Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) DAN DISCOVERY LEARNING (DL) DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SEKOLAH DASAR Andi Kaharuddin; Sartika Arifin; Topanus Tulak; Putu Ayu Suyastini
Muallimuna : Jurnal Madrasah Ibtidaiyah Vol 6, No 1 (2020): OKTOBER 2020
Publisher : Fakultas Studi Islam UNISKA MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.18 KB) | DOI: 10.31602/muallimuna.v6i1.2371

Abstract

Abstrak: Penelitian ini mendeskripsikan perbedaan pengaruh dari penerapan TGT dan DL dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar. Penelitian ini merupakan Quasi Experiment. Populasi penelitian yaitu siswa kelas VI sekolah dasar dengan sampel yang ditentukan dengan menggunakan teknik Purposive Random Sampling terdiri dari du kelas. Instrumen yang digunakan mengumpulkan data yaitu observasi keaktifan siswa dalam pembelajaran dan tes akhir pembelajaran berupa tes essay. Hasil pengujian secara deskriptif yaitu penerapan TGT berpengaruh positif dibandingkan dengan DL ditinjau berdasarkan hasil belajar dan keaktifan siswa. Berdasarkan pengujian inferensial pada hipotesis penelitian dengan uji t ditemukan thitung > α berarti terdapat perbedaan pengaruh, dimana pengaruh penerapan model TGT lebih tinggi dibandingkan dengan DL. Sehingga, secara umum diinterpretasikan bahwa TGT berpengaruh positif dibandingkan dengan DL terhadap hasil belajar dan keaktifan siswa sekolah dasar.TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) AND DISCOVERY LEARNING (DL) IN LEARNING MATHEMATICS IN ELEMENTARY SCHOOLAbstract: This study describes the different effects of the application of TGT and DL in mathematics learning in elementary schools. This research is a Quasi Experiment. The population of this research is the sixth grade students of elementary school. The sample is determined by using purposive random sampling technique consisting of two classes. The instruments used to collect data were the observation of student activeness in learning and the final test of learning in the form of an essay test. The results of the descriptive test, namely the application of TGT have a positive effect compared to DL in terms of learning outcomes and student activity. Based on inferential testing on the research hypothesis with the t test, it was found that tcount > α means that there is a difference in influence, where the effect of applying the TGT model is higher than that of DL. Thus, it is generally interpreted that TGT has a positive effect compared to DL on learning outcomes and the activeness of elementary school students.
The Cultural Meaning of Ma’kombongan as A Form of Local Wisdom of The Toraja Community Roberto Salu Situru; Topanus Tulak
Ethical Lingua: Journal of Language Teaching and Literature Vol. 9 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/25409190.374

Abstract

Local wisdom is the originality of an area that distinguishes it from other regions both in terms of meaning and the value it contains. The Toraja tribe, which is located in the province of South Sulawesi, has a strong oral culture so that information is passed down by word of mouth, not in the form of writing or inscriptions. One of the local wisdoms of Toraja culture that is rarely written about is Ma’kombongan . Ma' Kombongan culture as a local wisdom has a strong enough role in the existence of the Tana Toraja people. Ma’kombongan can be said as a form of democratic government of the Toraja people before the current system of government. Therefore, it is important to write articles to see the role of ma’kombongan in creating harmony in Toraja society. This study uses a qualitative research method with data collection through observation and interviews with traditional shops, religious shops, indigenous peoples, and the government. The results of the research illustrate that the ma’kombongan process is carried out in customary areas in various ways such as Rambu solo, rambu tuka', a place to solve problems, resolve conflicts, and as a place for customary justice. The implications of the research provide insight into how important ma’kombongan is in forming harmonization in Toraja society. The research also has implications for the development of social knowledge, especially for creating social integration in society.
Pemanfaatan Cuka Aren Sebagai Herbisida Alami Untuk Membasmi Gulma Topanus Tulak*; Roberto Salu Situru; Zainal Batatta
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 4 (2023): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/dinamisia.v7i4.15239

