Riyanto Djoko
PS Arsitektur Lansekap Fakultas Pertanian Universitas Tribhuwana Malang

Published : 24 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

MODEL DESAIN RUANG TERBUKA HIJAU PADA PERMUKIMAN LAHAN TERBATAS DI KELURAHAN TLOGOMAS KECAMATAN LOWOKWARU KOTA MALANG DA COSTA, OSVALDO ANTONIO; Djoko, Riyanto; Setyabudi, Irawan
Fakultas Pertanian Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelurahan Tlogomas Kecamatan Lowokaru berada di kawasan pendidikan yang memiliki potensi secara ekonomi membuka usaha sewa tempat tinggal, kos (shared-house) dan warung untuk mahasiswa. Area ini dipadati dengan bangunan rumah penduduk, kost mahasiswa, toko dan bangunan komersial lainnya. Mayoritas permukiman di Kelurahan Tlogomas adalah berkembang dari ?perumahan yang tumbuh? artinya hunian yang sudah diatur secara grid dengan luasan hampir sama, namun perubahan ruang dipengaruhi kebutuhan yang bertambah sehingga akhirnya sekarang hanya memiliki lahan sisa yang sempit. Tujuan dari penelitian ini adalah mendesain ruang terbuka hijau (RTH) pada Permukiman lahan terbatas di KelurahanTlogomas Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Tlogomas, kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode kualiatatif. Peroleh kesimpulan bahwa desain taman ruang terbuka hijau pada permukiman lahan terbatas menjadi sebuah taman minimalis, taman lahan terbatas, taman merambat, taman dalam pot, dan taman gantung. Konsep ruang yang direncanakan terdiri dari 5 konsep yaitu : konsep pengembangan taman kontekstual dengan langgam rumah, konsep pengembangan taman lahan terbatas, konsep pengambangan taman dalam pot, dan konsep pengembangan taman gantung. Konsep tata hijau pada tapak tersebut diharapkan dapat menberi kenyamanan, keindahan, dan estetika, bagi masyarakat Kelurahan Tlogomas Kota Malang.
STRATEGI PENGEMBANGAN MATA AIR UMBULAN SEBAGAI KAWASAN WISATA SEJARAH Mone, Oris Ismael; Alfian, Rizki; Djoko, Riyanto
Fakultas Pertanian Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Umbulan Water Springs is one area that has historical value that needs to be developed and preserved. Efforts to conserve aquatic ecosystems are necessary to ensure the sustainability of the utilization of springs as well as to prevent and cope with the negative impacts caused by the exploitation of the springs. The research was conducted at Mata Umbulan, Pasuruan Regency, East Java. Research activities are divided into three stages: data collection, data analysis using SWOT analysis, and formulation of recommendations. From the results of the research obtained several strategies from the SWOT matrix which then formulated into several priority strategies development Umbulan springs area is, utilizing government policy in terms of the development of historic areas in an effort to maintain and develop the historic area in the Umbulan springs, in cooperation with government agencies and universities to develop and preserve the Umbulan springs, multiply the plants around the springs by planting crops in an effort to conserve the springs environment, utilize retribution and maximize the participation of local communities in maintaining the sustainability of the area to improve the quality of water resources. The conclusion is the strategy of the development of the main springs area is an aggressive growth strategy (Growth oriented strategy), so the strategy that must be established in developing Umbulan Springs area as one of the historical tourism area in Pasuruan Regency is to support aggressive growth policy by exploiting opportunities and strengths that exist in the springs region. Mata Air Umbulan merupakan salah satu kawasan yang memiliki nilai sejarah yang perlu untuk dikembangkan dan dilestarikan. Upaya konservasi ekosistem mata air sangat diperlukan untuk menjamin keberlanjutan pendayagunaan mata air serta mencegah dan menanggulangi dampak negatif yang ditimbulkan akibat kegiatan eksploitasi mata air. Penelitian dilaksanakan di Mata Air Umbulan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Kegiatan penelitian terbagi dalam tiga tahap yaitu, pengumpulan data, analisis data menggunakan analisis SWOT, dan perumusan rekomendasi. Dari hasil penelitian diperoleh beberapa strategi dari matriks SWOT yang kemudian dirumuskan menjadi beberapa prioritas strategi pengembangan kawasan mata air Umbulan yaitu, memanfaatkan kebijakan pemerintah dalam hal pengembangan kawasan bersejarah dalam upaya menjaga dan mengembangkan kawasan bersejarah yang ada di kawasan mata air Umbulan, bekerja-sama dengan instansi pemerintah dan perguruan tinggi guna mengembangkan dan menjaga kelestarian mata air Umbulan, memperbanyak tanaman di sekitar kawasan mata air dengan menanam tanaman dalam upaya konservasi lingkungan mata air, memanfaatkan retribusi dan memaksimalkan peran serta masyarakat lokal dalam menjaga kelestarian kawasan guna meningkatkan kualitas sumber daya air. Diperoleh kesimpulan berupa strategi pengembangan kawasan mata air yang utama yaitu strategi pertumbuhan yang agresif (Growth oriented strategy), sehingga strategi yang harus ditetapkan dalam mengembangkan kawasan Mata Air Umbulan sebagai salah satu kawasan wisata sejarah di Kabupaten Pasuruan adalah mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif dengan memanfaatkan peluang dan kekuatan yang ada di kawasan mata air.
