Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Hubungan Antara Stres Psikologis Dengan Angka Kejadian Psoriasis Di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung Ega Claudya Puspita; Arif Effendi; Eka Silvia; Muhammad Syafei Hamzah
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 5 (2026): Volume 13 Nomor 5
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i5.21855

Abstract

Psoriasis adalah penyakit kulit inflamasi kronis yang melibatkan sistem imun, dan biasanya ditandai dengan hyperplasia epidermis, peningkatan risiko artritis, gangguan kardiovaskular, serta gangguan psikososial. Penyakit ini muncul dengan plak eritematosa yang tertutup lapisan skuamosa putih tebal akibat gangguan dalam proliferasi dan diferensiasi sel epidermis. Penelitian ini menggunakan desain studi cross-sectional pada 32 pasien dengan instrument kuesioner PSS-10 dan skor PASI. Hasil menunjukkan bahwa mayoritas pasien mengalami stres psikologis tingkat sedang (53.1%) dan keparahan psoriasis Tingkat sedang (53.1%), dengan hubungan yang signifikan antara stres dan tingkat keparahan psoriasis (p = 0.031). Disimpulkan bahwa stres psikologis berpengaruh terhadap kejadian psoriasis.
Hubungan Antara Status Gizi Dengan Kelelahan Kerja Pegawai Instalasi Radiologi Rumah Sakit Umum Daerah Sukadana Farid Hammadi; Festy Ladyani; Eka Silvia; Yesi Nurmalasari
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 6 (2026): Volume 13 Nomor 6
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i6.26051

Abstract

Status gizi berperan penting dalam menentukan kapasitas kerja seseorang. Status gizi yang tidak optimal, terutama overweight dan obesitas, dapat meningkatkan beban metabolik, menurunkan kapasitas kerja fisik, dan memicu kelelahan kerja yang berdampak pada penurunan produktivitas serta peningkatan risiko kesalahan kerja. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara status gizi dengan kelelahan kerja pada pegawai Instalasi Radiologi Rumah Sakit Umum Daerah Sukadana. Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional ini dilaksanakan pada April 2025 dengan melibatkan 31 pegawai yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Status gizi diukur berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT) melalui pengukuran berat badan dan tinggi badan, sedangkan kelelahan kerja diukur menggunakan kuesioner Subjective Self Rating Test (SSRT) dari IFRC. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman. Sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan (64,5%), memiliki masa kerja 10 tahun (83,9%), dan status gizi overweight (38,7%). Tingkat kelelahan kerja terbanyak berada pada kategori sedang (35,5%). Kelelahan kerja berat paling banyak ditemukan pada responden dengan obesitas (77,8%), sedangkan kelelahan sedang didominasi kelompok overweight (66,7%). Uji Spearman menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dan kelelahan kerja (p = 0,000) dengan kekuatan hubungan yang kuat (r = 0,616). Status gizi berhubungan signifikan dengan kelelahan kerja pada pegawai Instalasi Radiologi Rumah Sakit Umum Daerah Sukadana. Peningkatan status gizi menuju overweight dan obesitas cenderung diikuti peningkatan tingkat kelelahan kerja, sehingga diperlukan upaya pengendalian status gizi untuk meningkatkan kesehatan dan produktivitas tenaga kerja.
Efektivitas Ekstrak Rimpang Kunyit (Curcuma longa) Sebagai Antibakteri Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus Penyebab Furunkel Dengan Metode Difusi Fadhila Naila Ariza; Dwi Marlina Syukri; Eka Silvia; Efrida Warganegara
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 1 (2026): Volume 13 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i1.20632

Abstract

Furunkel, atau bisul, merupakan peradangan akut pada folikel rambut beserta jaringan sekitarnya yang umumnya berawal dari folikulitis superfisial dan dapat berkembang menjadi abses yang nyeri. Penatalaksanaan medikamentosa furunkel meliputi pemberian antibiotik topikal maupun sistemik. Namun, tingginya penggunaan antibiotik menjadi ancaman kesehatan global, terutama akibat meningkatnya resistensi antibiotik. Oleh karena itu, diperlukan eksplorasi antibakteri alami sebagai alternatif terapi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kemampuan antibakteri ekstrak rimpang kunyit (Curcuma longa) dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus sebagai penyebab furunkel. Metode yang digunakan adalah eksperimen laboratorium untuk menilai pengaruh ekstrak rimpang kunyit (Curcuma longa) terhadap diameter zona hambat bakteri Staphylococcus aureus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak rimpang kunyit (C. longa) dengan pelarut etanol 70% menghasilkan rata-rata diameter zona hambat sebesar 11,16 mm dan termasuk kategori kuat. Sementara itu, ekstrak rimpang kunyit (C. longa) dengan pelarut etanol 98% menghasilkan rata-rata diameter zona hambat sebesar 8,16 mm dan termasuk kategori sedang. Mupirosin sebagai kontrol positif menghasilkan rata-rata diameter zona hambat sebesar 11,90 mm dan termasuk kategori kuat. Ekstrak rimpang kunyit (Curcuma longa) dengan pelarut etanol 70% menunjukkan aktivitas antibakteri yang lebih kuat terhadap Staphylococcus aureus dan berpotensi sebagai alternatif terapi pada furunkel.