Claim Missing Document
Check
Articles

Respon Tanaman Selada Keriting Hijau Terhadap Penyinaran Lampu LED dan Konsentrasi CaCl2 pada Sistem Hidroponik Ernita Supriani; Susilo Budiyanto; Sutarno Sutarno
AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 6, No 2 (2021): Agrovital Volume 6, Nomor 2, November 2021
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/agrovital.v6i2.2713

Abstract

Produksi tanaman selada keriting hijau dipengaruhi oleh intensitas cahaya dan nutrisi yang berguna dalam kecepatan laju pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Tujuan dari penelitian ini adalah mengevaluasi pengaruh tambahan penyinaran lampu LED dan pemberian konsentrasi CaCl2 terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman selada keriting hijau. Penelitian dilaksanakan di greenhouse Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Boyolali pada bulan Mei – Agustus 2021. Penelitian menggunakan rancangan percobaan Tersarang dua tahap 4x4 dengan 3 kali ulangan. Faktor pertama adalah warna lampu LED yang terdiri dari 4 perlakuan, yaitu : tanpa pemberian (L0), LED berwarna merah (L1), LED berwarna biru (L2), dan LED berwarna merah dan biru (L3). Faktor kedua adalah konsentrasi penambahan CaCl2 yang terdiri dari 4 perlakuan, yaitu : 0 ppm (C0), 300 ppm (C1), 600 ppm (C2), dan 900 ppm (C3). Data dianalisis menggunakan ANOVA dan diuji lanjut menggunakan DMRT pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian konsentrasi CaCl2 belum berpengaruh pada semua parameter penelitian. Penyinaran lampu LED malam hari belum memberikan pengaruh terhadap tinggi tanaman dan jumlah daun selada. Penyinaran lampu LED merah biru (L3) meningkatkan laju pertumbuhan sebesar 0,928 g/hari, berat segar total 1,468 g, berat segar tajuk 1,411 g, berat segar akar 2,975 g yang setara dengan perlakuan penyinaran lampu LED merah (L1). Penyinaran lampu LED merah biru (L3) menghasilkan kandungan klorofil daun sebesar 0,928 mg/l yang setara dengan perlakuan penyinaran lampu LED biru (L2). Penambahan penyinaran lampu LED berwarna merah biru di malam hari dapat mempercepat dan meningkatkan produktivitas tanaman selada serta merupakan alternatif terbaik untuk budidaya selada.
KOMPOSISI BOTANI HIJAUAN PAKAN UNTUK SAPI POTONG DI KABUPATEN REMBANG Dwi Retno Lukiwati; Susilo Budiyanto
JURNAL LITBANG PROVINSI JAWA TENGAH Vol 8 No 1 (2010): Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36762/jurnaljateng.v8i1.254

Abstract

Improvement of forages quality and botanical composition are important to enhance beef cattle productivity. Rembang Regency is known as one of four meat production centres in Central Java Province. The objective of the research are to study the botanical composition of forages and weight gain per day of beef cattle by survey method in Rembang Regency. Data were collected through interview using structured questionnaires with 60 respondents in districts of Kragan, Pamotan, and Sumber for 6 months. Data of botanical composition were analyzed by dry weight rank method (modified) and weight gain was analyzed by Schrool method. The results showed that the botanical composition were 37, 26, 25 and 12 percent for rice stalk, sugar cane stalk, grass, and corn stalk respectively, associated with 0.19 kg/day of weight gain.
PENGARUH DOSIS ARANG SEKAM PADI DAN PUPUK KANDANG SAPI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN JAGUNG HIBRIDA (Zea mays L.) PADA SALINITAS TANAH Intan Dharmasika; Susilo Budiyanto; Florentina Kusmiyati
JURNAL LITBANG PROVINSI JAWA TENGAH Vol 17 No 2 (2019): Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36762/jurnaljateng.v17i2.799

