surut dan tipe pasang surut yang diukur di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tumumpa. Analisis dengan menggunakan metode kuadrat terkecil dan metode Admiralty berdasarkan data 15 hari pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tipe pasang surut di PPP Tumumpa bertipe campuran condong harian ganda. Didapatkan dominasi komponen harmonik pasang surut pada PPP Tumumpa, bertipe campuran condong harian ganda. Komponen harmonik pasang surut dominan di  PPP Tumumpa, yaitu komponen semidiurnal untuk metode kuadrat terkecil M2 = 0.21 dan S2= 1.47 sedangkan untuk metode Admiralty M2 = 52.08 dan S2= 34.59.Kata kunci:  Pasang surut; Nilai Formzahl; RMSE; PPP Tumump
Mapping of Fishing Areas and Fish Catches by Purse Sine KM. Rebert Tinambunan, Deviana; Silooy, Fanny; Luasunaung, Alfret; Labaro, Ivor Lembondorong; Kayadoe, Mariana E; Sitanggang, Effendi Pengihutan; Thamin, arman; Dien, Heffry V
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 10 No. 1 (2022): ISSUE JANUARY-JUNE 2022
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.v10i1.39694

Abstract

The division of Indonesian waters into several fisheries management areas illustrates very different habitat characteristics and has a diversity of biological resources that may vary. WPPNRI 716 is a management area in Indonesian waters which includes the waters of the Sulawesi Sea and the northern part of Halmahera Island. This research was carried out by the purse seiner KM. Rebert carried out fishing operations in the waters of the Sulawesi Sea at WPPNRI 716. Data collection was carried out for 4 months, namely from October 2021 - to January 2022, with the aim of knowing the distribution area of catching and KM. Rebert catches. KM. Rebet catchment area based on the GPS point is located at WPPNRI 716, which is 81.5 miles from the fishing base (Tumumpa Beach Fishery Port). The number of catches in October (trip 1) was 6350 kg, in October (trip 2) was 4807 kg, in November (trip 3) was 10245 kg, in December (tip 4), was 4234 kg, in December (trip 5) as much as 4280 Kg, in January (trip 6) as many as 2645, and in January (trip 7) 4350 Kg. Judging from the type of catch during the research, there was 13265 kg of mackerel scad (Decapterus sp), then 12953 kg of skipjack tuna (Katsuwonus pelamis L), 4884 kg of yellowfin tuna (Thunnus albacares), and 4100 kg of mackerel tuna (Euthinnus affinis). Selar fish (Selaroides sp) as much as 904 Kg, jackfish (Caranx sp) as much as 500 Kg, rainbow runner fish (Elagatis bipinnulatus) as much as 350 Kg, and the lowest is bullet tuna (Auxis rochei) fish as much as 55 Kg.Keywords: Mapping; KM. Rebert; Purse SeinerAbstrakPembagian wilayah perairan Indonesia ke dalam beberapa kawasan pengelolaan perikanan menggambarkan karakteristik habitat yang sangat berbeda dan memiliki keanekaragaman sumberdaya hayatinya yang dapat saja berbeda. WPPNRI 716 merupakan wilayah pengelolaan di perairan Indonesia yang meliputi perairan Laut Sulawesi dan sebelah Utara Pulau Halmahera.Penelitian ini dilaksanakan kapal pukat cincin (purse seiner) KM. Rebert yang melakukan operasi penangkapan ikan di perairan Laut Sulawesi pada WPPNRI 716.  Pengambilan data dilakukan selama 4 bulan yaitu pada bulan Oktober 2021 - Januari 2022, dengan tujuan untuk mengetahui daerah sebaran penangkapan dan hasil tangkapan KM. Rebert. Daerah penangkapan KM. Rebet berdasarkan titik GPS berada pada WPPNRI 716 yang berjarak dari fishing base (Pelabuhan Perikanan Pantai Tumumpa) ± 81,5 mil. Jumlah hasil tangkapan pada bulan bulan Oktober (trip 1) sebanyak 6350 Kg, bulan Oktober (trip 2) sebanyak 4807 Kg, bulan November (trip 3) sebanyak 10245 Kg, bulan Desember (tip 4), sebanyak 4234 Kg, bulan Desember (trip 5) sebanyak 4280 Kg, bulan Januari (trip 6) sebanyak 2645, dan bulan Januari (trip 7) 4350 Kg. Dilihat dari jenis tangkapan selama penelitan adalah ikan layang (Decapterus sp) sebanyak 13265 Kg, kemudian ikan cakalang (Katsuonus pelamis L) sebanyak 12953 Kg, ikan tuna sirip kuning (Thunnus albacares) sebanyak 4884 Kg, ikan tongkol (Auxis rochei) sebanyak 4100 Kg ikan selar (Selaroides sp) sebanyak 904 Kg, ikan kuwe (Caranx sp) sebanyak 500 Kg, ikan sunglir (Elagatis bipinnulatus) sebanyak 350 Kg, dan yang paling rendah adalah ikan tongkol (Auxis rochei) sebanyak 55 Kg.Kata Kunci:Pemetaan; KM. Rebert; Pukat Cincin. 
Determination of Potential Pelagic Fishing Ground Based on Chlorophyll a Using Aqua Modis Satellite Sitorus, Hotma Stefany; Manu, Lusia; Kaparang, Frangky E; Dien, Heffry V
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 10 No. 2 (2022): ISSUE JULY-DECEMBER 2022
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.v10i2.41888