PERENCANAAN LANSKAP KAWASAN EKOWISATA PANTAI KONDANG MERAK DI DESA SUMBER BENING, KEC. BANTUR, KAB. MALANG, JAWA TIMUR Randa, Eligius; Budiyono, Debora; Djoko, Riyanto
Fakultas Pertanian Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pantai Kondang Merak mulai dikembangkan sebagai kawasan wisata oleh masyarakat pada tahun 1987 dan mempunyai beberapa keunggulan antara lain view yang alami dan memiliki budaya lokal yang unik. Ekowisata Pantai Kondang Merak juga memiliki kendala yaitu belum adanya penataan lanskap yang baik dan kurangnya masyarakat menjaga lingkungan. Penelitian bertujuan untuk membuat konsep perencanaan lanskap kawasan Ekowisata Pantai Kondang Merak. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Teknik pengumpulan data melalui observasi terdiri dari data primer dan sekunder. Sedangkan tahapan penelitian yaitu: sresearch (inventarisasi), analysis (analisis), synthesis (sintesis), dan perencanaan lanskap. Hasil penelitian menunjukan kawasan ekowisata Pantai Kondang Merak memiliki luas 37.2 ha yang terdiri dari zona inti dengan luas 7.22 ha (19.4%), zona penyangga dengan luas 17.34 ha (64.6%), dan zona pemanfaatan 12.64 ha (34.0%). Pengembangan kawasan ekowisata Pantai Kondang Merak sebagai kawasan wisata yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Konsep lanskap terdiri dari konsep ruang, vegetasi, sirkulasi, fasilitas, dan aktivitas. Dilanjutkan dengan rencana lanskap berupa gambar blok plan dan site plan.
PENGELOLAAN KAWASAN WISATA PREDATOR FUN PARK Di TLEKUNG, KOTA BATU suma sala, Melkisedek syukur EL; Alfian, Rizki; Djoko, Riyanto
Fakultas Pertanian Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research can are conducted for 1 month starting in April until the month of May 2015. This study aimed to determine and compare the combination treatment in feed rations Ducks Mojosari with duck egg production. The study used a completely randomized design because what if there was a very noticeable difference then continued by real difference. and each treatment can be repeated three times resulting in 21 experimental unit, The results showed that consumption is highest in treatment A0B2 which is a mixture of feed materials between Conch rice field 25% Rice bran 75% with the average of the highest value in the treatment of A0B2 gr / head / day. At intake and feed conversion with the highest value of 7.07%. Average feed conversion highest in A0B3 treatment (without the use of parched rice paddy conch + 45%), the effect of treatment (conch rice fields and parched rice) to feed conversion. It means giving different treatment would result in an average feed conversion was significantly different. Average feed conversion highest in A0B3 treatment (without the use of parched rice paddy snail + 45%). Average daily production of eggs The highest research results on A0B3. and the lowest in treatment A1B1. Based on the results of analysis of variance has been done, note that there is no effect of parched rice and paddy snails to total egg production. Average egg production research results reach the highest egg production in A0B3, and the lowest in treatment A1B1. Based on the results of analysis of variance has been done, it is known that there is no effect of parched rice and paddy snails to total egg production. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun suatu konsep Kegiatan pemeliharan pada kawasan Predator Fun Park. Hal ini dapat terlihat dari kegiatan pemeliharaan yang dilakukan pada tapak, baik pada kegiatan pemeliharaan elemen keras dan kegiatan pemeliharaan elemen lunak. Agar eksistensi kawasan Predator Fun Park dapat berfungsi dengan baik,maka diperlukan adanya pengelolaan lanskap, Penelitian ini menggunakan metode Swot observasi/pengamatan secara langsung,wawancara serta penyebaran kuisioner dan data sekunder yaitu data yang diperoleh dari instansi terkait (pemerintah desa). Hasil penelitian menunjukan bahwa Rekomendasi strategi yang diberikan adalah strategi di verisifikasi, artinya pengelolaan eksisting berada dalam kondisi baik namun desain ini akan mengalami tantangan yang dari lingkungannya untuk terus berlanjut (sustainable) apabila hanya bertumpu pada strategi sebelumnya. Oleh sebab itu dalam pengelolaan kawasan wisata Predator Fun Park direkomendasikan untuk memperbanyak ragam strateginya. Prioritas Pertama, Dalam pengelolaan kawasan