Abstract

Penelitian ini dilakukan akibat kebutuhan jagung di Indonesia dan kegiatan impor jagung yang terus meningkat sehingga perlu adanya perluasan area budidaya dengan memanfaatkan lahan marginal sebagai lahan budidaya dan memperbaiki kondisi lahan agar tanaman jagung mampu tumbuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pemberian arang sekam padi dan pupuk kandang sapi terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman jagung hibrida pada tanah salin. Penelitian dilaksanakan dari bulan November 2018 s/d Februari 2019 di Lahan Pertanian Desa Dresi Wetan, Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial 3 x 3 dengan 3 ulangan. Faktor pertama, dosis arang sekam padi (0 ton/ha, 4 ton/ha dan 6 ton/ha). Faktor kedua, dosis pupuk kandang sapi (0 ton/ha, 7,5 ton/ha dan 15 ton/ha). Data dianalisis ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan (DMRT) pada taraf 5%. Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman; jumlah daun; jumlah baris biji per tongkol; bobot jagung pipilan; rendemen dan daya hantar listrik tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi pemberian arang sekam padi dan pupuk kandang sapi berpengaruh nyata terhadap jumlah baris biji per tongkol; bobot jagung pipilan; rendemen dan nilai daya hantar listrik tanah. Aplikasi arang sekam padi 6 ton/ha dan pupuk kandang sapi 15 ton/ha menghasilkan pertumbuhan dan produksi lebih tinggi. Tinggi tanaman, jumlah daun dan bobot pipilan jagung masih dibawah potensial genetik tanaman jagung hibrida.
Aplikasi Teknologi Bioslurry di Desa Montongsari Kabupaten Kendal Provinsi Jawa Tengah Florentina Kusmiyati; Bagus Herwibawa; Susilo Budiyanto
Jurnal Lahan Suboptimal : Journal of Suboptimal Lands Vol. 6 No. 2 (2017): JLSO
Publisher : Research Center for Sub-optimal Lands (PUR-PLSO), Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (721.356 KB) | DOI: 10.33230/JLSO.6.2.2017.315

Abstract

Kusmiyati et al, 2017. Application of Bioslurry Technology at Montongsari Village, Kendal Regency Central Java Province. JLSO 6(2):106-112.The dependence of farmers on inorganic fertilizers is increasing from year to year. The urea requirement for agriculture in 2015 was 3.795.596 tons, increased to 4.007.463 tons in 2016. Many efforts have been made to reduce farmer’s dependence on inorganic fertilizers. The activity purpose of Student Community Service-Community Empowerment Learning was to reduce farmer’s dependence on inorganic fertilizers by using bioslurry at Montongsari village, Kendal regency, Central Java. The activities were training, mentoring and demonstration plot. Training and mentoring activities were  processing of biogas wastes into solid and liquid bioslury fertilizers and their application on plant. The treatments of demonstration plot were without and with liquid bioslurry on growth and production of water spinach (Ipomoea aquatica). The result of the mentoring activities showed a biogas reactor (capacity of 4 m3) will produce 18 kg of bioslury from 20-40 kg of goat dung. Nitrogen content (N), C-organic  and C / N ratio of solid bioslury were 1.43%; 37.61% and 26.30, respectively. While nitrogen content of liquid bioslury was only 0.09%.  There were no growth difference between aplication of liquid bioslurry and inorganic fertilizer on water spinach. The conclusion was  bioslury of biogas waste both solid and liquid bioslury can be utilized as organic fertilizer for plants.
The Impact of Land Use on Hydrological Characteristics in Kaligarang Watershed Susilo Budiyanto; S.D. Tarigan; N. Sinukaban; K. Murtilaksono
International Journal of Science and Engineering Vol 8, No 2 (2015)
Publisher : Chemical Engineering Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.348 KB) | DOI: 10.12777/ijse.8.2.125-130

