Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Proceeding Seminar LPPM UMP Tahun 2014

Fungsi Teks Babad Banyumas Versi Darmasumarta B Priyadi, Sugeng
Proceeding Seminar LPPM UMP Tahun 2014 2014: Proceeding Seminar Hasil Penelitian LPPM 2014, 6 September 2014
Publisher : Proceeding Seminar LPPM UMP Tahun 2014

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKBabad Banyumas versi Darmasumarta B mencirikan teksnya dengan deskripsi relasi klien dan patron yang berbeda sesuai dengan periodisasi kerajaan Jawa dari zaman Majapahit dan diakhiri dengan Pemerintahan Kolonial Hindia Belanda. Patron Majapahit menjadi kebanggaan bagi klien Wirasaba karena Majapahit adalah kerajaan besar yang pernah berkuasa di Nusantara dan berpengaruh di Pulau Jawa. Patron Demak difungsikan dalam teks dengan berita Islamisasi di Wirasaba yang berkaitan dengan kasus perkawinan secara Islam yang menyangkut putri Adipati Warga Utama I dengan putra Demang Toyareka. Patron Pajang difungsikan dalam teks sebagai landasan legitimasi bagi Bagus Mangun yang menggantikan mertuanya dengan gelar Adipati Warga Utama II, yang menjadi pendiri Banyumas setelah membagi Wirasaba menjadi empat sehingga disebut Adipati Mrapat. Patron Mataram difungsikan untuk menjelaskan munculnya nama Kalikethok (Kaligathuk) dan kedudukan Banyumas lebih sempit. Yudanegara dianggap mempunyai masalah sehingga mereka dipecat, kecuali Yudanegara III, yang dianggap sebagai trah Banyumas yang mengalami mobilitas sosial yang tinggi dengan jabatan Pepatih Dalem Kasultanan Yogyakarta. Yudanegara V yang dipecat tidak digantikan oleh keturunannya karena Banyumas dibagi menjadi dua,Kasepuhan dan Kanoman. Pembagian Banyumas menjadi dua memasuki masa penjajahan Belanda di Banyumas pasca-Perang Jawa. Keturunan Cakrawadana dan Bratadiningrat mengisi masa kolonial, terutama keturunan Bratadiningrat, yaitu Gandasoebrata sebagai penutup teks Babad Banyumas versi Darmasumarta B.  Kata kunci: filologi, terbitan diplomatik, khazanah perbabadan, teks Darmasumarta B, klien-patron, legitimasi, Islamisasi, dan mobilitas sosial. 
PENGEMBANGAN SUMBERDAYA MANUSIA BERBASIS KEARIFAN LOKAL Priyadi, Sugeng
Proceeding Seminar LPPM UMP 2015: Buku I Bidang Ilmu Ekonomi dan Pertanian, Proceeding Seminar Nasional LPPM 2015, 26 September
Publisher : Proceeding Seminar LPPM UMP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Spirit of Indonesia yang tercermin dalam local wisdom itu dilatarbelakangi oleh tribal society kat dari suku-suku bangsa yang beraneka. Masyarakat Indonesia perlu melakukan gerakan renaissance terhadap budaya tribal dengan langkah berubahnya mitos menjadi logos. Mitos-mitos tribal menjadi inspirasi bangsa untuk menggali kekayaan local wisdom agar diperoleh sumber ilmu sepertinya mitologi Yunani. Kompleksitas sikap yang didasarkan nilai-nilai mengarahkan kepada kebiasaan hidup yang lebih baik dan maju yang disebut etos. Etos tersebut menggerakkan masyarakat Indonesia untuk mengambil langkah-langkah redifinisi, sinkretisasi, akulturasi, revitalisasi, dan reengenering untuk menghadapi globalisasi.Kata Kunci : spirit of Indonesia, local wisdom, tribal society, mitos, logos, etos, redifinisi, sikretisasi, akulturasi, revitalisasi, dan reengenering.
PENGEMBANGAN SUMBERDAYA MANUSIA BERBASIS KEARIFAN LOKAL Priyadi, Sugeng
Proceeding Seminar LPPM UMP 2015: Buku II Bidang Ilmu Pendidikan dan Sosial Humaniora, Proceeding Seminar Nasional LPPM 2015, 2
Publisher : Proceeding Seminar LPPM UMP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Spirit of Indonesia yang tercermin dalam local wisdom itu dilatarbelakangi oleh tribal society kat dari suku-suku bangsa yang beraneka. Masyarakat Indonesia perlu melakukan gerakan renaissance terhadap budaya tribal dengan langkah berubahnya mitos menjadi logos. Mitos-mitos tribal menjadi inspirasi bangsa untuk menggali kekayaan local wisdom agar diperoleh sumber ilmu sepertinya mitologi Yunani. Kompleksitas sikap yang didasarkan nilai-nilai mengarahkan kepada kebiasaan hidup yang lebih baik dan maju yang disebut etos. Etos tersebut menggerakkan masyarakat Indonesia untuk mengambil langkah-langkah redifinisi, sinkretisasi, akulturasi, revitalisasi, dan reengenering untuk menghadapi globalisasi.Kata Kunci : spirit of Indonesia, local wisdom, tribal society, mitos, logos, etos, redifinisi, sikretisasi, akulturasi, revitalisasi, dan reengenering.
PENGEMBANGAN SUMBERDAYA MANUSIA BERBASIS KEARIFAN LOKAL Priyadi, Sugeng
Proceeding Seminar LPPM UMP 2015: Buku III Bidang Ilmu Kesehatan dan Sains Teknik, Proceeding Seminar Nasional LPPM 2015, 26 Se
Publisher : Proceeding Seminar LPPM UMP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Spirit of Indonesia yang tercermin dalam local wisdom itu dilatarbelakangi oleh tribal society kat dari suku-suku bangsa yang beraneka. Masyarakat Indonesia perlu melakukan gerakan renaissance terhadap budaya tribal dengan langkah berubahnya mitos menjadi logos. Mitos-mitos tribal menjadi inspirasi bangsa untuk menggali kekayaan local wisdom agar diperoleh sumber ilmu sepertinya mitologi Yunani. Kompleksitas sikap yang didasarkan nilai-nilai mengarahkan kepada kebiasaan hidup yang lebih baik dan maju yang disebut etos. Etos tersebut menggerakkan masyarakat Indonesia untuk mengambil langkah-langkah redifinisi, sinkretisasi, akulturasi, revitalisasi, dan reengenering untuk menghadapi globalisasi.Kata Kunci : spirit of Indonesia, local wisdom, tribal society, mitos, logos, etos, redifinisi, sikretisasi, akulturasi, revitalisasi, dan reengenering.