Claim Missing Document
Check
Articles

MUSIK GONG GENDANG DAN PENYAJIAN DALAM TARIAN LEDORANDANG KEBUDAYAAN MASYARAKAT WANGKA KECAMATAN RIUNG KABUPATEN NGADA Elisabet Masu; Wilfridus Muga; Ferdinandus Bate Dopo
Jurnal Citra Pendidikan Vol 1 No 2 (2021)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1015.799 KB)

Abstract

Abstrac Tujuan penelitian ini adalah untuk, mendeskripsikan struktur musik gong gendang dan penyajian dalam tarian ledorandang kebudayaan masyarakat Wangka, Kecamatan Riung Kabupaten Ngada. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif .Pengumpulan data penelitian diperoleh dengan dokumentasi (kamera,alat perekam), dan wawancara. Keabsahan data diperoleh melalui prosedur triangulasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa, struktur musik gong gendang memiliki partitur dan pola ritmenya yang jelas sehingga dalam pola ritme musik gong gendang lebih menekankan pada pengulangan bunyi dan bentuk penyajian musik gong gendang dalam mengiringi tarian ledorandang adalah ansambel yang terdiri dari wujud musik, tempat pertunjukan, waktu pertunjukan, jumlah pemain, formasi pemain dan penari. Pertunjukan musik dilakukan dengan posisi berdiri, dan posisis penari sesuai dengan formasi tarian yang akan dibawakan. Keselarasan bunyi terdapat pada instrumen ritmis dan cendrung relatif (diulang-ulang).
ANALISIS FUNGSI DAN BENTUK KOMPOSISI GONG-GENDANG SEBAGAI ALAT MUSIK PENGIRING TARIAN CACI DI WONGKO LEMA DESA GOLO LEBO KECAMATAN ELAR KABUPATEN MANGGARAI TIMUR Martinus Aristo; Dedy Setiawan; Ferdinandus Bate Dopo
Jurnal Citra Pendidikan Vol 2 No 1 (2022)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1025.42 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fungsi dan peran alat musik gong gendang dalam mengiringi tarian caci, serta mengidentifikasi bentuk komposisi gong gendang etnis Manggarai yang ada di Kampung Lema. Informan yang ditentukan dalam penelitian ini adalah parah tokoh adat, dan tokoh masyarakat, semua informan yang ditentukan itu melalui sebuah tahap seleksi, sehingga semua informan yang ada dianggap mampu memberikan data secara valid dan akurat sesuai dengan fokus penelitian. Data yang diperoleh dalam penelitian ini melalui wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) mengenai fungsi dan peran alat musik gong gendang dalam tarian caci, 2) terdapat komposisi gong gendang dalam tarian caci. Data-data yang diperoleh akan di analisis, sehingga dapat menarik suatu kesimpulan bahwa alat musik gong gendang selain sebagai alat musik, gong gendang juga memilki makna dalam menyatukan masyarakat ke dalam adat.
ANALISIS BENTUK MUSIK PENGIRING TARIAN DERO PADA MASYARAKAT KAMPUNG NAGEMI DESA RIGI KECAMATAN BOAWAE KABUPATEN NAGEKEO Maria Claudia Deku; Ferdinandus Bate Dopo; Sena Radya Iswara Samino
Jurnal Citra Pendidikan Vol 2 No 1 (2022)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1222.017 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk musik pengiring pada tarian dero masyarakat kampungNagemi Desa Rigi Kecamatan Boawae KabupatenNagekeo. Penelitian ini dilakukan di kampung Nagemi Desa Rigi Kecamatan Boawae Kabupaten Nagekeo dengan memanfaatkan enam orang warga Desa Rigi sebagai narasumber. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara dan dokumentasi. Proses analisis data dilakukan dengan cara pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa nyanyian dero merupakan bentuk lagu dengan dua bagian dimana setiap bagiannya memiliki pola AB. Bagian pertama terdiri atas enga dan tau pata bagian kedua terdiri atas sadhi. Nyanyian ini terdiri atas 131 birama, serta memiliki dua motif nyanyian dengan mengalami perubahan pada setiap motifnya. Penelitian ini juga ditemukan bahwa music pengiring Dero termasuk dalam kelompok musik tradisional yang memiliki kekhasan yaitu pada bahasa daerahnya, dinyanyikan secara berkelompok antara pria dan wanita tanpa iringan musik serta menggunakan progresi akor I dan IV dengan interval tangga nada mayor serta memiliki melodi yang teratur dengan menggunakan tangga nada mulai dari do re mi fa dan sol dengan frase konsekuen yang lebih dominan dibandingkan frase antaseden pada kalimat nyanyian dero tersebut.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN SOLFEGGIO PADA MATERI MEMAHAMI TEKNIK DAN GAYA BERNYANYI LAGU DAERAH KELAS VIII SMP CITRA BAKTI KECAMATAN GOLEWA KABUPATEN NGADA Yohanes Baptisa Lingge; Ferdinandus Bate Dopo; Florentianus Dopo
Jurnal Citra Pendidikan Vol 2 No 1 (2022)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (690.786 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan media pembelajaran seni musik berbasis multimedia interaktif, dengan materi solfeggio dalam usaha meningkatkan kemampuan memahami teknik dan gaya bernyanyi lagu daerah, pada peserta didik SMP Citra Bakti Malanuza. Penelitian ini merupakan Jenis penelitian perancangan dan penelitian pengembangan (design & development research), dengan menggunakan model yang dikembangkan oleh Alessi and Trollip. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa, hasil tes multimedia interaktif solfeggio antara lain; uji kelayakan materi pembelajaran oleh ahli materi memperoleh hasil 81, 3% dengan kriteria “Valid”, komentar dari ahli yakni sudah dapat digunakan dengan memperhatikan saran dan masukan. Penelitian dari ahli media memperoleh hasil 89, 3% dengan kriteria “Sangat valid”, komentar dari ahli yakni sudah dapat digunakan dengan memperhatikan saran dan masukan. Uji kelayakan oleh ahli desain memperoleh hasil 82,5% dengan kriteria “sangat Valid”, dengan komentar dari ahli yakni sudah dapat digunakan dengan memperhatikan saran dan masukan. Hasil penelitian uji coba perorangan memperoleh 80% dengan kriteria “valid”. Uji coba lapangan skala kecil memperoleh hasil 75% dengan kategori “valid”. Berdasarkan hasil uji kelayakan tersebut, menunjukan bahwa multimedia pembelajaran interaktif solfeggio dinyatakan layak digunakan sebagai media pembelajaran untuk, meningkatkan kemampuan memahami teknik dan gaya bernyanyi lagu daerah.
PEMBELAJARAN ALAT MUSIK TRADISIONAL SANGGAR PERSADAM (PERSATUAN MUSIK BUDAYA MALANUZA) DESA MALANUZA KECAMATAN GOLEWA KABUPATEN NGADA Dionisius Laja; Ferdinandus Bate Dopo; Sena Radya Iswara Samino
Jurnal Citra Pendidikan Vol 1 No 1 (2021)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (543.194 KB) | DOI: 10.38048/jcp.v1i1.139

