Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Subjective Well-Being dan Religiusitas Pada Karyawan Swasta Sektor Non-Esensial Kota Salatiga di Masa Pandemi Yessika Sola Gratia; Susana Prapunoto; Christiana Hari Soetjiningsih
Psikodimensia: Kajian Ilmiah Psikologi Vol 22, No 1: Juni 2023
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/psidim.v22i1.5535

Abstract

Pandemi COVID-19 mengubah banyak hal termasuk cara hidup banyak orang, terkhusus pada sektor-sektor non-esensial yang menjadi pemasok produk supplementary yang mendapat pukulan yang berat. Dengan adanya fakta ini maka hal ini akan berdampak terhadap Subjective Well-Being (SWB) dari pegawai. Penelitian ini akan menganalisis mengenai SWB dan religiusitas pegawai swasta sektor non-esensial di daerah Salatiga dan sekitarnya. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pengambilan data dilaksanakan dengan wawancara mendalam, observasi dan studi dokumentasi. Teknik analisa data yang digunakan adalah teknik analisis interaktif. Hasil wawancara dan juga observasi yang telah dilakukan menunjukkan bahwa para pekerja sektor non-esensial yang masih bekerja memiliki ketakutan, yang ketakutan ini didasarkan pada pengalaman mereka di mana terdapat perubahan kondisi secara tiba-tiba seperti misalnya dirumahkan hingga diberhentikan. Meskipun mereka ketakutan namun mereka tetap optimis dan berpengharapan sesuai dengan ajaran agamanya. Berdasarkan dari penelitian ini didapati religiusitas individu dan SWB memiliki kaitan satu dengan yang lainnya.
The Relationship Between Self Management and Academic Stress of Bachelor Students Faculty of Psychology Shella Monica Santoso; Susana Prapunoto
IJORER : International Journal of Recent Educational Research Vol. 5 No. 2 (2024): March
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education Muhammadiyah University of Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46245/ijorer.v5i2.570

Abstract

Objective: This research aims to determine the correlation between self-management and academic stress among undergraduate students of the Faculty of Psychology at Satya Wacana Christian University. Method: The method used in this research is a quantitative method with a correlational design. The population in this study consists of 1238 active undergraduate students of the Faculty of Psychology at Satya Wacana Christian University. Meanwhile, 147 active undergraduate students of the Faculty of Psychology at Satya Wacana Christian University were used as research participants. The sampling technique employed is simple random sampling. Result: The research findings indicate a relationship between self-management and academic stress among undergraduate students of the Faculty of Psychology at SWCU. This suggests that high self-management among students is associated with low academic stress experienced by students of the Faculty of Psychology at SWCU. Conversely, low self-management among students is also associated with high academic stress experienced by students of the Faculty of Psychology at SWCU. Novelty: This research was selected because of its high relevance for psychology scholars. Understanding and maintaining mental health is crucial for them so that in the future, they can effectively assist others and optimize the psychological knowledge acquired during their studies.
Computer Self-Efficacy, Work Stress, and Burnout in Gen Z in Mentoring Communities Nadia Hartono; Susana Prapunoto
Asian Journal of Social and Humanities Vol. 2 No. 9 (2024): Asian Journal of Social and Humanities
Publisher : Pelopor Publikasi Akademika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59888/ajosh.v2i9.320

Abstract

Currently, awareness of mental health has begun to grow among Generation Z. Mental health is very important considering that poor mental health can affect work performance and health. In the current era, Gen Z has started to become the majority in the world of work, so it is very important for Gen Z to be able to adapt to the world of work to prevent burnout. Burnout has many causes, including the inability to manage stress and also low self-efficacy. The purpose of this research is to determine the effective contribution of computer self-efficacy and work stress to burnout in Gen Z in the Mentorin community. The method used in this research is quantitative research with multiple linear regression analysis. Based on the research that has been carried out, it was found that computer self-efficacy and work stress are significant predictors on burnout.
Perempuan dalam kelindan rumah pengasingan: Sebuah kajian psikoanalitis tradisi humkoit/koin di pulau buru Soulissa, Lizanty Jelita; Prapunoto, Susana; Kristijanto, A.Ign.
Indigenous Vol 5, No 1 (2020): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v5i1.11073

