Claim Missing Document
Check
Articles

Dosis dan Waktu Aplikasi Boron Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kacang Hijau Krisna Cahya Nurani; Susilo Budiyanto; Endang Dwi Purbajanti
Agrosains : Jurnal Penelitian Agronomi Vol 22, No 2 (2020): Agrosains : Jurnal Penelitian Agronomi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/agsjpa.v22i2.42058

Abstract

Green beans are legume plants that are in great demand because of their high nutrition content and include plants that require boron to support growth from the vegetative to generative phase. The study aims to assess the growth and production of green beans due to influence of the dose and time of boron application. The research was carried out using completely randomized design with factorial pattern 3×3 with 3 replications. The first factor was the treatment of boron doses of 1, 1.5, and 2 kg/ha was given once at 7 Day After Planting (DAP), fertilizer application twice at 7 and 28 DAP, and once given at 28 DAP. The results showed that dose of boron at a dose of 1 kg/ha was able to produce the number of affective root nodules and the best pod weight. The treatment of boron once at 7 DAP can increase plant height, flowering age, pod weight, and seed weight per pod. The interaction between dose and time of boron application affects the number of affective root nodules and seed weight per pod.
Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Pakchoy Pada Tanah Berpasir Dengan Pemberian Biochar dan Pupuk Kandang Sapi Eva Aprilia Saesarini Pangaribuan; Adriani Darmawati; Susilo Budiyanto
Agrosains : Jurnal Penelitian Agronomi Vol 22, No 2 (2020): Agrosains : Jurnal Penelitian Agronomi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/agsjpa.v22i2.42093

Abstract

Sandy soil is very difficult to remain the water and nutrients so that leaching often occurs before nutrients absorbed by the roots. It can be happen because sandy soil has many macro pores in the soil. This research was aimed to study the effect of biochar and cow manure fertilizer for growth and products of Brassica rapa L. plants on sandy soil. The method used was factorial completely randomized design with 2 factors. This first factor was type of biochar (paddy husk biochar and corn cobs biochar) and the second factor was dosage of cow manure fertilizer (5 tons/ha, 10 tons/ha, 15 tons/ha, 20 tons/ha, 25 tons/ha). The result showed that the application of cow manure fertilizer had significant effected on bulk density and soil porosity. The interaction between the type of biochar and dosage of cow manure fertilizer had significant effect on ground water content. The application of biochar and high doses of cow manure fertilizer resulted in increased ground water content on sandy soil.  The type of biochar and dosage of cow manure fertilizer had no significant effect on the nitrogen uptake, plant height, number of leaves, and crown fresh weight.
RESPON PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI AKIBAT APLIKASI PUPUK BIOSLURRY PADA TIGA VARIETAS PADI DENGAN PEMBENAH TANAH DI JENIS TANAH MEDITERAN Vivi Anisa; Sumarsono Sumarsono; Susilo Budiyanto
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 1 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i1.6809

Abstract

Penelitian bertujuan untuk membandingkan pertumbuhan dan produksi akibat dosis pupuk bioslurry yang berbeda pada tiga varietas padi dengan diberi dan tidak diberi pembenah tanah di tanah mediteran. Penelitian menggunakan split plot dengan dasar Rancangan Acak Lengkap (RAL) 3 ulangan. Petak utama ialah pembenah tanah (A) yaitu tanpa pembenah (A1) dan dengan pembenah (A2). Anak petak adalah varietas padi pada dosis pupuk bioslurry (B) yaitu kombinasi varietas Ciherang, IR64 dan Inpari 32 dengan masing-masing dosis bioslurry 125 kg N/ha, 1,5 x 125 kg N/ha dan 2 x125 kg N/ha. Parameter yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah anakan, waktu muncul malai, jumlah malai per rumpun, jumlah bulir per malai, bobot segar dan kering tajuk, bobot segar gabah, bobot 1000 butir dan produksi hasil.Data diolah menggunakan analisis ragam untuk menguji pengaruh perlakuan.Apabila ada pengaruh nyata dilanjutkan dengan Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pembenah tanah dan interaksinya dengan varietas padi pada dosis bioslurry (P<0,05) terhadap pertumbuhan dan produksi padi. Perlakuan varietas IR64 pada dosis bioslurry nyata (P<0,05) lebih tinggi dibanding verietas ciherang dan Inpari 32 terhadap waktu muncul malai, jumlah malai per rumpun, jumlah bulir per malai, dan bobot 1000 butir. Parameter waktu muncul malai, jumlah malai per rumpun dan jumlah bulir per malai pada dosis bioslurry 125 kg N/ha tiap varietas padi nyata (P<0,05) tertinggi, hasil tidak meningkat dengan peningkatan dosis 1,5 x 125 kg N/ha dan 2 x 125 kg N/ha. Perlakuan dengan pembenah tanah pada varietas IR64 menghasilkan pertumbuhan dan produksi padi tertinggi diikuti dengan varietas Ciherang dan Inpari 32, serta penggunaaan dosis bioslurry 125 kg N/ha sudah cukup untuk untuk meningkatkan pertumbuhan dan produksi padi.Produksi padi dengan dosis bioslurry 125 kg N/ha pada varietas IR64 yang mendapat pembenah tanah pada jenis tanah Mediteran.dapat mencapai 745 g/m2.
RESPON PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN TOMAT (SOLANUMLYCOPERSICUM L.) TERHADAP PRESENTASE NAUNGAN DAN FREKUENSI PENYIRAMAN Febrianti Febrianti; Sutarno Sutarno; Susilo Budiyanto
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 1 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i1.6805