Abstract

Penelitian ini betujuan untuk mengetahui pembelajaran di sanggar PERSADAM dan juga permasalahan yang terjadi di sanggar PERSADAM. Sementara itu, metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sedangkan teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara dan observasi. Selanjutnya, dilakukan teknik analisis data melalui teknik yang dikemukakan Miles dan Huberman seperti pengumpulan data, penyajian data, reduksi data, dan penarikan kesimpulan. Dengan hasil penelitian yang ditemukan di sanggar PERSADAM bahwa pembelajaran di sanggar PERSADAM terbagi menjadi 3 tahap yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi. Tahap perencanaan dengan menganalisis kebutuhan belajar anggota untuk menentukan tujuan pembelajaran dan menentukan materi. Tahap pelaksanaan dengan pelatihan berbagai macam alat musik seperti suling bambu, bombardom, foy doa, dan kolintang. Penyajiannya dilakukan dengan melakukan kolaborasi antara alat musik. Pembelajaran dengan pemimpin atau dirigen isyarat kepada anggota untuk memainkan alat musik. Pembelajaran dilakukan tanpa menggunakan media dalam bentuk apapun. Pada tahap evaluasi dilakukan pada saat proses pembelajaran. Kesimpulan yang dapat diambil bahwa pembelajaran di sanggar PERSADAM sudah menggunakan 3 tahapan pembelajaran diantaranya tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi tidak terstruktursecara sistematis.
KAJIAN MUSIK MBATA PADA UPACARA RITUAL ADAT MASYARAKAT DESA LEKOLEMBO KECAMATAN KOTA KOMBA KABUPATEN MANGGARAI TIMUR Maria Jenita Nale; Ferdinandus Bate Dopo; Kanzul Fikri
Jurnal Citra Pendidikan Vol 1 No 2 (2021)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (633.634 KB) | DOI: 10.38048/jcp.v1i2.223

