Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Ketepatan Kode Diagnosis Kasus Persalinan Secara Sectio Caesarea Di Rumah Sakit Pelabuhan Jakarta Anggraini, Adelia; Widjaja, Lily; Indawati, Laela; Rosmala Dewi , Deasy
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 3 No. 1 (2023): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v3i1.505

Abstract

Salah satu aspek terpenting dalam pelayanan rekam medis adalah kegiatan klasifikasi dan kodefikasi diagnosis serta tindakan. Dalam melakukan pemberian kode diagnosis pasien, petugas koding mengacu pada aturan ICD-10. Berdasarkan aturan ICD-10 kasus persalinan terdiri atas tiga komponen yaitu kondisi atau penyulit (O00-O99), metode persalinan (O80-O84), dan outcome of delivery (Z37.-) yang digunakan sebagai kode tambahan untuk mengetahui hasil persalinan. Tujuan dalam penelitian yaitu untuk mengetahui ketepatan kode diagnosis kasus persalinan secara sectio caeasrea di Rumah Sakit Pelabuhan Jakarta. Penelitian menggunakan analisis deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Dengan sampel sebanyak 70 rekam medis kasus persalinan secara sectio caesarea di Rumah Sakit Pelabuhan Jakarta. Pada penelitian ini didapati hasil komponen atau penyulit ibu dengan ketepatan 90% (63 RM), lalu metode persalinan dengan ketepatan 11,43% (8 RM).  Serta outcome of delivery  yang memiliki ketepatan 0% (70 RM). Berdasarkan hasil wawancara dan observasi terhadap kepala rekam medis dan koder bahwa ketepatan pengodean dapat dipengaruhi oleh faktor 5M (man, money, material, method, machine), yaitu ketelitian koder dalam melakukan pengodean, kejelasan pada tulisan dokter, serta tersedianya SPO yang memiliki catatan khusus mengenai pengodean kasus persalinan sehingga proses pengodean dapat terstruktur dengan baik.
Overview of the Accuracy of Fracture Main Diagnostic Codes in Inpatients at Gatot Soebroto Army Hospital Carono; Siswati; Deasy Rosmala Dewi; Laela Indawati
Open Access Indonesian Journal of Medical Reviews Vol. 2 No. 3 (2022): Open Access Indonesian Journal of Medical Reviews
Publisher : HM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37275/oaijmr.v2i3.194

Abstract

Coding activities include the coding of diagnosis and the coding of medical treatment. The important thing that must be considered by medical recorders is the accuracy in giving the diagnosis code. This study aims to determine the accuracy of the main diagnostic code for fractures in inpatients at Gatot Soebroto Army Hospital using ICD-10. This research is an observational study with a descriptive method. The study was conducted at the medical record unit of the Gatot Soebroto Army Central Hospital from October to December 2020. Sampling in this study was carried out using a systematic random sampling technique. The sample in this study was the medical record of patients with a fracture diagnosis at Gatot Soebroto Army Hospital. This study found that standard operating procedures (SOPs) for giving diagnosis codes in general according to ICD-10 at Gatot Soebroto Army Hospital already exist. However, the SOP code for fracture diagnosis is not yet available. Most of the documents (72.88%) had a diagnosis code that did not match the ICD-10. In conclusion, Gatot Soebroto Army Hospital does not yet have a special SOP regarding the diagnosis code for fracture cases. Most fracture diagnosis codes in medical record documents are incorrect. This is probably due to the lack of accuracy of the coder in coding the diagnosis, the absence of an evaluation or audit of the diagnosis coding for fracture cases, and the writing of the diagnosis by doctors being unclear and illegible.
Analysis of Medical Records Unit Employee Workload During the COVID-19 Pandemic at Mitra Masyarakat Hospital, Mimika, Indonesia Raru, Amida Morina; Siswati; Deasy Rosmala Dewi; Nanda Aula Rumana
Open Access Indonesian Journal of Medical Reviews Vol. 3 No. 4 (2023): Open Access Indonesian Journal of Medical Reviews
Publisher : HM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37275/oaijmr.v3i4.325