Abstract

Tomat (Solanum lycopersicum L.) merupakan salah satu komoditas buah yang sering dijumpai di Indonesia. Naungan merupakan salah satu alternatif yang dapat digunakan untuk mengatasi faktor lingkungan yang kurang sesuai dengan pertumbuhan tanaman. Penyiraman yang sesuai kebutuhan tanaman dapat mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Penelitian dilakukan untuk mengkaji pengaruh presentase naungan dan frekuensi penyiraman terhadap pertumbuhan dan produksi tomat. Penelitian dilakukan di greenhouse Desa Gembong, Pati dan Laboratorium Ekologi dan Produksi Tanaman, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro, Semarang pada bulan April sampai Juli 2021. Penelitian menggunakan percobaan split plot 4 x 3 dengan dasar rancangan acak lengkap (RAL) yang diulang sebanyak 3 kali. Petak Utama yaitu perlakuan presentase naungan dengan 4 taraf yaitu N0 = 0 % atau tidak diberi naungan sebagai kontrol, N1 = 55% naungan, N2 = 65% naungan, dan N3 = 75 % naungan. Anak petak yaitu perlakuan frekuensi penyiraman yang terdiri dari 3 taraf yaitu P0 = 1 hari (Kontrol), P1 = 2 hari sekali, dan P2 = 3 hari sekali. Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa perlakuan tinggi tanaman terbaik padapenyiraman 3 hari sekali, bobot buah tiap tanaman, diameter buah terbaik pada penyiraman 2 hari sekali. Diameter batang, bobot buah tiap tanaman terbaik pada perlakuan naungan 0% atau tanpa naungan. Jumlah daun, waktu berbunga, jumlah bunga, jumlah buah, bobot segar brangkasan, bobot kering brangkasan tidak berpengaruh terhadap perlakuan presentase naungan dan frekuensi penyiraman. Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa perlakuan presentase naungan dengan tingkat 0% atau tanpa naungan dan penyiraman 2 hari sekali menunjukkan hasil terbaik. 
PENGARUH PEMANGKASAN DAN DOSIS KOMPOS TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN MENTIMUN (Cucumis sativus L.) Alimah Putri Milania; Endang Dwi Purbajanti; Susilo Budiyanto
MEDIAGRO Vol 18, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.191 KB) | DOI: 10.31942/mediagro.v18i1.5475

Abstract

Mentimun memiliki pertumbuhan vegetatif yang cepat. Pertumbuhan perlu dikendalikan untuk menggurangi organ vegetatif dan memaksimalkan produksi pada masa generatif. Tujuan dari penelitian adalah untuk menggetahui pengaruh pemangkasan dan dosis kompos pada pertumbuhan dan produksi tanaman mentimun (Cucumis sativus L.). Penelitian dilakukan pada februari – juni 2021 di Greenhouse Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro. Rancangan menggunakan rancangan faktorial acak lengkap 3 x 3 dengan 4 kali ulangan. Faktor pertama adalah pemagkasan yang terdiri dari 3 taraf yaitu tanpa pemangkasan (P0), pemangkasan pucuk (P1) dan pemangkasan cabang lateral (P2). Faktor kedua adalah dosis kompos yang terdiri dari 3 taraf, 15 ton/ha (K1), 30 ton/ha (K2) dan 45 ton/ha (K3). Data dianalisis menggunakan analisis ragam. Data yang signifikan dilanjutkan uji jarak berganda (Duncan) 5%. Hasil menunjukkan bahwa jumlah daun, jumlah buah, berat total buah signifikan dipengaruhi oleh dosis kompos. Parameter waktu muncul bunga memberikan hasil signifikan yang dipengaruhi oleh pemangkasan, dosis kompos dan interaksi dari perlakuan. Parameter luas permukaan daun memberikan hasil signifikan yang dipengaruhi oleh pemangkasan. Panjang tanaman, dan panjang buah tidak dipengaruhi oleh perlakuan yang diberikan
PENGARUH SILIKA DAN PERSENTASE SUBSTITUSI BIOURINE SAPI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI KAILAN (BRASSICA OLERACEA L.) SECARA HIDROPONIK Novia Rahmawati; Endang Dwi Purbajanti; Susilo Budiyanto
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 3 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i3.7114

