Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Assessing EFL Papuan students' ability in memorizing English vocabulary using context clues strategy Gultom, Monika
LITERA Vol. 22 No. 3: LITERA (NOVEMBER 2023)
Publisher : Faculty of Languages, Arts, and Culture Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ltr.v22i3.66016

Abstract

Research on how to utilize students' ability to master the foreign language especially in memorizing some words in a target language is believed very important. The purpose of the study is to assess the ability of native Papuans in memorizing some English vocabulary using the keyword system strategy of a selected translated Sentani folktale, entitled The Legend of Sentani Lake. Data was obtained from around 32 students who were asked to memorize several target words. The result showed that students' keyword system strategy was useful in connecting the spelling, pronunciation, and new words to their prior knowledge by looking at the similarity between the target word and keyword in sound using the key-word system strategy. It is also showed that Papuan EFL students have a high ability to utilize existing knowledge and memorable relationship to memorize new or currently studied English vocabulary. The findings provide important insight for foreign language teaching and learning regarding the importance of encouraging students to develop their ability to master the language being learned by connecting it with something close to the context of Papuan native students' live in order to make it more effective and meaningful.
Modifikasi Permainan Tradisional Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SD Negeri Inpres Perumnas IV, Hedam, Kota Jayapura Monika Gultom; Yulini Rinantanti; Adolfina Krisifu; Grace Uaga; Afner Saut Sinaga
JURNAL PENGABDIAN PAPUA Vol 9 No 3 (2025)
Publisher : LPPM Uncen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31957/jpp.v9i3.4898

Abstract

This community service activity aims to introduce through the use of traditional games modified to suit the characteristics of elementary school children, where play is essentially a child’s world while the development of technological innovation encourages children to play individually or interact less with others and their enviroment. In addition, this community service activity also aims to increase love and pride in traditional games that have cultural content and local wisdom and also have the potential to improve children’s critical thinking skills, because traditional games have been played for generations and always create a sense of unity and beautiful memories until someone is an adult. This community service activities were carried out at SD Negeri Inpres Perumnas IV, located in a residential complex in Heram District, Jayapura city, with 275 students (150 boys and 125 girls) and 12 study groups, located in a land area of 1,551 M2 flanked by residential areas, the GKI Kanaan church, a mosque, and a community health center, making the play space quite narrow for the students. The activity began with an explanation of the origins of the traditional Papuan game oro kino-kino combined with the Simon Says game, followed by an explanation of how to play, cultural values, demonstrations of game modifications, and play sessions.  The results obtained showed that students were motivated to learn and master English, proud to have fun traditional games and can learn while playing and critically determine several English statements to do and not to do, teacherswere motivated to develop more fun and meaningful learning such as using traditional games in their teaching and learning classess of English. 
Implementasi Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Masyarakat Di SMP Negeri 1 Poga Kabupaten Lanny Jaya Provinsi Papua Pegunungan Kogoya, Eita; W. Mangolo, Ewendi; Sampebua, Mingsep Rante; Albaiti, Albaiti; Gultom, Monika; M. Hutabarat, Ida
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 3 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i3.2276

