Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Kepariwisataan di masa krisis: kunjungan wisata pada masa pandemi covid-19 di pantai Pangandaran, Indonesia Meitolo Hulu; Lidia Ariyanti
Journal of Tourism and Economic Vol. 5 No. 2 (2022): Edisi 10 Des 2022
Publisher : STIE Pariwisata API Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36594/jtec/2ffbbq71

Abstract

This study uses a qualitative approach by conducting interviews and observations of tourism business actors and visitors in Pangandaran beach tourism area. The focus of the study is on the difficulties faced by tourism business actors and explore the experience of visitors on Pangandaran beach during the Covid-19 pandemic. This research was conducted with a descriptive qualitative approach with primary and secondary data collection. Primary data collection was carried out through interviews and observations by adhering to strict health protocols. While secondary data is done through the collection of documents related to research studies online and offline. The results of this study indicate that the difficulties faced by tourism business actors in the Pangandaran coastal area during the Covid-19 pandemic are experiencing an economic decline and information uncertainty regarding the closure of tourism destinations. Meanwhile, visitors have difficulty accessing tourist destinations due to mobility restrictions in some areas. The policy of restricting access in several regions in Indonesia has a broad impact on other tourism destinations, and one of them is Pangandaran beach tourism area. It takes commitment from tourism businesses and awareness from visitors is the main key in implementing health protocols.
Pengelolaan Pariwisata Berkelanjutan Studi Kasus:Desa Wisata “Blue Lagoon” Di Kabupaten Sleman, DIY Meitolo Hulu
Journal of Tourism and Economic Vol. 1 No. 2 (2018): Edisi 2 Des 2018
Publisher : STIE Pariwisata API Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36594/jtec/n964q634

Abstract

The development of tourism has experienced significant growth in the past decade. The growth of new tourist destinations in Indonesia adds to the diversity of destinations for tourist visits. A tourist village that highlights the uniqueness and distinctiveness of a village, one of the tourist destinations that is crowded with tourists today. The purpose of this study is to find out the attractiveness of tourists towards the sustainability of tourist villages Blue Lagoon. This study fully uses descriptive qualitative methods. Data collection is done by interviewing managers and visitors who are considered to be able to provide information about the availability of facilities, management of the tourist village of Blue Lagoon. The researcher also conducted direct observations in the field for one month, as well as collecting secondary data from related theoretical sources. Data collected, then interpreted according to the authenticity of the data obtained. The results of this study indicate that the tourist village of Blue Lagoon is visited by tourists because of the very natural environmental conditions and adequate facilities so that in the future managers pay more attention to the carrying capacity of the environment for sustainability.
PELATIHAN TATA KELOLA PARIWISATA BERKELANJUTAN DI DESA WISATA SAWARNA Lemy, Diena M.; Pramono, Rudy; Hulu, Meitolo; Juliana, Juliana; Hubner, Ira Brunchilda
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 5 (2024): Vol. 5 No. 5 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i5.35066

Abstract

Pengembangan desa wisata dipercaya merupakan salah satu jalan dalam upaya meningkatkan ekonomi masyarakat, di luar mata pencaharian utama. Hal ini sejalan dengan fokus utama pembangunan pariwisata berkelanjutan, dimana kualitas hidup atau kesejahteraan masyarakat menjadi yang utama, selain pelestarian budaya dan lingkungan. Desa Sawarna sudah menjadi desa wisata yang banyak dikunjungi wisatawan, bahkan sudah masuk dalam 15 besar dalam penjurian Anugerah Desa Wisata Indonesia untuk kategori Berkembang. Keindahan alam pantai yang dimiliki desa ini menjadi daya tarik utama bagi wisatawan yang berkunjung. Homestay sebagai salah satu jenis akomodasi, sudah banyak dikembangkan oleh masyarakat lokal Desa Sawarna. Homestay menjadi alternatif tempat menginap bagi wisatawan, yang memberikan kesempatan untuk berinteraksi secara langsung dengan masyarakat. Pengembangan homestay ini sedikit banyak memberikan dampak positif bagi peningkatan ekonomi masyarakat. Namun demikian masih ada beberapa tantangan yang dihadapi, seperti belum optimalnya koordinasi antar stakeholder, pemasaran yang belum efektif, dan pengelolaan lingkungan yang masih terbatas. Untuk itu, Fakultas Hospitality dan Pariwisata Universitas Pelita Harapan dengan dukungan DRTPM kemendikbud RI, bertujuan untuk melakukan pelatihan Tata Kelola Pariwisata Berkelanjutan, guna meningkatkan pengembangan desa wisata Sawarna yang lebih berkelanjutan, baik secara ekonomi, sosial budaya dan lingkungan. Peserta dari pelatihan ini adalah pemilik homestay. Metode yang dilakukan diawali dengan sosialisasi, pelatihan serta pendampingan dan evaluasi. Hasil dari pelatihan ini sangat positif, masyarakat memahami dan bermaksud menjalankan tata kelola pariwisata berkelanjutan dalam pengelolaan homestay.
PELATIHAN PENGGUNAAN APLIKASI PEMESANAN ONLINE (JOTFORM) HOMESTAY DI DESA WISATA SAWARNA Juliana, Juliana; Pramono, Rudy; Lemy, Diena M; Hubner, Ira Brunchilda; Hulu, Meitolo; Parera, Sisilia Chelsye
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6 No. 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i2.39033

