Aceng Abdullah
Program Studi Televisi Dan Film, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran

Published : 18 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

KAJIAN KRITIS TAYANGAN TELEVISI FAVORIT KELAS MENENGAH PERKOTAAN Ilham Gemiharto; Aceng Abdullah; Lilis Puspitasari
ProTVF Vol 1, No 1 (2017): March 2017
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.405 KB) | DOI: 10.24198/ptvf.v1i1.13329

Abstract

Salah satu ciri masyarakat kelas menengah adalah memiliki disposable income, yaitu dana sisa di luar untuk kebutuhan sandang, pangan, papan dasar yang cukup besar, yaitu sekitar 30 persen dari total pendapatan. Dengan disposable income yang memadai mereka memiliki keleluasaan untuk memenuhi kebutuhan di luar kebutuhan dasar (basic needs) termasuk dalam memilih tayangan televisi favorit. Sebagai penonton televisi, kelas menengah memiliki posisi penting dalam proses komunikasi bermedia (mediated communication). Penelitian mengenai tayangan televisi dilakukan untuk melengkapi kajian tentang televisi, karena bagaimanapun juga pesan yang disampaikan  televisi, baru akan bermakna ketika sampai ke mata penonton, dalam hal ini kelas menengah perkotaan. Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana kelas menengah perkotaan memaknai tayangan favorit mereka di televisi nasional. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan studi dokumen serta teknik analisis data deskriptif, dengan informan penelitian adalah kelas menengah perkotaan dengan rentang usia 26 – 50 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwapemaknaan yang dilakukan masing-masing responden satu sama lain berbeda.Kelas menengah tidak sepenuhnya tidak berdaya dalam interaksinya dengan televisi dan menerima begitu saja apa yang ditawarkan oleh televisi. Kelas menengah perkotaan bukanlah audiens yang pasif dalam menonton televisi, melainkan para pribadi yang bebas dan otonom dengan potensi kesadaran kritis terhadap media televisi melalui sikap ingin tahu dan komentar-komentar yang terlontar dari padanya. Tayangan favorit kelas menengah perkotaan kini mulai bergeser dari tayangan sinetron drama dengan ratusan episode kepada tayangan talkshow yang lebih informatif namun tetap menghibur.Kata-kata Kunci: Kajian Kritis, Tayangan Televisi Favorit, Kelas Menengah Perkotaan, Kota Bandung
Analisis Framing Pemberitaan Pembatasan 17 Lagu Berbahasa Inggris pada Portal Berita Online Tribun Jabar dan Pikiran Rakyat Benazir Bona Pratamawaty; Aceng Abdullah; Elsyatha Retina Juliana Mada Gultom
PRoMEDIA Vol 6, No 2 (2020): PROMEDIA
Publisher : UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/promedia.v6i2.2850

