Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Keperawatan

MOTIVASI MINUM OBAT PADA PASIEN TUBERKULOSIS PARU DITINJAU DARI DUKUNGAN KELUARGA Anggia Budiarti; Maritta Sari
Jurnal Riset Media Keperawatan Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sapta Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jrmk.v2i1.17

Abstract

Tuberkulosis paru merupakan penyakit infeksi yang menyerang berbagai organ terutamaparenkim paru-paru yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis dengan gejala yang sangatbervariasi. Di Indonesia adalah negara dengan prevalensi TB ke-3 tertinggi di dunia dan di ProvinsiBengkulu kasus Tuberkulosis paru setiap tahunnya semakin meningkat. Kegagalan pengobatandisebabkan beberapa faktor antara lain (a) Obat : panduan obat tidak adekuat, dosis obat tidak cukup,minum obat tidak teratur/tidak sesuai dengan petunjuk yang diberikan, jangka waktu pengobatankurang dari semestinya, terjadinya resistensi obat; (b) Drop-out : kekurangan biaya pengobatan,merasa sudah sembuh, malas berobat/kurang motivasi ; (c) Penyakit : lesi paru yang sakit terlaluluas/sakit berat, penyakit lain yang menyertai tuberkulosis seperti diabetes melitus, alkoholisme danpenyakit lain serta adanya gangguan imunologis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahuigambaran motivasi minum obat pada pasien tuberkulosis paru ditinjau dari dukungan keluarga.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif menggunakan teknik acidental sampling dalampemilihan sampel. Penelitian ini dilakukan di ruang poliklinik paru rumah sakit umum daerah M.Yunus Bengkulu. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan lembar chek list kepada setiapresponden yang kemudian dianalisa dengan menggunakan table distribusi, dan diinterprestasikandalam bentuk narasi. Dari hasil penelitian didapat dukungan keluarga pada pasien tuberkulosisparudalam minum obat dikategori rendah (63,79 %), dan motivasi tinggi (43 %).
Pengaruh Pemberian Topikal Madu Kaliandra Terhadap Jumlah Eksudat Pada Luka Diabetes Melitus Nengke Puspita Sari; Maritta Sari
Jurnal Riset Media Keperawatan Vol. 3 No. 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sapta Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jrmk.v3i1.73

Abstract

Diabetes Melitus paling sering menyebabkan teradinya komplikasi yaitu adanya luka pada kaki dikarenakan teradinya perubahan patologis pada anggota gerak. Luka adalah suatu kerusakan fungsi dan struktur anatomi normal, sedangkan penyembuhan luka merupakan proses dinamik kompleks yang menghasilkan perbaikan fungsi dan kontinuitas anatomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas Pemberian Topikal Madu Kaliandra dengan jumlah Eksudat pada luka Diabetes Melitus dengan metode penelitian survey analitik menggunakan pendekatan kuasi eksperimen. Penilaian jumlah Eksudat sebelum dan setelah dilakukan terapi madu kaliandra. Hasil penelitian didapatkan adanya perbedaan yang signifikan antara jumlah eksudat sebelum dan setelah dilakukan terapi madu kaliandra. Terapi madu kaliandra efektif dalam pengurangan jumlah eksudat pada luka diabetes melitus.
Pengaruh Pemberian Topikal Madu Kaliandra Terhadap Kedalaman Pada Luka Diabetes Melitus Maritta Sari; Nengke Puspita Sari
Jurnal Riset Media Keperawatan Vol. 3 No. 2 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sapta Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes melitus menurut American Diabetes Association (ADA) adalah kelompok penyakitmetabolik yang ditandai dengan tingginya Kadar glukosa dalam darah (hiperglikemia) yangterjadi karena gangguan sekresi insulin. Komplikasi yang paling sering terjadi pada pasienDiabetes Mellitus adalah terjadinya perubahan patologis pada anggota gerak, yaitu timbulnyaluka pada kaki derajat ulkus diabetikum berdasarkan klasifikasi wagner ditentukan sesuaidengan luas dan kedalaman luka. Ulkus diabetikum derajat I menunjukan ulkus superfisialdan terlokalisasi terbatas hanya pada kulit. Ulkus diabetikum derajat II yaitu terdapat ulkusdalam dan disertai selulitis tanpa abses atau kelainan pada tulang. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui efektifitas Pemberian Topikal Madu Kaliandra dengan kedalaman padaluka Diabetes Melitus dengan metode penelitian survey analitik menggunakan pendekatankuasi eksperimen. Penilaian jumlah kedalaman sebelum dan setelah dilakukan terapi madukaliandra. Hasil penelitian didapatkan adanya perbedaan yang signifikan antara kedalamanluka sebelum dan sesudah dilakukan terapi madu kaliandra. Terapi madu kaliandra efektifmengurangi seluruh lapisan kulit, nekrosis subkutan tidak mencapai fasia, tertutupnyajaringan granulasi dan keadaan luka tepi lebih jelas pada luka diabetes melitus.
Buerger Allen Exercise dan Otot Progresif Pada Perfusi Perifer Tidak Efektif Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Nengke Puspita Sari; Novi Lasmadasari; Maritta sari
Jurnal Riset Media Keperawatan Vol. 5 No. 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sapta Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jrmk.v5i2.357

