Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

The Effects of Façade Design and Building Orientation on Indoor Air Temperatures in Campus Building: Case Study Wenny Arminda; Maqbul Kamaruddin; M. Shoful Ulum; Widi Dwi Satria; Nurul Oktaviani
Journal of Architecture & Environment Vol. 23 No. 1 (2024)
Publisher : Center for Scientific Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j2355262x.v23i1.a19770

Abstract

As it serves as the outermost layer directly exposed to the surrounding climate, building façade is one of the key factors influencing thermal comfort. Glass is a commonly used facade material in building design due to its ability to allow natural light into indoor spaces and enhance aesthetic appeal. However, if the proportion of glass is not carefully considered in relation to the local climate—particularly the building’s orientation to the sun— it can lead to increased indoor temperatures, negatively impacting thermal comfort. This study examines the impact of facade design, specifically the window-to-wall ratio (WWR) and building orientation, on indoor air temperatures in two case study buildings at Institut Teknologi Sumatera: Building E and the General Lecture Building (GKU). Field measurements conducted over six consecutive days, with hourly temperature recordings, showed that GKU consistently maintained lower indoor temperatures than Building E. This was attributed to GKU’s north-south orientation and its brick facade with shading elements, which helped minimize solar heat gain. In contrast, Building E, characterized by an east-west orientation, a high WWR, and insufficient shading, experienced higher indoor temperatures and thermal discomfort, even with air-conditioning. These findings highlight the crucial role of facade design in optimizing thermal performance in tropical climates, offering valuable insights for sustainable architectural practices worldwide.
POTENSI KONSTRUSI TUNNEL RECIPROCAL UNTUK HUNIAN PASCA BENCANA DENGAN PENDEKATAN PARAMETRIK Fasha Nurliansyah Mahendra; Galuh Fajarwati; Maqbul Kamaruddin
Jurnal Rekayasa Teknologi dan sains Vol 10, No 1 (2026): Jurnal Rekayasa, Teknologi, dan Sains
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jrets.v10i1.26887

Abstract

ABSTRAK Indonesia merupakan negara yang memiliki intensitas bencana alam yang tinggi. Sebagai negara berkembang, tentunya Indonesia sangat terdampak terutama dalam sisi ekonomi. Dampak ekonomi tersebut dipengaruhi oleh dampak personal dan dampak kerusakan. Dampak personal dapat diselesaikan dengan pemberdayaan masyarakat terhadap tanggap bencana. Sedangkan dampak kerusakan hanya bisa diatasi dengan membangunan shelter sebagai bangunan sementara yang menggantikan bangunan yang hancur. Keberadaan bangunan sementara tersebut merupakan sebuah usaha agar roda perekonomian dapat cepat berputar kembali. BNPB mengungkapkan bahwa masalah yang dihadapi dalam membangun shelter adalah pembangunan yang lambat, dan anggaran yang terbatas. Produksi material di wilayah bencana juga berhenti, sehingga material yang tersedia terbatas. Dalam membangun shelter pasca bencana di Indonesia, Andry Widyowijatnoko yang merupakan seorang arsitek mengusulkan penggunaan struktur tunnel reciprocal frame sebagai shelter pasca bencana. Bangunan tersebut dapat dibangun menggunakan material kayu ataupun bambu yang tersedia di sekitar area bencana. Penelitian ini akan menggali potensi dari tunnel reciprocal untuk mengetahui kemungkinan untuk dikembangkan menjadi hunian tetap bagi korban terdampak, dengan menggunakan pendekatan parametrik untuk melakukan analisis struktur. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi untuk membantu percepatan proses pemulihan pasca bencana. Kata Kunci: bencana, parametrik, pemberdayaan masyarakat, shelter, tunnel reciprocal ABSTRACT The Potential of Reciprocal Tunnel Construction for Post-Disaster Housing with a Parametric Approach. As disasters continue to occur and intensify, Indonesia is significantly affected, particularly in terms of its economy. The economic impacts are influenced by both personal losses and physical damage to infrastructure. Personal impacts can be mitigated through community empowerment and disaster preparedness initiatives. In contrast, the impacts of physical destruction can only be addressed by providing temporary shelters to replace damaged or destroyed buildings. The availability of temporary shelters is essential to accelerate the recovery process and restore economic activities in affected areas. According to the Indonesian National Disaster Management Agency (BNPB), the main challenges in post-disaster shelter construction are the slow construction process and limited funding. In addition, the production and supply of building materials are often disrupted in disaster-affected areas, resulting in material shortages. To address these challenges, Indonesian architect Andry Widyowijatnoko proposed the use of a tunnel reciprocal frame structure as a post-disaster shelter. This structural system can be constructed using locally available materials such as timber or bamboo, making it suitable for emergency conditions. This study aims to explore the potential of the tunnel reciprocal frame system and evaluate its feasibility for further development into permanent housing for disaster-affected communities by employing a parametric approach for structural analysis. The findings are expected to provide a scientific reference for improving post-disaster housing strategies and supporting a faster and more sustainable recovery process. Keywords: disaster, parametric design, community empowerment, shelter, tunnel reciprocal frame.
EKSPLORASI FASAD PADA BANGUNAN KAMPUS (STUDI KASUS KAMPUS ITERA) Widi Dwi Satria; Verza Dillano Gharata; Maqbul Kamaruddin; Rendy Perdana Khidmat; Salsabila Tadzkia; Lingga Nurkomala Sari
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol. 14 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/jiars.v14i1.6547

Abstract

Fasad menjadi salah satu bagian penting didalam dunia arsitektur yang saat ini memiliki banyak variasi desain yang menuntut kompleksitas dan bentuk arsitektur yang unik dengan menekankan konsep tertentu pada visual bangunan. Fasad termasuk salah satu elemen penting dalam desain bangunan, sebagai wajah bangunan, karena yang pertama kali dilihat oleh orang yang melihat bangunan tersebut. Bukan hanya sebagai elemen itu saja namun juga sebagai elemen yang berperan dalam menciptakan kenyamanan bagi penghuni bangunan. Penelitian ini mengambil studi kasus pada kampus Institut Teknologi Sumatera, tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengeksplorasi fasad pada bangunannya dengan melakukan metode kualitatif untuk mengidentifikasi karakteristik bangunan yang ada pada lingkungan kampus ITERA dengan bertujuan untuk menggambarkan keadaan yang sebenarnya dari data-data yang telah dikumpulkan di lapangan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan observasi visual untuk mengidentifikasi karakteristik fasad bangunan, termasuk bahan warna, tekstur, dan bentuk. Hasil dari penelitian ini berupa penilaian terhadap fasad yang ada pada Institut Teknologi Sumatera dan beberapa rekomendasi desain fasad yang dinilai lebih baik melalui metode penelitian yang akan dilakukan. Eksplorasi fasad menciptakan tampilan yang estetis dan dapat berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Hal ini dengan mengeksplorasi fasad dapat memahami tentang kompleksitas dan karakteristik suatu bangunan yang menerapkan fungsional dan nilai estetika dalam desain.