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang Implementasi Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Masyarakat di SMP Negeri 1 Poga Kabupaten Lanny Jaya Provinsi Papua Pegunungan dengan tujuan penelitian untuk menganalisis peran orang tua dan komite sekolah memberdayakan potensi lingkungan sebagai sumber belajar, mensinergikan program pada lingkungan akademisi dan giat pendidikan LSM, faktor pendukung dan penghambat serta dampak implementasi penguatan pendidikan karakter berbasis masyarakat. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif.. Informan sebanyak 15 orang terdiri dari kepala sekolah, guru, tata usaha, masyarakat, siswa orang tua, komite sekolah dan LSM dari LMA Kabupaten Lanny Jaya. Data diperoleh menggunakan pedoman wawancara dan melakukan keabsahan data melalui kecermatan data penelitian dan triangulasi. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian diperoleh implementasi penguatan pendidikan karakter berbasis masyarakat di SMP Negeri 1 Poga 1) melibatkan peran orang tua dan komite sekolah dalam penguatan pendidikan karakter telah berjalan dan menunjukkan dampak positif melalui sinergi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat, meskipun pelaksanaannya belum sepenuhnya terprogram secara sistematis dan berkelanjutan. 2) Memberdayakan potensi lingkungan sebagai sumber belajar dengan pemanfaatan potensi lingkungan, kolaborasi dengan akademisi serta LSM, dan keterlibatan berbagai pemangku kepentingan telah meningkatkan partisipasi orang tua dan masyarakat, menciptakan iklim serta budaya sekolah yang lebih tertib, nyaman, dan kondusif, serta membentuk perilaku positif dan disiplin siswa. 3) Penguatan pendidikan karakter berbasis masyarakat dengan mensinergikan program pada lingkungan akademisi dan giat pendidikan LSM berkontribusi terhadap peningkatan mutu pendidikan, baik pada proses pembelajaran maupun perkembangan karakter dan akademik siswa secara menyeluruh. 4) Faktor pendukung keberhasilan implementasi didukung oleh kepemimpinan kepala sekolah, kerja sama warga sekolah, komunikasi yang baik, serta dukungan orang tua dan masyarakat, sementara kendala masih ditemui pada keterbatasan waktu, sarana prasarana, pemerataan partisipasi orang tua, dan koordinasi program. Oleh karena itu, keberlanjutan penguatan pendidikan karakter berbasis masyarakat memerlukan perencanaan yang lebih matang, dukungan kebijakan, ketersediaan sumber daya, serta komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan pendidikan.
Peran Kepala Sekolah Sebagai Motivator Di SMP YPPGI Wiringgambut Kabupaten Lanny Jaya Provinsi Papua Pegunungan Kogoya, Denius; W. Mangolo, Ewendi; Waromi, Juliana; Tanta, C.; Gultom, Monika; Kurniawan, Diki
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 3 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i3.2277

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang kepala sekolah sebagai motivator di SMP YPPGI Wiringgambut Kabupaten Lanny Jaya Provinsi Papua Pegunungan. Tujuan penelitian adalah menganalisis peran kepala sekolah sebagai motivator dalam mengatur lingkungan fisik sekolah, suasana iklim kerja yang kondusif, menegakkan disiplin guru dan tenaga kependidikan, memberi motivasi kepada guru dan tenaga kependidikan, memberikan penghargaan kepada guru yang berprestasi dan menyediakan sumber belajar untuk pengembangan profesional guru serta faktor pendukung dan penghambat kepala sekolah sebagai motivator dalam meningkatkan kinerja guru. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Populasi adalah seluruh warga sekolah dan informan adalah kepala sekolah dan guru sebanyak 6 orang. Data diperoleh menggunakan pedoman wawancara, observasi dan dokumentasi dan dilakukan keabsahan data berdasarkan kecermatan dalam penelitian dan triangulasi selanjutnya data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian diperoleh peran kepala sekolah sebagai motivator yaitu 1) mengatur lingkungan fisik secara aktif menata ruang kelas, ruang guru, dan sarana-prasarana sekolah, melibatkan guru dan siswa dalam perawatan lingkungan, serta memberikan motivasi dan teladan dalam menjaga kebersihan dan kenyamanan, 2) menciptakan suasana iklim kerja yang kondusif mampu meningkatkan motivasi, rasa aman, dan tanggung jawab guru melalui sikap terbuka, adil, komunikasi dua arah, dan pendekatan kekeluargaan, 3) Menegakkan disiplin guru dan tenaga kependidikan dilakukan secara jelas, adil, dan konsisten, dengan pendekatan persuasif dan pembinaan personal sebelum pemberian sanksi, 4) memberikan motivasi secara konsisten mempengaruhi semangat kerja, rasa percaya diri, loyalitas, dan kualitas kinerja guru, 5) Peran kepala sekolah sebagai motivator dalam memberi penghargaan secara terbuka, adil, dan objektif sehingga menumbuhkan kompetisi sehat dan motivasi untuk berprestasi di antara guru, 6) menyediakan sumber belajar mendukung pengembangan profesional guru dengan ketersediaan buku, modul, akses internet, komputer, dan kesempatan mengikuti pelatihan, 7) Faktor pendukung keberhasilan kepala sekolah sebagai motivator meliputi: komunikasi terbuka, keteladanan, kesempatan pengembangan profesional, suasana kerja harmonis, dan iklim kerja kondusif. Faktor penghambat mencakup keterbatasan sarana dan prasarana, minimnya anggaran sekolah, kondisi geografis yang jauh, beban kerja administrasi yang tinggi, disiplin guru yang bervariasi, dan kondisi sosial-ekonomi guru.
Challenges in Implementing Authentic Assessment in English Language Courses at Higher Education Institutions Monika Gultom
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 1 (Spesial Issue) (2026): "Dharma Samudera"
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/4a11rp83

