Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Identifikasi Praktik Adat Istiadat Melayu Bangka di Desa Simpang Rusa Kecamatan Membalong Putra Pratama Saputra; Tiara Ramadhani
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 7 No 4 (2021): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (November)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32884/ideas.v7i4.511

Abstract

This research aims to analyzed and identify the practices of Bangka Malay customs that exist in the community in Simpang Rusa Village, Membalong District. This area is known for its people, the majority of whom are Malays. Various traditions are always carried out by the community throughout the year. As an educational (religious) area, of course, it is the goal of the community from outside the area to visit this village. Nevertheless, there is an interesting thing that Malay traditions can still exist in the midst of society. To carry out this analysis, descriptive qualitative study techniques including study methods are used in this analysis. Observations and interviews are a number of ways that are carried out to obtain primary data sources. In this study, the sources were determined by purposive sampling method. In order to provide assistance in carrying out the analysis in this study, Mc. Murty's theory of the functioning of society will be used. Furthermore, Ferdinand Tonnies' theory will be used to group people into two broad categories, namely gemeinchaft and gesselchaft. The data analysis technique The data analysis method is carried out with the stages of data collection, data reduction, data display and drawing conclusions. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan identifikasi dan menganalisis praktik-praktik adat istiadat Melayu Bangka yang ada pada masyarakat di Desa Simpang Rusa Kecamatan Membalong. Daerah ini dikenal dengan masyarakatnya yang mayoritas adalah masyarakat Melayu. Berbagai tradisi senantiasa dilakukan oleh masyarakatnya sepanjang tahun. Sebagai daerah pendidikan (agama) tentunya menjadi tujuan bagian masyarakat dari luar daerah untuk mendatangi desa ini. Meskipun demikian, ada hal yang menarik yakni tradisi-tradisi melayu masih bisa tetap eksis di tengah-tengah masyarakatnya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Teknik yang digunakan dalam metode penelitian kualitatif ini adalah wawancara dan observasi. Informan dalam teknik wawancara dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Analisa dalam penelitian ini menggunakan teori mengenai keberfungsian masyarakat yang dikemukakan oleh Mc.Murty. Lebih lanjut akan digunakan teorinya Ferdinan Tonnies yang melakukan pengelompokan masyarakat ke dalam dua kategori besar yakni geme in chaft dan gesselchaft. Metode analisa datanya dijalankan dengan tahap pengumpulan data, pereduksian data, penampilan data, serta mengambil kesimpulan. Penarikan kesimpulan dilakukan dari hasil analisis secara keseluruhan.
Implementasi Kebijakan Retribusi Parkir di Tepi Jalan Umum Kota Pangkalpinang Putra Pratama Saputra; Revy Safitri
JSHP : Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol 4, No 2 (2020): JSHP (JURNAL SOSIAL HUMANIORA DAN PENDIDIKAN)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik Negeri Balikpapan.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32487/jshp.v4i2.841