Abstract

The workload of medical record unit staff at a hospital can vary depending on the size and type of hospital, the number of patients, and the internal policies implemented. Medical record unit employees are responsible for collecting, managing, and storing patient medical records. During the COVID-19 pandemic, the workload of employees in the medical records unit greatly increased because there was a surge in patients due to the pandemic. An increase in the number of patients occurred in all hospitals in Indonesia, including Mitra Masyarakat Hospital, Mimika. This study aimed to describe the workload profile of employees in the medical records unit at Mitra Masyarakat Hospital during the COVID-19 pandemic. This research is descriptive observational research. The location of this research is Mitra Masyarakat Hospital, Mimika, Indonesia. The research was conducted from March to August 2021. Data sources were obtained from interviewing informants, observing and measuring workload in the medical record unit before and during the pandemic. The variables measured in this study were available working time, workload standards, supporting task standards, and supporting task factors, as well as the need for human resources in the Mitra Masyarakat Hospital work unit. The results of the study show that the available working time for medical record unit personnel for each section is 1300 hours/year or 78,000 minutes/year. The need for health human resources for the medical record unit is as many as 20 people. There are 9 medical record officers currently owned by RSMM. Thus it can be concluded the number of employees is less when compared to the workload in the medical record unit at Mitra Masyarakat Hospital.
Ketepatan Pengodean Diagnosis dan Tindakan Medis 10 Penyakit Terbanyak Putri, Sisilia; Yulia, Noor; Indawati, Laela; Dewi, Deasy Rosmala
Surya Medika: Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 19 No. 2 (2024)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/sm.v19i2.1017

Abstract

Latar Belakang: Keakuratan pengkodean diagnosis dan prosedur medis sangat penting bagi rumah sakit untuk memudahkan penyajian informasi data dan sebagai penentu pembiayaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis keakuratan pengkodean diagnosis dan prosedur medis 10 penyakit terbanyak pada bulan Februari 2023 di RSUD Kembangan.   Metode : Metode penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan analisis kuantitatif. sampel dengan jumlah 55 rekam medis yang diambil dengan teknik simple random sampling.   Hasil : Rumah sakit belum memiliki SPO khusus untuk pengodean dan prosedur medis, dari 55 sampel didapatkan hasil yang akurat untuk pengodean diagnosa 10 penyakit pada bulan Februari 2023, sebanyak 28 sampel tepat (51%) dan 25 sampel tidak tepat (49%), atau memiliki pengodean prosedur medis sebesar (66%) dan tidak tepat sebesar (34%).   Kesimpulan : Masih banyak terjadi ketidaktepatan pengkodean diagnosis dan prosedur medis di RSUD Kembangan yang mengakibatkan ketepatan diagnosis dan tindakan medis tidak mencapai 100%. Hal ini kemungkinan disebabkan karena belum adanya SPO khusus untuk diagnosis dan tindakan medis serta belum adanya petugas koding yang ahli dalam bidang koding.   Kata Kunci : Akurasi Koding; 10 Penyakit Terbanyak
Evaluasi Efektivitas Tempat Tidur Tahun 2019-2024 Di Rumah Sakit Pelabuhan Jakarta Salsabella, Pradita; Iqbal, Muhammad Fuad; Fannya, Puteri; Dewi, Deasy Rosmala
J-REMI : Jurnal Rekam Medik dan Informasi Kesehatan Vol 6 No 4 (2025): September
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-remi.v6i4.6154

Abstract

The effectiveness of bed utilization is a key indicator of inpatient service quality. Fluctuations in the number of beds at Pelabuhan Hospital Jakarta from 2019 to 2024 have affected the Bed Occupancy Rate (BOR), which remains below the ideal standard. This study aims to evaluate bed utilization effectiveness during that period using a descriptive quantitative method based on inpatient census data. Results showed that the number of beds in each ward fluctuated, with an average BOR ranging from 37% to 74%. The Turnover Interval (TOI) and Average Length of Stay (AvLOS) were generally within the ideal range, while the Bed Turnover (BTO) tended to be high. Changes in bed numbers had varying effects on BOR: an average increase of 3.8 beds raised BOR by 22.8%, while an increase of 5 beds reduced it by 8.4%. Conversely, reducing 2.6 beds increased BOR by 7.2%, while reducing 2 beds decreased it by 19.3%. Bed procurement was carried out through an official memorandum from the nursing unit to the director based on service trends and needs. Therefore, bed planning should use predictive methods and historical data analysis over a minimum of three to five years.
Tinjauan Pelaksanaan Retensi Rekam Medis Rawat Jalan di Puskesmas Kecamatan Kembangan Syafitri, Umi; -, Muniroh; Dewi, Deasy Rosmala; Rumana, Nanda Aula
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2022): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v5i1.2067