Abstract

The increasing number of population in Kaligarang watershed will cause population pressure that will have a direct impact on land-use change and in turn will have an impact on watershed hydrological characteristics. Watershed management planning as an integral part of land-use and conservation based development is very important and need to be applied. The aims of this research were to analyze land-use changes in Kaligarang watershed, and the impact of land-use changes on watershed hydrological characteristics in Kaligarang. The results of this research showed that in Kaligarang watershed, there was a decrease in forest area of 2.28% and rice field of 13.96%, an increase in resident area of 2.14%, dry land farming of 5.82% and mixed dry land farming of 10.03%. The decreasing forest area caused an increase in runoff coefficien (CRO= 147.5 – 7.06F), an increase in average daily maximum discharge (Qmax(cms) = 79.33 – 4.23 F) and a decrease in baseflow (BF (cms) = -1.65 + 0.36 F)
PENDAMPINGAN PEMANFAATAN PUPUK ORGANIK BIOSLURRY UNTUK RUMAH PANGAN LESTARI DI DESA MONTONGSARI KABUPATEN KENDAL Florentina Kusmiyati; Susilo Budiyanto; Bagus Herwibawa
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 24, No 1 (2018): JANUARI - MARET
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v24i1.9655

Abstract

AbstrakKetahanan pangan mensyaratkan kondisi tercukupinya pangan bagi seluruh elemen masyarakat, berkualitas, aman, beragam, bergizi, merata, serta mudah dijangkau. Rumah tangga memiliki peran penting sebagai satu diantara banyak faktor pendukung terwujudnya ketahanan pangan nasional, misalnya dengan pembentukan Rumah Pangan Lestari (RPL) yang berwawasan pertanian organik.Selain memiliki nilai ekonomi, kesehatan, dan ekologi, pembentukan RPL juga akan mengoptimalkan pemanfaatan pekarangan dan ruang-ruang sempit di sekitar rumah. Artikel ini merupakan rangkuman dari satu diantara beberapa kegiatan Kuliah Kerja Nyata - Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat(KKN-PPM UNDIP) di desa Montongsari, kabupaten Kendal. Kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan kelompok ibu-ibu rumah tangga yang tidak bekerja, untuk memanfaatkan limbah biogas atau biosurry sebagai pupuk organik dalam budidaya tanaman dengan teknik vertikultur di sekitar rumah. Metode yang digunakan adalah survei, penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan pembuatan RPL dengan memanfaatkan bioslurry. Hasil kegiatan ini memberikan dampak positif bagi masyarakat, yaitu mulai timbul kesadaran dan perubahan perilaku masyarakat. Bioslurry yang sebelumnya belum dimanfaatkan, dapat diaplikasikan sebagai pupuk organik. Lahan kosong di sekitar rumah dan sepanjang kiri-kanan jalan yang selama ini tidak dimanfaatkan, mulai dimanfaatkan sebagai kawasan yang menunjang pangan masyarakat. Lingkungan yang dulu terkesan gersang berubah menjadilebih asri. Oleh sebab itu untuk mendukung keberlanjutan RPL, diperlukan keinginan yang serius dan tindakan nyata dari pemerintah dan masyarakat.Kata kunci: Bioslurry, Kelestarian Lingkungan, Organik, Pangan, Rumah Pangan LestariAbstractFood security exist when all people at all times have access to sufficient, safe, and nutritious food. Households have an important role in national food security, by creating the Sustainable Food Reserve Gardens based on organic principles. It has economic, health, and ecological benefits. Sustainable Food Reserve Gardens also will optimize the spaces arround the houses. This article is a summary of one of the Student Community Service - Community Empowerment Learning of Diponegoro University activities in Montongsari village, Kendal Regency. This program aims was to empower the group of housewives to use biogas residue or bioslurry as organic fertilizer in verticulture arround the houses. The methods used were survey, extension, training, and outreach in application of bioslurry organic fertilizer for Sustainable Food Reserve Gardens. This program had positive impact for the community, including the emergence of awarenees and behavior changes of community. Bioslurry can be appliedas organic fertilizer. Spaces arround the houses can provide accessibility of fresh food for community. The village seems to change to become more beautiful. Therefore, to support the Sustainable Food Reserve Gardens, it requires serious commitment and real action of the government and community. Keywords: Bioslurry, Environmental Sustainability, Organic, Food, Sustainable Food Reserve Gardens
Pertumbuhan dan produksi tanaman stevia (Stevia rebaudiana b.) pada persentase naungan dan umur panen berbeda di dataran rendah Furri Kurnia Husna; Susilo Budiyanto; Sutarno Sutarno
Journal of Agro Complex Vol 2, No 3 (2018)
Publisher : Department of Agriculture, Animal and Agricultural Sciences, Diponegoro University, Semara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/joac.2.3.269-274