Abstract

The purpose of this study was to determine the potential pelagic fishing ground using Aqua Modis satellite imagery in WPP 716. Catch data and coordinates of fishing ground from September to November 2021 were taken from the Tumumpa Fisheries Port, Manado. Chlorophyll-a data and Sea Surface Temperature data were downloaded from the website of http://oceancolorgsfc.nasa.gov. The results showed that the distribution of chlorophyll-a was concentrated at 02011'982" N and 1240 57'913" E with a total catch of 5,050 kg. The results indicated that the higher chlorophyll-a concentration and the increase of sea surface temperature in the fishing ground the more catch produced.Keywords: pelagic fish, Aqua Modis, WPP 716, chlorophyll-a, sea surfaceAbstractTujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan daerah penangkapan ikan pelagis yang potensial dengan menggunakan citra satelit Aqua modis di WPP 716.  Data hasil tangkapan dan koordinat daerah penangkapan ikan pada September sampai November 2021 diambil dari   pelabuhan Perikanan Pantai Tumumpa, Manado. Data klorofil-a dan data Suhu Permukaan Laut diunduh dari situs http://oceancolorgsfc.nasa.gov. Hasil penelitian menunjukan sebaran klorofil-a terkosentrasi di 02011’982” LS dan 1240 57’913” BT dengan jumlah hasil tangkapan sebanyak 5.050 kg. Hasil analisis menunjukan semakin tinggi konsentrasi klorofil-a dan suhu permukaan laut pada daerah penangkapan ikan maka semakin meningkat jumlah hasil tangkapan yang dihasilkan.Kata kunci: pelagis, Aqua Modis, WPP 716, klorofil-a, suhu permukaan laut
Fishing Season Estimation of Mackerel Scad (Decapterus spp) with purse seines in the Sulawes Sea based on catch data Ginting, Jebry Yanta; Pamikiran, Revols D. Ch.; Masengi, Kawilarag W. A; Luasunaung, Alfret; Dien, Heffry V.; Manu, Lusia
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 10 No. 2 (2022): ISSUE JULY-DECEMBER 2022
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.v10i2.41897

Abstract

This study aims to determine the pattern or fluctuations in the fishing season of mackerel scad (Decapterus spp) and suspected months of the fishing season. Data analysis is made in the form of cross-tabulation and mapped into graphs. Fishing season is determined by the average percentage methods based on time series analysis. The results indicated that the fishing season of mackerel scad in the Sulawesi Sea fluctuates. The fishing season occurs from May to November with the highest season/seasonal index occurring in July, while non-seasonal conditions occur from December to April with the smallest seasonal index/non-seasonal peak occurring in January.Keywords:  mackerel scads, fishing season, fluctuation, Sulawesi SeaAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui pola atau bentuk fluktuasi musim  penangkapan  dan pada bulan apa saja diduga menjadi kondisi musim penangkapan ikan layang (Decapterus spp). Penyajian dan analisis data dibuat dalam bentuk tabulasi silang dan dipetakan dalam bentuk grafik. Untuk analisis musim penangkapan ikan menggunakan Metode Presentasi Rata-rata (The Average Percentage Methodes) yang didasarkan pada Analisis Runtun Waktu (Time Series Analysis). Hasil analisis menunjukan bahwa musim penangkapan ikan layang (Decapterus spp) di Laut Sulawesi berfluktuasi. Musim penangkapan terjadi pada Mei sampai November dengan puncak musim/indeks musim tertinggi terjadi pada Juli sedangkan kondisi bukan musim terjadi pada Desember sampai April dengan indeks musim terkecil/puncak bukan musim terjadi pada Januari. Kata-kata Kunci: ikan layang, musim penangkapan, fluktuasi, laut Sulawesi.
Comparative Studies Of Residual Water Level In Manado And Melonguane Coastal Area During Tropical Cyclone In 2021 Azani, Audia Azizah; Djamaluddin, Rignolda; Bara, Robert A; Manu, Lusia; Dien, Heffry Veibert; Manembu, Indri Shelovita
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 12 No. 1 (2024): ISSUE JANUARY-JUNE 2024
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.v12i1.53167