Abstract

Peripheral Arterial Disease (PAD) merupakan penyempitan pembuluh darah arteri perifer yang disebabkan karena aterosklerosis akibat komplikasi dari Diabetes Mellitus (DM). Akibatnya terjadi penurunan aliran darah ke ekstremitas yang bila tidak ditangani akan menyebabkan klaudisio intermiten, luka gangrene hingga berisiko amputasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Efektivitas Buerger Allen exercise (BAE) dibandingkan dengan Rendam Kaki Air Hangat Terhadap Nilai Ankle Brachial Index (ABI) dan Gula Darah Sewaktu(GDS) pada pasien DM tipe 2. Jenis penelitian ini adalah Quassy Eksperimen prepost test and between two groups. Total sampel 14 penderita diabetes melitus di Rumah Sakit yang diperoleh secara random dengan blok permutasi. Sampel dibagi menjadi 2 kelompok perlakuan yaitu BAE dan Otot Progresif. Perlakuan diberikan selama 5 hari berturut-turut dengan pelaksanaan 2 kali sehari yaitu pagi dan sore selama 15-20 menit. Alat yang digunakan untuk mengukur nilai ABIadalah Vascular Dopler.
Implementation of Brisk Walking Exercise on Lowering Blood Pressure and Chronic Pain in Hypertension Patients: Implementasi Brisk Walking Exercise Terhadap Penurunan Tekanan Darah dan Nyeri Kronis Pasien Hipertensi Maritta Sari; Nengke Puspita Sari
Jurnal Riset Media Keperawatan Vol. 5 No. 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sapta Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jrmk.v5i2.364

Abstract

Hypertension is a condition of blood pressure above normal values. Hypertension can be caused by narrowing of the arteries (vasoconstriction) or stiffness of the arteries. Such conditions will increase systemic resistance followed by an increase in blood pressure. This study shows that the positive effect of brisk walking exercise on several cardiovascular diseases is quite a lot. However, there have not been many investigations or reviews that have concluded that it is related to the effectiveness of the model, intensity, duration and frequency of brisk walking in reducing blood pressure in patients with hypertension. The purpose of this study was to review available published data, so that it can be used as scientific evidence to identify the effect of brisk walking exercise on reducing blood pressure in hypertensive patients in terms of model, intensity, duration and frequency. The research methodology used is descriptive research using a design to explore the problem of nursing care at risk of ineffective cerebral perfusion with complementary brisk walking exercise in hypertensive patients using a nursing care approach which includes assessment, nursing diagnosis, nursing intervention, nursing implementation and nursing evaluation. Researchers conducted on 20 patients and compared the response to the results of each action given to 20 respondents then carried out an analysis based on theory and previous research. The results showed that there was a decrease in blood pressure and pain scale in hypertensive patients after the brisk walking exercise was carried out, in respondents the blood pressure decreased from 150/100 mmHg to 130/80 mmHg and the pain scale decreased from a scale of 5 to a scale of 3. Conclusion of Implementation brisk walking which is done with certain procedures can help lower blood pressure in a significant range. Patients with normal conditions and hypertension have different abilities in physical activity, this is a consideration to determine the speed, distance, duration and intensity of brisk walking. Keywords : Hypertension, Brisk Walking Exercise
Pengaruh Relaksasi Genggam Jari pada Nyeri Akut Post Debridement Ulkus Diabetikum Nengke Puspita Sari; Sari, Maritta
Jurnal Riset Media Keperawatan Vol. 7 No. 2 (2024): DESEMBER
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sapta Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jrmk.v7i2.386

Abstract

Ulkus diabetikum merupakan komplikasi umum pasien DM yang tidak dapat mengontrol kadar gulah darah, ulkus ini termasuk dalam kondisi serius yang perlu segera ditangani dengan menjalani debridement untuk mencegah kerusakan saraf lebih lanjut. Dampak yang timbul setelah post debridement adalah nyeri yang disebabkan oleh luka bekas operasi, nyeri yang timbul harus segera ditangani agar tidak timbul komplikasi seperti syok neurogenik. Untuk mengatasi nyeri post debridement diperlukan penatalaksanaan manajemen nyeri menggunakan non farmakologi salah satunya terapi relaksasi genggam jari untuk menurunkan skala nyeri pada pasien post debridemen ulkus diabetikum. Penelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana penerapan relaksasi genggam jari dalam menurunkan nyeri post debridement ulkus diabetikum. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian didapatkan penurunan skala nyeri, sebelum dilakukan intervensi skala nyeri pasien 6 dan setelah dilakukan tindakan terjadi penurunan skala nyeri pasien 0. Dengan tehnik relaksasi genggam jari dapat dilakukan post debridement ulkus diabetikum dalam mengurangi nyeri.