Abstract

Tradisi Humkoit/koin bagi perempuan Pulau Buru pada saat melahirkan dan pascamelahirkan merupakan bentuk kepercayaan terhadap kehadiran leluhur dengan menggunakan ritual smake. Tradisi pengasingan ini merupakan bentuk kearifan lokal yang masih dipertahankan pada era milenium. Penelitian bertujuan menganalisis kebutuhan dan masalah mendasar yang dialami perempuan di rumah pengasingan berdasar kajian psikoanalitis Jung. Metode kualitatif dan teknik studi kasus digunakan untuk menganalisis kebutuhan dan masalah serta nilai-nilai kesejahteraan hidupperempuan dalam pengasingan di Buru Selatan dan Buru Utara. Unit amatan adalah 8 perempuan yang sedang dan pernah dimasukkan dalam rumah pengasingan. Unit analisis mencakup pengalaman psikologis, reaksi emosional, interaksi sistem psiko-spiritual-budaya dan biologis. Hasilnya adalah tradisi turun temurun sebagai warisan budaya sudah membentuk sistem kepribadian melalui ketidaksadaran kolektif. Sekalipun dilakukan melalui keterpaksaan dan ketidakberdayaan, namun arketipe sebagai bagian struktur warisan, dirasakan oleh subjek kajian mampu memberi petunjuk dalam mengatasi situasi yang mengancam, dan membuat individu semakin didominasi perasaan emosional. Arketipe yang dominan pengaruhnya adalah kelahiran, kematian, Tuhan, setan dan orang bijak berpengaruh mengatur tingkah laku. Kajian ini memberi petunjuk pentingnya pemimpin masa depan memerhatikanpemerataan pendidikan. Secara empiris pendidikan diharapkan meningkatkan fungsi kesadaran. Self sebagai proses individuasi diharapkan mampu menyeimbangkan kesadaran dan ketidaksadaran, sehingga dalam mencapai realisasi diri, kepribadian yang sejahtera dapat terintegrasi secara harmonis dalam ego melalui fungsi psikis yang religius. Katakunci: perempuan; rumah pengasingan; humkoit/koin; psikoanalitis; Pulau Buru
Hardiness: Pengalaman pengasingan perempuan wambon pada saat melahirkan dan masa nifas Sahetapy, Yannedelle; Prapunoto, Susana; Kristijanto, A.Ign.
Indigenous Vol 5, No 1 (2020): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v5i1.11069

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengalaman perempuan Wambon yangmembentuk ketangguhan (hardiness) saat pengasingan ketika melahirkan di Bevak dan dan masa nifas di tempat pengasingan (Dogap). Sebuah fenomena yang terkait erat dengan adat istiadat dan penghargaan budaya, yang diwariskan secara turun temurun. Unit analisis adalah empat subjek yang terdiri atas satu perempuan primipara, satu perempuan multipara dan dua perempuan grandemulitipara. Metodekualitatif digunakan dengan pendekatan interpretative phenomenological analysis dan indigenous psychology digunakan untuk menganalisis kedalaman konkes maupun konten pengalaman fenomenal tersebut. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara mendalam dan semi-terstruktur, observasi, dan live in. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek mengalami tekanan psikologis dalam upayapersalinan dan pada saat pengasingan. Namun demikian, subjek memaknai pengalaman pengasingan sebagai pengalaman yang positif dan menjadi semakin tangguh (hardiness) dalam menjalani tradisi tersebut. Nilai-nilai spiritual dan budaya lokal yang diwariskan turun-temurun ditemukan berkontribusi bagi subjek di dalam mengatasi beban psikologis di dalam pengasingan sehingga terbentuk sikap yangtangguh (hardiness). Ketangguhan tersebut dimaknai sebagai upaya menuju kesejahteraan keluarga. Katakunci: hardiness; pengasingan; perempuan Wambon; melahirkan; nifas
Computer Self-Efficacy, Work Stress, and Burnout in Gen Z in Mentoring Communities Nadia Hartono; Susana Prapunoto
Asian Journal of Social and Humanities Vol. 2 No. 9 (2024): Asian Journal of Social and Humanities
Publisher : Pelopor Publikasi Akademika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59888/ajosh.v2i9.320

Abstract

Currently, awareness of mental health has begun to grow among Generation Z. Mental health is very important considering that poor mental health can affect work performance and health. In the current era, Gen Z has started to become the majority in the world of work, so it is very important for Gen Z to be able to adapt to the world of work to prevent burnout. Burnout has many causes, including the inability to manage stress and also low self-efficacy. The purpose of this research is to determine the effective contribution of computer self-efficacy and work stress to burnout in Gen Z in the Mentorin community. The method used in this research is quantitative research with multiple linear regression analysis. Based on the research that has been carried out, it was found that computer self-efficacy and work stress are significant predictors on burnout.
Validity and reliability tests on generalized anxiety disorder diagnostic scale Adhyartasari, Valensia Putri; Soetjiningsih, Christiana Hari; Prapunoto, Susana
JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia) Vol 10, No 1 (2024): JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia)
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/020242384

