Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Mengemangkan Kreativitas Anak Dalam Permainan Playdough Melalui Metode Pemberian Tugas Di Kelompok B Di Tk Aisyiyah Bustanul Athfal VII Palu: Mengemangkan Kreativitas Anak Dalam Permainan Playdough Melalui Metode Pemberian Tugas Di Kelompok B Di Tk Aisyiyah Bustanul Athfal VII Palu Devitasari; Abdul Salam; Syamsidar
ECEIJ (Early Childhood Education Indonesian Journal) Vol. 5 No. 2: Mei 2022
Publisher : ECEIJ (Early Childhood Education Indonesian Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan kreativitas anak dalam permainan playdough melalui metode pemberian tugas di kelompok B di TK ABA VII palu, penelitian, penelitian yang telah dilaksanakan bahwa mengembangkan kreativitas anak dalam permainan playdough melalui metode pemberian tugas di kelompok B 2 di TK Aisyiyah Bustanul Athfal VII Palu. penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskritif, teknik pengumpulan data melalui metode observasi, wawancara, dan dokumentasi yang menggunakan berupa lembar observasi cheklist untuk mengamati perkembangan setiap anak untuk mengembangkan kreativitas anak. Dari pengamatan peneliti perkembangan setiap anak berbeda-beda mulai dari cara menggenggam, membentuk adonan dengan itu konsentrasi anak terlatih sehingga motorik halus anak berkembang sangat baik, selain itu anak juga sudah bisa membedakan warna serta menunjukkan hasil kreativitas yang baik. Dalam mengembangkan kreativitas anak dalam permainan playdough melalui metode pemberian tugas di kelompok B2 perkembangan kreativitas anak dari 15 peserta didik, anak yang diamati 4 diantaranya menjadi subjek yang di teliti berdasarkan enam aspek perkembangan anak, perkembangan kreativitas anak dapat dilihat dari 2 anak mulai berkembang (MB) anak masih memerlukan bantuan guru karena belum bisa melakukan sendiri dan 2 anak lainnya berkembang sesuai harapan (BSH) anak sudah melakukan kegiatan sendiri tanpa bantuan orang lain. Selain itu selain melalui permainan playdough media tersebut juga merupakan salah satu media pembelajaran yang aman digunakan anak karena terbuat dari bahan yang aman walaupun tertelan oleh anak. Dengan ini permainan playdough melalui metode pemberian tugas di kelompok B2 di TK Aisyiyah Bustanul Athfal VII Palu dapat menjadi salah satu cara dan upaya dalam mengembangakan kreativitas anak dalam kegiatan nyata agar tujuan yang telah disusun tercapai secara optimal berdasarkan Tujuan pencapaian pembelajaran dan juga sesuai enam aspek perkembangan anak yang ingin dicapai.
Desain Lingkungan Fisik Untuk Perkembangan dalam kebutuhan anak Di PAUD: Physical Environment Design for Development in Children's Needs in PAUD Abdul Salam; Dewi Rara Amiati
ECEIJ (Early Childhood Education Indonesian Journal) Vol. 5 No. 3: September 2022
Publisher : ECEIJ (Early Childhood Education Indonesian Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap anak dalam hidupnya akan selalu mengalami perkembangan sesuai dengan usianya. Keberhasilan anak dalam mencapai tugas perkembangan didukung oleh beberapa factor internal dan eksternal.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh lingkungan fisik pada perkembangan anak di PAUD. Hasil penelitian menunjukan bahwa factor lingkungan keluarga hampir seluruhnya mempengaruhi perkembangan anak di PAUD. Lingkungan fisik mempunyai peran penting masah tumbuh kembang terutama pada golden age (0-6 tahun), karena paling sering di tangkap langsung oleh panca indra anak. Selaing lingkungan rumah, lingkungan fisik yang memiliki intensitas interaksi yang tinggi dengan anak adalah lingkugan sekolah oleh karena itu linkungan sekolah harus menyediakan fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan tumbuh kembang dan karakter istik anak .tujuan dari penelitian ini adalah mengidengtifikasi kriteria lingkungan ramah pada anak sekolah TK. Metode yang di gunakan adalah metode komparasi literatur mengenai kriteria ramah anak pada sekolah PAUD. Dari penelitian ini diketahui bahwa kriteria lingkungan ramah anak pada sekolah PAUD meliputi tiga hal yaitu keamanan, kenyamanan, dan stimulasi pada elemen ruang luar dan ruang dalam sebuah perkembangan anak usia dini adalah masa – masa kiris yang menjadi pondasi anak untuk kehidupannya dimasa yang akan datang. Sebagian dari potensi kecerdasan manusiaberkembang dengan pesat pada usia dini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) lingkungan bermain alami (2) Bangunan dengan Green Design (3) Program-Program Pendukung Green School. Dimana Guru, khususnya di PAUD dapat lebih fleksibel dalam menilai perkembangan anak, terutama dalam kebiasaan yang mendalam diharapkan kegiatan ini menjadi budaya bagi anak-anak kelak dimanapun mereka berada. Melalui gerakan sederhana seperti belajar menghemat listik, membuang sampah pada tempatnya dan melakukan daur ulang sampah, perlahan namun pasti generasi berkelanjutan akan berkembang.