Abstract

Puskesmas adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perorangan tingkat pertama. Dalam melaksanakan tugasnya, puskesmas berwenang untuk melaksanakan pencatatan dan pelaporan kesehatan pasien dan untuk mengevaluasi kualitas dan ruang lingkup kesehatan jasa. Pencatatan dan pelaporan pasien dapat dilihat dari berkas rekam medis pasien. Rekam medis di fasilitas kesehatan non-rumah sakit harus disimpan sekurang-kurang selama dua tahun dari terakhir tanggal kunjungan berobat. Setelah batas waktu penyimpanan terlampaui, rekam medis dapat dimusnahkan. Puskesmas Kecamatan Kembangan, merupakan salah satu puskesmas yang berada di wilayah kembangan utara. Berdasarkan hasil wawancara dengan kepala rekam medis, sehingga saat ini Puskesmas Kecamatan Kembangan terjadi penumpukan rekam medis inaktif pada rak penyimpanan aktif. Hal ini kurangnya sarana dan prasarana yang dimiliki oleh Puskesmas Kecamatan Kembangan dan tidak memiliki jadwal retensi
TINJAUAN KEBUTUHAN RAK PENYIMPANAN REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT ANGKATAN UDARA dr. M. HASSAN TOTO BOGOR UNTUK 5 TAHUN KEDEPAN Angelina, Noviana Dian; Yulia, Noor; Viatiningsih, Wiwik; Dewi, Deasy Rosmala
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2022): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v5i1.2111

Abstract

Rumah sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat. Manajemen pelayanan rekam medis dan informasi kesehatan adalah kegiatan menjaga, memelihara dan melayani rekam medis baik secara manual maupun elektronik sampai menyajikan informasi kesehatan di rumah sakit, praktik dokter klinik, asuransi kesehatan, fasilitas pelayanan kesehatan dan lainnya yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan dan menjaga rekaman. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kebutuhan rak penyimpanan rekam medis menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan menghitung rak penyimpanan dengan rekam medis yang ada, menghitung luas ruangan untuk memperkirakan kebutuhan 5 tahun kedepan. Yang bertujuan untuk mengidentifikasi Standar Prosedur Operasional (SPO) penyimpanan berkas rekam medis di rumah sakit, menghitung kebutuhan rak penyimpanan rekam medis 5 tahun yang akan datang, menghitung kebutuhan luas ruang penyimpanan rekam medis 5 tahun kedepan, dan mengidentifikasi faktor – faktor masalah yang ada pada ruang penyimpanan rekam medis. Faktor masalah yang ada di ruang penyimpanan yaitu kurangnya rak penyimpanan rekam medis, tinggi rak yang tidak terjangkau oleh petugas rekam medis, tidak adanya tracer, retensi yang tidak rutin dilakukan, perlu penambahan petugas rekam medis dengan lulusan D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan dan rak penyimpanan dapat diganti dengan rak roll o’ pack.
Gambaran Kelengkapan Pengisian Resume Medis Di Rumah Sakit Umum Daerah Ende Suryati, Mekhtildis; Yulia, Noor; Rumana, Nanda Aula Rumana Aula; Dewi, Deasy Rosmala
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2022): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v5i1.2202