Abstract

Desa Wisata Sawarna, yang terkenal dengan keindahan alam dan potensi ekowisatanya, memiliki tantangan dalam mengoptimalkan pengelolaan homestay secara profesional. Salah satu kendala utama adalah keterbatasan pemahaman pengelola homestay terhadap teknologi, khususnya aplikasi pemesanan online yang dapat meningkatkan efisiensi dan aksesibilitas layanan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan penggunaan aplikasi pemesanan online (JotForm) kepada 15 pengelola homestay di Desa Wisata Sawarna. Pelatihan meliputi pengenalan fitur JotForm, cara membuat formulir pemesanan, pengelolaan data pelanggan, hingga implementasi dalam operasional sehari-hari. Metode pelaksanaan melibatkan pendekatan partisipatif, seperti demonstrasi langsung, simulasi penggunaan aplikasi, dan sesi diskusi interaktif. Hasil dari pelatihan ini menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta dalam menggunakan aplikasi pemesanan online. Selain itu, peserta juga mampu mengintegrasikan teknologi tersebut untuk meningkatkan profesionalitas dan pengalaman pelanggan. Luaran dari kegiatan ini adalah terciptanya sistem pemesanan yang lebih terstruktur dan mudah diakses, yang diharapkan dapat mendukung pengelolaan homestay yang lebih efisien. Kegiatan ini memberikan dampak positif berupa peningkatan daya saing Desa Wisata Sawarna di pasar pariwisata, sekaligus mendukung upaya transformasi digital di sektor pariwisata pedesaan.
Keterlibatan Pemangku Kepentingan dalam Tata Kelola Ekowisata Berkelanjutan: Studi Kasus TN Tanjung Puting, Kalimantan Tengah Pratiwi, Yun; Hulu, Meitolo
Jurnal Pariwisata Terapan Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jpt.107395

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan dan peluang dalam penerapan Pariwisata Berkelanjutan di Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) dari perspektif pemangku kepentingan, yaitu masyarakat lokal, Dinas TNTP, pengusaha industri pariwisata, Dinas Pariwisata Kotawaringin Barat dan Lembaga Swadaya Masyarakat untuk konservasi. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini mengeksplorasi aspek pengelolaan terkait keterlibatan pemangku kepentingan dan bentuk kolaborasi dalam pengembangan ekowisata di TNTP. Temuan penelitian menunjukkan bahwa TNTP telah menjadi tujuan wisata berbasis ekowisata, namun dalam prakteknya belum sepenuhnya berjalan dengan baik. Potensi Orang Utan dan jalur ekspolaris TNTP menemui sejumlah persoalan. Dampak lingkungan dan konflik kepentingan terhadap kegiatan di kawasan dan diluar kawasan TNTP memerlukan solusi yang kolaboratif. Peningkatan partisipasi masyarakat lokal dan implementasi regulasi menjadi penting dalam pengelolaan TNTP yang berbasis ekowisata. Sehingga, setiap pemangku kepentingan yang terlibat lebih mengutamakan aspek keberlanjutan di atas kepentingan ekonomi.