Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : EDUKASI

Pesantren dan Mobilitas Sosisal dalam Perspektif Teoretik Syamsul Arifin
EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan EDUKASI | VOLUME 8, NOMOR 1, APRIL 2010
Publisher : Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32729/edukasi.v8i1.114

Abstract

In the last decade, we find it difficult to obtain any publication of social mobility of pesantren alumni sociologically referred to as santri community. whereas, any research of the theme can build their image where some people consider pesantren as isolated, while in fact many pesantren alumni play significant roles in the strategic institutions. this study is intended to find a theoretical perspective that can be used for making study of pesantren alumni.
KONSTRUKSI PENDIDIKAN ISLAM DALAM PANDANGAN HIZBUT TAHRIR (HT) Syamsul Arifin
EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan EDUKASI | VOLUME 10, NOMOR 3, DESEMBER 2012
Publisher : Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32729/edukasi.v10i3.163

Abstract

AbstractAll stages of Hizb ut-Tahrir (HT) movement essentially lead to the most important stage, the Islamic law application. One of the strategic areas of HT is education. HT suggests that education should serve as a target for the Islamic law application, because as an institution related to the intent of people, it suffers from many weaknesses. HT highlight on education is directed to the paradigm on which the implementation of education system in where formal institutions is based. Weaknesses and crisis in education in the view of HT are rooted from the implemented paradigm. The paradigm meant by HT is the material-secular patterned educational paradigm. This paradigm is considered by HT to have caused the biggest crisis in education, which is the failure of education to produce humans who truly obsess a higher piety. This paper is intended to present the construction of Islamic education in the view of HT. AbstrakSeluruh tahapan gerakan Hizbut Tahrir (HT), pada dasarnya berujung pada tahapan yang pa­ling penting, yaitu penerapan syariat Islam. Salah satu bidang strategis yang menjadi perhatian HT sebagai bagian dari kerangka penerapan syariat Islam adalah pendidikan. HT berpandangan, bidang pendidikan perlu dijadikan sebagai salah satu sasaran penerapan syariat Islam karena sebagai institusi yang berhubungan dengan hajat orang banyak, justru mengidap banyak kelemahan. Sorotan HT ter­hadap pendidikan ditujukan kepada paradigma yang menjadi dasar pelaksanaan proses pendidikan di lembaga-lembaga formal. Kelemahan dan krisis yang terjadi dalam dunia pendidikan dalam pandangan HT bersumber pada paradigma yang digunakan. Paradigma yang dimaksud oleh HT adalah paradigma pendidikan yang bercorak material-sekularistik. Paradigma ini dinilai HT telah menimbulkan krisis terbesar dalam dunia pendidikan yaitu, gagalnya pendidikan melahirkan seorang manusia yang betul­betul memiliki kesalehan yang tinggi Tulisan ini ingin menyajikan konstruksi pendidikan Islam dalam dalam pandangan HT.
REKONSTRUKSI AL-ISLAM-KEMUHAMMADIYAHAN (AIK) PERGURUAN TINGGI MUHAMMADIYAH SEBAGAI PRAKSIS PENDIDIKAN NILAI Syamsul Arifin
EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan EDUKASI | VOLUME 13, NOMOR 2, AGUSTUS 2015
Publisher : Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32729/edukasi.v13i2.239

Abstract

AbstractOne of the peculiarities marker at the higher education of Muhammadiyah is providing the education of al Islam and Kemuhammadiyahan (AIK). In the curriculum of the higher education of Muhammadiyah there is a provision that AIK is a compulsory subject, a kind of Islamic religious education must be given in public higher education. However, AIK has a weight of credits and hours of study which is greater than the Islamic religious education at public higher education, which weighs 2 credits and given only one time in one semester, while AIK has a weight of 4-8 credits are given for four semesters. Taking into account the position of the AIK, this paper want elaborate AIK as the praxis of value education. This paper is based on a descriptive study of a number of documents relating to AIK generated by Muhammadiyah and University of Muhammadiyah Malang, one of higher education of Muhammadiyah that serve as an example the case of the development of AIK. At the end of this paper, the authors recommend about the importance of value ducation as a paradigm in developing AIK.AbstrakSalah satu penanda kekhasan di Perguruan Tinggi Muhammadiyah adalah penyelenggaraan pendidikan al Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK). Pada kurikulum Perguruan Tinggi Mu­ham­madiyah terdapat ketentuan bahwa AIK merupakan materi wajib, semacam pendidikan agama Islam yang wajib diberikan di pendidikan tinggi umum. Namun demikian, AIK memiliki bobot kredit dan jam studi yang lebih besar dari pada pendidikan agama Islam di perguruan tinggi umum, yang berbobot 2 sks dan diberikan hanya satu kali dalam satu semester, sementara AIK memiliki bobot 4-8 sks yang diberikan selama empat semester. Dengan mempertimbangkan posisi AIK tersebut, tulisan ini hendak meng­elaborasi AIK sebagai praksis pendidikan nilai. Tulisan ini didasarkan pada riset deskriptif terhadap sejumlah dokumen yang berkaitan dengan AIK yang dihasilkan oleh Muhammadiyah dan Universitas Muhammadiyah Malang, salah satu Perguruan Tinggi Muhammadiyah yang dijadikan sebagai contoh kasus pengembangan AIK. Pada bagian akhir tulisan ini, penulis merekomendasikan tentang pentingnya pendidikan nilai sebagai paradigma dalam mengembangkan AIK.
PELEMBAGAAN MULTIKULTURALISME MELALUI METODE LIVING VALUES DI MADRASAH: SEBUAH EKSPLORASI AWAL Syamsul Arifin
EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Vol. 6 No. 2 (2008): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan
Publisher : Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32729/edukasi.v6i2.187

Abstract

The aim of this article is to anake the institutionalization of multiculturalism by means of the method of living values in madrasah. As apart of education institution, madrasah has a moral obligation to evolve the students insights concerned with the problem of plurality in society particularly in religious aspect. Dealing with the multicultural values development, this article tries to offer the way of how to institutionalize any multicultural values as a theoretical base to develop the multicultural education in madrasah.