Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

PENGEMBANGAN PROFESIONALISME GURU DALAM PEMBELAJARAN PADA KURIKULUM MERDEKA DI SMK NEGERI 3 BALIKPAPAN Indriawati, Prita; Prasetya, Kiftian Hady; Susilo, Ganjar; Sari, Indra Yusnita; Hayuni, Sajaratun
JURNAL KOULUTUS Vol. 6 No. 1 (2023): JURNAL KOULUTUS
Publisher : LPPM Universitas Kahuripan Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/koulutus.v6i1.867

Abstract

The purpose of this article is to find out the development of teacher professionalism in learning the independent curriculum. The method used in this research is qualitative. Data obtained by observation and interviews with teachers. The independent curriculum that is implemented at SMK Negeri 3 Balikpapan is emphasized on subjects. Support from professional organizations greatly supports teachers in preparing for learning to implement the independent curriculum. Teachers receive training in learning the independent curriculum, the core of the independent curriculum, namely the Independent Curriculum, is here to perfect the implementation of the Curriculum. Implementation at SMK Negeri 3 Balikpapan on the independent learning curriculum for teachers catches up with literacy and numeracy. For students, the independent curriculum can provide solutions for improving the curriculum, before the curriculum can be implemented in stages according to the readiness of each school.
Smartboard-Mediated CSCL Scripts to Improve Oral Communication in Eastern Indonesia: A Quasi-Experimental Study Kaharuddin; Sitti Hajar; Zul Fadhli Al Alim; Andi Kaharuddin; Topanus Tulak; Ganjar Susilo; Devasis Pradhan
Information Technology Education Journal Vol. 5, No. 2, May (2026)
Publisher : Jurusan Teknik Informatika dan Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/intec.v5i2.263

Abstract

Purpose – This study aims to challenge the "hardware fallacy" by investigating how a structured Computer-Supported Collaborative Learning (CSCL) intervention can mediate smartboard affordances to enhance oral communication skills among junior high school students in Eastern Indonesia, a context characterized by teacher-centered instruction and student speaking anxiety. Design – A quasi-experimental non-equivalent control group design was employed with 64 eighth-grade students from two intact classes (n = 32 each) assigned to conditions; analyses treated students as individuals. The control group (n=32) used smartboards for teacher-centered presentations, while the experimental group (n=32) participated in an eight-week CSCL intervention involving collaborative sorting, visual debate mapping, and interactive presentation tasks. Oral communication performance was assessed using a validated analytic rubric with excellent inter-rater reliability (ICC = .87). Findings – ANCOVA revealed a statistically significant effect of the intervention on post-test communication scores F (1,61) = 109.65, p < .001, partial η² = .642), with the most pronounced gains in communicative confidence (partial η² = .712). Qualitative observations showed 88% of experimental students physically interacting with the smartboard, with a recurrent pattern of non-verbal manipulation preceding verbal justification, indicating cognitive offloading. Research implications – The quasi-experimental design and single-school setting limit generalizability, and the 8-week duration cannot confirm long-term sustainability. However, findings provide empirical evidence for the necessity of pedagogical redesign alongside technology investment to bridge the second-level digital divide. Originality – This study advances CSCL research by specifying mechanisms (shared visual anchoring, embodied offloading) through which smartboard affordances are pedagogically engineered to address cultural barriers in under-resourced Southeast Asian classrooms, offering a replicable intervention model for similar contexts. Replication materials are available in the online supplement.
PENINGKATAN PEMAHAMAN PENDIDIKAN KENAKALAN REMAJA DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA DI SMP NEGERI 20 PENAJAM PASER UTARA (PPU) Ganjar Susilo; Salsabila Samti Basari; Ridho Agung Naufal; Rinly Avila Vivia Lexiana
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Kahuripan Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/g52m0k19