Abstract

Kailan merupakan tanaman sayuran dengan nilai ekonomi tinggi karena permintaan kailan meningkat dan memiliki kandungan gizi tinggi. Silika merupakan unsur hara yang diserap tanaman yang menyebabkan penebalan dinding sel batang. Biourine sapi merupakan pupuk organik cair yang meningkatkan kemampuan tanaman untuk menyerap unsur hara. Penelitian dilakukan untuk mengkaji pengobatan silika cair dan proporsi substitusi biourine sapi terhadap pertumbuhan dan produksi air secara hidroponik. Penelitian dilakukan di rumah kaca dan Laboratorium Ekologi dan Produksi Tanaman, Universitas Diponegoro pada bulan Desember 2021 sampai Februari 2022. Penelitian faktorial 4 x 5 dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 3 ulangan.Faktor pertama adalah konsentrasi silika cair, S0 = 0 ml, S1 = 0,6 ml, S2 = 1,2 ml dan S3 = 1,8 ml. Faktor kedua adalah proporsi substitusi POC biourine sapi, B1 = 0%, B2 = 25%, B3 = 50%, B4 = 75% dan B5 = 100%. Hasil menunjukkan bahwa tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, berat kering berangkasan, berat konsumsi, berat kering akar memiliki pengaruh terhadap perlakuan silika cair, biourine sapi dan interaksi silika cair dengan biourin sapi. Parameter klorofil hanya memiliki pengaruh nyata terhadap perlakuan silika cair dan biourine sapi. Berikan 0 ml silika cair dan 0% substitusi biourine sapi memberikan hasil terbaik di seluruh parameter.Hasil berdasarkan penelitian dapat menjamin bahwa silika tidak berperan penting dalam pertumbuhan kailan dan biourine sapi tidak dapat menyediakan peran AB Mix pada hidroponik.
RESPON TANAMAN SELADA (Lactuca sativa L.) TERHADAP KONSENTRASI EM4 PADA FERMENTASI PUPUK ORGANIK CAIR DENGAN SISTEM BUDIDAYA HIDROPONIK RAKIT APUNG Yovan Pratama; Endang Dwi Purbajant; Susilo Budiyanto
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 3 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i3.6482

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pertumbuhan dan hasil tanaman selada terhadap interaksi berbagai konsentrasi EM4 dan berbagai jenis pupuk organik dalam sistem hidroponik rakit apung. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli – Agustus 2021 di Greenhouse Fakultas Peternakan dan Pertanian (FPP), Universitas Diponegoro, Semarang, Jawa Tengah. Analisis parameter pengamatan dilakukan di Laboratorium Fisiologi dan Pemuliaan Tanaman Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pola faktorial 3 x 2 dengan 4 ulangan, sehingga terdapat 24 satuan percobaan. Faktor pertama adalah konsentrasi EM4 yaitu : 6 ml/liter (K1), 12 ml/liter (K2), dan 18 ml/liter (K3). Faktor kedua adalah pupuk organik yaitu : pupuk ampas tahu (P1) dan pupuk kotoran ayam (P2). Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa interaksi antara pemberian pupuk organik cair kotoran ayam dengan konsentrasi EM4 12 ml/liter memberikan hasil terbaik pada jumlah daun, tinggi tanaman, berat segar tajuk, berat kering pucuk, segar akar. bobot tanaman, dan bobot tanaman total tanaman selada. Pupuk organik cair kotoran ayam terbukti mampu memberikan hasil pertumbuhan yang baik dibandingkan dengan pupuk organik cair limbah tahu.
EVALUASI KESESUAIAN LAHAN UNTUK KOMODITAS SAYURAN DI KECAMATAN GETASAN KABUPATEN SEMARANG DALAM UPAYA MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS LAHAN Indra Nur Arifin; Susilo Budiyanto; Endang Dwi Purbajanti
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 4 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i4.7893

