Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Journal Of Chemical Process Engineering

Uji Karakteristik Magnesium Fosfat dari Pelarutan Mineral Dolomit dengan Asam Fosfat Dewangga, Bayu S.; Setyanugraha, Moch. Alief; Edahwati, Luluk
Journal of Chemical Process Engineering Vol. 7 No. 1 (2022): Journal of Chemical Process Engineering
Publisher : Fakultas Teknologi Industri - Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jcpe.v7i1.802

Abstract

Magnesium fosfat (Mg3(PO4)2) adalah senyawa organik yang terbentuk dari garam magnesium yang berasal dari asam fosfat (H3PO4) dengan kata lain, unsur magnesium yang melapisi antara anion fosfat. Selain itu magnesium fosfat saat ini dibutuhkan oleh industri, khususnya pada bidang material maju dan biologis. Namun hal yang menjadi kebutuhan saat ini adalah mahalnya harga bahan dasar yang mengharuskan impor. Mineral dolomit tersebar melimpah di Indonesia, dengan kandungan kalsium (Ca) dan magnesium (Mg) di dalamnya, sehingga dapat dijadikan sebagai bahan dasar alternatif sintesis magnesium fosfat. Tahapan-tahapan dalam pembuatan magnesium fosfat adalah kalsinasi, pelarutan mineral dolomit dengan asam fosfat menggunakan metode extraction-aeration, dan proses terakhirnya adalah kristalisasi. Variabel penelitian menggunakan variasi konsentrasi asam fosfat (H3PO4) yaitu 8N dan 10N serta laju alir udara 1, 2, dan 3 L/menit. Hasil yang dipaparkan adalah mengenai karakteristik magnesium fosfat yang diperoleh menggunakan metode XRF (X-Ray Fluorensence) dan SEM-EDX (Scanning Electron Microscope – Energy Dispersive X-Ray). Dari hasil tersebut dapat dijadikan sebagai acuan karakteristik dari magnesium fosfat yang diperoleh dari sintesis mineral dolomit.
Recovery Fosfat Pada Hasil Ekstraksi Dolomit Sebagai Mineral Struvite Dengan Metode Aerasi Falah, Ra Niyatul; Fauziah, Maria Rizky; Edahwati, Luluk
Journal of Chemical Process Engineering Vol. 7 No. 1 (2022): Journal of Chemical Process Engineering
Publisher : Fakultas Teknologi Industri - Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jcpe.v7i1.803

Abstract

Sisa cadangan fosfat yang dapat diakses dari mineral fosfat diperkirakan akan habis dalam 50 tahun, jika pertumbuhan permintaan pupuk tetap 3% per tahun. Mengurangi penggunaan fosfat secara berlebihan, akan membantu cadangan fosfat bertahan lebih lama. Adapun alternatif untuk menghemat cadangan fosfat adalah dengan recovery fosfat, yang memiliki keuntungan tambahan untuk meminimalkan eutrofikasi. Struvite merupakan recovery mineral fosfat yang optimal dan berfungsi sebagai pupuk lepas lambat. Pembuatan struvite pada penelitian ini dilakukan dengan mereaksikan hasil ekstraksi dolomit (Mg3(PO4)2) dan Amonium Hidroksida (NH4OH). Digunakan variasi rasio MAP sebesar 1:1:1, 1,5:1:1, 2:1:1, 2,5:1:1 dan 3:1:1. Melakukan penambahan Natrium Hidroksida (NaOH) guna mendapatkan pH yang bervariasi yaitu 7, 8, 9, 10 dan 11. Pada recovery fosfat digunakan metode aerasi, dengan laju alir udara sebesar 1 liter per menit. Aerasi dibutuhkan untuk proses pengadukan pada larutan. Penelitian ini menggunakan pengujian yaitu uji X-ray Fluorescence (XRF), sehingga diperoleh kandungan mineral fosfat ter tinggi dalam pembentukan struvite. Recovery fosfat tertinggi diperoleh pada rasio MAP sebesar 2,5 : 1 : 1 dengan pH yaitu 9. Hasil recovery fosfat yang diperoleh sebesar 84,3% , dan menurut SNI 02-3776-2005 kandungan P pada pupuk struvite yang dihasilkan dalam penelitian ini memiliki tingkat mutu yang baik.
Sintesis dan Karakteristik Struvite dengan Proses Bubble Saru, Maria Vindri Vincensia; Zevi, Mutiya; Edahwati, Luluk
Journal of Chemical Process Engineering Vol. 7 No. 1 (2022): Journal of Chemical Process Engineering
Publisher : Fakultas Teknologi Industri - Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jcpe.v7i1.804

Abstract

Hasil reaksi antara magnesium, amonium, fosfat yang berbentuk kristal berwarna putih disebut struvite (MgNH4PO4.6H2O). Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui karakteristik struvite dengan proses bubble, dan mengetahui rasio molar, serta pH yang terbaik untuk pembentukan struvite. Variabel peubah rasio molar menggunakan variasi rasio Magnesium Ammonium Phosphate MAP 1:1:1, 1,5:1:1, 2:1:1, 2,5:1:1, dan 3:1:1. Pembentukan struvite dilakukan menggunakan proses bubble yang berfungsi sebagai pengaduk, dengan laju aliran udara sebesar 1 L/Menit. Pembentukan mineral struvite dipengaruhi oleh pH yang akan berpengaruh pada kelarutan, sehingga digunakan variabel peubah sebesar 7, 8, 9, 10, dan 11 untuk menentukan kondisi terbaik pembentukan struvite. Hasil analisa penelitian diperoleh kondisi terbaik pembentukan struvite untuk kandungan magnesium dalam kondisi pH 9 menggunakan rasio molar 1:1:1 diperoleh sebesar 10%. Kandungan unsur fosfat pembentukan struvite diperoleh kondisi terbaik dalam pH 9 dan rasio molar 3:1:1 sebesar 69,5%. Hal tersebut terjadi karena pada pH 7-8 pembentukan struvite belum optimal, dan pada pH 10 mulai menurun karena meningkatnya impurities. Struvite yang terbentuk memiliki karateristik berbentuk batang dan ujung runcing, permukaannya rata, dengan kandungan unsur Mg sebesar 10% dan kandungan fosfat sebesar 69,5%.