Abstract

Weeds are plants that disturb or harm human interests, especially in the process of plant growth. Weeds are one of the main factors that can cause a decrease in agricultural yields. Weeds can also harm farmers or agricultural businesses by reducing the quality of agricultural production. Weed control or weeding can be done by means of preventive, mechanical, biological, technical culture, chemical and synthetic. Weed control with herbicides is the main choice compared to other methods because they are considered more effective in controlling weeds, besides being more cost-effective and time-effective. Weeding is an effort that must be done against it so as not to inhibit plant growth. With this activity, it can increase the community's ability to use palm vinegar as a natural herbicide to help farmers increase their crop yields, reduce the use of incendiary herbicides in weed control so as to increase the community's ability in organic farming.
Penerapan Model Pembelajaran Think Talk Write (TTW) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas V SDN 137 Sampean Kecamatan Mengkendek Kabupaten Tana Toraja Topanus Tulak; Tadius Tadius
Elementary Journal : Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol. 1 No. 1 (2018): Elementary Journal: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Publisher : Publikasi dan UKI Toraja Press Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.133 KB) | DOI: 10.47178/elementary.v1i1.401

Abstract

Penelitian difokuskan pada proses belajar dan hasil belajar siswa. Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPS kelas V SDN 137 Sampean Kecamatan Mengkendek Kabupaten Tana Toraja. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV SDN 137 Sampean dengan jumlah siswa 28 yang terdiri dari 14 laki-laki dan 14 perempuan. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang berlangsung 2 siklus. Tiap siklus terdiri dari 4 tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, observasi, wawancara dan dokumentasi. Prosedur pengumpulan data dalam penelitian tindakan kelas yaitu dengan memberikan tes kepada siswa untuk memperoleh data hasil belajar dan data situasi proses pembelajaran pada saat pelaksanaan tindakan diperoleh melalui lembar observasi yang diamati selama proses pembelajaran. Hasil penelitian pada siklus I nilai rata-rata yang diperoleh siswa adalah 57,15% yang masuk dalam kategori cukup. Pada siklus II nilai ketuntasan 89,3% yang masuk dalam kategori sangat baik. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan penerapan model pembelajaran Think Talk Write (TTW), hasil belajar siswa pada pembelajaran IPS mengalami peningkatan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran berbasis masalah atau Think Talk Write dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPS kelas V SDN 137 Sampean Kecamatan Mengkendek Kabupaten Tana Toraja.
Meningkatkan Hasil Belajar IPA Melalui Model Pembelajaran Learning Cycle 5E Pada Siswa Kelas IV SDN 101 Makale 4 Kecamatan Makale Kabupaten Tana Toraja theresyam kabanga; Topanus Tulak; Sarah Buli
Elementary Journal : Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol. 1 No. 2 (2018): Elementary Journal: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Publisher : Publikasi dan UKI Toraja Press Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.193 KB) | DOI: 10.47178/elementary.v1i2.500

Abstract

Model pembelajaran adalah suatu perencanaan atau suatu pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran di kelas. Setiap model pembelajaran mengarahkan kita ke dalam mendesain pembelajaran untuk membantu siswa sedemikian rupa sehingga tujuan pembelajaran tercapai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA dengan menggunakan model pembelajaran Learning Cycle 5E pada siswa kelas IV SDN 101 Makale 4 Kecamatan Makale Kabupaten Tana Toraja. Adapun manfaat dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dalam bidang pendidikan, khususnya memberikan informasi berupa gambaran yang menyatakan bahwa dalam meningkatkan hasil belajar IPA dapat dilakukan melalui penggunaan model pembelajaran Learning Cycle 5E. Sehingga hasil penelitian ini dapat dijadikan teori pendukung bagi guru untuk meningkat kualitas pembelajaran. Pembelajaran Learning Cycle merupakan salah satu model pembelajaran kontruktivisme. Model pembelajaran Learning Cycle (pembelajaran bersiklus) yaitu suatu model pembelajaran yang berpusat pada siswa. Dalam model pembelajaran ini guru dituntut untuk memotivasi siswa, sehingga ikut berpartisipasi aktif dalam kegiatan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA kelas IV SDN 101 Makale 4 setelah pelaksanaan model Learning Cycle 5E dalam kegiatan pembelajaran. Terbukti dengan nilai rata-rata siswa pada siklus I 63,45 dengan ketuntasan belajar 65%, dan nilai rata-rata siswa pada siklus II 81,47 dengan ketuntasan belajar 95%. Sehingga kesimpulan dalam penelitian ini adalah hasil belajar IPA siswa kelas IV SDN 101 Makale 4 dapat meningkat melalui model pembelajaran Learning Cycle 5E.
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Untuk Meningkatkan Keaktifan Belajar Matematika Siswa Kelas IV SDN 5 Tikala Kabupaten Toraja Utara Eky Setiawan Salo; Topanus Tulak
Elementary Journal : Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol. 2 No. 1 (2019): Elementary Journal: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Publisher : Publikasi dan UKI Toraja Press Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.602 KB) | DOI: 10.47178/elementary.v2i1.608