Abstract

AbstractA number of mass media reported about limiting 17 Englishlanguage songs containing adult life themes by West Java Province KPID, one of them being an online news portal. This research aims to see how the news regarding the limitation of 17 songs in English by West Java Province KPID framed by two online news portals namely the February 2019 edition of the Tribun Jabar and the Pikiran Rakyat which are viewed from the syntactic, script, thematic, and rhetorical structures based on the Zhongdang Pan and Kosicki framing analysis models used in this research. The research’s method is qualitative descriptive. The results showed that the two online news portals did not have many differences. Both of them contain statements from several different sources, but are still related to the issue. What makes it different is in the news published in February, Pikiran Rakyat did not contain a statement from the West Java Province KPID. Pikiran Rakyat only contains information about the contents of the circulars. In addition, a news in the Tribun Jabar does not fulfill the 5W + 1H completeness, while the Pikiran Rakyat has two news items that do not fulfill the completeness. The conclusion of this research is that the online news portals Tribun Jabar and Pikiran Rakyat frame the issue of Limitation of 17 Songs in English to be neutral. Both do not try to lead readers to one perception, but both provide diverse perspectives from different sources, to the limitation of these 17 songs in English.Keywords: KPID, Framing, Online News Portal, Social Media Social ConstructionAbstraksiSederet media massa memberitakan tentang pembatasan 17 lagu berbahasa Inggris yang mengandung tema kehidupan dewasa oleh KPID Jabar, salah satunya portal berita online. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana pemberitaan mengenai pembatasan 17 lagu berbahasa Inggris oleh KPID Jabar ini dibingkai oleh dua portal berita online yaitu Tribun Jabardan Pikiran Rakyatedisi bulan Februari 2019 yang ditinjau dari struktur sintaksis, skrip, tematik, dan retoris berdasarkan model analisis framing Zhongdang Pan dan Kosicki yang digunakan dalam penelitian ini. Metode penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis framing Pan dan Kosicki. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua portal berita onlinetersebut tidak memiliki banyak perbedaan. Keduanya sama-sama memuat pernyataan dari beberapa narasumber yang berbeda, namun masih berhubungan dengan isu.Yang berbeda, dalam berita yang dimuat di bulan Februari, Pikiran Rakyat tidak memuat pernyataan dari pihak KPID. Pikiran Rakyathanya memuat informasi seputar isi surat edaran. Selain itu, satu berita dalam Tribun Jabartidak memenuhi kelengkapan 5W+1H, sedangkan Pikiran Rakyatmemiliki dua berita yang tidak memenuhi kelengkapan. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu bahwa portal berita online Tribun Jabardan Pikiran Rakyatmembingkai isu pembatasan 17 lagu berbahasa Inggris ini netral. Keduanya tidak mencoba menggiring pembaca kepada satu persepsi saja, melainkan keduanya memberikan sudut pandang yang beragam dari narasumber yang juga beragam, terhadap pembatasan 17 lagu berbahasa Inggris ini.Kata Kunci: KPID, Framing, Portal Berita Online, Konstruksi Sosial Media Massa
Video warga pada program berita di televisi Indonesia Aceng Abdullah; Rinda Aunillah Sirait
ProTVF Vol 6, No 2 (2022): September 2022
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ptvf.v6i2.39023

Abstract

Video warga dalam program berita merupakan fenomena baru dalam perkembangan jurnalisme TV di Indonesia. Fenomena ini terkait teori Intermedia Agenda Setting, di mana media massa arus utama menganggap pentingnya informasi yang muncul di media sosial. Sebuah konten viral atau trending topik digunakan oleh media arus utama sebagai elemen daya tarik untuk meningkatkan rating dan share. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, artikel ini membahas kecenderungan 14 media penyiaran televisi Indonesia yang memanfaatkan video warga dan video viral media sosial dalam program siaran berita. Penulis mengumpulkan data program berita siaran dengan durasi Juni hingga Agustus 2021. Tujuh sampel program berita diambil secara acak dari masing-masing stasiun TV, masing-masing menyiarkan 20 hingga 30 cerita. Hasil penelitian menunjukkan video warga terdapat pada aktivitas jurnalisme di stasiun TV Indonesia. Stasiun TV di Indonesia menyiarkan video warga sebagai bagian dari konten program siaran berita. Video warga yang disiarkan dalam program siaran berita berasal dari video yang dikirimkan warga kepada redaksi serta video yang viral di media sosial. Penerapan prinsip jurnalistik dalam konten video warga yang disiarkan di stasiun TV di Indonesia masih belum optimal. Hal ini dapat dilihat dari pelaksanaan fungsi media massa, nilai berita, penilaian berita, aktualitas, faktualitas, serta penerapan etika dan aturan terkait.  Studi ini merekomendasikan sinergi antara produsen video warga dan redaksi. Lemahnya video warga dalam menjangkau sumber resmi pemerintah untuk konfirmasi dan verifikasi perlu diantisipasi oleh redaksi yang memiliki kemampuan untuk melakukan itu. Dengan prosedur ini, video warga dapat terhindar dari berita palsu atau hoaks.
FENOMENA IKLAN BARIS KESEHATAN DI SURAT KABAR LOKAL Dadang Rahmat Hidayat; Aceng Abdullah
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 2, No 2 (2014): December 2014
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1267.198 KB) | DOI: 10.24198/jkk.v2i2.7380

