Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENGELOMPOKAN DAERAH RAWAN BANJIR DENGAN METODE K-MEANS DI BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH KABUPATEN INDRAMAYU Khaerul Umam
INFOKOM Vol. 12 No. 2 (2018): JURNAL INFOKOM
Publisher : STIKOM POLTEK CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Indramayu merupakan salah satu daerah yang rawan bencana bahkan dikatakan masuk kedalam daerah rawan bencana banjir. Mengingat begitu besarnya dampak banjir terhadap kelangsungan hidup masyarakat sekitar, bahkan terkadang memakan korban jiwa maka diperlukan adanya pengelompokan daerah rawan banjir untuk menentukan zona rawan banjir. Dalam melakukan proses pengelompokan tersebut maka perlu di bentuk suatu sistem pendukung keputusan guna menyelesaikan masalah yang ada yaitu menggunakan K-Means sebagai metode pengambilan keputusan. Penelitian yang menggunakan metode K-Means dalam sistem pendukung keputusan ini menghasilkan sebuah aplikasi sistem pendukung keputusan pengelompokan daerah rawan banjir yang bisa digunakan pada Badan Penanggulangan Daerah (BPBD). Kriteria yang digunakan pada sistem pendukung keputusan pengelompokan daerah rawan banjir ini adalah : data curah hujan, jenis wilayah, jumlah pintu air, suhu udara dan resapan air dari suatu desa. Hasil penelitian ini adalah menghasilkan proses pelaporan daerah yang terkena banjir menjadi lebih cepat dan tepat. dan output dari aplikasi tersebut dapat membantu pengambil keputusan dalam memilih alternatif pengelompokan daerah rawan banjir.
Pendekatan dalam Penelitian Bahasa dan Sastra Khaerul Umam; Ubaid Ridlo; Alek
Journal of Literature Review Vol. 1 No. 2 (2025): JULI-DESEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/g1zdpy64

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan penjelasan yang komprehensif mengenai berbagai pendekatan yang digunakan dalam penelitian bahasa dan sastra, baik dari segi teoritis maupun praktis. Dalam kajian ini, dibahas berbagai pendekatan utama yang telah banyak diterapkan dalam dunia akademik dan penelitian, seperti pendekatan struktural yang fokus pada hubungan formal antarelemen bahasa, pendekatan fungsional yang menekankan fungsi komunikatif bahasa dalam konteks sosial, pendekatan interpretatif yang bertujuan memahami makna di balik teks, serta pendekatan historis yang menelusuri perkembangan dan evolusi bahasa atau karya sastra dari masa ke masa. Selain itu, penelitian ini juga mencakup pendekatan psikologis yang memusatkan perhatian pada aspek kognitif dan afektif penggunaan bahasa, pendekatan feminisme yang menganalisis bahasa dan sastra dari perspektif kesetaraan gender dan representasi perempuan, pendekatan postkolonial yang membongkar relasi kuasa dalam teks antara dunia penjajah dan terjajah, serta pendekatan ekritik yang mengkaji relasi antara teks sastra dan lingkungan hidup. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif yang berorientasi pada pemahaman mendalam terhadap teori dan konsep melalui studi pustaka. Sumber data diperoleh dari berbagai literatur ilmiah, jurnal akademik, buku referensi utama, dan karya-karya terkini yang relevan dengan kajian linguistik dan sastra. Metode ini dipilih karena mampu mengakomodasi keragaman pendekatan yang bersifat multidisipliner serta memberikan ruang interpretasi yang luas terhadap data kajian. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya mendeskripsikan pendekatan-pendekatan tersebut, tetapi juga mengevaluasi kekuatan dan keterbatasannya dalam memahami objek kajian kebahasaan dan kesastraan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemilihan pendekatan yang tepat sangat menentukan dalam mengarahkan sudut pandang dan hasil analisis terhadap teks-teks bahasa dan sastra. Setiap pendekatan memiliki karakteristik, alat analisis, dan asumsi dasar yang unik, sehingga pemilihan pendekatan harus disesuaikan dengan tujuan, jenis data, dan konteks penelitian. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan-pendekatan tersebut tidak bersifat saling eksklusif, namun justru dapat saling melengkapi apabila dikombinasikan secara tepat. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang berarti dalam pengembangan keilmuan di bidang linguistik dan sastra, serta menjadi referensi penting bagi para peneliti, pengajar, dan mahasiswa dalam merancang dan melaksanakan penelitian yang berlandaskan pendekatan ilmiah yang relevan dan kontekstual.
Analisis Pengaruh Belanja Negara, Industri Manufaktur, dan Pendapatan Nasional terhadap Ketimpangan Pendapatan di Indonesia Suparlan Suparlan; Khaerul Umam
ARZUSIN Vol 5 No 4 (2025): AGUSTUS
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/arzusin.v5i4.6131

Abstract

Income inequality, as reflected by the Gini Ratio, is a key indicator for assessing the fairness of economic distribution, and in Indonesia, its fluctuation over the past decade highlights complex socio-economic dynamics. This study aims to identify the variables influencing changes in the Gini Ratio in Indonesia during the 2014–2023 period. A quantitative approach was applied using secondary data from the Central Statistics Agency (Badan Pusat Statistik) and the Ministry of Finance of the Republic of Indonesia. The research employed multiple linear regression analysis, including classical assumption tests, model feasibility tests, as well as t-tests and F-tests for hypothesis testing. The results indicate that among the three variables examined, only the Manufacturing Industry sector has a significant effect on income inequality, while Government Expenditure and National Income do not show a significant influence. These findings confirm that increases in government spending or national income do not directly reduce income inequality. In contrast, the contribution of the manufacturing sector has been shown to improve income distribution, aligning with previous studies suggesting that growth in this sector positively affects inter-provincial economic equity. The practical implications of these results underscore the importance of inclusive industrialization policies and equitable development of the manufacturing sector across all regions of Indonesia as a long-term strategy to sustainably reduce income inequality.
PENGARUH PRAKTISI MENGAJAR TERHADAP CAPAIAN PEMBELAJARAN PENGANTAR AKUNTANSI DAN INVESTASI PASAR MODAL Reny Wardiningsih; Lalu Andika Noviawan; Resty Yusnirmala Dewi; Khaerul Umam; Baiq Melyda Hasmi Aulia
Jurnal PenKoMi : Kajian Pendidikan dan Ekonomi Vol 9 No 2 (2026): Jurnal Penkomi : Kajian Pendidikan dan Ekonomi
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/pk.v9i2.4401

Abstract

This study focuses on analyzing the effect of the Practitioner Teaching Program on students’ learning outcomes in the courses of Introduction to Accounting and Capital Market Investment. The background of this research is based on the mismatch between graduates’ competencies and labor market demands, highlighting the need for more relevant and applicable learning approaches. This study employs a quantitative approach using a survey of 95 students selected through purposive sampling. Data were collected Likert-scale questionnaires and analyzed using simple linear regression with the assistance of SPSS software. The results indicate that practitioner involvement has a positive and significant effect on learning outcomes, with a significance value of 0.000 (<0.05) and a coefficient of determination (R²) of 0.778. Descriptively, the majority of students responded positively in terms of ease of understanding the material, learning interactivity, and relevance of the content to real-world practice. These findings suggest that practitioner involvement enhances the quality of learning, both cognitively and in terms of practical skills. The implications of this study emphasize the urgency of developing collaborative learning strategies between academics and practitioners in higher education.