Abstract

Generalized anxiety disorder is one of the most common anxiety disorders in society. The purpose of this study is to develop a diagnostic scale for generalized anxiety disorder because there is no self-report diagnostic tool for generalized anxiety disorder based on DSM-V and ICD-10 criteria in Indonesia. The research uses quantitative research. Respondents in the field test consisted of 210 adult respondents aged 18-65 years, moderate or had experienced anxiety, and were Indonesian citizens. This study provides the results that the overall anxiety disorder diagnostic scale has gone through the internal validity and internal reliability test stages and obtained valid and reliable results so that this measuring instrument has described the suitability of the measuring instrument construct with the data. Based on testing the average processing time of 6 respondents, it was obtained an average of approximately 5 minutes (2 minutes 4 seconds to 5 minutes 21 seconds). Scoring for each item that supports or is in accordance with the symptoms (favorable), namely Yes = 1 and No = 0. The scoring for each item that does not support the symptoms is Yes = 0 and No = 1. This measuring instrument is declared to have good validity and reliability.
Budaya Organisasi dan Keseimbangan Kehidupan Kerja Sebagai Prediktor Kinerja Pada Pekerja Wanita Roseita, Agnes Galih Chris; Prapunoto, Susana; Wijono, Sutarto
Bulletin of Counseling and Psychotherapy Vol. 7 No. 1 (2025): Bulletin of Counseling and Psychotherapy
Publisher : Kuras Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51214/002025071316000

Abstract

Pekerja wanita memiliki peran ganda yaitu sebagai anggota keluarga dan sebagai seorang professional. Hal tersebut menjadi tuntutan yang tidak mudah untuk diselesaikan karena terlalu banyak peran yang dijalankan. Oleh sebab itu, pekerja wanita dengan peran ganda membutuhkan penerapan budaya organisasi dan keseimbangan kehidupan kerja yang baik untuk mendorong peningkatan kinerja organisasi dan kinerja pada masing-masing individu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui budaya organisasi dan keseimbangan kehidupan kerja secara simultan sebagai prediktor kinerja pada pekerja wanita. Populasi dan sampel pada penelitian ini berjumlah 111 responden yang merupakan pekerja wanita yang masih aktif bekerja. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan cara sampel jenuh. Pengumpulan data menggunakan skala psikologi yaitu skala Individual Work Performance Questionnaire (IWPQ), skala Organizational Culture Profile (OCP) dan skala Work Life Balance. Data yang digunakan adalah data primer yang dianalisis menggunakan uji regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya organisasi dan keseimbangan kehidupan kerja secara simultan sebagai prediktor kinerja pada pe kerja wanita sebesar 31,3% sedangkan sisanya sebesar 68,7% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti.
Work Family Conflict Sebagai Prediktor Terhadap Stres Kerja Pada Ibu di Desa Tunjungharjo yang Bekerja di Pabrik atau Industri Manufaktur Ratih, Nara; Prapunoto, Susana
SEIKO : Journal of Management & Business Vol 6, No 2 (2023): July - December
Publisher : Program Pascasarjana STIE Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/sejaman.v6i2.4284

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan sumbangan efektif work family conflict terhadap stres kerja pada ibu yang bekerja di industri manufaktur. Metode analisis data menggunakan pendekatan kuantitatif dengan regresi linier. Skala yang digunakan adalah Skala Work Family Conflict dari Parasuraman & Simmers, dan Skala Stres Kerjadari Robbins & Judge. Populasi adalah ibu di Tunjungharjo yang bekerja di pabrik/manufaktur . Teknik pengambilan sampel menggunakan kuesioner dengan skala likert . Jumlah sampel 30 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa work family conflict pada ibu yang berperan ganda, bukanlah prediktor terhadap stres kerja. Hal ini disebabkan oleh kuatnya budaya kekerabatan di pedesaan, sehingga ketika ibu bekerja, warga lainnya ikut memerhatikan keluarga di rumah, berbeda dengan work family conflict terhadap stres kerja ibu yang berperan ganda dan tinggal di perkotaan. Penelitian ini menyarankan pentingnya menjaga nilai budaya kekerabatan di pedesaan sekaligus pentingnya pendampingan pola asuh bagi ibu-ibu yang menitipkan anaknya pada keluarga lain yang berbeda. Kata Kunci: work family conflict, stres kerja, budaya pedesaan
Organizational Communication and Spiritual Intelligence as Predictors Of Organizational Conflict Management Styles Among Pastors of the Evangelical Christian Church in Timor Silopo, Yanti Florida; Prapunoto, Susana; Wijono, Sutarto
Interdiciplinary Journal and Hummanity (INJURITY) Vol. 3 No. 12 (2024): INJURITY: Journal of Interdisciplinary Studies.
Publisher : Pusat Publikasi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58631/injurity.v3i12.1379

Abstract

The purpose of this study is to test organizational communication and spiritual intelligence simultaneously as a predictor of organizational conflict management style in pastors of the Evangelical Church in Timor (GMIT). This study is a quantitative research, with multiple regression analysis techniques. The data collection technique was carried out using the Rahim Organizational Conflict Inventory II from Rahim & Magner (1995) measuring the integrative dimension and the distributive dimension. The results of the partial findings also show that spiritual intelligence has an effect on organization conflict management styles in GMIT pastors. In addition, it is concluded that the existence or absence of the use of conflicts management styles among male and female pastors cannot use the gender variable as determining things. The findings may inform training programs for pastors and have practical implications for improving leadership practices and fostering a harmonious environment within religious organizations.