wisata Predator Fun Park, aspek yang pertama perlu dipertimbangkan adalah aspek biofisik tapak.Prioritas kedua, Pengembangan identitas kawasan. Kawasan wisata predator fun park yang berpotensi untuk menjadi area wisata ekologi atau rekreasi perlu untuk membentuk identitas kawasannya. Identitas ini dapat diaplikasikan dalam bentuk elemen-elemen desain pembentuk lanskap. Dalam hai ini seperti kandang buaya dan vegetasi pendukungnya.Prioritas ketiga, pengelolaan kawasan wisata predator fun park perlu pengelolaan bangunan maupun tata hijau di kawasan yang nyaman dan aman bagi masyarakat. Prioritas keempat, Mendesain fasilitas dan utilitas penunjang bagi kawasan wisata predator fun park. Prioritas kelima, Menyusun tata letak bangunan baik kandang buaya, kandang ular, caffe, dan lainnya yang sesuai bagi kawasan wisata predator fun park.
STUDI IDENTIFIKASI LANSKAP ALUN-ALUN MERDEKA SEBAGAI IDENTITAS KOTA MALANG Minggu, Hendrikus; Setyabudi, Irawan; Djoko, Riyanto
Fakultas Pertanian Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The square is the identity of the city and district in Java in general. The concept of spatial Alun-alun is a symbol of unity of activities that are philosophical-religious, political, economic and cultural, but in its development from the time of the kingdom until now it has always undergone changes and shifts in meaning. Merdeka Square Malang is one of the administrative centers of Malang Regency in the past and also the location of the initial growth of Malang city area. This research aims to internalize and identify landscapes in Merdeka Malang. Identification of the history and development of Malang City Square was carried out to find conservation potential in the plaza area, as a form of respecting cultural heritage, the realization of identity and inheriting historical values. in this study researchers used descriptive analysis methods, synchronous-diachronic analysis of regional development and conservation potential with an assessment of cultural meaning, use value and regional development. The results of the identification of the landscape of the Merdeka Malang square found that Merdeka Malang Square was one of the identities of Malang City. The law on sugar and agrarian policy in 1870 and decentralization in 1903 affected the development of the Merdeka Malang plaza. the development of Merdeka Malang square is very visible in changes in building mass, building style, building functions, changes in land use, physical condition of the square and activities. Based on the history and results of registration and identifying it can be concluded that the Malang Merdeka Square Landscape is one of the identities of Malang City Alun-alun merupakan salah satu identitas kota maupun kabupaten. Konsep keruangan Alun-alun merupakan simbol kesatuan aktivitas yang bersifat filosofis-religius, politis, ekonomis dan kultural, namun dalam perkembangannya dari jaman kerajaan hingga sekarang selalu mengalami perubahan maupun pergeseran makna. Alun-alun Merdeka Malang termasuk salah satu kawasan pusat pemerintahan Kabupaten Malang pada masa lalu dan juga menjadi lokasi pertumbuhan awal wilayah kota Malang. Penelitian ini bertujuan untuk mengiventarisasi dan mengidentifikasi lanskap pada Alun-alun merdeka malang. Identifikasi terhadap sejarah dan perkembangan Alun-alun Merdeka Malang dilakukan untuk menemukan potensi pelestarian pada kawasan alun-alun, sebagai wujud menghargai warisan budaya, perwujudan identitas dan mewarisi nilai sejarah. dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode analisis deskriptif, analisis sinkronik-diakronik perkembangan kawasan serta potensi pelestarian dengan penilaian makna kultural, nilai guna serta perkembangan kawasan. Hasil dari identifikasi lanskap menemukan bahwa alun-alun merdeka malang merupakan salah satu Identitas Kota Malang. UU tentang kebijakan gula dan agraria pada tahun 1870 dan desentralisasi pada tahun 1903 berpengaruh terhadap perkembangan kawasan alun-alun merdeka malang. perkembangan alun-alun merdeka malang sangat terlihat pada perubahan massa bangunan, gaya bangunan, fungsi bangunan, perubahan guna lahan, kondisi fisik alun-alun serta aktivitas. Berdasarkan dari sejarah dan hasil iventarisasi serta mengidentifikasi dapat menyimpulkan bahwa Lanskap Alun-alun Merdeka malang merupakan salah satu dari identitas kota malang.
