Claim Missing Document
Check
Articles

MENGANALISIS KEMAMPUAN LITERASI SISWA KELAS TINGGI SDK WATUMITE MELALUI PELAKSANAAN KEGIATAN ASESMEN KOMPETENSI MINIMUM (AKM) KELAS Maria Katharina Bha; Ferdinandus Bate Dopo
Jurnal Citra Magang dan Persekolahan Vol 1 No 3 (2023): Jurnal Citra Magang dan Persekolahan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini difokuskan pada kemampuan literasi siswa yang berkaitan dengan pelaksanaan akm di kelas tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan literasi siswa kelas V SDK Watumite dalam kegiatan pelaksanaan Asesmen Kompetensi Minimum (AKM). Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan kemampuan literasi melalui Pelaksanaan asesmen kompetensi minimum Kelas tinggi di SDK Watumite Sudah tergolong baik. Peserta didik kelas tinggi sangat antusias dan senang dengan kegiatan 15 menit membaca sebelum pembelajaran dimulai. Hasil positif dari kegiatan ini adalah melalui kegiatan pelaksanaan AKM kelas, peserta didik mampu dalam meningkatkan kualitas membaca, memahami dan menambah kosakata baru khususnya dalam pembelajaran Bahasa Indonesia.
IMPLEMENTASI KEGIATAN GERAKAN LITERASI SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN MINAT BACA PESERTA DIDIK DI UPTD SDN DAMU Flaviana Yunita Moi; Ferdinandus Bate Dopo
Jurnal Citra Magang dan Persekolahan Vol 1 No 3 (2023): Jurnal Citra Magang dan Persekolahan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini di latarbelakangi oleh rendahnya minat baca peserta didik yang ada di UPTD SDN Damu, rendahnya minat baca peserta didik ini di picu oleh ketersediaan sarana dan prasana yang kurang menunjang seperti buku-buku pelajaran dan buku-buku cerita, sehingga daya belajar peserta didik dan minat beca tidak berkembang. Oleh karena itu pemerintah berupaya menetapkan kegiatan gerakan literasi sekolah dengan membaca 15 menit sebelum pelajaran di mulai.Tujuannya adalah untuk menunjang dan menumbuhkan minat baca pada peserta didik. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian peserta didik dan guru di UPTD SDN Damu. Teknik pengumpulan data di lakukan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil yang di peroleh ialah gerakan literasi sekolah dengan membaca 15 menit sebelum pelajaran di mulai yang di laksanakan di UPTD SDN Damu, ialah mampu memotivasi dan mendorong peserta didik dalam menumbuhkan minat baca dan semangat belajar. Sejarah Artikel Diterima: ….. Direview: ….. Disetujui: ……. 7 Kata Kunci Impelentasi, Gerakan Literasi Sekolah, Minat Baca Peserta Didik
PEMANFAATAN LAHAN SEMPIT DENGAN MENGGUNAKAN METODE VERTIKULTUR DI DESA UA Yosefina Uge Lawe; Ermelinda Yosefa Awe; Maria Patrisia Wau; Ferdinandus Bate Dopo; Mario Antonius Basan; Marsianus Aristo Tangi; Rolince Menge; Vinsensius Meo Azi; Maria Lidwina Teku To; Ana Fortunata Longa; Paula Maria Bhoko; Yuliana Soli; Theresia Yasintha Mau; Martina Simplisia Baghe; Marselina Dua; Maria Dela Yona
Jurnal Citra Kuliah Kerja Nyata Vol 1 No 4 (2023): Jurnal Citra Kuliah Kerja Nyata
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan di desa Ua, Kecamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo mengenai pemanfaatan lahan sempit dengan sistem Vertikultur. Vertikultur merupakan pemanfaatan lahan sempit dalam proses penanaman sayur-sayuran di desa Ua yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi dan proses pertumbuhannya lebih cepat dibandingkan dengan tanaman umum pada lainnya. Tujuan dilakukannya kegiatan ini yaitu memberikan motivasi dan ajakan kepada masyarakat untuk memanfaatkan lahan sempit. Hal ini sangat didukung dari kondisi geografis di desa Ua yang kondisinya berada dilereng bukit. Kegiatan pendampingan ini dilaksanakan oleh mahasiswa yang bekerja sama dengan aparatur desa. Metode pelaksanaan kegiatan ini berupa pendampingan. Oleh karena itu pemanfaatan lahan sempit dengan sistem vertikultur ini menjadi solusi alternatif yang efektif sebab penanaman dapat dilakukan dengan susunan bertingkat keatas untuk mengefisiensikan lahan.sasaran dari kegiatan tersebut yakni masyarakat desa Ua.
PENANAMAN POHON DAN PEMBERSIHAN DAERAH ALIRAN SUNGAI MATAWAE DI KELURAHAN MATALOKO SEBAGAI WUJUD CINTA LINGKUNGAN Prisko Yanuarius Djawaria Pare; Maria Editha Bela; Florentianus Dopo; Maria Carmelita Tali Wangge; Ferdinandus Bate Dopo; Yohanes Vianney Sayangan; Pelipus Wungo Kaka
Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jailcb.v4i1.971

