Claim Missing Document
Check
Articles

Adaptasi Perilaku Komunitas Adat Terpencil pada Perubahan Lingkungan Permukiman Menetap Wini Indrianti; Rina Susanti
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan di desa Pelakar Jaya, Kecamatan Pamenang, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi. Penelitian ini bertujuan (1) Untuk mengetahui bentuk adaptasi perilaku lingkungan dan ekonomi Suku Anak Dalam di lingkungan pemukiman yang menetap di Desa Pelakar Jaya (2) Untuk mengetahui faktor pendukung dan menghambat proses adaptasi perilaku Suku Anak Dalam. Penelitian ini menggunakan metode Kualitatif dan teknik penelitian data berupa wawancara mendalam, observasi, dokumentasi. Hasil penelitian bahwa Suku Anak Dalam yang menetap diperumahan melakukan adaptasi lingkungan dan ekonomi agar dapat bertahan. Adaptasi lingkungan berupa penyesuaian cara berpakaian dan Mandi Cuci Kakus (MCK). adaptasi ekonomi yaitu segi pekerjaan untuk pemenuhan kebutuhan rumah tangga Suku Anak Dalam bekerja pada sektor informal sebagai Buruh tani pada perkebunan kelapa sawit milik masyarakat setempat dan menjadi pemulung. segi pemenuhan konsumsi Suku Anak Dalam dengan cara membeli bahan sembako. Proses adaptasi Suku Anak Dalam yaitu berinteraksi dengan masyarakat, mengikuti kegiatan, mengikuti perkumpulan, dan mengikuti norma. Terdapat faktor pendukung berupa keterbukaan masyarakat dan mendapatkan fasilitas serta faktor penghambat yaitu keterampilan kerja dan keterbatasan penghasilan.
Modal Sosial Kelompok Usaha Bersama Ibu-Ibu Kreatif Gerai Kembang Setaman Di Kelurahan Tirta Siak Kecamatan Payung Sesaki Kota Pekanbaru, Social Capital Of The Join Business Group Ibu-Ibu Kreatif Gerai Kembang Setaman In Kelurahan Tirta Siak Kecamatan Pay Nadia Safitri; Rina Susanti
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 9 No 11 (2023): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.8088446

Abstract

The existence of social capital encourages the creation of group solidarity in order to achieve success and progress of the group. This study aims to determine the level of elements of social capital in the Joint Business Group of Ibu-ibu Kreatif Gerai Kembang Setaman and to analyze the strengths and weaknesses of social capital in the form of bonding social capital, bridging social capital and linking social capital in the Joint Business Group of Ibu-ibu Kreatif Gerai Kembang Setaman to maintaining the existence of the group. This study uses descriptive quantitative research methods with collecting data by observation, guided interviews, and documentation. The results of the study show the social capital in the Join Business Group of Ibu-ibu Kreatif Gerai Kembang Setaman is dominated by an element of trust. Next on bonding social capital and bridging social capital, elements of social capital, including networks, trust, and norms fall into the strong category. While the linking social capital in the Join Business Group of Ibu-ibu Kreatif that held by the members and business partner, the social capital element of trust and value is included in the strong category, but the social capital element of the network is included in the weak category.
PERILAKU MASYARAKAT DAERAH ALIRAN SUNGAI TERHADAP RUANG SUNGAI SIAK Nurma Yusnita; Rina Susanti
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 10, No 5 (2023): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v10i5.2023.2221-2229

Abstract

Penelitian ini Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Kampung Baru Kecamatan Senapelan Kota Pekanbaru. Penelitian ini bermaksud (1) untuk mengetahui bentuk perilaku masyarakat daerah aliran sungai (DAS) terhadap ruang Sungai Siak (2) untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku masyarakat DAS terhadap ruang Sungai Siak. Untuk menjawab tujuan penelitian, digunakan metode kuantitatif deskriptif dengan melakukan perhitungan analisis statistik mean, maximum, dan minimum. Populasi dari penelitian ini ialah masyarakat yang bermukim di sekitar Sungai Siak, yang tersebar di 2 RW dan 4 RT. Berdasarkan perhitungan Slovin didapatkan jumlah sampel sebanyak 79 orang dengan teknik penarikan sampel menggunakan proporsional sampling atau keterwakilan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa bentuk perilaku masyarakat terhadap ruang sungai dilihat dari tiga indikator yakni pemanfaatan, pemulihan serta pengawasan, perilaku yang dominan adalah perilaku pengawasan. Dilihat secara keseluruhan, tingkat perilaku responden menunjukkan hasil yang tergolong rendah. Sedangkan jika dilihat dari jenis perilakunya secara keseluruhan menunjukkan perilaku positif. Kemudian untuk faktor- faktor yang memengaruhi perilaku masyarakat terhadap ruang Sungai Siak meliputi faktor sosial, faktor pengetahuan dan faktor kultural. Hasil dari tiga faktor tersebut menjelaskan bahwasanya faktor kultural atau budaya yang dominan mempengaruhi perilaku masyarakat terhadap Ruang Sungai Siak.
KEHIDUPAN NELAYAN TRADISIONAL DI PERKOTAAN Dewi Nur Aini Zulfa; Rina Susanti
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 10, No 5 (2023): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v10i5.2023.2712-2721

