Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Implementasi Program One Village One Product (Ovop) Terhadap Kehidupan Sosial Ekonomi di Kabupaten Bangka Tengah Widya Novita; Putra Pratama Saputra; Jamillah Cholillah
Jurnal sosial dan sains Vol. 1 No. 9 (2021): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1954.506 KB) | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v1i9.207

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi program One Village One Product (OVOP) bagi masyarakat di Kabupaten Bangka Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa terkait dengan Faktor Penghambat Program OVOP di Kabupaten Bangka Tengah, dalam hal pencapaian tujuan, implementasi Program OVOP di Bangka Tengah dapat   dikatakan   masih   belum   efektif   dan   efisien.   Terbatasnya Anggaran didalam melaksanakan seperti program OVOP Dinas Desprindag memiki kendala terhadap keterbatasan sumber Dana yang dimiliki sehingga pelaksanaan beberapa kegiatan didalam program OVOP masih belum dijalankan secara maksimal. Terkait dengan Faktor Pendorong Program OVOP di Kabupaten Bangka Tengah, dari aspek ekonomi, ada perubahan yang real dari sebelum program dilaksanakan dan setelah program dilaksanakan. Dari aspek sosial, yaitu ilmu dan kompetensi mengalami peningkatan signifikan. Aspek  lingkungan  yang  diterima  oleh  pelaku OVOP dan masyarakat sekitar adalah pemanfaatan sumber daya alam dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah tersebut. Implikasi Teori Hogan dalam Pemberdayaan Masyarakat melalui Program OVOP di Kabupaten Bangka Tengah. pertama, dalam menghadirkan kembali pengalaman yang memberdayakan (recall depowering), kedua menjalankan tahap bagaimana mendiskusikan terjadinya pemberdayaan (disscuss the occurrence of depowerment), ketiga masuk dalam tahap mengindentifikasikan masalah ataupun proyek di suatu daerah (identify problems or project in an area), Terakhir adalah mengembangkan rencana-rencana aksi dan mengimplementasikan (develop and implement action plants), yang dimana pada tahap ini para pelaku IKM dan pihak pemerintah bersama sama mengembangkan produk yang sudah dihasilkan dengan berbagai macam cara agat produk ini dapat bertahan dan berkembang sebagaimana permintaan para konsumen yang menikmati produk yang dikelolah melalui program OVOP tersebut.
Modal Sosial Komunitas Bujang Squad dalam Pengembangan Wisata Tahura Gunung Mangkol di Desa Terak Kabupaten Bangka Tengah Dea Tamara; Kiki Fitriani; Abdul Rohim; Laila Hayati; Putra Pratama Saputra
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 9 No 1 (2023): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Februari)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32884/ideas.v9i1.1104

Abstract

Tourism development with social capital assistance can have a positive impact on communities because it contains norms, actions, and values for managing social capital that can motivate community participation in tourism development. The research was intended to describe social capital for the Bujang Squad in efforts to develop tourist villages in Terak village, Central Bangka. The methods in this study use descriptive qualitative methods. According to the study, the social capital in the Terak village was formed into three sections of trust, norms, and social networks.
AGAMA, SEKOLAH DAN PEMENUHAN HAK: (Telaah Ketersediaan Guru Agama Berbasis Agama Siswa di SD Kabupaten Bangka) Luna Febriani; Dini Wulansari; Putra Pratama Saputra; Syawaludin
ASKETIK: JURNAL AGAMA DAN PERUBAHAN SOSIAL Vol. 4 No. 1 (2020): Asketik: Jurnal Agama dan Perubahan Sosial
Publisher : Prodi Sosiologi Agama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/asketik.v4i1.1001