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana musik Mbata dilaksanakan pada upacara adat masyarakat Desa Lekolembo Kecamatan Kota Komba Kabupaten Manggarai Timur. Informan dari penelitian ini adalah, pemangku adat, para pemain musik Mbata, dan masyarakat pada umumnya. Setiap informan yang ditentukan oleh peneliti adalah orang-orang yang dianggap mampu memberikan data secara valid dan akurat sehingga mampu menjawab sesuai dengan fokus penellitian. Kemudian metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu; ada metode wawancara, metode observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah mengenai 1) kajian musik Mbata sebagai musik tradisonal pada upacara adat Masyarakat Manggarai Timur, sebagai dalam upacara penti, (syukur panen). 2) Makna dari syair – syair lagu yang dinyanyikan dalam ritual penti. Setelah data-data sudah diperoleh akan diakhiri dengan kesimpulan, bahwa musik Mbata bukan hanya sebagai musik tradisional, melainkan musik Mbata sebagai tanda ucapan syukur kepada para leluhur dan kepada Tuhan yang Maha Kuasa.
MUSIK GONG GENDANG DAN PENYAJIAN DALAM TARIAN LEDORANDANG KEBUDAYAAN MASYARAKAT WANGKA KECAMATAN RIUNG KABUPATEN NGADA Elisabet Masu; Wilfridus Muga; Ferdinandus Bate Dopo
Jurnal Citra Pendidikan Vol 1 No 2 (2021)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1015.799 KB) | DOI: 10.38048/jcp.v1i2.260

Abstract

Abstrac Tujuan penelitian ini adalah untuk, mendeskripsikan struktur musik gong gendang dan penyajian dalam tarian ledorandang kebudayaan masyarakat Wangka, Kecamatan Riung Kabupaten Ngada. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif .Pengumpulan data penelitian diperoleh dengan dokumentasi (kamera,alat perekam), dan wawancara. Keabsahan data diperoleh melalui prosedur triangulasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa, struktur musik gong gendang memiliki partitur dan pola ritmenya yang jelas sehingga dalam pola ritme musik gong gendang lebih menekankan pada pengulangan bunyi dan bentuk penyajian musik gong gendang dalam mengiringi tarian ledorandang adalah ansambel yang terdiri dari wujud musik, tempat pertunjukan, waktu pertunjukan, jumlah pemain, formasi pemain dan penari. Pertunjukan musik dilakukan dengan posisi berdiri, dan posisis penari sesuai dengan formasi tarian yang akan dibawakan. Keselarasan bunyi terdapat pada instrumen ritmis dan cendrung relatif (diulang-ulang).
ANALISIS FUNGSI DAN BENTUK KOMPOSISI GONG-GENDANG SEBAGAI ALAT MUSIK PENGIRING TARIAN CACI DI WONGKO LEMA DESA GOLO LEBO KECAMATAN ELAR KABUPATEN MANGGARAI TIMUR Martinus Aristo; Dedy Setiawan; Ferdinandus Bate Dopo
Jurnal Citra Pendidikan Vol 2 No 1 (2022)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1025.42 KB) | DOI: 10.38048/jcp.v2i1.269