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui latar belakang tindakan nelayan memilih menjadi nelayan tetap, serta orientasi nilai budaya kehidupan mereka sebagai nelayan tradisional. Untuk menjawab rumusan masalah, digunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini diambil menggunakan teknik purposive sampling yang melibatkan 7 orang nelayan tetap. Hasil penelitian diketahui bahwa terdapat 4 alasan yang melatarbelakangi pemilihan menjadi nelayan, diantaranya yaitu faktor turun temurun, faktor ekonomi, bermukim di pinggiran Sungai Siak, dan faktor ikut-ikutan. Nelayan secara rasional memilih menjadi nelayan tetap dengan beberapa pertimbangan, yakni karena pekerjaan yang bebas, siklus penghasilan/tangkapan tinggi, faktor skill/keterampilan, faktor usia, serta penghasilan harian yang mencukupi kebutuhan hidup. Kehidupan nelayan tradisional dilihat dari aktivitas kerjanya, terdapat nelayan yang bekerja dengan sistem sehari pulang dan sistem mandah (menginap). Nelayan bekerja menggunakan alat tangkap sederhana dengan lokasi tangkapan berada di titik-titik tertentu di Sungai Siak. Kehidupan nelayan ditinjau berdasarkan orientasi nilai budaya, nelayan melihat bahwa kehidupannya adalah baik. Mereka bekerja untuk mencari nafkah, dengan hasil kerja yang sebagian ditabung untuk kepentingan hari esok. Nelayan selalu berusaha untuk selaras dengan kondisi alam dan mereka percaya bahwa hasil yang mereka dapatkan tergantung dari usaha masing-masing.
Dampak Pemberdayaan Masyarakat melalui Program Corporate Social Responsibility (CSR) (Studi pada Kelompok Budidaya Cacing Muda Jaya Organik di Kelurahan Industri Tenayan Kota Pekabaru) Hussein Ruslan Rafsanjani; Rina Susanti
DEDIKASI PKM Vol. 4 No. 3 (2023): DEDIKASI PKM UNPAM
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/dedikasipkm.v4i3.32949

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui dampak pelaksanaan pemberdayaan masyarakat melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) pada Kelompok Budidaya Cacing Muda Jaya Organik. Penelitian dilakukan dengan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan    jumlah informan sebanyak 6 orang. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pada tahap penyadaran yaitu dengan memberikan pemahaman untuk mencapai perubahan berupa penguatan kelompok, sosialisasi dan penyaluran sarana dan prasarana. Pada tahap peningkatan kapasitas, mereka diberikan pelatihan manajemen bisnis, pelatihan budidaya dan study banding demi meningkatan pengetahuan kelompok. Sedangkan pada tahap berdaya, kelompok binaan diberikan kesempatan untuk menggunakan otirtas atau kewenangan dan pengetahuan yang mereka miliki berupa pendistribusian produk yang dihasilkan kepada mitra. Faktor pendukung dalam pelaksanaan pemberdayaan masyarakat disini adalah anggota kelompok yang memiliki kompetensi, adanya pelatihan yang dilaksanakan dan bantuan infrastruktur dari perusahaan. Sementara faktor penghambatnya adalah belum tersedianya teknologi pendukung pengolah media budidaya dan hasil panen, hama serta jumlah permintaan pasar yang melebihi jumlah produksi. Dampak dari pemberdayaan masyarakat melalui  program CSR pada kelompok budidaya ini adalah peningkatan kemandirian dan keterampilan, peningkatan pendapatan anggota kelompok, munculnya peluang usaha baru, peningkatan jumlah produksi cacing dan meningkatnya rasa solidaritas antar sesama anggota kelompok.
PEMANFAATAN LIMBAH RUMAH TANGGA SEBAGAI INOVASI PEMBUATAN PRODUK LIMIJEL DAN PUPUK ORGANIK Rina Susanti; Rani Sudena Tarigan; Retno Nazar Rasmida; Andre Syahreza Hamdani; Anisa Nadila; Ella Safira; Icha Nurefni; Putra Ramadani; Suci Ranisya Putri; Lufifah Lufifah; Nisa Paida
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023): Volume 4 Nomor 4 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i4.19815

