Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Pengaruh Permainan Ular Tangga terhadap Peningkatan Maharah Kalam Siti Nur Ilmi Uswatun Khasanah; Khoirun Nisa
Kilmatuna: Journal Of Arabic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Oktober : KILMATUNA: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab
Publisher : Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55352/pba.v2i2.82

Abstract

Dalam konteks pembelajaran bahasa Arab, maharah kalam merupakan keterampilan pokok yang harus dikuasai siswa dan merupakan tujuan akhir dalam pembelajaran bahasa Asing. Karena dalam belajar bahasa Asing diperlukan situasi yang menyenangkan. Pada hal ini, Permainan bahasa merupakan media baru yang cocok untuk diterapkan dalam proses pembelajaran bahasa arab dengan tujuan memberikan kesempatan kepada siswa dalam mengaplikasikan kemahiran/keterampilan bahasa yang telah dipelajarinya dengan cara yang menyenangkan. Salah satu permainan yang banyak digemari anak-anak adalah permainan ular tangga. Adapun penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan permainan ular tangga terhadap peningkatan maharah kalam siswa dalam pembelajaran bahasa Arab. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan eksperimen one group pretes-posttest desaign, yakni dengan melakukan pretest dan posttest dengan membandingkan skor sebelum treatment dan sesudah treatment. Adapun pengumpulan data diantaranya menggunakan , Tes, dokumentasi, wawancara, observasi dan angket. Adapun hasil dalam penelitian ini dilihat dari hasil penghitungan menggunakan uji t bahwa t test lebih besar daripada t tabel, hasil uji t = 13,539 dan angka signifikansi pada t tabel dengan N-1 = 42 menunjukkan pada angka 1,682 dan 2,418 Hal tersebut bisa dibuktikan dengan hasil prosentase ketuntasan post test lebih besar daripada hasil prosentase ketuntasan pre test. Hal ini dapat disimpulkan bahwa adanya pengaruh yang signifikan antara penggunaan permainan ular tangga terhadap peningkatan Maharah Kalam siswa kelas VII MTs SA Darul Istiqomah Woro Kepohbaru Bojonegoro
Meningkatkan Kekreatifan dan Membangkitkan Minat Belajar Peserta Didik dengan Lomba Cerdas Cermat di Desa Sidomulyo Amrini Shofiyani; Aufia Aisa; Khoirun Nisa'; Muhammad Ahlis Irbabul Lubab; Khusnul Khotimah; Yuli Nutiatin Hajiroh
Jumat Pendidikan: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023): April
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat UNWAHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/abdimaspen.v4i1.3155

Abstract

Setiap peserta didik dalam melakukan proses pembelajaran memiliki kecerdasan yang berbeda–beda, kecerdasan merupakan sebuah kemampuan atau keterampilan untuk memecahkan masalah yang dihadapi dan menghasilkan sebuah solusi yang dibutuhkan agar dapat membawa kemajuan hidup seseorang dilingkungannya. Salah satu hal yang pasti bahwa kecerdasan itu dapat dikembangkan dengan berbagai cara. Salah satunya dengan kegiatan cerdas cermat yang bertujuan bukan saja untuk mengembangkan wawasan dan pengetahuan tetapi juga untuk meningkatkan kecerdasan intelektual, sosial, atau pun spiritual. MI KH Sundusin dan SDN Sidomulyo 01 yang menjadi mitra dari kegiatan ini adalah lembaga pendidikan formal yang terletak di desa Sidomulyo. Salah satu desa yang masih berada di kecamatan Megaluh, desa sidomulyo merupakan desa yang masih teguh melestarikan budaya dan tradisi, termasuk spiritual keagamaannya yang masih kental. Tujuan diadakannya kegiatan ini agar anak-anak pelajar sekolah dasar dan Madrasah Ibtidaiyah dapat meningkatkan kekreatifan dalam belajar dan memiliki minat belajar yang tinggi serta memiliki kecerdasan yang memadai sesuai dengan tuntutan dunia pendidikan saat ini. Metode pendekatan untuk pelaksanaan kegiatan pengabdian pada masyarakat di bidang Pendidikan ini meliputi metode sosialisasi, diskusi, dan pengarahan pada peserta didik. Hasil respon peserta didik dari kegiatan lomba cerdas cermat ini menunjukkan bahwa kegiatan ini sangat efektif dan menyenangkan. Hasil penilaian kepahaman dan keefektifan kekreatifan menunjukkan bahwa 70% peserta didik dapat lebih bersemangat dalam mempelajari kisi-kisi soal agama dengan mudah. Sebanyak 30% peserta didik dalam kategori pemahaman yang cukup baik dimana dipengaruhi oleh tingkat kemampuan setiap peserta didik berbeda.
Media Papan Catur untuk Meningkatkan Maharah Qira’ah Khoirun Nisa'; Zakiyatul Abidah; Titin Fidiatin Nur A
Ummul Qura Jurnal Institut Pesantren Sunan Drajat (INSUD) Lamongan Vol. 18 No. 1 (2023): Ummul Qura : Jurnal Ilmiah Institut Pesantren Sunan Drajat (INSUD) Lamongan
Publisher : Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1215.431 KB) | DOI: 10.55352/uq.v18i1.117

