Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : SAINSTEK

Analisis Kinerja Pelayanan Gardu Tol Pekanbaru-Dumai Syofa; Djuniati, Sri; Saut MM, Horas
SAINSTEK Vol. 12 No. 1 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v12i1.197

Abstract

Standar pelayanan minimal jalan tol terdiri dari delapan substansi pelayanan yaitu kondisi jalan tol, kecepatan tempuh rata-rata, aksesibilitas, mobilitas, keselamatan, unit pertolongan/penyelamatan dan bantuan pelayanan, lingkungan, dan tempat istirahat.  Aksesibilitas merupakan ukuran pelayanan yang harus dicapai yang berkaitan dengan kemudahan interaksi antara pengguna tol dengan fasilitas pada jalan tol yaitu gardu tol. Aksesibilitas merupakan standar yang mengatur waktu pelayanan/transaksi gardu dan panjang antrian kendaraan pada gardu. Tol Pekanbaru-Dumai merupakan GTO dengan sistem tertutup. Teori antrian digunakan untuk menganalisis intensitas lalu lintas dan intensitas antrian pada gardu tol. Berdasarkan analisis jumlah kedatangan kendaraan pada umur rencana jalan 15 tahun yaitu 2.811 smp/jam, dengan analisis waktu kendaraan dalam antrian  adalah 44 detik dan jumlah kendaraan dalam antrian  adalah 11 smp, dengan waktu pelayanan maksimal 4 detik. Hal tersebut masih sesuai dengan standar jalan tol pada gardu masuk. Namun, waktu pelayanan ? 5 detik, akan terjadi antrian (? > 1). Untuk meminimalisir antrian bisa diupayakan dengan meminimalisir waktu pelayanan, modifikasi tipe gardu, atau dengan membuat satu lajur baru.
Analisis Karakteristik Arus Lalu Lintas Dengan Model Greenshield, Greenberg dan Underwood di Ruas Jalan Kota Pekanbaru (Studi Kasus Jalan Hr. Soebrantas KM. 9,5 Kota Pekanbaru) Athallah, Afif; Rhoma Putra, Benny Hamdi; Djuniati, Sri
SAINSTEK Vol. 12 No. 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v12i2.263

Abstract

Traffic congestion on HR Soebrantas Street in Pekanbaru has become a serious issue. This provincial road, serving as a 4/2D collector road, connects Pekanbaru City and Kampar Regency. The u-turn at KM 9.5, in front of BANK BCA Panam, is the focus of the study. Utilizing MKJI 1997 and Regression Analysis (Greenshield, Greenberg, Underwood models), the highest coefficient of determination occurred on June 24, 2023, with an R2 of 0.973. In the Underwood model, the relationships (U-D): U = 43.403 x e-D/162.275, (V-D): V = D x 43.403 x e-D/162.275, (V-U): V = Us x 162.275 x Ln (43.403/Us). Maximum volume is 2,591,078 pcu/hour, maximum density is 162,275 pcu/km, maximum speed is 15,967 km/h, and free flow speed is 43,403 km/h. According to MKJI, the capacity (C) is 3,312,910 pcu/hour, with a Level Of Service of F (DS = 1,685), indicating characteristics of congested and stalled traffic.
Analisis Keandalan Sistem Proteksi Kebakaran Pada Gedung Integrated Laboratory, Universitas Riau Ghina Mardhatillah; Iriana, Rian Trikomara; Djuniati, Sri; Sandhyavitri, Ari
SAINSTEK Vol. 13 No. 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v13i1.261

Abstract

Suatu Gedung harus dipertimbangkan keandalan sistem proteksi kebakaran sesuai dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 26 Tahun 2008. Gedung Integrated Laboratory (IL) Universitas Riau merupakan bangunan pendidikan dengan fasilitas penelitian yang lengkap yang bertujuan untuk tempat praktik sains dan penelitian tangkat tinggi. Oleh karna itu pentingnya menerapkan sistem proteksi kebakaran yang andal untuk melindungi penghuni dan peralatan sensitifnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengetahui tingkat keandalan Gedung Integrated Laboratory (IL), sehingga saat Gedung beroperasi tingkat resiko terjadinya kebakaran dapat diminimalisir. Penelitian ini menggunakan metode Checklist. Metode checklist dilakukan dengan cara membandingkan sistem yang terpasang pada Gedung Integrated Laboratory dengan ketentuan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 26 tahun 2008 dan Puslitbang Pemukiman Departemen Pekerjaan Umum (PD-T-11-2005-C). Hasil yang didapatkan dari metode checklist tersebut berupa nilai pembobotan dimana nilai yang diperoleh tersebut memiliki tingkatan masing-masing keandalan gedung. Tingkat keandalan Gedung memiliki rentang nilai yaitu jika ?60% maka dinyatakan kurang, jika >60% dan ?80% maka dinyatakan cukup, dan jika >80% hingga ?100% dinyatakan andal. Nilai keandalan Gedung Integrated Laboratory dengan metode Checklist didapatkan nilai yaitu kelengkapan tapak dengan 4 indikator sudah terpenuhi 100% dengan bobot yang didapat 25%, jalan lingkungan dengan 2 indikator sudah terpenuhi 100% dengan bobot yang didapat 22,4%, sistem proteksi pasif dengan 3 indikator sudah terpenuhi 90% dengan bobot yang didapat 23,50% dan sistem proteksi aktif dengan 10 indikator sudah terpenuhi 93,75% dengan bobot yang didapat 18,93%. Sehingga dari hasil keseluruhan bobot yang didapatkan sebesar 89,83% dan dari nilai tersebut sudah termasuk dalam rentang "Andal".
Analisis Penerepan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi Pada Pekerjaan Gedung Kuliah Terpadu Universitas Riau Mudrika, Aflah Intishoor; Trikomara, Rian; Djuniati, Sri
SAINSTEK Vol. 11 No. 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Universitas Riau merupakan salah satu universitas negeri yang berada di Kota Pekanbaru, untuk meningkatkan kualitas pendidikan agar dapat mengembangkan kualitas sumber daya manusia Univeristas Riau melakukan kerja sama dengan Asian Development Bank (ADB) untuk membangun sarana dan prasarana di Universitas Riau salah satu gedung yang dibangun merupakan gedung kuliah terpadu. Pekerjaan ini dilakukan di dalam kampus Universitas Riau, Kampus Bina Widya KM.12,5 Simpang Baru. Pekerjaan pembangunan gedung kuliah terpadu Universitas Riau mempekerjakan lebih dari 100 dan juga memakai alat berat pekerjaan ini berada di dalam lingkungan kampus dimana banyak civitas dan mahasiswa beraktivitas sehingga penting untuk menerapkan SMKK. Agar terwujudnya lingkungan kerja yang aman dan nyaman sehingga terwujudnya zero accident. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kuantitatif. Metode wawancara dan survei lapangan yang dilakukan kepada health safety environment, didapatkan hasil audit SMKK memenuhi dengan Peraturan Menteri PUPR Nomor 10 Tahun 2021. Biaya penerapan SMKK yang didapatkan dari RKK sebesar Rp.804.293.892,002 atau 1,27 % dari total keseluruhan nilai proyek.