Abstract

The application of authentic assessment in English learning in higher education is increasingly considered important because it is able to assess students' communicative skills more clearly and relevant to the context of language use. However, the implementation of this assessment in the classroom still faces challenges that are often not seen in curriculum policies. This research aims to uncover and understand the main challenges faced in the implementation of authentic assessment in English courses in universities, with a focus on lecturers' pedagogical practices, institutional support, and student readiness. This research uses a qualitative approach with a case study design conducted at a university in Jayapura, Indonesia. Data were collected through semi- structured interviews with four English lecturers and eight students who were directly involved in performance-based assessments, then analyzed using thematic analysis. The results of the study show that the implementation of authentic assessment is constrained by the limited understanding of lecturers in designing clear and consistent assessment instruments, limited time and large class sizes, and low readiness of students in understanding assessment criteria. These findings show that there is a significant gap between competency-oriented learning demands and the real conditions of classroom assessment. The novelty of this research lies in the contextual disclosure of how these challenges interact with each other in the higher education environment in areas that are still rarely studied. This research emphasizes the importance of strengthening the role of institutions, increasing the capacity of lecturer assessments, and assessment transparency for students to improve the quality of authentic assessments in English learning in universities.  
Implementasi Kepemimpinan Visioner Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Kinerja Guru Di SD Inpres Tiom Kabupaten Lanny Jaya Provinsi Papua Pegunungan Yaung, Ludia; Kurniawan, Diki; Gultom, Monika; Tanta, C.; Waromi, Juliana; Masreng, Robert
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 4 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i4.2359

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kepemimpinan visioner kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru di SD INPRES Tiom, Kabupaten Lanny Jaya, Provinsi Papua Pegunungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi proses pembelajaran, dan studi dokumentasi. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan Teknik, sedangkan Analisis data dilakukan dengan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan visioner telah diimplementasikan dengan cukup baik. Dalam kepemimpinan visioner akan meningkatkan kinerja jika (1) proses penyusunan visi yang melibatkan guru, visi yang ditentukan sesuai dengan kondisi sekolah dan tingkat kepercayaan warga sekolah yang tinggi dalam mewujudkan visi, sehingga meningkatkan kinerja guru, (2) penyampaian visi dilakukan di rapat rutin dan melalui pengumuman tertulis, ada kesesuian antara visi dan kebijakan, dan warga sekolah memiliki pemahaman terhadap visi, sehingga dapat meningkatkan kinerja guru, (3) kemampuan memotivasi guru, mendorong kerja sama guru, dan pembagian tugas dan tanggung jawab guru secara efektif, sehinngga dapat meningkatkan kinerja guru, (4) kemampuan mendorong kesadaran kolektif, memberikan arahan strategis dan memfasilitasi koordinasi dan kolaborasi antar guru, sehingga meningkatkan kinerja guru, (5) Faktor pendukung implementasi kepemimpinan visioner meliputi kemampuan mengarahkan, memberikan motivasi, dan memfasilitasi kerja sama guru, kerja sama atau kolaborasi antar guru, dan memiliki komitmen pada visi. Sedangkan faktor penghambat meliputi usaha dalam mengimplementasikan visi secara efektif, fasilitas yang belum memadai, menjaga konsistensi pelaksanaan, kurangnya pelatihan, dan perbedaan kesiapan dalam menerima perubahan pada guru, serta (6) Implementasi kepemimpinan visioner berdampak pada peningkatan pembuatan RPP atau modul ajar, peningkatan kedisiplinan dan tanggung jawab guru, adanya keterlibatan guru dalam program sekolah, serta terjadi peningkatan hasil belajar siswa. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kajian manajemen pendidikan dengan menegaskan bahwa kepemimpinan visioner kepala sekolah yang diimplementasikan secara kontekstual dan adaptif mampu menjadi strategi terwujudnya peningkatan kinerja guru, terutama pada satuan pendidikan dasar di wilayah 3T seperti Papua Pegunungan.
Implementasi Manajemen Pembelajaran Berbasis Literasi Dasar Pada Program Sekolah Sepanjang Hari Di SD YPPK ST. Michael Hepuba Kabupaten Jayawijaya Provinsi Papua Pegunungan Yikwa, Yunus; Wahyudin, Urip; Irianto, Petrus; Tanta, C.; Mataputun, Yulius; Gultom, Monika
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 4 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i4.2362