Abstract

The purpose of the research was to study the effect of shade percentage and different harvest timeon stevia growth and production in lowland. The experiment was assigned in completely randomized multilocation design with the first factor was shade percentage (45%, 55% and 65%) and the second factor was different harvest time (30 DAP, 40 DAP and 50 DAP). Each treatments was repeated three times. Parameters measured were the plant height, dry weight, total chlorophyll content and total sugar content. Data were subjected to ANOVA and followed by Tukey Test. The result showed that the best shade percentage was 45% in total sugar content. The best harvest time was 50 DAP that showed on total chlorophyll content. The result showed no significant different on average plant height and dry weight. Interaction of shade percentage and different harvest time showed significant effect on total sugar content. Keyword : Stevia, shade percentage, harvest age 
Pertumbuhan dan produksi tanaman kailan (Brassica oleracea) akibat pemberian mulsa jerami padi dengan takaran yang berbeda Alvianisa Anjanuari Setiyaningrum; Adriani Darmawati; Susilo Budiyanto
Journal of Agro Complex Vol 3, No 1 (2019): Online
Publisher : Department of Agriculture, Animal and Agricultural Sciences, Diponegoro University, Semara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.568 KB) | DOI: 10.14710/joac.3.1.75-83

Abstract

ABSTRACT  The objective of this research was to examine the effect and quantity of rice straw mulch on the growth and production of kailan. This research was conducted inAspakusa Makmur Farms Association, Teras, Boyolali and Laboratory of Ecology and Plant Production, Faculty of Animal and Agricultural Sciences, Diponegoro University, Semarangfrom January 24th to March24th 2018. The research was assigned in completely randomized monofactor design with the factor was M0: control, M1: 2 ton/ha, M2: 4 ton/ha, M3: 6 ton/ha and M4: 8 ton/ha. Parameters observed were plant height, number of leaves, soil and temperature, plant and root wet weight, plant and root dry weight and total chlorophyll content.The results showed thatmulch treatment with a dose of 6 tons/ha was able to increase the yield of leaves, root dry weight and total chlorophyll content but did not increase crop yields, soil and temperature, plant and root wet weight, plant dry weight Keyword: Kailan, Mulch, Rice straw ABSTRAK  Penelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh dan takaran mulsa jerami padi terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kailan. Penelitian dilakukan pada tanggal24 Januari 2018 – 24 Maret 2018 di Lahan pertanian Asosiasi Aspakusa Makmur Kecamatan Teras Kabupaten Boyolali dan Laboratorium Ekologi dan Produksi Tanaman, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro, Semarang. Penelitian disusun dengan rancangan acak lengkap monofaktor dengan perlakuan M0: kontrol, M1: jerami padi 2 ton/ha, M2: jerami padi 4 ton/ha, M3: jerami padi 6 ton/ha dan M4: jerami padi 8 ton/ha. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, kelembaban dan suhu tanah, berat basah tanaman dan akar, berat kering tanaman dan akar dan kandungan klorofil total. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perlakuan mulsa dengan takaran 6 ton/ha mampu meningkatkan hasil jumlah daun, berat kering akar dan kandungan klorofil total tetapi tidak meningkatkan hasil tinggi tanaman, kelembaban dan suhu tanah, berat basah tanaman dan akar, berat kering tanaman Kata kunci: kailan, mulsa, jerami padi 
Aplikasi berbagai pupuk kandang dengan mikroorganisme lokal nasi basi terhadap pertumbuhan dan produksi bayam merah (Amaranthus tricolor) Alfath Safira Derasmareta; Adriani Darmawati; Susilo Budiyanto
Journal of Agro Complex Vol 5, No 1 (2021): JOAC Online
Publisher : Department of Agriculture, Animal and Agricultural Sciences, Diponegoro University, Semara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/joac.5.1.23-31