Persepsi Orang Tua dan Guru Terhadap Pendidikan Kebencanaan Pada Anak Usia Dini: Parents and Teachers' Perceptions of Disaster Education in Early Childhood Megi Rahayu; Abdul Salam
ECEIJ (Early Childhood Education Indonesian Journal) Vol. 5 No. 3: September 2022
Publisher : ECEIJ (Early Childhood Education Indonesian Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh banyaknya kasus bencana alam di Indonesia. Dimana anak usia dini baik disadari maupun tidak disadari kerap kali menjadi korban dari bencana alam tersebut baik secara fisik maupun psikologis. Anak termasuk dalam kelompok paling rentan dalam situasi bencana. Mereka memiliki kemampuan dan sumber daya yang terbatas untuk mengontrol atau mempersiapkan diri ketika merasa takut sehingga tergantung pada pihak-pihak di luar dirinya supaya dapat pulih kembali dari bencana tersebut. Kerentanan anak-anak terhadap bencana dipicu oleh faktor keterbatasan pemahaman tentang resiko- resiko disekeliling mereka. Dalam pengenalan proses kesiapsiagaan pada usia prasekolah tentunya memiliki metode yang harus sesuai dengan usia mereka. Dikarenakan model pembelajarn memiliki peranan yang sangat penting dalam proses kegiatan belajar dan merupakan salah satu parameter utama keberhasilan pengajar dalam mengajar Banyak guru dan orang tua yang belum memahami cara mengajarkan pendidikan kebencaaan untuk anak usia dini, sehingga anak tidak diajarkan secara optimal hanya berdasarkan pengalaman orang tua semata. Maka, dari sinilah titik balik peneliti ingin menggali lebih dalam mengenai persepsi orang tua dalam kasus tersebut, bagaimanapun tolak ukur pemahaman mereka dapat membantu dalam mencairkan masalah tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi guru dan orang tua terhadap pendidikan kebencanaan pada anak usia dini, baik dalam pengetahuan maupun pemahaman orang tua. Sedangkan, metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Hasil temuan penelitian menunjukan bahwa pemahaman guru dan orang tua masih kurang mengetahui dalam hal pendidikan kebencanaan, hal ini terlihat saat guru dan orang tua mengajarkan pendidikan kebencaan hanya berdasarkan pengalaman orang tua saja. Rekomedasi dari penelitian ini ditunjukan pada guru dan orang tua untuk tetap mempersiapkan diri dengan ilmu pengetahuan yang memadai agar anak memperoleh pendidikan kebencanaan yang tepat dan sesuai dengan tumbuh kembangnya. Rekomedasi lain dari penelitian ini ditunjukan pada peneliti selanjutnya agar dapat meneliti lebih lanjut dengan mengungkap masalah yang sama namun dengan subjek dan variable yang berbeda. Sehingga kedepannya penelitian ini dapat dikembangkan dan kebermanfaatannya lebih luas bagi banyak orang.