Abstract

North Sulawesi Province, directly bordering the Pacific Ocean, is located in an area with the highest level of tropical cyclone (TC) activity in the world. As a result, the province is vulnerable to the impacts caused by cyclones, including storm surges. The increase in water levels due to this event has the potential to cause coastal flooding. Previous studies in Manado have identified that sea level rise can be detected through residual water level (RWL), making studying the characteristics of RWL in North Sulawesi important. This research focuses on Manado and Melonguane, allowing for a comparison of characteristics. The data used includes tropical cyclone data from the China Meteorological Administration (CMA) and tidal data from the Geospatial Information Agency. The Unified Tidal Analysis and Prediction (UTide) method is used to identify RWL. The analysis was carried out by using a t-test to compare data at the two locations. The results showed that RWL at those locations had significant differences with Melonguane having the higher value between them. Generally, the increase in RWL in Melonguane occurs shortly after the cyclone period, while the RWL in Manado maximum increases 86 hours after TC's first occurrence. Keywords: tropical cyclone; residual water level; UTide.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Ade Pramana Febriansyah Akira W.R. Masengi Alfret Luasuanaung Alfret Luasunaung Alfret Luasunaung Alfret Luasunaung Arthur B. Samola Azani, Audia Azizah Bofmar Sasaleno Budiman, Jhonny Christian Yosua Worang Eldy Majore Emil Reppie Fanny Silooy Febriansyah, Ade Pramana Frangky E. Kaparang Frangky E. Kaparang Frangky E. Kaparang Frangky E. Kaparang Franky E Kaparang Fransisco P T Pangalila Fransisco P. T Pangalila Fransisco P. T. Pangalila Fransisco P.T. Pangalila Gerry Willardoe Kayadoe Gerry Willardoe Kayadoe, Gerry Willardoe Ginting, Jebry Yanta Haryadi Wijaya Hernita Paputungan Indri Manembu Ivor Lembondorong Labaro Ixchel F Mandagi Jessica saselah Johnny Budiman Johnny Budiman K. W.A. Masengi Kaparang, Frangky E Kawilarang W. A. Masengi Kawilarang W. A. Masengi Kawilarang W.A. Masengi Labaro, Ivor Lembondorong Lang, Abigail Emylia Febricristiani Lefrand Manoppo Lefrand Manoppo Lembo, Liliyana Levandri Alski Lumi Lusia Manu Manu, Lusia Mariana E. Kayadoe Mariana E. Kayadoe Mariana E. Kayadoe Mariana Elizabeth Kayadoe Mariana Elizabeth Kayadoe Masengi, K. W. A. Masengi, Kawilarag W. A Masengi, Kawilarang Warouw Alex Melisa Masengi, Melisa Modaso, Vivanda O. J. Modaso, Vivanda Octova Joulanda Pamikiran, Revols D. Ch. Patrice N.I. Kalangi Rachim Sjah Agung Renato Waworoentoe Regina E. Tompunu, Regina E. Revi Reinaldi Bawingkung Rignolda Djamaluddin Rizald Max Rompas, Rizald Max Robert A. Bara Robertus Cyrillus Manengkey Salsabila Yunus Samola, Arthur B. Sitanggang, Effendi Pengihutan Siti Nafisah Matafi Siti Nafisah Matafi Sitorus, Hotma Stefany Sumilat, Deiske Adeleine Syamtiar Arfah Syamtiar Arfah Tessa Rakian, Tessa Thamin, Arman Tinambunan, Deviana Vivanda O. J. Modaso Vivanda O.J. Modaso Wandasari Hamid Wandasari Hamid, Wandasari Watung, Franky Y. Wilhelmina Patty