Abstract

The learning process of maharah qira'ah for class VII students is still lacking in terms of pronunciation, fluency, and understanding of the meaning of reading. Many students feel bored and lack enthusiasm in learning Arabic, especially maharah qira'ah. For this reason, researchers use media that can foster enthusiasm and understanding in learning maharah qira'ah, namely by using a chess board media. This study used a quantitative experimental approach with the One Group Design method. Data collection techniques in this study were interviews, observation, documentation, tests and questionnaires. The results of this study are that the chessboard learning media is suitable for implementation in learning Arabic, especially maharah qira'ah, the research was carried out for three meetings, the steps for applying the chessboard media were: the researcher divided the groups. provide a story translation. Each chess has a mufrodat. Then the groups are asked to discuss until they are arranged into stories. After being composed, one group read aloud, this is evidenced by the results of the pre-test totaling 1460, with an average score of 66.37 and a post-test score of 1720, with an average of 81.46. So it is proven that there is an increase in the value of 260. This is evidenced by the t test value being higher than the t table value at a significant level of 0.05 and 0.01% in the T distribution test, namely 12.368> 2.07 and 12.368> 2.83.
التقابل اللغوى وتحليل الأخطاء في اللغة العربية Khoirun Nisa'; Fahrur Rosikh
Ummul Qura Jurnal Institut Pesantren Sunan Drajat (INSUD) Lamongan Vol. 15 No. 2 (2021): Oktober
Publisher : Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1803.543 KB) | DOI: 10.55352/uq.v15i2.384

Abstract

Error analysis is an analytical study of linguistic errors committed by an individual or group of individuals during the production of the first second language in speech or book. This analysis is concerned with classifying errors from two aspects: linguistic classification, such as grammatical errors, spelling, writing, or semantics. The Sinaitic classification is a mistake due to the first language to the second language, or a coincidental error. Error analysis focuses on the target language, it is known that there is a difference between languages in several areas and from structures, book and sound. This difference causes problems for students in learning the target language and makes mistakes in some areas, and the analysis reveals all the errors found. Grammatical errors include phonemes, morphology, and grammar, and the results of the book research indicated that grammatical errors are more frequent when a foreign language learner in the process of linguistic skill, and because one of the goals of teaching grammar rules in education stages is to establish the tongue and reduce melody in speech, the learner reads, speaks, or books He did not raise up, nor did he shorten erect.
Pendampingan Baca Tulis Pegon di Pondok Pesantren Idhotun Nasyi’in Sugihwaras Kalitengah Lamongan Khoirun Nisa; Ahmad Izzuddin; Maslakhul Falakh; Mohammad Farid Syarifuddin; Nia Elsa Qotrunnada Khofsoh; Shofi Alam Sari
Santri: Journal of Student Engagement Vol. 1 No. 2 (2022): Santri : Journal of Student Engagement
Publisher : Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (857.86 KB) | DOI: 10.55352/santri.v1i2.220