Abstract

There are large of number vehicle trips in Pangkalpinang City that raise parking spaces allocation. The parking spaces not only use parking lots but also use legal or illegal on-street parking. The on-street parking that optimally manages can be a source of local revenue through retribution on on-street parking services. The local revenue of Pangkalpinang City from the on-street parking retribution sector is not running optimally, so it is necessary to review the implementation of the on-street parking retribution policy that has been applied. The product of the policy that will be reviewed in this study is a local government regulation relating to on-street parking retribution issued by the Government of Pangkalpinang City. This study uses a qualitative research method through interviews, observation, and secondary data collection. The result of this study reveals that the implementation of the on-street parking retribution policy in Pangkalpinang City is maximal yet. Therefore, it is necessary to evaluate the current on-street parking retribution policy in Pangkalpinang City, so that the local revenue from the on-street parking retribution can be optimized.Keywords: policy implementation, public policies, on-street parking, local government regulations, parking fees ABSTRAKPergerakan kendaraan yang tinggi di Kota Pangkalpinang menimbulkan kebutuhan ruang parkir yang tidak hanya memenuhi lahan parkir, namun juga menggunakan tepi jalan umum baik yang legal maupun ilegal sebagai tempat parkir kendaraan. Penggunaan tepi jalan umum sebagai tempat parkir bila dikelola secara optimal dapat menjadi sumber pendapatan asli daerah melalui retribusi pelayanan parkir di tepi jalan umum. Penerimaan retribusi parkir di Kota Pangkalpinang dinilai belum optimal, sehingga perlu ditinjau implementasi kebijakan retribusi parkir yang telah terlaksana. Produk dari kebijakan yang akan dikaji implementasinya dalam penelitian ini adalah peraturan daerah yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kota Pangkalpinang yang berkaitan dengan retribusi parkir di tepi jalan umum. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif melalui teknik wawancara, observasi, dan pengumpulan data sekunder. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi kebijakan retribusi parkir di tepi jalan umum Kota Pangkalpinang dinilai belum maksimal, sehingga perlu dilakukan evaluasi terhadap kebijakan retribusi parkir di tepi jalan umum Kota Pangkalpinang yang ada saat ini agar penerimaan retribusi parkir dapat lebih optimal.Kata kunci: implementasi kebijakan, kebijakan publik, parkir di tepi jalan umum, peraturan daerah, dan retribusi parkir
Dampak Sosial Ekonomi Kampoeng Reklamasi PT Timah dalam Menunjang Pengembangan Sektor Pariwisata di Desa Riding Panjang Kabupaten Bangka: Indonesia Rihan Baskoro; Putra Pratama Saputra; Amir Dedoe
Jurnal Studi Inovasi Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Studi Inovasi
Publisher : Inovbook

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (613.516 KB) | DOI: 10.52000/jsi.v1i2.23

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana pengelolaan dan pengembangan destinasi objek Kampoeng Reklamasi di Desa Riding Panjang, dan mendeskripsikan dampak sosial ekonomi Kampoeng Reklamasi PT. TIMAH dalam menunjang pengembangan sektor pariwisata di Desa Riding Panjang, Kabupaten Bangka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian yang didapatkan dari lapangan bahwa Pengelolaan dan pengembangan objek wisata Kampoeng Reklamasi PT. TIMAH di Desa Riding Panjang Kecamatan Merawang meliputi menanam tumbuhan seperti tanaman fast growing dan tanaman lokal salah satunya, yaitu pohon pelawan, dan juga pemanfaatan kolong bekas galian tambang timah, Pelawan Zone, Foodcourt Zone I, Foodcourt Zone II, Cottage (pondok), Flying fox, Ketapang dan Sengon Zone, Mini Zoo (PPS), Nursery Zone, Farm Zone, Camping Ground, Flowers Garden, Research Zone, Kolong, Parking Zone I, Parking Zone II, Souvenir Shop, Exclusive Villa, Custom Home, Musholla, Biofloc dan Hidroponik, Guard House, Fruit Zone, serta Main Office dan Resto. Sejumlah program seperti Program Pertanian dan Perkebunan atau Desa Agrowisata, Program Peternakan, Program Perikanan, Program Nursery atau Greenhouse, Program PPS (Pusat Penyelamatan Satwa). Pengelolaan dan pengembangan objek wisata kampoeng reklamasi pihak PT. Timah melibatkan masyarakat Desa Riding Panjang serta stakeholder baik dari komunitas penggiat lingkungan dan pihak swasta di Bangka Belitung salah satunya yaitu Animal Lovers Bangka Island (ALOBI) dan Yayasan O2 Pelawan. Sementara dampak sosial terhadap tingkat keamanan yang dirasakan masyarakat. Meingkatkan rasa kepedulian masyarakat terhadap lingkungan di desa mereka, memberikan dampak positif yaitu tingginya rasa solidaritas sosial. Dampak ekonomi dari pembangunan Kampoeng Reklamasi yakni memberikan peluang bagi masyarakat dalam memberikan mata pencarian atau lapangan kerja baru dan meningkatkan pendapatan atau penghasilan masyarakat. Kata kunci : Sosial, Ekonomi, Reklamasi, Pariwisata
Strategi Penanganan Gelandang Pengemis (GEPENG) di Kota Pangkalpinang Revira Maryolinda; Amir Dedoe; Putra Pratama Saputra
Jurnal Studi Inovasi Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Studi Inovasi
Publisher : Inovbook

