Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Penerapan Metode Framework Application of System Thinking (FAST) untuk Desain Sistem Informasi Kontrak Kerja Perusahaan Outsourcing Wahid, Bilal Abdul; Suharjanti, Suharjanti; Lubis, Baginda Oloan; Schaduw, Frans Edward; Sobari, Irwan Agus
Jurnal Teknologi Informatika dan Komputer Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Teknologi Informatika dan Komputer
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jtik.v9i2.1734

Abstract

Sebagai sebuah perusahaan yang mengkhususkan diri dalam layanan outsourcing di sektor telekomunikasi, yang bertujuan untuk menyediakan tenaga kerja kontrak untuk memenuhi kebutuhan personel perusahaan besar, proses yang melibatkan langkah-langkah dari perekrutan karyawan hingga akhir masa kerja, termasuk pemutusan hubungan kerja, masih dijalankan secara manual. Cara penyimpanan informasi mengenai karyawan yang masih dilakukan secara manual menyebabkan risiko data hilang dan kesulitan dalam pencarian informasi terkait karyawan. Permasalahan ini timbul akibat pengelolaan data yang belum terintegrasi dengan baik, termasuk data pegawai yang masuk (inbound), kontrak, dan yang keluar (outbound). Dampaknya adalah data karyawan dapat hilang dan pihak Sumber Daya Manusia (HRD) sering kali menghadapi kendala. Selain itu, laporan mengenai karyawan inbound, karyawan kontrak, dan karyawan yang keluar dari perusahaan sering mengalami keterlambatan serta tidak mencerminkan keakuratan yang diinginkan, hal ini disebabkan oleh metode manual yang digunakan dalam proses tersebut. Sebagai respons terhadap tantangan ini, solusi yang diusulkan adalah mengembangkan suatu sistem informasi yang fokus pada pengelolaan kontak kerja. Metode yang diterapkan dalam perancangan sistem ini adalah Framework Application of System Thinking (FAST), yang pada akhirnya mampu mengatasi keluhan-keluhan yang selama ini diutarakan oleh bagian HRD. Dengan sistem informasi yang terkomputerisasi telah meminimalisir kehilangan data karyawan. Kemudian pelaporan karyawan masuk, karyawan kontrak dan karyawan keluar tidak terjadi keterlambatan lagi karena dikerjakan dengan komputerisasi. Selanjutnya pelamar yang melamar dapat memantau status lamarannya dengan sistem informasi kontrak kerja yang sudah disediakan.
Comparative Analysis of Multi-Classifier Models with Resampling Techniques for Imbalanced Student Graduation Prediction Irmawati Carolina; Resti Lia Andharsaputri; Suharjanti Suharjanti; Titin Prihatin; Hafis Nurdin
Paradigma - Jurnal Komputer dan Informatika Vol. 28 No. 1 (2026): March 2026 Period
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/p.v28i1.11976

Abstract

Student graduation prediction supports early academic intervention but commonly suffers from class imbalance, where on-time graduates dominate the dataset. This study evaluates five classifiers—Random Forest (RF), XGBoost, Logistic Regression (LR), k-Nearest Neighbors (k-NN), and Gaussian Naïve Bayes (GNB)—under five class-imbalance handling scenarios: Baseline (no resampling), Random Undersampling (RUS), SMOTE, ADASYN, and Borderline-SMOTE. Experiments were conducted on 796 student records (10 attributes) with an imbalanced distribution (634 on-time vs. 162 not on-time; ratio 1:3.9) using Stratified 5-Fold Cross-Validation. Performance was assessed using confusion-matrix metrics and AUC-ROC to reflect minority-class detection. Under baseline, RF achieved the highest accuracy (0.873) but limited minority recall (0.573), confirming majority-class bias. Resampling consistently improved minority recall across models; for example, LR recall increased to 0.802 with RUS, while GNB reached 0.833 with ADASYN, although accuracy decreased due to the sensitivity–specificity trade-off. Overall, RF and XGBoost showed the most stable discrimination across resampling scenarios based on AUC (RF: 0.870–0.883; XGBoost: 0.847–0.866). The main contribution is a systematic, reproducible comparative evaluation of classifier–resampling combinations for imbalanced graduation prediction, providing practical guidance for selecting robust models to identify students at risk of delayed graduation.  
SISTEM INFORMASI PENJUALAN TIKET MASUK WISATA JEMBATAN CINTA BERBASIS WEB Jefi Jefi; Muhammad Fahmi; Hendri Hendri; Desiana Nur Kholifah; Suharjanti Suharjanti
INTI Nusa Mandiri Vol. 18 No. 1 (2023): INTI Periode Agustus 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33480/inti.v18i1.4307

Abstract

Abstract— The use of technology in the tourism industry is becoming increasingly crucial considering changes in consumer behavior that tend to rely on digital platforms to make transactions. To analyze the effectiveness and reliability of facilitating the process of purchasing tickets online. In addition, it also includes an evaluation of the level of user satisfaction with this web-based system and its impact on increasing visits to the Cinta Bridge tourist attraction. Through surveys of tourists using a web-based ticket sales system, interviews with tour managers, and analysis of ticket transaction data documented in the system. Research participants include tourists, managers, and other related parties. The data were obtained and analyzed using statistical methods and qualitative analysis to gain a thorough understanding of the impact of the Web-Based Bridge Tourism Entrance Ticket Sales Information System. Demonstrating that managing ticket stock and arranging visit schedules more efficiently is also a positive result for the development of the technology-based tourism industry by proving the benefits of the Web-Based Bridge of Love Entrance Ticket Sales Information System. The results of this study can be the basis for the development and implementation of similar systems in other tourism destinations. In addition, the research is considered to provide valuable insights for related parties in optimizing the use of technology to improve user experience and operational efficiency in the tourism sector