Abstract

Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Balikpapan (UNIBA) yang dilakukan oleh tim pelaksana PkM UNIBA merupakan program untuk mengaplikasikan ilmu yang diperoleh dikampus kepada masyarakat. Program ini dilakukan karena di wilayah Kabupaten PPU masih banyak ditemui kenakalan remaja seperti merokok, menghirup lem atau istilahnya “ngelem”, meminum minuman alkohol, balapan liar dan lainya. Oleh karerna itu Pendekatan program ini merupakan lintas keilmuan dan sektoral dalam kurun waktu tertentu. Remaja adalah seseorang yang mengalami masa transisi dari kehidupan masa kanak–kanak (childhood) ke masa dewasa (adulthood). Program PkM ini mendeskripsikan fenomena kondisi remaja yang sedang mencari jati diri yang rentan akan berbagai perilaku negatif seperti merokok, menghirup lem atau istilahnya “ngelem”, meminum minuman alkohol, balapan liar dan lainya serta untuk mendapatkan tingkat pemahaman siswa menggunakan kuesioner pemahaman materi yang disampaikan dengan indikator a) siswa mampu menjelaskan konsep tentang definisi kenakalan remaja, b) siswa menjelaskan informasi dan poin penting mengenai hal-hal yang dibutuhkan peserta didik dengan cara yang terorganisir, c) siswa mampu menjawab pertanyaan dari narasumber secara jelas dan akurat, dan d) siswa mampu memiliki pemikiran terbuka dan fleksibel. Hasil dari program ini yaitu mengedukasi remaja untuk menjadi remaja yang tidak menyimpang dari nilai dan norma yang ada dimasyarakat dan cara penanganan pengendalian dari diri sendiri, peran guru disekolah serta peran orangtua dirumah. Edukasi ini diharapkan para siswa paham dan mengerti kenakalan remaja yang dapat merugikan dirinya sendiri dan orang–orang disekitarnya.
EDUKASI DAN PENGENALAN PERILAKU BULLYING DI SD NEGERI 012 PENAJAM PASER UTARA Ganjar Susilo; Andhika Wira Trisatya; Ira Grace Sandi; Muhammad Dzakwan Arif
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Kahuripan Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/dbynhf11

Abstract

Perilaku bullying di kalangan remaja bahkan anak-anak masih menjadi masalah yang belum terselesaikan di Indonesia. Fenomena ini juga terjadi di lingkungan sekolah terutama tingkat sekolah dasar di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dan memiliki dampak negatif yang signikan pada Kesehatan mental dan akedemik korban. Bullying sangat umum terjadi di kalangan remaja sehingga berdampak negatif pada korbannya, antara lain Konsentrasi yang buruk saat belajar, prestasi akademik yang buruk, rendahnya harga diri, depresi, bahkan pikiran untuk bunuh diri pada remaja. Perilaku perundungan atau bullying adalah perilaku seseorang atau sekelompok orang yang menyebabkan orang lain merasa teraniaya, terancam, atau ditakuti sehingga korbannya tidak mampu menghentikan perilaku tersebut. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman siswa sekolah dasar mengenai bullying. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah sosialisasi melalui pemaparan materi secara langsung kepada para siswa dan guru SD Negeri 012 PPU serta untuk mendapatkan tingkat pemahaman para siswa tentang bullying yang terjadi disekolah diberikan kuesioner pemahaman tentang perilaku bullying. Dari hasil kuesioner tersebut dapat diketahui tingkat pemahaman siswa setelah diberikan sosialisasi yaitu 80,83% sangat paham, 15% siswa paham, 1,67% siswa kurang paham dan 2,50% siswa tidak paham.  Sosialisasi ini merupakan salah satu metode alternatif yang dapat digunakan untuk mencegah dan mengurangi perilaku bullying terhadap teman sebaya pada anak usia sekolah.   Abstract  Bullying behavior among teenagers and even children is still an unresolved problem in Indonesia. This phenomenon also occurs in the school environment, especially at the elementary school level in North Penajam Paser Regency (PPU) and has a significant negative impact on the mental and academic health of the victims. Bullying is very common among teenagers, so it has a negative impact on victims, including poor concentration when studying, poor academic performance, low self-esteem, depression, and even thoughts of suicide in teenagers. Bullying or bullying behavior is the behavior of a person or group of people that causes other people to feel persecuted, threatened, or afraid so that the victim is unable to stop the behavior. The aim of this activity is to increase elementary school students' knowledge and understanding of bullying. The method used in this activity is socialization through direct presentation of material to students and teachers at SD Negeri 012 PPU and to obtain the level of understanding of students about bullying that occurs at school, they are given an understanding questionnaire about bullying behavior. From the results of the questionnaire, it can be seen the level of students' understanding after being given socialization, namely 80,83% really understand, 15% of students understand, 1,67% of students don't understand, and 2,50% of students don't understand. This socialization is an alternative method that can be used to prevent and reduce bullying behavior towards peers in school-aged children. Â