Abstract

Indonesia is a country whose population has a variety of religious beliefs, including Islam, Christianity, Catholicism, Buddhism, Hinduism, Confucianism, and others beliefs. The majority of Indonesia's population adheres to Islam. This then makes religious subjects a basic compulsory subject given in schools at every level of elementary, middle school even university. Bangka Regency has 6 religions in accordance with the religions recognized by Indonesia, namely Islam, Buddhism, Hinduism, Catholicism, Protestantism, and Khong Hu Cu. Bangka is one of the districts known for the diversity of trust and upholds the right to respect differences. This research was designed to identify the phenomena occurring which was related to the availability of religious teachers based on the context of fulfilling students' rights to proper religious education for them and to identify the factors influencing the conditions of the application of religious education in elementary schools (SD), both in private schools and state schools, related to the availability of religious teachers who were of the same religion as students. The method used in this research was descriptive qualitative using the perspective of Educational Sociology as the blade of analysis. The results showed that the problems faced in relation to religious subjects faced at primary schools in Bangka were often the subjects taught by teachers who were not competing with them. This then made students with minority religions in the school follow the majority ones' religions or they got the subject from teachers with incapability in religious basis.
The Construction of Moderate Islamic Discourse and the Filmmaker’s Political Bias in Ayat- ayat Cinta 2 Herza Herza; Muhammad Muflih Murtada; Putra Pratama Saputra

Publisher :

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This paper aims to analyze how Islamic discourse is constructed in the film Ayat-ayat Cinta (AAC) 2, analyze the political position of the filmmaker in the Palestinian-Israeli conflict, and analyze the hyperreality dimension in the film AAC 2 according to Jean Baudrillard's thoughts. Norman Fairclough's critical discourse analysis was used as a theoretical perspective as well as a method in this paper. This research approach was qualitative with data sources from film text as primary data, as well as journal articles, books, media articles, and film-related social media posts, as secondary data. The results of the analysis revealed that through the roles played by the characters Fahri, Hulya, Sabhina (Aisha), the filmmaker has constructed a moderate Islamic discourse that is so dominant throughout the film. Through several film scenes, the filmmaker also explicitly showed his political alignments with the Palestinian state and builds an image of anti-human values towards the Israeli army. The representation of the religious life of Islamic figures, as well as scenes about Palestinian women (supporters) and Israeli soldiers in this film were included in Jean Baudrillard's hyperreality
Dampak Pembangunan Obyek Wisata Waterboom dalam Kehidupan Sosial-Ekonomi Masyarakat Desa Mekar Jaya Kabupaten Belitung Timur Yuliana Krismonni; Putra Pratama Saputra
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 1, No 1 (2020): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v1i1.30655

Abstract

Pembangunan merupakan suatu proses yang mengarah pada perubahan dalam kehidupan masyarakatnya, baik dari kehidupan sosial, ekonomi, politik dan lain sebagainya menuju arah yang lebih baik lagi. Pada dasarnya dalam suatu pembangunan ditujukan bagi masyarakatnya. Disisi lain hal ini juga bisa berimplikasi atau berdampak bagi kehidupan masyarakatnya. Pembangunan yang tidak berorientasi pada masyarakatnya tentunya akan memberikan dampak yang negatif pula kepada masyarakatnya, dan sebaliknya pembangunan yang berorientasikan kepada masyarakatnya tentu akan memberikan dampak yang positif pula tidak hanya bagi masyarakatnya, juga bagi pihak yang terlibat dalam proses pembangunan tersebut.Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana dampak yang ditimbulkan dari adanya pembangunan objek wisata ini bagi kehidupan sosial-ekonomi masyarakatnya, dan melihat apakah dengan adanya objek wisata ini dapat mensejahterahkan hidup masyarakatnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan data primer yang diperoleh dari wawancara dengan informan, dan data sekunder berupa beberapa jurnal, literatur review, dan bebetapa penelitian terdahulu, penelitian ini dilakukan di Desa Mekar Jaya Kecamatan Manggar Kabupaten Belitung Timur. Hasil dari penelitian ini yakni adanya pembangunan unit usaha waterboom ini pada kenyataannya belum terlalu memberikan dampak yang cukup signifikan bagi kehidupan sosial ekonomi masyarakatnya. Hal tersebut dapat terlihat karena dari segi pembangunan yang dilakukan belum terlaksana sepenuhnya, karena terkendala dalam beberapa hal. Sehingga hal ini menghambat dalam proses pembangunan yang ada.Kata Kunci: Dampak Sosial-Ekonomi, Objek Wisata, Pembangunan Masyarakat
Partisipasi Pasangan Usia Subur pada Program Metode Kontrasepsi Jangka Panjang di Kecamatan Muntok Kabupaten Bangka Barat Nurulita Mirani; Jamillah Cholillah; Putra Pratama Saputra
Jurnal Sosial Teknologi Vol. 1 No. 3 (2021): Jurnal Sosial dan Teknologi
Publisher : CV. Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsostech.v1i3.40