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan memberikan edukasi dan peningkatan penguasaan skill masyarakat Desa Bukit Betung, Kecamatan Kampar Kiri Hulu, Kabupaten Kampar. Basic kegiatan dengan memanfaatkan limbah rumah tangga yang menjadi masalah. Sasaran pengabdian adalah kelompok perempuan yang tersebar di empat wilayah dusun. Jumlah partisipan sebanyak 27 orang. Metode pelaksanaan pengabdian melalui teknik Participatory Rulal Apraical (PRA) dilengkapi dengan demontrasi (peraga) guna meningkatkan kreativitas dan keterampilan kelompok sasaran. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan, pertama; peningkatan pengetahuan kelompok perempuan tentang bahaya penggunaan minyak jelantah secara berulang. Kedua; peningkatan skill dalam pengolahan limbah rumah tangga. Ketiga; tersedianya produk lilin dari minyak jelantah dan pupuk organik dari cangkang telur. Harapannya, inovasi produk dari limbah rumah tangga ini dapat menjadi peluang usaha bagi peningkatan ketahanan keluarga kelompok sasaran.
PENGARUSUTAMAAN GENDER DENGAN MENGEMBANGKAN POTENSI DESA MELALUI INOVASI COCOPEAT DAN KECAP DARI LIMBAH KELAPA Rina Susanti; Annisa Syakira; Suci Adisti; Sesha Juliana; Afrian Ari Utomo
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023): Volume 4 Nomor 4 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i4.19927

Abstract

Desa Tanjung Belit Selatan terkategori sebagai desa sangat tertinggal berdasarkan status Indeks Desa Membangun (IDM) Tahun 2022. Terdapat fenomena ketimpang gender, di mana kaum perempuan kurang mendapatkan kesempatan yang sama untuk turut berperan dalam sektor publik dan menciptakan lapangan pekerjaan. Kaum perempuan Desa Tanjung Belit Selatan kesehariannya disibukkan dengan aktivitas domestik dan kurang memiliki keterampilan dalam penciptaan lapangan usaha. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian ini adalah metode PRA (Participatory Rurral Appraisal) melalui kerja sama dengan pemerintah desa, LSM, BPD dan Pokdarwis. Mitra sasaran pengabdian difokuskan pada kelompok ibu-ibu dan Kelompok Pemuda dengan pendekatan inovatif dan partisipatif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pengarusutamaan gender dapat terjadi di Desa Tanjung Belit Selatan. Dengan memanfaatkan potensi desa yang dimiliki yaitu kelapa secara maksimal ternyata dapat diproduksi oleh ibu rumah tangga sekalipun, sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan mengatasi ketimpangan gender.
PELAKSANAAN FUNGSI KELUARGA OLEH PEREMPUAN DISABILITAS SINGLE PARENT Namira Cita Suyanto; Rina Susanti
ETNOREFLIKA: Jurnal Sosial dan Budaya Vol. 12 No. 1 (2023): Volume 12, Issue 1, February 2023
Publisher : Laboratorium Jurusan Antropologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/etnoreflika.v12i1.1843

Abstract

Research on the Implementation of Family Functions by Single-Parent Disabled Women in Pekanbaru was conducted to explain the lives of single-parent disabled women in interacting in their environment and to find out the implementation of family functions by single-parent disabled women. The family functions are carried out in the family to create a harmonious ideal family. The method used in this research was qualitative research and there were three informants: single-parent women with physical disabilities. This study discusses 6 family functions carried out by single-parent disabled women: socialization, affection, education, religion, protection, and economic functions. The results obtained from the study are single-parent women with disabilities have daily lives by interacting with the surrounding environment and carrying out family functions. However, several family functions are not carried out optimally by single-parent disabled women. This is because of some obstacles they have in their daily lives.
MINAT REMAJA TERHADAP KESENIAN DIKIA RABANO Mulia Natasya; Rina Susanti
ETNOREFLIKA: Jurnal Sosial dan Budaya Vol. 12 No. 1 (2023): Volume 12, Issue 1, February 2023
Publisher : Laboratorium Jurusan Antropologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/etnoreflika.v12i1.1859

Abstract

Dikia rabano art is an art with Islamic nuances located in Nagari Panampuang, Ampek Angkek District, Agam Regency West Sumatera. Dikia rabano art is a local cultural property that must be maintained and preserved by the community, especially teenagers. This art is practiced by men aged between 18 and 50 and is usually performed at weddings and the release of pilgrims. Dikia rabano art is usually held at home so that it becomes less attractive to young people and creates different views among young people, especially teenagers. The art of dikia rabano is assimilated with traditional Minangkabau philosophy, namely "adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah". The purpose of this study was to determine the factors that influence adolescents' interest in dikia rabano art and to find out their views on dikia rabano art. This study used a descriptive quantitative method with a sample of 75 adolescent respondents in Nagari Panampuang. Data collection is done by making a list of structured questions, observations and documentation. The results show that the dominant factors that influenced adolescents' interest in dikia rabano art are personal and family factors and adolescents had a negative view on dikia rabano art because it was unattractive and boring.
RELASI KERJA PEREMPUAN PENDULANG EMAS DI DESA LOGAS KECAMATAN SINGINGI KABUPATEN KUANTAN SINGINGI Meileni Candra Putri; Rina Susanti
ETNOREFLIKA: Jurnal Sosial dan Budaya Vol. 12 No. 1 (2023): Volume 12, Issue 1, February 2023
Publisher : Laboratorium Jurusan Antropologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/etnoreflika.v12i1.1867

Abstract