Abstract

Penelitian ini mengkaji implementasi manajemen pembelajaran berbasis literasi dasar dalam program sekolah sepanjang hari di SD YPPK St. Michael Hepuba, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan. Tujuannya adalah menganalisis aspek perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, evaluasi, serta faktor pendukung dan penghambat program. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan melibatkan sembilan informan, yaitu kepala sekolah, guru, komite, siswa, dan orang tua. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, serta diuji keabsahannya dengan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan dilakukan berdasarkan kondisi kemampuan membaca siswa, disusun secara kolaboratif, dan terintegrasi dalam kurikulum serta dokumen resmi sekolah. Pengorganisasian dilakukan melalui pembentukan tim literasi dengan pembagian tugas yang jelas dan koordinasi yang melibatkan berbagai pihak. Pelaksanaan program diwujudkan melalui pembiasaan membaca, integrasi literasi dalam pembelajaran, serta pemanfaatan fasilitas baca. Evaluasi dilakukan melalui supervisi dan refleksi, meskipun belum menggunakan instrumen baku. Faktor pendukung meliputi komitmen dan kolaborasi, sedangkan hambatan berupa keterbatasan sarana dan kondisi sosial ekonomi. Program ini berdampak positif terhadap kemampuan membaca, pemahaman, dan partisipasi belajar siswa.
STRATEGI KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM PENGUATAN KEMITRAAN DUNIA USAHA DAN DUNIA INDUSTRI (DU/DI) UNTUK PENINGKATAN MUTU PRAKERIN BERBASIS PEMBELAJARAN BERMAKNA Monika Simon Kendek; Yulius Mataputun; Albaiti Albaiti; Diki Kurniawan; Monika Gultom; Kusdianto Kusdianto
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i2.11747