PERENCANAAN LANSKAP JALAN RADEN INTAN SEBAGAI WELCOMEAREA KOTA MALANG Tewu, Restiana; Djoko, Riyanto; Muakhor, Emy Junatan
Fakultas Pertanian Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis permasalahan terkait lanskap Jalan Raden Intan Kota Malang, serta merencanakan lanskap jalan yang mampu meningkatkan keindahan Jalan Raden Intan yang estetis dan fungsional. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan tahapan kerja, yaitu Planning Design Process meliputi beberapa tahap, diantaranya: commision, research, analysis, synthesis, construction dan operation. Menurut hasil penelitian, penataan sirkulasi kendaraan pada Jalan Raden Intan dilakukan dengan mengoptimalkan fungsi jalan sesuai kriteria tapak. Salah satu upaya penataan tersebut melalui pengalokasian ruang daerah milik jalan (damija) untuk aktifitas lalu lintas jalan (pembagian lajur jalan kendaraan pribadi dan umum), aktifitas pejalan kaki, serta penataan fasiitas jalan. Penataan jalur hijau pada ruas Jalan Raden Intan dilakukan melalui pemilihan vegetasi untuk mengurangi polusi udara, pohon untuk tepi jalan atau pohon untuk pelindung, semak, dan perdu di median jalan, konfigurasi penanaman serta pengaturan bentuk taman. Penataan Jalan Raden Intan sebagai Welcome Area menggunakan jenis tanaman yang berbunga yang mampu meningkatkan keindahan Jalan Raden Intan yang estetis dan fungsional, sehingga dapat menciri khaskan Kota Malang sebagai Kota Bunga.
EVALUASI KEINDAHAN LANSKAP PANTAI BALEKAMBANG DI DESA SRIGONCO KABUPATEN MALANG Putra, Anshori Andy; Djoko, Riyanto; Budiyono, Debora
Fakultas Pertanian Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Coast landscape is one of the region that have resources being diverse and the potential that beautiful .One of several shores visual having a beautiful coast is Balekembang which is located in the Village Srigonco , Districts Bantur , Malang district. Research aims to 1 ) determine and assess the quality of visual landscape tourism area based on the coast of Balekembang prediction beauty. 2 ) determine landscape zone the beauty of the coastal zone Balekembang perceptions of respondents . 3 ) make recommendations model landscape design the arrangement coast tourist Balekambang prediction based on the quality of visual. The research was done in the coastal Balekembang, Village Srigonco, Districts Bantur , Malang district , East Java. The time of this study was conducted for 6 months namely months November-may 2016. The quality of visual prediction carried out through a method of SBE? = (Z?? ? Z?o)X100. From the results of questionnaire done inputing data in the form of scoring tabulation respondents. Using distribution of the value of 1-10 rating. Intervals the values been divided into three class beauty ( high , being , and low ). Analysis undertaken , known that the total amount of SBE is highest in landscape 1 , 37 , 12 , 50 , 36 , 44 , 34 , 51 , 52 , 47 , 8 , 43 , 33 , 41 , 53 , 6 , 35 , and 54 the average value of between 97-64 .The category of visual being is found in a landscape 17 , 56 , 40 , 49 , 5 , 13 , 39 , 55 , 45 , 32 , 46 , 48 , 21 , 9 , 27 , 28 , and 25 63-32 with a value of .The category of