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fungsi dan peran alat musik gong gendang dalam mengiringi tarian caci, serta mengidentifikasi bentuk komposisi gong gendang etnis Manggarai yang ada di Kampung Lema. Informan yang ditentukan dalam penelitian ini adalah parah tokoh adat, dan tokoh masyarakat, semua informan yang ditentukan itu melalui sebuah tahap seleksi, sehingga semua informan yang ada dianggap mampu memberikan data secara valid dan akurat sesuai dengan fokus penelitian. Data yang diperoleh dalam penelitian ini melalui wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) mengenai fungsi dan peran alat musik gong gendang dalam tarian caci, 2) terdapat komposisi gong gendang dalam tarian caci. Data-data yang diperoleh akan di analisis, sehingga dapat menarik suatu kesimpulan bahwa alat musik gong gendang selain sebagai alat musik, gong gendang juga memilki makna dalam menyatukan masyarakat ke dalam adat.
ANALISIS BENTUK MUSIK PENGIRING TARIAN DERO PADA MASYARAKAT KAMPUNG NAGEMI DESA RIGI KECAMATAN BOAWAE KABUPATEN NAGEKEO Maria Claudia Deku; Ferdinandus Bate Dopo; Sena Radya Iswara Samino
Jurnal Citra Pendidikan Vol 2 No 1 (2022)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1222.017 KB) | DOI: 10.38048/jcp.v2i1.330

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk musik pengiring pada tarian dero masyarakat kampungNagemi Desa Rigi Kecamatan Boawae KabupatenNagekeo. Penelitian ini dilakukan di kampung Nagemi Desa Rigi Kecamatan Boawae Kabupaten Nagekeo dengan memanfaatkan enam orang warga Desa Rigi sebagai narasumber. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara dan dokumentasi. Proses analisis data dilakukan dengan cara pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa nyanyian dero merupakan bentuk lagu dengan dua bagian dimana setiap bagiannya memiliki pola AB. Bagian pertama terdiri atas enga dan tau pata bagian kedua terdiri atas sadhi. Nyanyian ini terdiri atas 131 birama, serta memiliki dua motif nyanyian dengan mengalami perubahan pada setiap motifnya. Penelitian ini juga ditemukan bahwa music pengiring Dero termasuk dalam kelompok musik tradisional yang memiliki kekhasan yaitu pada bahasa daerahnya, dinyanyikan secara berkelompok antara pria dan wanita tanpa iringan musik serta menggunakan progresi akor I dan IV dengan interval tangga nada mayor serta memiliki melodi yang teratur dengan menggunakan tangga nada mulai dari do re mi fa dan sol dengan frase konsekuen yang lebih dominan dibandingkan frase antaseden pada kalimat nyanyian dero tersebut.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN SOLFEGGIO PADA MATERI MEMAHAMI TEKNIK DAN GAYA BERNYANYI LAGU DAERAH KELAS VIII SMP CITRA BAKTI KECAMATAN GOLEWA KABUPATEN NGADA Yohanes Baptisa Lingge; Ferdinandus Bate Dopo; Florentianus Dopo
Jurnal Citra Pendidikan Vol 2 No 1 (2022)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (690.786 KB) | DOI: 10.38048/jcp.v2i1.403

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan media pembelajaran seni musik berbasis multimedia interaktif, dengan materi solfeggio dalam usaha meningkatkan kemampuan memahami teknik dan gaya bernyanyi lagu daerah, pada peserta didik SMP Citra Bakti Malanuza. Penelitian ini merupakan Jenis penelitian perancangan dan penelitian pengembangan (design & development research), dengan menggunakan model yang dikembangkan oleh Alessi and Trollip. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa, hasil tes multimedia interaktif solfeggio antara lain; uji kelayakan materi pembelajaran oleh ahli materi memperoleh hasil 81, 3% dengan kriteria “Valid”, komentar dari ahli yakni sudah dapat digunakan dengan memperhatikan saran dan masukan. Penelitian dari ahli media memperoleh hasil 89, 3% dengan kriteria “Sangat valid”, komentar dari ahli yakni sudah dapat digunakan dengan memperhatikan saran dan masukan. Uji kelayakan oleh ahli desain memperoleh hasil 82,5% dengan kriteria “sangat Valid”, dengan komentar dari ahli yakni sudah dapat digunakan dengan memperhatikan saran dan masukan. Hasil penelitian uji coba perorangan memperoleh 80% dengan kriteria “valid”. Uji coba lapangan skala kecil memperoleh hasil 75% dengan kategori “valid”. Berdasarkan hasil uji kelayakan tersebut, menunjukan bahwa multimedia pembelajaran interaktif solfeggio dinyatakan layak digunakan sebagai media pembelajaran untuk, meningkatkan kemampuan memahami teknik dan gaya bernyanyi lagu daerah.