Abstract

Perguruan Tinggi harus mempersiapkan mahasiswa untuk berkontribusi secara professional dalam kehidupan masyarakat. Salah satu kontribusi dimaksud adalah bentuk aksi nyata yang terwujud dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat. Kegiatan ini diberi nama Penanaman Pohon Dan Pembersihan Daerah Aliran Sungai Matawae Di Kelurahan Mataloko Sebagai Wujud Cinta Lingkungan Oleh Dosen Dan Mahasiswa STKIP Citra Bakti merupakan kerjasama yang telah terjadi antara lembaga Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Citra Bakti dengan Pemerintah Kelurahan Mataloko dalam bidang peningkatan Tridharma Perguruan Tinggi. Kegiatan ini dilaksanakan oleh beberapa orang dosen dari program studi pendidikan IPA, program studi pendidikan Matematika, Pendidikan Musik, mahasiswa yang tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa Pencinta Alam dan warga masyarakat Kelurahan Mataloko. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh permasalahan banyaknya sampah yang berserakan di sepanjang daerah aliran sungai Matawae dan keprihatinan masa depan sumber mata air yang hanya ditampung oleh satu pohon beringin. Permasalahan di atas menggugah gairah dari dosen dan mahasiswa STKIP Citra Bakti untuk melakukan aksi kerja nyata penanaman pohon trambesi dan pembersihan daerah aliran Sungai Matawae. Metode lain yang digunakan adalah dengan jalan memilih dan memungut sampah yang telah diangkut dari daerah aliran sungai untuk di pilah sampah-sampah yang masih memiliki daya guna untuk di kelola secara baik menjadi bahan daur ulang Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah memperbaiki kondisi ekologis di sepanjang daerah aliran sungai dari sampah yang bertumpuk, menambah jumlah pohon perindang dengan kadar penyimpanan air yang tinggi, mencegah banjir, dan melestarikan ekosistem di sungai matawae kelurahan mataloko.
Transformasi Lahan Mini menjadi Kebun Hortikultura Berkelanjutan: Pendekatan Kolaboratif dalam Mewujudkan Ketahanan Pangan di SDK Boba Maria Florida Wonga; Maria Platonia Dongi; Maria Ancelina Wele; Ferdinandus Bate Dopo; Elisabeth Tantiana Ngura; Maria Yuliana Kua
Jurnal Flobamorata Mengabdi Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal Flobamorata Mengabdi
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51494/jfm.v2i2.2048

Abstract

Artikel ini membahas pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh tim mahasiswa Kampus Merdeka (MBKM) angkatan 6 untuk mentransformasi lahan mini menjadi kebun hortikultura inovatif di Sekolah Dasar Kristen (SDK) Boba, Desa Boba. Melalui langkah-langkah seperti identifikasi tanaman yang sesuai, pembenahan lahan, desain kebun, dan pelibatan aktif mahasiswa, siswa, dan guru, kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan serta memberikan kontribusi signifikan terhadap kebutuhan pangan lokal. Hasil monitoring dan evaluasi rutin memastikan keberhasilan implementasi dan menciptakan dasar untuk perbaikan berkelanjutan. Dengan demikian, transformasi lahan mini di SDK Boba bukan hanya menciptakan kebun produktif, tetapi juga menjadi model inspiratif bagi sekolah-sekolah sekitarnya dalam mempromosikan keberlanjutan dan ekosistem seimbang melalui pendekatan praktis dan kolaboratif.
Pembelajaran Musik Inklusi Untuk Meningkatkan Keterlibatan Sosial Siswa di SMPN 5 Bajawa Paulina Mbena; Dorkas Wello; Ferdinandus Bate Dopo
Jurnal Riset Pendidikan Multidisiplin dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 4 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : SMA Negeri 1 Bangkinang Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrppm.v1i4.165

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan pembelajaran musik inklusi dalam meningkatkan keterlibatan sosial siswa yang tidak terpilih dalam kegiatan sekolah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap proses pembelajaran musik inklusi dan interaksi sosial siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran musik inklusi mampu menciptakan ruang belajar yang aman, kolaboratif, dan partisipatif bagi seluruh siswa tanpa membedakan kemampuan maupun latar belakang. Melalui aktivitas ritme sederhana, latihan vokal kelompok, serta eksplorasi musik lokal, siswa menunjukkan peningkatan rasa percaya diri, kemampuan berinteraksi, kerja sama kelompok, dan partisipasi aktif dalam pembelajaran. Pembelajaran musik inklusi tidak hanya berfungsi sebagai sarana pengembangan musikal, tetapi juga sebagai medium efektif dalam membangun keterlibatan sosial siswa. Temuan ini memberikan implikasi bahwa sekolah perlu mengembangkan pembelajaran seni berbasis inklusi sebagai bagian dari upaya menciptakan budaya sekolah yang adil dan partisipatif.
PENDAMPINGAN MUSIK INKLUSIF BERBASIS SENI PARTISIPATORIS BAGI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI BAJAWA, FLORES, NUSA TENGGARA TIMUR Ferdinandus Bate Dopo; Dedy Setyawan; Hermania Bupu; Kanzul Fikri; Sena Radya Iswara Samino; Maria Klarita Sidu; Maria Margaretha Tawa
Haga : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Haga: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Nias Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57094/haga.v5i1.4788

Abstract

The involvement of children with special needs in public music practices remains limited and tends to be confined to special education environments, indicating a gap between musical experiences in schools and social participation in society. This community service project aims to develop inclusive music mentoring practices based on participatory art to foster the participation of 33 students from SLB Negeri Bajawa in outdoor musical activities. The mentoring process ran for eight weeks through stages of initial observation, sound stimulus delivery, response development, group activities, and performance at the Inclusive Music Stage. Evaluation was conducted through observation, field notes, and documentation. Results show that participant involvement developed gradually, marked not by musical technical skills but by increased social interaction, responsiveness to sound stimuli, and the courage to perform in public spaces. Program sustainability is crucial to ensure that the developments achieved can continue consistently.