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (651.467 KB) | DOI: 10.52000/jsi.v1i2.24

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi latar belakang dan permasalahan terkait kemunculan Gepeng di Kota Pangkalpinang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Teknik sampling menggunakan snowball sampling dan diperoleh Informan dalam penelitian ini adalah 15 orang yang terdiri dari 10 orang gelandangan dan pengemis Kota Pangkalpinang, 2 orang Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Pangkalpinang dan 3 orang Masyarakat sekitaran Kota Pangkalpinang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Sumber data yang digunakan dalam penelitian berasal dari data primer dan sekunder. Berdasarkan hasil penelitian yang didapatkan dari lapangan bahwa faktor yang melatarbelakangi munculya gelandangan-pengemis di Kota Pangkalpinang mencakup dua hal yaitu, faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal disini merupakan faktor yang dikarenakan berasal dari diri para gepeng seperti cacat fisik, penyakit bawaan, dan usia lanjut. Kedua, faktor eksternal yang menyebabkan seseorang memilih hidup sebagai gepeng dapat berupa tekanan ekonomi, keterbatasan pendidikan, minim keterampilan, lingkungan. Permasalahan yang muncul akibat maraknya gepeng di Kota Pangkalpinang ialah masalah lingkungan, masalah kependudukan, masalah kriminalitas. Pertama, Masalah lingkungan dapat dijelaskan bahwa keberadaan gepeng merusak tata kota. Kedua, Masalah kependudukan dapat disimpulkan bahwa mayoritas dari mereka tidak mempunyai kartu indetitas dari (RT/RW) setempat. Ketiga, masalah kriminalitas.
Pemanfaatan Media Sosial dalam Melestarikan Budaya Lokal Bangka Belitung Laila Hayati; Putra Pratama Saputra; Yulia Yulia; Tiara Ramadhani
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2022): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/dinamisia.v6i4.4733

Abstract

The advanced of information technology has facilitated society to interact each other without border of the time and space. It transforms into platform known as social media. The social media becomes a potential platform to assimilate the western culture into the local culture. It threats the local identity. The program aims to maintain the local culture of Bangka Belitung Islands Province by utilizing the social media. Thus, the training on utilizing the social media in maintaining the local culture of the province into the active users among the students in SMA N 1 Sungai Selan, SMA N 1 Air Gegas, and SMA N 1 Kelapa was used as the method of the community service. The program found that the participants showed their enthusiastic in maintaining their culture by using social media. 70 percent of the participants had utilized the social media in maintaining the local culture by uploading text, picture, and video on their social media account.
SOCIAL CAPITAL IN FISHERMEN LIVELIHOOD: CASE STUDY IN "KELOMPOK USAHA BERSAMA" (KUBE) KETAPANG, PANGKALPINANG, BANGKA Panggio Restu Wilujeng; Putra Pratama Saputra; Bustami Rahman; Luna Febriani; Herdiyanti Herdiyanti; Laila Hayati
Jurnal Sosiologi Reflektif Vol 16, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jsr.v16i1.2091

