Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal Infomedia

Penggunaan Metode TOPSIS sebagai Pendukung Keputusan Bantuan Modal Usaha bagi Masyarakat Pedesaan di Kabupaten Pidie Muhammad Arhami
Jurnal Infomedia:Teknik Informatika, Multimedia & Jaringan Vol 5, No 2 (2020): Jurnal Infomedia
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jim.v5i2.1966

Abstract

Dinas Sosial Kabupaten Pidie memiliki beberapa program, salah satunya program pemberdayaan sosial yaitu memberikan bantuan modal usaha berupa barang bagi masyarakat miskin yang memiliki usaha kecil. Dinas Sosial Kabupaten Pidie memerlukan suatu sistem pendukung keputusan (SPPK) yang dapat memperhitungkan segala kriteria yang dimiliki oleh pemohon untuk mempermudah proses pengambilan keputusan. Metode yang digunakan untuk Sistem Pendukung Keputusan dalam pemberian modal usaha adalah dengan menggunakan metode TOPSIS. Salah satu alasan metode ini dipilih karena mampu memilih alternatif terbaik dari sejumlah alternatif. Alternatif yang dimaksud adalah nama pemohon terbaik berdasarkan kriteria-kriteria yang dari ditentukan. Kriteria yang dimaksud adalah status, tanggungan, jenis usaha, kepemilikan usaha. Hasil proses pengimplementasian metode TOPSIS dapat mengurutkan nama pemohon berdasarkan nilai preferensi yang terbesar ke nilai preferensi terkecil, sehingga dari 30 data yang diuji, 17 orang berhak menerima bantuan dikarenakan nilai preferensi yang dimiliki diatas 0,5.
Sistem Pendukung Keputusan Penerimaan Bantuan Renovasi Rumah Dhuafa Menggunakan Metode Multi Attribute Utility Theory Derry Fajirwan; Muhammad Arhami; Ismi Amalia
Jurnal Infomedia:Teknik Informatika, Multimedia & Jaringan Vol 3, No 2 (2018): Jurnal Infomedia
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.082 KB) | DOI: 10.30811/jim.v3i2.713

Abstract

 Abstrak— Baitul Mal merupakan lembaga yang mengelola  zakat, wakaf, dan harta agama sebagai potensi ekonomi umat Islam. Salah satu program Baitul Mal Aceh Barat Daya adalah pemberian bantuan renovasi rumah dhuafa. Dalam menentukan pemberian bantuan tersebut pihak Baitul Mal Abdya menyeleksi dari data yang masuk. Pada tahap penyeleksian ada beberapa kriteria dalam memutuskan seseorang berhak menerima atau tidak. Akan tetapi pada pelaksanaan masih menggunakan cara yang lama yaitu dengan faktor kedekatan petugas. Pada tahun 2017 setelah pergantian ketua Baitul Mal Abdya cara lama tersebut diganti dengan cara turun kelapangan untuk mengecek status kelayakan penerimaan bantuan. Untuk mendukung keputusan tersebut penulis akan membuat suatu sistem pendukung keputusan untuk menentukan kepada siapa saja yang berhak menerima bantuan rumah dhuafa berdasarkan data yang masuk. Metode yang digunakan adalah Multi Attribute Utility Theory (MAUT).  Pengolahan nilai metode MAUT yaitu akan menghasilkan hasil akhir dengan perangkingan. Jadi dari perangkingan tersebut akan dipilih berdasarkan jumlah nilai tertinggi dengan batas nilai ≥ 0.58. Nilai batas 0.58 didapatkan berdasarkan hasil diskusi dengan ketua Baitul Mal Aceh Barat Daya. Dari hasil perbandingan perangkingan antara data hasil seleksi manual sebanyak 75 dengan data hasil seleksi sistem, didapatkan 60 data hasil seleksi sistem sesuai dengan hasil seleksi manual, sementara 15 data tidak sesuai dengan hasil seleksi manual. Tingkat akurasi yang didapatkan dari hasil implementasi Metode Multi Attribute Utility Theory (MAUT) mencapai 80%.Kata kunci — Sistem Pendukung Keputusan, Baitul Mal, Zakat, MAUT. Abstract— Baitul Mal is an institution that manages charity, endowments and religious property as an economic potential of Muslims. One of the Baitul Mal Aceh Barat Daya programs is the provision of renovation assistance for dhuafa homes. In determining the provision of assistance, Baitul Mal Abdya selected from incoming data. At the selection stage there are several criteria in deciding whether or not someone has the right to accept. However, the implementation still uses the old method, namely the proximity factor of the officer. In 2017 after the change of chairman of Baitul Mal Abdya the old method was replaced by the way to go down to check the status of eligibility for receiving assistance. To support this decision the author will make a decision support system to determine who has the right to receive assistance from poor households based on the data entered. The method used is Multi Attribute Utility Theory (MAUT). Processing the value of the MAUT method is that it will produce the final result by ranking. So the ranking will be chosen based on the highest number of values with a limit of ≥ 0.58. The limit value of 0.58 was obtained based on the results of discussions with the head of the Baitul Mal Aceh Barat Daya. From the results of the comparison of the ranking between the manual selection data as much as 75 with the data of the system selection results, obtained 60 data from the system selection results in accordance with the results of manual selection, while 15 data were not in accordance with the results of manual selection. The level of accuracy obtained from the implementation of the Multi Attribute Utility Theory (MAUT) method reaches 80%.Keywords — Decision Support System, Baitul Mal, Zakat, MAUT
Implementasi Algoritma C4.5 untuk Klasifikasi Penerima Rumah Bantuan Di Kampung Kotalintang Mahdi Mahdi; Muhammad Arhami; Khairunnisa Atami; Renol Herwinsyah
Jurnal Infomedia: Teknik Informatika, Multimedia, dan Jaringan Vol 8, No 1 (2023): Jurnal Infomedia
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jim.v8i1.4180