Abstract

Dalam kegiatan ini proses pembelajaran dilaksanakan dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Fokus proses dan hasil penelitian adalah pelaksanaan model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada pembelajaran matematika materi tentang statistika. Subjek penelitian ini adalah guru kelas dan siswa kelas IV SDN 5 Tikala dengan jumlah siswa 23 orang yang terdiri dari 13 perempuan dan 10 laki-laki. Instrumen yang dilakukan dalam penelitian ini adalah rubrik, observasi guru, observasi siswa dan wawancara. Hasil penelitian pada siklus I nilai rata-rata keaktifan belajar siswa sebesar 52.16 dengan kriteria kurang aktif dan siklus II sebesar 95.65 dengan kriteria sangat aktif. Nilai rata-rata aktivitas mengajar guru pada siklus 1 76.46 dan siklus II 95.09, aktivitas belajar siswa pada siklus I 64.7 dan siklus II 87.49. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan keaktifan belajar siswa kelas IV SDN 5 Tikala kabupaten Toraja Utara.
Penggunaan Alat Peraga Bangun Ruang Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Aprilia Mangalik; Topanus Tulak
Elementary Journal : Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol. 2 No. 2 (2019): Elementary Journal: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Publisher : Publikasi dan UKI Toraja Press Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (41.827 KB) | DOI: 10.47178/elementary.v2i2.857

Abstract

Penggunaan alat peraga bangun ruang mengarahkan kita ke dalam mendesain pembelajaran untuk membantu siswa sedemikian rupa sehingga tujuan pembelajaran tercapai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar Matematika siswa dengan penggunaan alat peraga bangun ruang. Jenis penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SDN 337 Inpres Maulu dengan jumlah siswa 14 orang yang terdiri dari 8 laki-laki dan 6 perempuan, pada semester genap tahun ajaran 2018/2019. Prosedur pengumpulan data antara lain: observasi, wawancara dan tes formatif. Data hasil belajar diperoleh dari nilai tes siswa pada siklus I dan siklus II. Hasil penelitian pada siklus I, siswa yang tuntas sebanyak 8 siswa dari 14 siswa dengan persentase ketuntasan hasil belajar 57,14% dengan kualifikasi cukup, sehingga perlu dilakukan perbaikan pada siklus II dengan hasil penelitian siswa yang tuntas sebanyak 12 siswa dari 14 siswa dengan persentase ketuntasan mencapai 85,71% dengan kualifikasi baik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan alat peraga bangun ruang dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa.
Analisis Kesulitan Belajar Matematika Siswa Kelas V dalam Penerapan Kurikulum 2013 Di SDN 06 Buntao’ Topanus Tulak
Elementary Journal : Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol. 3 No. 2 (2020): Elementary Journal: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Publisher : Publikasi dan UKI Toraja Press Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (34.543 KB) | DOI: 10.47178/elementary.v3i2.1097