visual low landscape is found in 29 , 42 , 19 , 11 , 38 , 31 , 16 , 3 , 26 , 18 , 14 , 10 , 20 , 4 , 22 , 15 7 , 23 , 2 , 30 , and 24 with a value of 31-0 . Lanskap pantai merupakan salah satu kawasan yang memiliki sumber daya yang beragam dan potensi yang indah. Salah satu pantai yang memiliki visual yang indah adalah Pantai Balekambang yang berada di Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Menentukan dan menilai kualitas visual lanskap kawasan wisata Pantai Balekambang berdasarkan pendugaan keindahan. 2) Menentukan zona keindahan lanskap kawasan Pantai Balekambang berdasarkan persepsi responden. 3) Membuat rekomendasi model desain penataan lanskap wisata pantai Belekambang berdasarkan pendugaan kualitas visual. Penelitian dilakukan di kawasan Pantai Balekambang, Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Waktu penelitian dilakukan selama 6 bulan yaitu bulan November-bulan Mei 2016. Pendugaan kualitas visual dilakukan melalui metode SBE? = (Z?? ? Z?o)X100. Dari hasil kuesioner dilakukan inputing data dalam bentuk tabulasi scoring responden menggunakan sebaran nilai rating 1-10. Interval nilai tersebut dibagi menjadi 3 kelas keindahan (tinggi, sedang, dan rendah). Analisis yang dilakukan, diketahui bahwa nilai SBE tertinggi terdapat pada lanskap 1, 37, 12 , 50, 36, 44, 34, 51, 52, 47, 8, 43, 33, 41, 53, 6, 35, dan 54 dengan nilai rata-rata antara 97-64. Kategori kualitas visual sedang terdapat pada lanskap 17, 56, 40, 49, 5, 13, 39, 55, 45, 32, 46, 48, 21, 9, 27, 28, dan 25 dengan nilai 63-32. Kategori kualitas visual rendah terdapat pada lanskap 29, 42, 19, 11, 38, 31, 16, 3, 26, 18, 14, 10, 20, 4, 22, 15 7, 23, 2, 30, dan 24 dengan nilai 31-0.
PERENCANAAN LANSKAP KAWASAN WISATAPESISIRKEREWEIDI DESA PATIALA BAWA, KEC. LAMBOYA, KAB. SUMBA BARAT, NUSA TENGGARA TIMUR Tenabolo, Erdiyanto Kaleka; Djoko, Riyanto; Budiyono, Debora
Fakultas Pertanian Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesisir Kerewei mulai dikembangkan sebagai kawasan wisata oleh masyarakat pada tahun 2001 dan mempunyai beberapa keunggulan antara lain view yang alami dan memiliki budaya lokal yang unik.PesisirKereweijuga memiliki kendalayaitu belum adanya penataan lanskap yang baik dan kurangnya masyarakat menjaga lingkungan.Penelitian bertujuan untuk membuat konsep perencanaan lanskap kawasanWisataPesisir Kerewei.Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif.Teknik pengumpulan data melalui observasi terdiri dari data primer dan sekunder. Sedangkan tahapan penelitian yaitu: commission (tahap persiapan), sresearch (inventarisasi), analysis (analisis), synthesis (sintesis), dan perencanaan lanskap.Hasil penelitian menunjukan kawasan Pesisir Kerewei memiliki luas 70.69 hayang terdiri dari zona inti dengan luas 7.65 ha (10.8%),zona khusus dengan luas 35.23 ha (49.8%)zona penyangga dengan luas 10.86 ha (15.4%), dan zona pemanfaatan 16.96 ha (24%).Pengembangan kawasanWisata Pesisir Kerewei sebagai kawasan wisata yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Konsep lanskap terdiri dari konsep ruang, vegetasi, sirkulasi, fasilitas, dan aktivitas. Dilanjutkan dengan rencana lanskap berupa gambar blok plandan site plan.