Abstract

Kebutuhan akan kesehatan dari masyarakat dimanfaatkan oleh para pelaku jasa kesehatan dengan mengiklankan jasa kesehatannya di media massa. Iklan-iklan yang menawarkan jasa kesehatan kian merebak baik di media cetak, radio dan televisi lokal. Di media cetak, umumnya mereka beriklan dalam bentuk iklan baris (iklan mini) yang tarifnya relatif murah. Jumlah iklan tersebut setiap hari di beberapa koran tertentu lumayan banyak pengiklan dengan menawarkan jasa pengobatan bermacam-macam seperti pengobatan alternatif, pijat refleksi, kebugaran badan, terapi, dan sebagainya.Penelitian yang menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif ini bertujuan untuk mengetahui regulasi mengenai iklan jasa kesehatan dan praktik jasa kesehatan yang diiklankan melalui iklan baris di media lokal di Bandung dan Surabaya. Simpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa regulasi yang berkaitan dengan iklan kesehatan di media massa yang belum komprehensif sehingga memberikan peluang adanya penyimpangan. Fenomena iklan baris kesehatan di koran lokal dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi kesehatan sekaligus berpotensi digunakan sebagai kedok bagi perilaku sosial dan bisnis menyimpang yang tidak berhubungan dengan kesehatan itu sendiri. Media massa koran tidak selalu dipertimbangkan kebenaran dari substansi iklan baris tersebut, justru pertimbangan ekonomi menjadi lebih penting.
Pemetaan Kebutuhan Kualifikasi Jurnalis Pemula pada Industri Media Massa di Indonesia Herlina Agustin; Siti Karlinah; Aceng Abdullah; Dandi Supriadi
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 1, No 2 (2013): December 2013
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (714.268 KB) | DOI: 10.24198/jkk.v1i2.6039

Abstract

Ini adalah artikel ilmiah yang membahas kualitas dan sistem seleksi jurnalis pemula di media massa Indonesia saat ini. Artikel ini ditulis berdasarkan hasil penelitian yang dilatarbelakangi kenyataan bahwa banyak jurnalis muda yang melakukan pelanggaran etika maupun teknis ketika sedang meliput. Penelitian yang mendasari artikel ini dilakukan terhadap beberapa media massa cetak, elektronik, dan online di Indonesia. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif yang melibatkan observasi serta wawancara mendalam. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa pendidikan ilmu jurnalistik secara umum tidak menjadi pritoritas utama dalam perekrutan jurnalis di media massa yang menjadi objek penelitian kali ini. Hal ini disebabkan media massa tidak merasa bahwa pendidikan jurnalistik dapat menjamin kualitas jurnalis. Hampir di semua media massa, skill jurnalistik yang sesuai dengan karakter media masing-masing dirasakan dapat dilatih secara internal. Kualifikasi yang paling utama adalah adanya passion, loyalty, dan determination dari para kandidiat untuk menjadi jurnalis. Hal-hal itu dinilai dapat diperoleh dari latar belakang pendidikan apapun. Namun demikian semua media sepakat, pendidikan jurnalistik harus menjadi standar bagi kompetensi jurnalis. Maka berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan agar pendidikan jurnalistik mengembangkan kurikulumnya sehingga mampu untuk memenuhi kebutuhan media massa akan jurnalis yang berkualitas, terutama dalam hal praktis.
Kajian Struktur dan Komunikasi Organisasi Universitas Padjadjaran (Unpad) Rangga Saptya Mohamad Permana; Aceng Abdullah
Jurnal Komunikasi Global Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.532 KB) | DOI: 10.24815/jkg.v7i2.10905