Abstract

The phenomenon of skills mismatch that triggers high rates of educational decline and sociocultural challenges in the Central Papua region is the background of this research. This problem requires innovative managerial intervention from school leaders to optimize the implementation of work practices. The focus of this research is to analyze the leadership strategy of the principal in the partnership between the Business World and the World of Industry (DU/DI) to improve the quality of Industrial Work Practice (Prakerin) based on Meaningful Learning at SMKS Tunas Bangsa Pariwisata Mimika. The steps of this qualitative descriptive research with a case study design were designed through the stages of field exploration, original data collection, and analysis of the interactive model of Miles, Huberman, and Saldana which includes data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Primary data sources include in-depth interviews with 12 key informants as well as participatory observation and formal documentation studies. The findings indicate that the principal integrates the Adaptive Contextual Leadership model with the Link and Match policy through the alignment of the tourism curriculum, the use of a physical objective assessment format by industry mentors, and the consistent implementation of organizer advancement. The main conclusion emphasizes that this adaptive-contextual leadership strategy that focuses on strengthening intellectual, emotional, and spiritual character has proven to be very effective in transforming the quality of Prakerin, boosting knowledge retention, and building a sustainable reputation and trust in the industry. ABSTRAK Fenomena skills mismatch yang memicu tingginya angka pengangguran lulusan vokasi serta tantangan sosiokultural di wilayah Papua Tengah melatarbelakangi penelitian ini. Masalah tersebut menuntut adanya intervensi manajerial yang inovatif dari figur pimpinan sekolah guna mengoptimalkan pelaksanaan praktik kerja. Fokus penelitian ini adalah menganalisis strategi kepemimpinan kepala sekolah dalam penguatan kemitraan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DU/DI) untuk meningkatkan mutu Praktik Kerja Industri (Prakerin) berbasis Pembelajaran Bermakna di SMKS Tunas Bangsa Pariwisata Mimika. Langkah-langkah penelitian deskriptif kualitatif dengan desain studi kasus ini dirancang melalui tahapan eksplorasi lapangan, pengumpulan data orisinal, serta analisis interaktif model Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Sumber data primer melibatkan wawancara mendalam terhadap 12 informan kunci beserta observasi partisipatif dan studi dokumentasi formal. Hasil temuan menunjukkan bahwa kepala sekolah mengintegrasikan model Adaptive Contextual Leadership dengan kebijakan Link and Match melalui penyelarasan kurikulum pariwisata, pemanfaatan format penilaian fisik objektif oleh mentor industri, serta penerapan advance organizer secara konsisten. Simpulan utama menegaskan bahwa strategi kepemimpinan adaptif-kontekstual yang berfokus pada penguatan karakter intelektual, emosional, dan spiritual ini terbukti sangat efektif mentransformasi mutu Prakerin, mendongkrak retensi pengetahuan, serta membangun reputasi dan kepercayaan industri berkelanjutan.    
Implementasi Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Masyarakat Di SMP Negeri 1 Poga Kabupaten Lanny Jaya Provinsi Papua Pegunungan Eita Kogoya; Ewendi W. Mangolo; Mingsep Rante Sampebua; Albaiti Albaiti; Monika Gultom; Ida M. Hutabarat
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 3 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i3.2276

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang Implementasi Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Masyarakat di SMP Negeri 1 Poga Kabupaten Lanny Jaya Provinsi Papua Pegunungan dengan tujuan penelitian untuk menganalisis peran orang tua dan komite sekolah memberdayakan potensi lingkungan sebagai sumber belajar, mensinergikan program pada lingkungan akademisi dan giat pendidikan LSM, faktor pendukung dan penghambat serta dampak implementasi penguatan pendidikan karakter berbasis masyarakat. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif.. Informan sebanyak 15 orang terdiri dari kepala sekolah, guru, tata usaha, masyarakat, siswa orang tua, komite sekolah dan LSM dari LMA Kabupaten Lanny Jaya. Data diperoleh menggunakan pedoman wawancara dan melakukan keabsahan data melalui kecermatan data penelitian dan triangulasi. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian diperoleh implementasi penguatan pendidikan karakter berbasis masyarakat di SMP Negeri 1 Poga 1) melibatkan peran orang tua dan komite sekolah dalam penguatan pendidikan karakter telah berjalan dan menunjukkan dampak positif melalui sinergi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat, meskipun pelaksanaannya belum sepenuhnya terprogram secara sistematis dan berkelanjutan. 2) Memberdayakan potensi lingkungan sebagai sumber belajar dengan pemanfaatan potensi lingkungan, kolaborasi dengan akademisi serta LSM, dan keterlibatan berbagai pemangku kepentingan telah meningkatkan partisipasi orang tua dan masyarakat, menciptakan iklim serta budaya sekolah yang lebih tertib, nyaman, dan kondusif, serta membentuk perilaku positif dan disiplin siswa. 3) Penguatan pendidikan karakter berbasis masyarakat dengan mensinergikan program pada lingkungan akademisi dan giat pendidikan LSM berkontribusi terhadap peningkatan mutu pendidikan, baik pada proses pembelajaran maupun perkembangan karakter dan akademik siswa secara menyeluruh. 4) Faktor pendukung keberhasilan implementasi didukung oleh kepemimpinan kepala sekolah, kerja sama warga sekolah, komunikasi yang baik, serta dukungan orang tua dan masyarakat, sementara kendala masih ditemui pada keterbatasan waktu, sarana prasarana, pemerataan partisipasi orang tua, dan koordinasi program. Oleh karena itu, keberlanjutan penguatan pendidikan karakter berbasis masyarakat memerlukan perencanaan yang lebih matang, dukungan kebijakan, ketersediaan sumber daya, serta komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan pendidikan.
Peran Kepala Sekolah Sebagai Motivator Di SMP YPPGI Wiringgambut Kabupaten Lanny Jaya Provinsi Papua Pegunungan Denius Kogoya; Ewendi W. Mangolo; Juliana Waromi; C. Tanta; Monika Gultom; Diki Kurniawan
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 3 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i3.2277