Abstract

The yellow book or salaf book is a term of the book that is often studied in various Boarding Schools, including in the Idhotun Nasyi'in boarding school. In the study santri must be able to write the teacher's translation using pegon. Therefore, the students must first know and learn how to read pegon writing. But pegon learning in this boarding school is still fairly less effective, even rarely done. That's why this assistance is done to maximize the assets and potential that santri has, especially in pegon learning so that they can write it properly and correctly. That's why this assistance is done to maximize the assets and potential that santri has, especially in pegon learning so that they can write it properly and correctly. This assistance is expressed using the ABCD (Asset Based Community Development) method with several stages including: discovery, dream, define, design, and desnity. The desnity stage is divided into four activities: the first activity is the introduction of pegon letters in the students, the second activity is how to string words using pegon letters, the third activity is to recognize and memorize the symbol of tarkib in the meaning of the yellow book, and the last is evaluation. As for the results obtained from this assistance slowly santri who can not write pegon finally able to write it properly and correctly. So in the last evaluation, four of the six students have met the standard of ability and the remaining two have not. These two students will be followed up and supported to continue learning and practicing pegon writing until it becomes good and true.
Nur dalam Perspektif Al-Ghazali Khoirun Nisa'; Muhyidin
Ummul Qura Jurnal Institut Pesantren Sunan Drajat (INSUD) Lamongan Vol. 15 No. 1 (2020): April
Publisher : Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.103 KB) | DOI: 10.55352/uq.v15i1.393

Abstract

Reading this character, it never ends. This figure who was born in the city of Thusi, has never escaped the study in the world of scientific studies. Namely Imam Ghozali. The type of research used in this research is library research, namely research carried out through collecting data or scientific writings aimed at the object of research or data collection that is library in nature, or studies carried out to solve a problem that is basically focused on on a critical and in-depth study of relevant library materials. As the 20th century Ghazalian Sulaiman Dunya once said about this figure” - in Tsaqafah Al-Ghazali - we will find in Imam Ghazali there are at least two madhabs; The "Lay" Madhab which has been summarized in Tahafut al-falasifah and the "Khawas" Madhab which has been followed by the philosophers3". Imam Al-Ghazali's discussion of Nur will be included in both, even Imam Ghazali wrote intensely and specifically about it in a small book called "Mishkat An-Anwar". The book which is considered complicated and full of formulas/symbols in the Sufi world by its reviewers, will explain a lot about the characteristics of Imam Ghazali's Sufism, especially regarding Nur (the light).
PSIKOLOGI BAHASA ARAB Khoirun Nisa'
Ummul Qura Jurnal Institut Pesantren Sunan Drajat (INSUD) Lamongan Vol. 12 No. 2 (2018): Ummul Qura : Jurnal Ilmiah Institut Pesantren Sunan Drajat (INSUD) Lamongan
Publisher : Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.399 KB) | DOI: 10.55352/uq.v12i2.423

Abstract

Bahasa arab punya ciri khasnya sendiri, daya tariknya. Tentunya punya kesulitannya bagi non penuturnya asli. Dari sinilah kita yang non arab, yang ingin mencapai derajat pembelajarannya yang baik, maka kita tentu dituntut untuk mengenal bahasa arab itu sendiri sebagai objeknya. Ada yang pernah mengatakan “tak kenal maka tak sayang”. Mengenal bahasa arab tidak hanya mengenalnya sebatas sebagai bahasa asing, tapi lebih dalam menelusurinya dari dalam tentang sejarahnya, logat-logatnya dan lain sebagianya. Dalam psikologi pembelajaran bahasa arab misalnya, kita akan dipaparkan memngenai bagaimana cara belajar dan mengondisikan para pembelajar agar dapat mencapai pembelajaran yang diinginkan. Ia, lebih membahasa subyeknya. Bahasa arab adalah bahasa yang kaya dengan kosakata. Kosakata dalam bahasa arab merangkum semua bidang. Ia dapat diperhatikan berdasarkan kepada kata-kata yang dikondifikasi di dalam kamus-kamus bahasa arab, pembentukan satu kata kata saja bisa menunjuk ke beberapa makna. Sebab itulah, bahasa arab punya tingkat kesulitan yang besar dibanding bahasa inggris. Pembelajaran system pembelajaran berdasarkan asumsi dasar pada dasarnya adalah terpaut dengan hakikat yang diajarkan, misalnya siapa yang diajar, apa yang diajarkan, untuk apa belajar dan strategi apa yang diterapkan.