Abstract

ABSTRACT  This research aimed to identify the effect of various types of organic fertilizer with the addition of rice local microorganism on growth and production of red spinach (Amaranthus tricolor). The research used factorials 3 x 4 experiment with Group Randomized Design (CRD) and 3 replications. The first treatment was various types of organic fertilizer such as P1: Cow Manure, P2: Chicken Manure, and P3: Goat Manure. The second treatment was addition of rice local microorganism with different fermentation time such as M0: 0 week, M1: 2 weeks, and M2: 4 weeks, and M3: 6 weeks. The observed parameters were plant height, number of leaves, plant wet weight, plant dry weight, nitrogen uptake and chlorophyll content of plant. The result showed that the treatment effect of various types of organic fertilizer had a significant (P<0,05) on plant height, number of leaves, plant wet weight, nitrogen uptake and chlorophyll content of plant.. Interaction effect between various types of organic fertilizer and addition of local microorganism had a significant (P<0,05) on plant height and chlorophyll content of plant. The highest response on plant height on the chicken manure with 2 weeks of fermentation. Keywords: organic fertilizer, local microorganism, rice, spinach. ABSTRAK  Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pemberian berbagai pupuk kandang terhadap pertumbuhan dan produksi bayam merah (Amaranthus tricolor).Penelitian menggunakan percobaan faktorial 3 x 4 Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 ulangan. Faktor pertama adalah jenis pupuk kandang yaitu P1: Pupuk Kandang Sapi, P2: Pupuk Kandang Ayam, dan P3: Pupuk Kandang Kambing. Faktor kedua adalah waktu fermentasi MOL yaitu M0: 0 Minggu, M1: 2 Minggu, M2: 4 minggu dan M3 : 6 Minggu. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, berat segar tanaman, berat kering tanaman, serapan nitrogen tanaman, dan kandungan klorofil tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh utama jenis pupuk kandang nyata (P<0,05) terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, berat basah tanaman, serapan nitrogen tanaman dan kandungan klorofil tanaman. Pengaruh interaksi antara perlakuan jenis pupuk kandang dan waktu fermentasi MOL nyata (P<0,05) terhadap tinggi tanaman dan kandungan klorofil tanaman. Penggunaan pupuk kandang ayam menghasilkan respon terbaik pada parameter tinggi tanaman. Perlakuan pupuk ayam dengan fermentasi 2 minggu menghasilkan respon terbaik pada perlakuan tinggi tanaman.Kata kunci : mikroorganisme lokal, nasi, pupuk kandang, bayam. 
Pertumbuhan dan produksi tanaman sawi (Brassica juncea l.) akibat pemberian pupuk urin kelinci dengan jenis dan dosis pemberian yang berbeda Khilmi Nur Cholisoh; Susilo Budiyanto; Eny Fuskhah
Journal of Agro Complex Vol 2, No 3 (2018)
Publisher : Department of Agriculture, Animal and Agricultural Sciences, Diponegoro University, Semara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/joac.2.3.275-280

Abstract

The aim of this research was to observe the effect of abbit urine fertilizer based on Local Microorganism (LoM) with different type and dosage on growth and production of mustard. The research was conducted on 2nd June to 31st August 2017 at Greenhouse of Faculty of Animal and Agricultural Science Diponegoro University, Semarang. The research was design at 3x3 factorial design with 3 replications for each. The first factor was different type of rabbit urine fertilizer .ie. non fermented rabbit urine fertilizer (A1), rabbit urine fertilizer fermented of LoM glutinous tapai (A2), rabbit urine fertilizer fermented of LoM cassava tapai (A3) and the second factor was N dosage .ie. 150 kg/Ha (B1), 175 kg/Ha (B2), and 200 kg/Ha (B3). The observed parameters were plant N uptake, plant height, fresh weight production and dry weight production. The results of the study showed that the type and dosage of rabbit urine fertilizer did not affect of the growth and the production of mustard because the amount of N that can be utilized by the plant was relatively similar, probably due to the low C/N ratio causing the relative N easily to lose because of evaporation and the leaching process. It can be concluded that rabbit urine fermented and non fermented with different of dosage did not give significant effect on growth and production of mustard. Therfore, it is more advantageous to use non fermented rabbit urine fertilizer with 150 kg/ha dosage because of time saving and lower cost. Keywords : mustard, rabbit urine, Local Microorganism (LoM), tapai, dosage.