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang kepala sekolah sebagai motivator di SMP YPPGI Wiringgambut Kabupaten Lanny Jaya Provinsi Papua Pegunungan. Tujuan penelitian adalah menganalisis peran kepala sekolah sebagai motivator dalam mengatur lingkungan fisik sekolah, suasana iklim kerja yang kondusif, menegakkan disiplin guru dan tenaga kependidikan, memberi motivasi kepada guru dan tenaga kependidikan, memberikan penghargaan kepada guru yang berprestasi dan menyediakan sumber belajar untuk pengembangan profesional guru serta faktor pendukung dan penghambat kepala sekolah sebagai motivator dalam meningkatkan kinerja guru. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Populasi adalah seluruh warga sekolah dan informan adalah kepala sekolah dan guru sebanyak 6 orang. Data diperoleh menggunakan pedoman wawancara, observasi dan dokumentasi dan dilakukan keabsahan data berdasarkan kecermatan dalam penelitian dan triangulasi selanjutnya data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian diperoleh peran kepala sekolah sebagai motivator yaitu 1) mengatur lingkungan fisik secara aktif menata ruang kelas, ruang guru, dan sarana-prasarana sekolah, melibatkan guru dan siswa dalam perawatan lingkungan, serta memberikan motivasi dan teladan dalam menjaga kebersihan dan kenyamanan, 2) menciptakan suasana iklim kerja yang kondusif mampu meningkatkan motivasi, rasa aman, dan tanggung jawab guru melalui sikap terbuka, adil, komunikasi dua arah, dan pendekatan kekeluargaan, 3) Menegakkan disiplin guru dan tenaga kependidikan dilakukan secara jelas, adil, dan konsisten, dengan pendekatan persuasif dan pembinaan personal sebelum pemberian sanksi, 4) memberikan motivasi secara konsisten mempengaruhi semangat kerja, rasa percaya diri, loyalitas, dan kualitas kinerja guru, 5) Peran kepala sekolah sebagai motivator dalam memberi penghargaan secara terbuka, adil, dan objektif sehingga menumbuhkan kompetisi sehat dan motivasi untuk berprestasi di antara guru, 6) menyediakan sumber belajar mendukung pengembangan profesional guru dengan ketersediaan buku, modul, akses internet, komputer, dan kesempatan mengikuti pelatihan, 7) Faktor pendukung keberhasilan kepala sekolah sebagai motivator meliputi: komunikasi terbuka, keteladanan, kesempatan pengembangan profesional, suasana kerja harmonis, dan iklim kerja kondusif. Faktor penghambat mencakup keterbatasan sarana dan prasarana, minimnya anggaran sekolah, kondisi geografis yang jauh, beban kerja administrasi yang tinggi, disiplin guru yang bervariasi, dan kondisi sosial-ekonomi guru.