Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : LenteraBio

PENGARUH PENAMBAHAN FRUKTOSA PADA PENGENCER DASAR TRIS-CITRIC-ACID SOYA (TCS) TERHADAP MOTILITAS SPERMATOZOA KAMBING BOER PASCA-PEMBEKUAN BEKTI PAMUNGKAS, DIO Bekti; Tjandrakirana, Tjandrakirana; Ducha, Nur
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 6, No 1 (2017): Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyimpanan semen dapat dilakukan dengan cara pembekuan. Dalam tahapan proses pembekuan, spermatozoa membutuhkan sumber energi untuk metabolisme. Fruktosa adalah contoh sumber energi yang biasa digunakan dalam pengencer. Tujuan  penelitian ini untuk menguji pengaruh fruktosa terhadap kualitas spermatozoa kambing Boer. Desain penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas 4 perlakuan dan 5 pengulangan. Pengamatan motilitas dilakukan dengan mengestimasi spermatozoa yang bergerak progresif lurus ke depan. Data diuji dengan ANAVA satu arah dengan taraf ketelitian 95% dan dilanjutkan uji Duncan. Pengamatan motilititas before freezing menunjukkan hasil pada konsentrasi fruktosa 2 g memberikan pengaruh paling baik dengan nilai 53.50±0.788. Setelah thawing konsentrasi fruktosa 2 g juga memberikan pengaruh paling baik dengan nilai 41.50±0.79. Kesimpulan  penelitian ini adalah  fruktosa dalam pengencer Tris-Citric-Acid Soya mampu mempertahankan kualitas spermatozoa kambing Boer pasca pembekuan
PENGARUH PENAMBAHAN SOYA DALAM PENGENCER DASAR TRIS-CITRIC ACID-FRUCTOSE (TCF) TERHADAP MOTILITAS SPERMATOZOA KAMBING BOER PASCA PEMBEKUAN Tjandrakirana, Tjandrakirana; Ducha, Nur; Noviansyah, Lucky
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 6, No 1 (2017): Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyimpanan suhu rendah (-196oC) dapat menyebabkan penurunan motilitas spermatozoa yang disebabkan kerusakan membran spermatozoa, sehingga dalam pengencer dibutuhkan perlindungan membran plasma yang disebut krioprotektan, salah satunya adalah soya. Penelitian ini bertujuan mendeksripsikan pengaruh penambahan soya dalam pengencer Tris-Citric Acid-Fructose (TCF) terhadap motilitas spermatozoa kambing Boer pada suhu rendah. Parameter penelitian ini adalah motilitas dengan melihat spermatozoa motil progresif, viabilitas dengan pewarnaan eosin-negrosin, integritas membran dengan metode HOST, dan osmolaritas pengencer dengan alat osmometer. Desain penelitian dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas 4 perlakuan (konsentrasi soya 0 g, 2 g, 4 g, dan 6 g) dan 5 pengulangan. Analisis data dengan uji ANOVA satu arah pada taraf ketelitian 95%, lalu dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan motilitas spermatozoa dapat dipertahankan dengan penambahan soya 4 g dalam pengencer Tris-Citric Acid-Fructose (TCF) saat before freezing sebesar 56,00 ± 1,09% dan pasca-thawing sebesar 41,00 ± 0,54%. Simpulan dari penelitian ini adalah pengencer Tris-Citric Acid-Fructose (TCF) dengan penambahan soya 4 g dapat mempertahankan motilitas spermatozoa kambing Boer pada suhu rendah.
PENGARUH PENAMBAHAN ALFA TOKOFEROL DALAM PENGENCER CEP-D TERHADAP MOTILITAS SPERMATOZOA SAPI LIMOUSIN YANG DISIMPAN PADA SUHU BEKU Ayu Astrini, Eka Ayu; Ducha, Nur; Kuswanti, Nur
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 6, No 2 (2017): Vol 6 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses penyimpanan spermatozoa pada suhu beku, dapat menimbulkan terjadinya senyawa radikal bebas, oleh karena itu perlu dilakukan penambahan alfa tokoferol sebagai antioksidan dalam pengencer. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan pengaruh alfa tokoferol dalam pengencer CEP-D terhadap daya gerak atau motilitas spermatozoa sapi Limousin yang disimpan pada suhu beku. Motilitas spermatozoa diamati menggunakan mikroskop dengan perbesaran 400X. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan ANAVA pada taraf signifikansi 95% dan selanjutnya dilakukan uji Duncan. Motilitas before freezing dan post thawing tertinggi dihasilkan oleh dosis alfa tokoferol 3mM, yaitu 74,38±0,81 dan 45,00±0,33. Kesimpulan penelitian ini adalah penambahan alfa tokoferol dalam pengencer CEP-D dapat mempertahankan motilitas spermatozoa sapi Limousin yang disimpan pada suhu beku dengan penambahan dosis alfa tokoferol terbaik 3 mM.