Abstract

The empowerment of social community in a sustainable way becomes an unavoidable need, including within the fishermen community. As one of the economically marginalized social communities, the Fisherman community needs more serious attention from all related parties to create a join business group (Kelompok Usaha Bersama/KUBE) to improve their welfare. This article intends to find out how KUBE in Ketapang strengthen social capital in their groups as a strategy to increase the welfare of their members. This research was conducted using a qualitative approach through observation and in-depth interviews with 5 (five) fisherman informants as data collection techniques. The results showed that economic capital was not the main factor in increasing the empowerment of fishermen, but the social capital of KUBE group, such as networks, trust, and social bonds (bonding), have played a more important role in increasing the welfare of their members.Upaya untuk mengembangkan pemberdayaan kelompok sosial secara berkelanjutan saat ini menjadi suatu kebutuhan tak elakkan, termasuk dalam hal ini adalah kelompok nelayan. Sebagai salah satu kelompok sosial yang termarginalisasi secara ekonomi, kelompok ini membutuhkan intervensi dari berbagai pihak untuk meningkatkan kesejahteraannya. Salah satu strategi yang dilakukan oleh Kelompok Usaha Bersama (KUBE) di Ketapang, Pangkalpinang, Bangka adalah dengan memperkuat modal sosial dalam kelompok tersebut. Artikel ini bermaksud untuk mengetahui bagaimana upaya KUBE untuk menguatkan modal sosial di kelompok mereka sehingga mendorong para nelayan untuk menjadi lebih berdaya. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi dan wawancara mendalam terhadap 5 (lima) orang informan nelayan anggota KUBE. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal ekonomi tidak menjadi faktor utama dalam meningkatkan keberdayaan nelayan, namun di kelompok KUBE ini modal sosial berupa jaringan, kepercayaan, dan ikatan sosial (bonding) memegang peranan yang lebih penting. Melalui kedua modal ini nelayan dapat saling membantu kebutuhan ekonomi satu sama lain, dan meningkatkan keberdayaan mereka dalam mencapai akses sumberdaya ekonomi yang lebih baik.
STRATEGI PENGEMBANGAN PARIWISATA MELALUI PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL DI KECAMATAN MANGGAR, KABUPATEN BELITUNG TIMUR Putra Pratama Saputra; Laila Hayati; Novyandra Ilham Bahtera
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 9, No 10 (2022): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v9i10.2022.4039-4043

Abstract

Kabupaten Belitung Timur, Kecamatan Manggar merupakan salah satu daerah yang jumlah destinasi wisata baik alam, budaya, dan buatan cukup tinggi. Hal ini berbanding terbalik dengan pendapatan daerah dari sektor wisata. Maka dari itu, usaha pengembangan pariwisata wajib dilakukan, salah satunya dengan memanfaatkan media sosial dalam proses pengembangan pariwisata di Kabupaten Belitung Timur, Kecamatan Manggar. Media sosial merupakan suatu kebutuhan masyarakat sehingga penggunaan media sosial terus mengalami peningkatan. Media sosial menjadi wadah bagi masyarakat virtual untuk berinteraksi satu sama lainnya.  Dengan karakteristik media sosial tersebut, mdia sosial sangat strategis untuk dimanfaatkan sebagai wadah untuk pengembangan pariwisata di Kabupaten Belitung Timur, Kecamatan Manggar. Pokdarwis Kecamatan Manggar merupakan Mitra dalam program pengabdian kepada masyarakat dengan tema Strategi Pengembangan Pariwisata melalui Pemanfaatan Media Sosial. Integrasi antara Program pengabdian tersebut nantinya akan meningkatkan kapasitas serta keterampilan secara mandiri khalayak sasaran dalam mempraktekkan apa yang telah didapatkan pada saat program berlangsung. Metode pelaksanaan yang digunakan ialah 1) tahap pesiapan, 2) tahap pemberian materi, pelatihan, 3) tahap evaluasi pasca pelatihan.
Perempuan dalam Komunitas Suporter Sepak Bola The Babel Mania Afrihardina Muharani; Luna Febriani; Putra Pratama Saputra
Jurnal sosial dan sains Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1045.541 KB) | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v1i2.22

Abstract

Dewasa ini supporter sepak bola tidak hanya didominasi oleh kaum laki-laki tetapi juga kaum perempuan. Hal ini dapat kita lihat setiap pertandingan sepak bola semakin sering ditemui kehadiran supporter wanita. Merebaknya suporter perempuan tidak hanya terjadi di liga-liga besar, namun fenomena merebaknya suporter sepak bola perempuan di rasakan di negeri sendiri. The Babel Mania merupakan salah satu suporter sepak bola khususnya suporter sepak bola untuk klub sepak bola Bangka Belitung. Mayoritas anggota The Babel Mania adalah laki-laki, namun akhir-akhir ini mulai banyaknya perempuan yang bergabung dalam komunitas ini. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan motivasi perempuan bergabung dalam komunitas The Babel Mania, dan menggambarkan perilaku perempuan dalam komunitas The Babel Mania. Penelitian menggunakan teori pertukaran dari George C. Homans. Metode penelitian yang digunakan peneliti adalah kualitatif deskriptif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kehadiran perempuan dalam komunitas The Babel Mania sangat membantu. Ada beberapa dorongan yang menjadi motivasi perempuan bergabung dalam komunitas ini yaitu, pengaruh orang terdekat, semangat kedaerahan, sarana hiburan diwaktu luang dan mengidolakan pemain tertentu. Perilaku fanatisme perempuan pada komunitas The Babel Mania dapat dilihat dari loyalitas dalam memberikan dukungan kepada klub sepak bola.
Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Melalui Pengembangan Swasembada Beras di Desa Simpang Yul, Tempilang, Bangka Barat Radius Subarkhah; Aimie Sulaiman; Putra Pratama Saputra
Jurnal sosial dan sains Vol. 1 No. 6 (2021): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1104.614 KB) | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v1i6.129