EVALUASI KEINDAHAN LANSKAP PANTAI JELANGKUNG DAN BAJULMATI DI DESA GAJAH REJO, KECAMATAN GEDANGAN, KABUPATEN MALANG Dasalaku, Thomas; Alfian, RizkI; Djoko, Riyanto
Fakultas Pertanian Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beauty is a condition that causes a wonderful feeling, includes physical and non-physical. Beautiful environment provides a wonderful atmosphere for those who are in that place. Aesthetics is any matter of the beauty that is in the person's vision. That view can be considered as something that is relative and certainly not the same bias. This research was conducted in the coastal village Jelangkung and Bajulmati Gajahrejo, Gedangan sub-district, Malang regency, when the study started from March 2016 to August 2016. The method used in this study is related to the experimental method of research locations, respondents, data analysis, and visual evaluation landscape. Estimation of visual quality is done through the method of SBE (Scenic Beauty Estimation) to estimate the value of the beauty of the landscape based on a particular panorama. Estimation of the aesthetics of the scenic landscape of the study area using the distribution of grades 1-10 rating. The following process is a beauty class classification based on the interval score. Interval values are divided into three classes of beauty (High, Medium, Low). The interval depends on the value and distribution of SBE obtained from each respondent. From the calculation of the value of the beauty it can be seen that there is value in the landscape between (High, Medium, Low). So the lower percentage of aesthetic landscape necessary to add facilities such as Gazebo, Benches, Volly beach. Keindahan adalah suatu keadaan yang menyebabkan perasaan indah, meliputi fisik maupun non fisik. Lingkungan hidup yang indah memberikan suasana indah bagi yang berada di tempat tersebut. Estetika merupakan segala hal yang menyangkut keindahan yang ada pada penglihatan seseorang. Pandangan itu dapat dianggap sebagai sesuatu yang bersifat relative dan tidak bias dipastikan sama. Penelitian ini dilakukan di kawasan pantai Jelangkung dan Bajulmati desa Gajahrejo, kecamatan Gedangan, kabupaten Malang, waktu penelitian dimulai dari Maret 2016 sampai Agustus 2016. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental berkaitan dengan penelitian lokasi, responden, analisa data, dan evaluasi visual lanskap. Pendugaan kualitas visual dilakukan melalui metode SBE (Scenic Beauty Estimation) untuk menduga nilai keindahan lanskap berdasarkan panorama tertentu. Pendugaan nilai keindahan suatu scenic pada lanskap lokasi studi menggunakan sebaran nilai rating 1-10. Proses berikut adalah klasifikasi kelas keindahan berdasarkan interval skor. Interval nilai tersebut dibagi menjadi 3 kelas keindahan (Tinggi, Sedang, Rendah). Interval tersebut tergantung dari nilai dan sebaran SBE yang didapat dari masing?masing responden. Dari hasil perhitungan nilai keindahan tersebut dapat diketahui bahwa pada suatu lanskap terdapat nilai antara (Tinggi, Sedang, Rendah). Sehingga pada lanskap yang nilai estetikanya rendah perlu ditambahkan fasilitas berupa Gazebo, Bangku, Volly pantai.
EVALUASI LANSKAP PANTAI BERBASIS NILAI ESTETIKA DI PANTAI KONDANG MERAK, DESA SUMBER BENING, KABUPATEN MALANG Riski, Riski; Alfian, Rizki; Djoko, Riyanto
Fakultas Pertanian Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to 1) Determine and assess the visual quality of the Kondang Merak landscape based on the estimation of kindiness through Scenic Beauty Estimation. 2) Recommendation of landscape tourism design model of Kondang Merak beach. This research was conducted in Kondang Merak Beach Area, Sumber Bening Village, Bantur - Malang Regency. The study was conducted for 4 months from April to August 2017 used Scenic Beauty Estimation SBE? = (Z?? - Z??) x 100. Estimate the beauty of a landscape using a scale of values between 1-10. The classification of values is divided into 3 categories of beauty value, high category, medium and low category. Analysis has been done, it is known that the highest value of SBE with a value of 50-86. SBE of medium value with a value of 30-49 and low SBE with value of 0-29. For high value category is recommended gazebo making along the shoreline. for the category of medium value is recommended making the coastal tower, and for the low value category recommended making home stay on vacant land that has not been developed/ utilized. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Menentukan dan menilai kualitas visual lanskap Pantai Kondang Merak berdasarkan pendugaan nilai kindahan melalui Scenic Beauty Estimation. 2) Rekomendasi model desain penataan lanskap wisata Pantai Kondang Merak. Penelitian ini dilakukan di Kawasan Pantai Kondang Merak, Desa Sumber Bening, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang. Waktu penelitian dilakukan selama 4 bulan yaitu dari bulan April sampai bulan Agustus 2017 melalui Scenic Beauty Estimation SBE? = (Z?? - Z??) x 100. Pendugaan nilai keindahan suatu lanskap pada menggunakan skala nilai antara 1-10. Klasifikasi nilai dibagi menjadi 3 kategori nilai keindahan, yaitu kategori tinggi, sedang dan kategori rendah. Analisa yang dilakukan, diketahui bahwa nilai SBE tinggi dengan nilai 50-86. SBE sedang dengan nilai antara 30-49 dan SBE rendah dengan nilai 0-29. Untuk kategori nilai tinggi direkomendasikan pembuatan gazebo disepanjang tepian pantai. Untuk kategori nilai sedang direkomendasikan pembuatan menara penjaga, dan untuk karegori nilai rendah direkomendasikan pembuatan home stay pada lahan kosong yang masih belum dikembangkan/ dimanfaatkan.