Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Resepsi Enviromental Enthusiast terhadap Posisi Pemerintah dalam Kampanye #SaveRajaAmpat oleh Media Greenpeace Indonesia Rao, Saira Saima; Eddyono, Aryo Subarkah
Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol 8, No 2 (2025): Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/wartaiski.v8i2.443

Abstract

Abstract - This study aims to analyze how the reception of the government's role is formed through the #SaveRajaAmpat campaign by Greenpeace Indonesia media, especially from the perspective of environmental enthusiasts. The campaign highlights the impact of environmental damage caused by nickel mining activities in the Raja Ampat conservation area, Papua. The study uses a qualitative approach with a case study method. Data collection techniques were carried out through in-depth interviews with environmental enthusiasts who actively follow Greenpeace Indonesia's campaign content on various social media platforms, as well as observations of the campaign content. Stuart Hall's reception theory was used to analyze the process of media message interpretation by the audience. The results show that the informants are in a hegemonic position, namely fully accepting the narrative constructed by Greenpeace Indonesia regarding environmental damage and government responsibility. The informants view the government as the main actor in granting mining permits in conservation areas and assess the revocation of permits carried out only as a response to digital public pressure, not as a form of commitment to protecting the environment. The narrative conveyed by Greenpeace is considered credible, based on open research data delivered with critical emotional audio and visuals, and without commercial interests. These findings show that the media plays a major role in shaping public opinion, ecological awareness and show how audiences actively and critically interpret media messages even when they support the dominant narrative.Keywords: Greenpeace Indonesia; #SaveRajaAmpat; Environmental; Enthusiast; Government Reception Abstrak - Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana resepsi terhadap peran pemerintah dibentuk melalui kampanye #SaveRajaAmpat oleh media Greenpeace Indonesia, khususnya dari sudut pandang environmental enthusiast. Kampanye tersebut menyoroti dampak kerusakan lingkungan akibat aktivitas pertambangan nikel di wilayah konservasi Raja Ampat, Papua. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap environmental enthusiast yang aktif mengikuti konten kampanye Greenpeace Indonesia di berbagai platform media sosial, serta observasi terhadap konten kampanye tersebut. Teori resepsi Stuart Hall digunakan untuk menganalisis proses pemaknaan pesan media oleh audiens. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para informan berada pada posisi terhegemoni, yaitu menerima sepenuhnya narasi yang dibangun Greenpeace Indonesia mengenai kerusakan lingkungan dan tanggung jawab pemerintah. Para informan memandang pemerintah sebagai aktor utama dalam pemberian izin tambang di wilayah konservasi dan menilai tindakan pencabutan izin yang dilakukan hanya sebagai respons terhadap tekanan publik secara digital, bukan sebagai bentuk komitmen untuk menjaga lingkungan. Narasi yang disampaikan Greenpeace dianggap kredibel, berbasis data riset terbuka disampaikan dengan audio dan visual yang kritis emosional, serta tanpa kepentingan komersial. Temuan ini menunjukkan bahwa media berperan besar dalam membentuk opini publik, kesadaran ekologis dan memperlihatkan bagaimana khalayak secara aktif dan kritis memaknai pesan media meskipun mendukung narasi dominan. Kata kunci: Greenpeace Indonesia; #SaveRajaAmpat; Lingkungan; Antusias; Resepsi Pemerintah
Analisis Resepsi Cinta Buta dalam Film Horor Do You See What I See “First Love” Setiawan, Ryandhika Rezky; Eddyono, Aryo Subarkah
Jurnal Ilmu Komunikasi Dan Media Sosial (JKOMDIS) Vol. 6 No. 1 (2026): Januari-April
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47233/jkomdis.v6i1.4267