Abstract

PeneIitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendaIam mengenai partisipasi pasangan usia subur pada masyarakat Kecamatan Muntok Kabupaten Bangka Barat daIam menggunakan program KeIuarga Berencana dengan metode kontrasepsi jangka panjang. Pentingnya kajian mengenai partisipasi masyarakat dapat menjadi penentu keberhasiIan program keIuarga berencana yang secara tidak Iangsung dapat menekan jumIah pertumbuhan penduduk di tiap daerah. Metode peneIitian yang dipakai yaitu peneIitian kuaIitatif deskriptif. HasiI peneIitian menunjukan bahwa terdapat beberapa faktor yang memengaruhi PUS daIam keikutsertaan pada program MKJP di Kecamatan Muntok, Kabupaten Bangka Barat diantaranya: faktor pengetahuan, faktor umur, faktor ekonomi, dan faktor ketersediaan Iayanan KB. SeIain itu juga terdapat beberapa bentuk partisipasi pada pasangan usia subur pada program MKJP.  Partisipasi PUS pada program MKJP diIakukan sebagai penekanan fertiIitas di Provinsi KepuIauan Bangka BeIitung khususnya Kecamatan Muntok Kabupaten Bangka Barat.
Analisis Efektivitas Program One Pesantren One Product (OPOP) dalam Mendukung Pemberdayaan Ekonomi Pesantren di Kabupaten Belitung: Analysis of the Effectiveness of the One Pesantren One Product (OPOP) Program in Supporting the Economic Empowerment of Islamic Boarding Schools in Belitung Regency Putra Pratama Saputra; Ryand Daddy Setyawan; Muhammad Kurnia
Society Vol 11 No 2 (2023): Society
Publisher : Laboratorium Rekayasa Sosial, Jurusan Sosiologi, FISIP Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/society.v11i2.660

Abstract

The One Pesantren One Product (OPOP) program aims to foster self-reliance within the community, including Islamic boarding schools, students, and the public. Its goal is to enable economic and social independence, enhancing skills, production technology, distribution, and marketing through innovative and strategic approaches. The program is designed to support Islamic boarding schools in achieving self-sufficiency and as a catalyst for tourism development in the region. Belitung Regency hosts several longstanding Islamic boarding schools, predating the establishment of the Bangka Belitung Islands Province. Through the OPOP Program, these institutions are envisioned to play a significant role in the region’s tourism development, contributing to economic growth. This research seeks to describe and analyze the effectiveness of the OPOP Program in supporting the economic empowerment of Islamic boarding schools in Belitung Regency. Conducted over a year, the research employs a descriptive qualitative method, utilizing purposive sampling techniques to select data sources, including Islamic boarding school administrators, teachers, and students. Data collection methods encompass interviews, observations, and documentary studies. The findings reveal that the Islamic boarding school cooperatives function as business units directly subordinate to the schools, akin to other commercial entities. Enhancement efforts are identified in marketing strategies, training initiatives, and internships. Media assistance and engagement with religious community organizations are essential for effective marketing. At the same time, collaboration with governmental and private sector entities is crucial for training and internship programs, ensuring alignment between participants’ business domains and their internship placements.