Abstract

Pemberdayaan ekonomi masyarakat merupakan usaha untuk menjadikan pertumbuhan ekonomi yang lebih baik dan kuat. Disamping itu adanya pemberdayaan ekonomi masyarakat guna menciptakan masyarakat yang mandiri tidak bertergantungan serta dapat bekerja sendiri tanpa bantuan orang lain. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi strategi pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengembangan swasembada beras di Desa Simpang Yul, Kecamatan Tempilang, Kabupaten Bangka Barat. Adapun penelitian ini menggunakan teori pilihan Rasional dari James S. Coleman. Terdapat 3 konsep dari teori pilihan rasional yang digunakan yaitu aktor, sumber daya dan motif ekonomi. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang terdapat sumber data primer dari wawancara mendalam dengan informan. Penelitian ini mengambil informan sebanyak 12 orang yang terlibat dalam program pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui swasembada beras yang terdiri dari kepala desa, staf pemerintah desa, BPD, tokoh masyarakat, masyarakat petani. Selain itu ditemukan strategi pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengembangan swasembada beras yaitu menciptakan sikap dan rasa antusiasme masyarakat petani desa simpang yul, pelatihan pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat petani, menerapkan pengorganisasian dalam menjalankan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengembangan swasembada, melakukan program pengawasan secara berkelanjutan. Hasil dari penelitian ini adalah 4 poin yaitu
Motivasi Keterlibatan Calon Legislatif Perempuan Pada Pemilu 2019 di Kota Pangkalpinang Fariska Novianda Beltim; Ranto Ranto; Putra Pratama Saputra
Jurnal sosial dan sains Vol. 1 No. 8 (2021): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4314.754 KB) | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v1i8.172

Abstract

Indonesia menggunakan sistem pemilihan proporsional untuk menduduki lembaga perwakilan rakyat: DPR, DPRD, Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota.  Hal ini sesuai dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2012 yang menjelaskan tentang pemberian sanksi pemilu kepada partai politik di daerah pemilihan tertentu akan terancam gugur jika daftar calon tidak mencukupi kuota 30% keterwakilan perempuan. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi motivasi keterlibatan calon legislatif perempuan pada pemilu 2019 di Kota Pangkalpinang. Keterlibatan  perempuan yang tergabung dalam pencalonan diri sebagai anggota legislatif apakah niat dari hati nurani atau melalui ajakan teman atau saudara untuk ikut hanya dalam pemenuhan kuota saja. Penelitian ini menggunakan teori Feminisme Liberal yang berfokus pada hak-hak individual dan kesetaraan kesempatan, dan juga beragumen bahwa perubahan kebijakan hukum dan sosial akan membantu perempuan mencapai ini. Dengan begitu feminisme liberal juga menginginkan agar wanita dapat setara dengan pria. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan Motivasi Keterlibatan Caleg Perempuan DPRD di Kota Pangkalpinang 2019 lebih dari 50 persen jumlah perempuan yang terlibat pencalonan adalah untuk pemenuhan kuota, ada yang memang sudah menjadi kader partai tetapi disuruh ikut untuk pemenuhan kuota dan ada juga yang bukan sama sekali kader partai tetapi diajak sanak saudaranya untuk ikut meramaikan. Hal tersebut dikarenakan kurangnya partisipasi perempuan terhadap politik dan juga pemerintah membuat undang-undang penetapan keterlibatan perempuan minimal 30 persen dalam pencalonan  sehingga kader partai diharuskan mencari perempuan untuk dijadikan pelengkap partainya jika ingin terus maju kedalam pemilu.