Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Pemberian Dosis Nitrogen dan Waktu Aplikasi Pemupukan Berbasis POC Bioslurry terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Sawi Keriting (Brassica chinensis var. parachinensis) Anjani Maula, Yulia; Widjadjanto, Didik Wisnu; Budiyanto, Susilo
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 9, No 4 (2024): Jurnal Agrohita
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v9i4.12566

Abstract

Tanaman sawi keriting fun jen (Brassica chinensis var. parachinensis) merupakan sayuran daun yang mudah dibudidayakan serta memiliki nilai ekonomi yang tinggi. produktivitas tanaman sawi keriting berada dalam kondisi fluktuasi akibat dari kesuburan tanah yang rendah. Salah satu upaya dalam peningkatan produktivitas tanaman sawi keriting yaitu melalui penggunaan bioslurry sebagai pupuk organik untuk penunjang pertumbuhan. Penelitian ini bertujan untuk mengkaji pengaruh pemberian berbagai dosis nitrogen berbasis bioslurry dan aplikasi pemupukan serta interaksi keduanya terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman sawi keriting fun jen. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei – Juli 2022 di Desa Karaskepoh, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah dan Laboratorium Ekologi dan Produksi Tanaman Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro, Semarang, Jawa Tengah. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan percobaan factorial 4x3 Rancangan Acak Lengkap (RAL) 3 ulangan sehingga terdapat 36 satuan unit percobaan. Faktor pertama adalah perlakuan berbagai level dosis nitrogen berbasis POC bioslurry (0 kg N/ha setara 0 ml/tanaman) K0; (100 kg N/ha setara 29 ml/tanaman) K1; (200 kg N/ha setara 58 ml/tanaman) K2; dan (300 kg N/ha setara 87 ml/tanaman) K3. Faktor kedua adalah perlakuan aplikasi pemupukan terdiri dari (4 hari) P1; (7 hari) P2; dan (10 hari) P3. Parameter penelitian : tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), luas daun (cm2), panjang akar (cm), kadar air tanaman (%), kandungan klorofil total (mg/g), serapan nitrogen (%), berat kering tajuk (g), berat kering akar (g), nisbah tajuk akar (g), berat segar tajuk (g), dan indeks panen. Hasil penelitian menunjukkan interaksi antara perlakuan dosis nitrogen berbasis bioslurry cair sebesar 200 kg N/ha setara 58 ml/tanaman dengan aplikasi pemupukan 4 hari (K2P1) diperoleh hasil berpengaruh nyata pada parameter pertumbuhan tanaman : jumlah daun, luas daun, dan panjang akar.  
Evaluasi Kesesuaian Lahan Pertanian Pasca Lebih dari 10 Tahun Erupsi Gunung Sinabung Kabupaten Karo Sumatera Utara Sihaloho, Nani Kitti; Budiyanto, Susilo; Anasrullah, Anasrullah; Afiefah, Chaieydha Noer
Jurnal Agroteknologi (Agronu) Vol 5 No 02 (2026): Jurnal Agroteknologi (In Progress)
Publisher : Universitas Ma'arif Nahdlatul Ulama Kebumen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53863/agronu.v5i02.2167

Abstract

Karo Regency, North Sumatra, is widely recognized as a major agricultural production center in Indonesia, particularly for vegetables, fruits, and ornamental crops, where the primary livelihoods of the population depend on food crops, horticulture, and mixed plantations. The region is also home to Mount Sinabung, an active volcano that re-erupted on August 27, 2010, after a long period of dormancy. More than ten years after the eruption, volcanic deposits have undergone gradual weathering processes that contribute to soil development. Through physical, chemical, and biological weathering, volcanic materials release essential nutrients that can enhance soil fertility and support agricultural production. However, comprehensive studies evaluating agricultural land suitability more than ten years (>10 years) after the eruption, based on current soil physical and chemical conditions, remain limited, particularly in identifying both actual and potential limiting factors affecting land utilization. This study aims to assess agricultural land suitability more than ten years after the eruption of Mount Sinabung in Karo Regency, North Sumatra. The evaluation was conducted to identify land potential and limiting factors that continue to influence post-eruption agricultural land use. The research employed a survey method using the FAO land suitability evaluation framework. The analyzed data included climatic conditions, soil physical and chemical properties, and land characteristics relevant to crop growth. Soil samples were collected at depths of 0–30 cm and 30–60 cm from eight villages representing variations in distance from the volcano and levels of volcanic material exposure. The urgency of this research lies in evaluating the current suitability level and carrying capacity of agricultural land more than a decade after the eruption to ensure appropriate commodity selection and management strategies based on present bio-physical conditions. The results indicate that agricultural land in the study area has undergone considerable recovery, although it still exhibits characteristics of young volcanic soils with dynamic properties. Land suitability evaluation shows that potato and Arabica coffee demonstrate relatively better adaptation, with actual and potential suitability classes ranging from S1 to S2 after improvements in dynamic limiting factors such as nutrient retention, rooting media, and water availability. In contrast, avocado development remains relatively limited due to temperature constraints, which are inherent and difficult to modify. These findings emphasize that land suitability evaluation is essential as a scientific basis for determining appropriate commodities and sustainable land management strategies in post-volcanic eruption areas.