Abstract

Adapting a horror podcast into a feature film raises issues related to differences in audience interpretation of media messages, particularly in the representation of the theme of blind love shown in horror films. The differences in characteristics between audio and visuals have the potential to produce diverse interpretations, so audience interpretation requires further study. This study aims to analyze audience interpretation of the representation of blind love in the film Do You See What I See: “First Love” (2024), adapted from a horror podcast of the same title. The focus of the research is directed at the audience's position in the message decoding process based on media communication theory. This study uses a qualitative approach with Stuart Hall's reception analysis method through the encoding-decoding framework. Data were obtained through in-depth interviews with three informants who are both podcast listeners and film viewers, supported by participant observation and documentation. Data analysis techniques used thematic analysis to group audience interpretations into dominant-hegemonic, negotiated, and oppositional categories, and strengthened by triangulation of sources and techniques. The results show that audiences interpret blind love as a form of emotional attachment that blocks rationality and has the potential to cause negative impacts. One informant held a dominant-hegemonic position, accepting the film's moral message in its entirety, while two informants held a negotiated position, negotiating meaning based on their aesthetic experience, professional background, and preference for the horror genre. These findings indicate that audiences actively interpret media messages and that meaning is not accepted in isolation but rather is shaped through a process of negotiation based on the audience's social background and experiences.
Resepsi Enviromental Enthusiast terhadap Posisi Pemerintah dalam Kampanye #SaveRajaAmpat oleh Media Greenpeace Indonesia Rao, Saira Saima; Eddyono, Aryo Subarkah
Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol. 8 No. 2 (2025): Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/wartaiski.v8i2.443

Abstract

Abstrak - Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana resepsi terhadap peran pemerintah dibentuk melalui kampanye #SaveRajaAmpat oleh media Greenpeace Indonesia, khususnya dari sudut pandang environmental enthusiast. Kampanye tersebut menyoroti dampak kerusakan lingkungan akibat aktivitas pertambangan nikel di wilayah konservasi Raja Ampat, Papua. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap environmental enthusiast yang aktif mengikuti konten kampanye Greenpeace Indonesia di berbagai platform media sosial, serta observasi terhadap konten kampanye tersebut. Teori resepsi Stuart Hall digunakan untuk menganalisis proses pemaknaan pesan media oleh audiens. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para informan berada pada posisi terhegemoni, yaitu menerima sepenuhnya narasi yang dibangun Greenpeace Indonesia mengenai kerusakan lingkungan dan tanggung jawab pemerintah. Para informan memandang pemerintah sebagai aktor utama dalam pemberian izin tambang di wilayah konservasi dan menilai tindakan pencabutan izin yang dilakukan hanya sebagai respons terhadap tekanan publik secara digital, bukan sebagai bentuk komitmen untuk menjaga lingkungan. Narasi yang disampaikan Greenpeace dianggap kredibel, berbasis data riset terbuka & disampaikan dengan audio dan visual yang kritis & emosional, serta tanpa kepentingan komersial. Temuan ini menunjukkan bahwa media berperan besar dalam membentuk opini publik, kesadaran ekologis dan memperlihatkan bagaimana khalayak secara aktif dan kritis memaknai pesan media meskipun mendukung narasi dominan.   Kata kunci: Greenpeace Indonesia; #SaveRajaAmpat; Lingkungan; Antusias; Resepsi Pemerintah
Pendayagunaan Platform Media Sosial oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Anggraini, Candra; Mihardja, Eli Jamilah; Aryo Subarkah Eddyono
Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol. 8 No. 1 (2025): Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/wartaiski.v8i1.342

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang pendayagunaan teknologi informasi dan komunikasi oleh Kementerian Pekerjaan Umum dalam mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi kelembagaan, khususnya dalam menyosialisasikan peran dan tanggung jawabnya kepada masyarakat luas. Peneliti berfokus pada pemanfaatan platform media sosial Instagram sebagai sarana komunikasi publik dan kendala yang dihadapi dalam implementasinya. Studi ini mengisi kesenjangan pada kurangnya kajian mengenai efektivitas penggunaan Instagram oleh lembaga pemerintahan teknis dalam menyampaikan informasi secara interaktif dan berkelanjutan. Dalam riset ini, peneliti berasumsi bahwa pemanfaatan media sosial memerlukan inovasi dan strategi konten yang relevan agar dapat mencapai efektivitas komunikasi yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan alasan penggunaan Instagram oleh Kementerian PU serta mengidentifikasi hambatan-hambatan dalam pemanfaatannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif guna menggambarkan secara mendalam fenomena komunikasi yang terjadi. Teori komunikasi publik dan konsep engagement digital digunakan sebagai dasar analisis untuk menginterpretasi data yang dikumpulkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Instagram mampu memperluas jangkauan informasi kepada masyarakat, Kementerian PU menghadapi kendala berupa kurangnya inovasi dan improvisasi dalam pembuatan konten, serta menurunnya jumlah pengguna aktif Instagram di Indonesia sejak Agustus 2024. Kesimpulan dari penelitian ini menekankan perlunya strategi komunikasi yang lebih kreatif dan adaptif terhadap perubahan tren media sosial.