Abstract

Abstrak— Kotalintang merupakan salah satu desa/kelurahan yang ada di Kecamatan Kualasimpang, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh. Sebanyak 383 jumlah rumah tangga yang tergolong Keluarga Pra Sejatera di Desa Kotalintang beberapa diantaranya memiliki rumah yang tidak layak huni. Untuk membantu mengatasi permasalahan rumah tidak layak huni pemerintah memberikan program rumah bantuan yaitu program yang diberikan oleh pemerintah pusat melalui Pemerintah Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk memberikan rumah layak huni kepada Masayarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Program rumah bantuan tersebut diberikan dengan kuota terbatas, sedangkan jumlah masyarakat yang membutuhkan lebih besar sehingga harus dilakukan proses seleksi. Proses seleksi penerima rumah bantuan di Kampung Kotalintang masih dilakukan secara musyawarah sehingga hasil yang diperoleh tidak optimal dan terdapat penerima yang tidak tepat sasaran, berakibat pada saat pemeriksaan oleh Inspektorat ditemukan ketidaksesuaian hasil seleksi penerima rumah bantuan tersebut. Untuk mengatasi permasalahan tersebut dibangun sebuah sistem untuk mengklasifikasikan penerima rumah bantuan di Kampung Kotalintang dengan menggunakan metode decision tree untuk menghasilkan keputusan yang lebih optimal dan dapat membantu pihak desa/kelurahan dalam mengklasifikan masyarakat penerima rumah bantuan. Sistem yang dibangun berbasis web menggunakan parameter penentu yaitu status pernikahan, penghasilan, status kepemilikan tanah, status kepemilikan rumah, jenis atap, kondisi atap, jenis lantai, kondisi lantai, jenis dinding dan kondisi dinding. Data yang digunakan adalah data penerima rumah bantuan tahun 2019 s/d 2022 sebanyak 185 data. 125 data yang dijadikan sebagai data latih dan dilakukan 5 kali pengujian untuk setiap 37 data. Penelitian ini berhasil dibangun sistem klasifikasi penerima rumah bantuan menggunakan metode decision tree dengan menghasilkan rata-rata nilai akurasi sebesar 88,11% dan menunjukkan bahwa fitur-fitur yang ada telah berfungsi sesuai yang diharapkan. Abstract— Kotalintang is one of the villages in the District of Kua-lasimpang, Aceh Tamiang Regency, Aceh Province. A total of 383 households belonging to Pre-Prosperous Families in Kotalintang Village, some of them have houses that are not suitable for habitation. To help overcome the problem of uninhabitable houses, the government provides a housing assistance program, namely a program provided by the central government through the Government of the Ministry of Public Works and Public Housing (PUPR) to provide livable houses to Low-Income Communities (MBR). The housing assistance program is provided with a limited quota, while the number of people in need is greater so a selection process must be carried out. The selection process for the recipients of the aid housing in Kampung Kotalintang is still carried out by deliberation so that the results obtained are not optimal and there are recipients who are not on target, resulting in an inspection by the Inspectorate finding discrepancies in the results of the selection of the recipients of the aid housing. To overcome this problem, a system was built to classify the beneficiaries of the aid housing in Kampung Kotalintang by using the decision tree method to produce more optimal decisions and to assist the village/kelurahan in classifying the recipients of the aid housing. The web-based system uses determining parameters, namely marital status, income, land ownership status, house ownership status, roof type, roof condition, floor type, floor condition, wall type and wall condition. The data used is data on recipients of housing assistance from 2019 to 2021 as many as 185 data. 125 data were used as training data and tested 5 times for every 35 data. This study succeeded in building a classification system for house beneficiaries using the decision tree method by producing an average accuracy value of 88,11% and showing that the existing features function as expected.