Abstract

In 2016, Rector of Universitas Padjadjaran (Unpad) issued a regulation on the organization and working procedures of Unpad managers. In the framework of university management in a formal context, the academic community of Unpad involves organizational communication. Organizational communication is used primarily within the structural scope of university or faculty managers. The messages dissemination from leaders to subordinates, inputs and suggestions from subordinates to leaders, and exchange of messages between officials is done through organizational communication. The research method used in this study is a descriptive-qualitative method. Using documentation method, the author seeks to explain and focus on how the structure and communication of management organization in Unpad. The results of the study indicate that Unpad's organizational structure is included in the organizational structure carrying out organizational levels between two and three levels, called flat top organization structure. Based on the organizational structure chart, Unpad adheres to a form of centralization in its organizational structure. While organizational communication that can be applied to Unpad's communication structure includes internal communication within the organization and external communication to/from outside the organization which are based on Unpad's organizational culture, RESPECT.
Tantangan Profesi Jurnalis Perempuan dalam Liputan di Wilayah Konflik Mia Dwianna Widyaningtyas; Aceng Abdullah; Siti Karlinah; Aquarini Priyatna
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 21, No 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v21i2.7725

Abstract

Penelitian ini membahas profesi jurnalis perempuan Indonesia dalam meliput di wilayah konflik. Pemberitaan konflik merupakan tantangan berat bagi jurnalis, khususnya jurnalis perempuan. Kajian tentang perempuan menjadi perhatian utama banyak peneliti karena pengalaman hidup perempuan merupakan bentuk pengetahuan yang penting. Artikel ini bertujuan mengungkap pengalaman jurnalis perempuan dalam meliput konflik, perandan keberadaan Perempuan di dunia jurnalistik. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi. Pemilihan jenis penelitian ini secara khusus dapat mengungkap pengalaman jurnalis perempuan dalam melaporkan konflik. Subjek penelitian ini adalah lima (5) jurnalis perempuan Indonesia yang berpengalaman dalam meliput konflik. Kajian ini menghasilkan konsep terkaitpengalaman jurnalis perempuan dan tantangan selama meliput di wilayah konflik, posisi jurnalis Perempuan di zona konflik, pengalaman terkait strategi jurnalis perempuan dalam menghadapi tantangan dalam peliputan konflik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jurnalis perempuan mampu meliput konflik meskipun berstatus minoritas dan fakta bahwa kemampuannya dipertanyakan karena identitasnya sebagai perempuan. Agar berhasil meliput konflik, jurnalis perempuan harus bekerja lebih keras daripada jurnalis laki-laki. Perempuan dapat meliput dari perspektif yang berbeda yakni perspektif perempuan yang tidak dimiliki oleh jurnalis laki-laki. Penelitian ini memberi kontribusi kepada jurnalis untuk memahami dan menghargai pekerjaan jurnalis perempuan di wilayah konflik.
SEMIOTIC ANALYSIS OF ROLAND BARTHES ON THE POSTER OF THE FILM WOMEN FROM ROTE ISLAND Muhammad Noza; Sri Seti Indriani; Aceng Abdullah
SOSIOEDUKASI Vol 15 No 2 (2026): SOSIOEDUKASI : JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN SOSIAL
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/sosioedukasi.v15i2.8148

Abstract

This research aims to analyses the visual meanings in the film poster Women from Rote Island by Jeremias Nyangoen using Roland Barthes’ semiotic analysis. As a medium of visual communication, the film poster is understood not only as a promotional tool but also as a representation of the social experiences of women survivors of violence. This research employs a qualitative descriptive method with the official theatrical poster of Women from Rote Island as the main object of analysis. The analysis is conducted at three levels of meaning namely denotation, connotation and myth focusing on visual and verbal elements such as the chained woman lying on the floor, the dominance of dark colours, the typography, the row of festival awards and the screening information. The findings show that the poster constructs a powerful image of women’s bodies as bound by violence, trauma and unequal power relations, while simultaneously offering a critique of patriarchal culture and the normalization of sexual violence. The poster also positions the voices of women from peripheral regions as legitimate and important narratives within the public sphere through the medium of film, thereby contributing to the enrichment of studies on visual meaning in film posters, particularly in the context of the representation of women and gender-based violence in Indonesia. Keywords: semiotics, roland barthes, film poster, visual meaning, women from rote island.