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya kesulitan belajar matematika yang dialami siswa kelas V dalam penerapan Kurikulum 2013 di SDN 06 Buntao’. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Subjek penelitian adalah guru dan 5 orang siswa di SDN 06 Buntao’ Kabupaten Toraja Utara tahun ajaran 2019/2020. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan yaitu tahap reduksi data, tahap menyajikan data, dan tahap kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan belajar matematika yang dialami siswa kelas V SDN 06 Buntao’ yaitu gangguan kesulitan hubungan keruangan (pemahaman konsep), kesulitan perseverasi, kesulitan mengenal dan memahami simbol, dan kesulitan bahasa dan membaca.
Peran Orang Tua dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Imelda Imelda; Topanus Tulak
Elementary Journal : Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol. 4 No. 1 (2021): Elementary Journal: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Publisher : Publikasi dan UKI Toraja Press Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.705 KB) | DOI: 10.47178/elementary.v4i1.1265

Abstract

Orang tua merupakan penanggung jawab utama dalam pendidikan anak-anak. Dimanapun anak tersebut menjalani pendidikan, baik dilembaga formal,informal maupun non formal orang tua tetap berperan dalam menentukan masa depan pendidikan anak-anaknya. Pendidikan di luar keluarga, bukan dalam arti melepaskan tanggung jawab orang tua dalam pendidikan anak, tetapi hal itu dilakukan orangtua semata-mata karena keterbatasan ilmu yang dimiliki oleh orang tua, karena sifat ilmu yang terus berkembang mengikuti perkembangan zaman, sementara orang tua memiliki keterbatasan-keterbatasan. Dalam hal ini orang tua berkewajiban memenuhi kebutuhan pendidikan, sandang, pangan, papan dan kesehatan sehingga anak mampu untuk hidup sendiri. Analisis data pada penelitian ini bersifat kualitatif berlandasan pada penggunaan keterangan secara lengkap dan mendalam dalam menginterprestasikan data tentang variabel, bersifat non-kuantitatif dan dimaksudkan untuk melakukan eksplorasi mendalam dan tidak meluas terhadap fenomena. Metode yang digunakan yaitu dengan metode wawanca, observasi dan dokumentasi.
Pengaruh Sifat Percaya Diri dan Keaktifan Belajar Di Kelas Terhadap Prestasi Belajar Matematika Siswa Kelas VIII SMP Negeri 2 Wawotobi Andi Kaharuddin; Topanus Tulak
Elementary Journal : Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol. 4 No. 2 (2021): Elementary Journal: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Publisher : Publikasi dan UKI Toraja Press Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.632 KB) | DOI: 10.47178/elementary.v4i2.1456

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sifat percaya diri dan keaktifan belajar terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Wawotobi. Jenis penelitian ini adalah Ex-postfacto dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 79 siswa. Dalam penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 43 siswa. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan angket sifat percaya diri, keaktifan belajar dan dokumen prestasi belajar matematika siswa. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistika deskriptif dan analisis inferensial dengan teknik analisis regresi linier ganda. Hasil analisis deskriptif menunjukan bahwa sifat percaya diri siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Wawotobi berada pada kategori sedang dengan presentase 44%, sedangkan untuk keaktifan belajar matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Wawotobi berada pada kategori sedang dengan presentase 42%, dan untuk prestasi belajar matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Wawotobi berada pada kategori sedang juga dengan presentase 42%. Hasil analisis inferensial menunjukan bahwa persamaan garis regresi linier Y = 33,493 + 0,365X1 + 0,704X2. Secara stimulan nilai Fhitung sebesar 4,05 dan dengan Ftabel sebesar 3,232. Nilai Fhitung = 4,05 > Ftabel = 3,23, maka H0 ditolak dan H1 diterima, maka dapat disimpulkan secara bersama-sama sifat percaya diri dan keaktifan belajar berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi belajar matematika pada siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Wawotobi. Secara individu sifat percaya diri tidak berpengaruh terhadap prestasi belajar matematika siswa, karena Nilai thitung = 0,960 < ttabel = 2,021, sedangkan keaktifan belajar menunjukan pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar matematika, yaitu ditunjukan bahwa Nilai thitung = 2,262 > ttabel = 2,021. Pengujian koefisien determinasi diperoleh nilai R² sebesar 0,162, bermakna bahwa secara bersama-sama variabel sifat percaya diri dan keaktifan belajar dapat menjelaskan variabel prestasi belajar sebesar 16,2% sedangkan sisanya dijelaskan oleh variabel lain diluar penelitian ini.