Abstract

Kecamatan Getasan berada pada wilayah pegunungan dengan tingkat bahaya erosi yang tinggi. Sistem budidaya tanaman sayuran di Kecamatan Getasan masih menerapkan pola-pola tradisional, tanpa menerapkan kaedah konservasi tanah yang akan menyebabkan terjadinya erosi dan berdampak pada penurunan kualitas lahan serta penurunan produktivitas lahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian lahan untuk tanaman sayuran, faktor yang mempengaruhinya, dan cara pengelolaan tanaman sayuran untuk meningkatkan kualitas lahan dan produksi tanaman sayuran di Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengambilan sampel tanah di 10 satuan peta lahan yang sebelumnya telah di overlay berdasarkan peta jenis tanah, kelerengan, dan penggunaan lahan. Pengujian sampel tanah berupa retensi hara, sedangkan data temperatur, curah hujan, dan kemiringan lereng diperoleh dari data sekunder. Data-data tersebut kemudian di input kedalam aplikasi Sistem Penilaian Kesesuaian Lahan (SPKL). Hasil evaluasi lahan ditampilkan dalam bentuk peta menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). Hasil penelitian ini menghasilkan kesesuaian lahan aktual dan kesesuaian lahan potensial. Kesesuaian lahan aktual komoditas bawang merah, bawang putih, cabai besar adalah kelas N, sedangkan kubis, kentang dan terung masuk kelas S3. Kesesuaian lahan potensial komoditas kubis, kentang dan terung dapat ditingkatkan dari sesuai marginal (S3) menjadi cukup sesuai (S2). Faktor-faktor pembatas yang dapat diperbaiki yaitu nilai pH yang rendah dapat diperbaiki dengan penambahan kapur, untuk drainase dapat diperbaiki dengan pembuatan selokan/saluran air, dan penambahan bahan organik, untuk kemiringan lereng perbaikannya dengan terasering, tanaman penutup, penanaman searah kontur sedangkan curah hujan dapat ditanggulangi dengan cara pembuatan parit/saluran air.
EVALUASI KESESUAIAN LAHAN KECAMATAN KARANGREJA KABUPATEN PURBALINGGA JAWA TENGAH SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PRODUKTIVITAS KOMODITAS SAYURAN Anggraeni Nur Hidayah; Susilo Budiyanto; Endang Dwi Purbajanti
Jurnal Tanah dan Sumberdaya Lahan Vol. 9 No. 2 (2022)
Publisher : Departemen Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1007.648 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtsl.2022.009.2.20

Abstract

Evaluation of land suitability was carried out in Karangreja sub-district to determine the land suitability class for vegetable commodities. This research was conducted to determine the limiting factors that resulted in a decrease in soil fertility in the local area. Land suitability classes were obtained in S2, S3, and N classes with limiting factors for water availability (wa), erosion hazard (eh), temperature (tc), root media (rc), and nutrient retention (nr). The limiting factor that’s spread evenly throughout the test area is the erosion hazard caused by the slope of the study area is classified as low to high. Improvement efforts as an agricultural area development that can be done are making drainage channels to improve the drainage system, making water absorption holes to reduce excess water on the land, making bench terraces to reduce slopes, and giving fertilizers in the form of zeolite or biochar to increase the level of soil cation exchange capacity.
PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN TANAMAN BAYAM PADA HIDROPONIK SISTEM WICK AKIBAT SUBSTITUSI POC KULIT PISANG Audi Ramadhan Wicaksana; Endang Dwi Purbayanti; Susilo Budiyanto
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 8, No 1 (2023): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v8i1.8953

Abstract

Penelitian ini akan dilaksanakan menggunakan percobaan monofaktor dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang diulang sebanyak 4 kali. Kandungan nilai N larutan penelitian yang dilakukan sebesar 20 ml dengan POC 250 ml. AB Mix yang digunakan adalah cair. Perlakuan yang  diberikan yaitu substitusi nutrisi AB Mix dengan POC kulit pisang, yang teridiri dari 4 taraf yaitu P0 = AB Mix 100 % (20 ml), P1 = AB Mix 75 % (15 ml) + POC kulit pisang 25% (62.5 ml), P2 = AB mix 50% (10 ml) + POC kulit pisang 50% (125 ml), P3 = AB Mix 25% (5 ml) + POC kulit pisang  75% (187.5 ml), P4 = Tanpa AB Mix (0%) + POC kulit pisang 100% (250 ml). Data yang diperoleh dianalisis secara statistik dengan menggunakan sidik ragam atau analysis of variance (ANOVA), kemudian dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan (Duncan’s Multiple Range Test = DMRT) pada taraf 5% untuk melihat beda antar perlakuan. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa perlakuan tanaman bayam hijau pada pemberian poc kulit pisang 25% dan ab mix 75% merupakan hasil yang terbaik.