Abstract

ABSTRACTThe completeness of filling out a medical resume is very important to facilitate the main activities in the medical record unit and to support health services for patients who want to return for treatment after returning home. The medical resume must be filled in completely by the DPJP. This research was conducted in the medical record unit of the Ende Hospital from April to June 2021 with the aim of knowing the completeness of filling out a medical resume at the Ende Hospital. The method used is descriptive quantitative analysis method with data collection techniques, namely interviews, observations and literature studies. Based on the results of the study, from 81 samples of medical resumes, the average percentage of completeness of medical resumes was 92% and the average percentage of incompleteness was 8%. With details based on 4 components of quantitative analysis, the completeness of component 1 patient identification is 91% (74 RM), component 2 important notes is 87% (72 RM), component 3 author authentication is 95% (77 RM), and component 4 notes 98% (79 RM). Where the highest percentage of completeness is found in component 4 good notes of 98% (79 RM), and the most incomplete component is found in component 2 important notes of 13% (10 RM). This incompleteness resulted in the process of data management in the medical record unit being hampered and the quality of hospital services decreasing.Keywords : Completeness, Fill in Medical Resume ABSTRAKKelengkapan pengisian resume medis sangat penting untuk memudahkan kegiatan pokok di unit rekam medis dan menunjang pelayanan kesehatan bagi pasien yang mau berobat kembali setelah pulang rawat. Resume medis wajib diisi dengan lengkap oleh DPJP. Penelitianinidilakukan di unit rekam medis RSUD Ende bulan April sampai Juni 2021 dengan tujuan untuk mengetahui kelengkapan pengisian resume medis di RSUD Ende. Metode yang digunakan adalah metode deskskriptif analisis kuantitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi dan studi pustaka. Berdasarkan hasil penelitian dari 81 sampel resume medis diperoleh rata-rata persentase kelengkapan pengisian resume medis sebesar 92% dan rata-rata persentase ketidak lengkapan sebesar 8%. Dengan rincian berdasarkan 4 komponen analisis kuantitatif, kelengkapan komponen 1 identifikasi pasien sebesar 91% (74 RM), komponen 2 catatan yang penting sebesar 87% (72 RM), komponen 3 autentifikasi penulis sebesar 95%(77 RM), dan komponen 4 catatan yang baik sebesar 98% (79 RM). Dimana persentase kelengkapan terbanyak terdapat pada komponen 4 catatan yang baik sebesar 98% (79 RM), dan komponen ketidaklengkapan terbanyak terdapat terdapat pada komponen 2 catatan yang penting sebesar 13% (10 RM). Ketidaklengkapan tersebut mengakibatkan proses pengelolaan data di unit rekam medis terhambat serta menurunnya mutu pelayanan rumah sakit.Kata Kunci : Kelengkapan, Isi Resume Medis 
Tinjauan Kelengkapan Pengisian Resume Medis Berdasarkan Elemen Penilaian Akreditasi SNARS 1.1 di RSUD Kembangan Muammar Dzachwani; Deasy Rosmala Dewi; Puteri Fannya; Laela Indawati
Indonesian Journal of Health Information Management Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54877/ijhim.v2i1.37

Abstract

Ringkasan pulang ( resume atau discharge summary) adalah ringkasan dari seluruh masa perawatan dan pengobatan pasien sebagaimana yang telah diupayakan oleh para tenaga kesehatan dan pihak terkait, lembar resume medis harus ditandatangani oleh dokter penanggung jawab pasien. Kelengkapan resume medis digunakan untuk dasar pembuatan laporan intern dan ekstern rumah sakit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kelengkapan pengisian resume medis berdasarkan elemen penilaian akreditasi SNARS 1.1. Metode penelitian yang digunakan adalah metode analisis deskriptif dan teknik pengumpulan data adalah observasi, analisis kuantitatif, dan pedoman wawancara. Berdasarkan hasil penelitian mengenai Standar Prosedur Operasional pengisian resume medis di RSUD Kembangan Jakarta sudah ada, dimana terdapat 3 prosedur yang belum dijalankan yaitu tidak adanya buku catatan yang mencatat mengenai resume yang belum diisi, melengkapi resume medis dilakukan di ruang rawat inap, belum tersedianya buku catatan yang mencatat resume medis yang belum diisi. Kelengkapan resume medis berdasarkan elemen penilaian akreditasi SNARS 1.1 91,59% dari 90 resume medis dan tidak lengkap 8,41%. Dampak dari ketidaklengkapan resume medis membuat angka review rekam medis menjadi tidak bagus, bagi pasien bpjs klaim menjadi terhambat, membuat proses kelanjutan pengobatan terganggu karna riwayat pengobatan pasien tidak lengkap, tidak lengkap resume juga berpengeraruh terhadap akreditasi rumah sakit. Perlunya disosialisasikan kembali mengenai Standar Operasional Prosedur dan perlu ketegasan dari pihak Direktur rumah sakit agar tingkat kedisiplinan dalam pengisian resume medis dapat terlaksana dengan baik dan tepat waktu.
Literature Review Desain Formulir Rekam Medis Di FASYANKES Fatkur Ridho; Wiwik Viatiningsih; Deasy Rosmala Dewi; Noor Yulia
Indonesian Journal of Health Information Management Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54877/ijhim.v2i2.59

Abstract

Abstrak Desain formulir merupakan suatu kegiatan yang bertujuan melakukan proses perancangan formulir menggunakankreativitas seseorang untuk menghasilkan fungsi dan nilai keindahan pada formulir. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kesesuaian desain formulir rekam medis berdasarkan aspek anatomi, aspek isi, serta aspek fisik yang terdapat pada desain formulir rekam medis di fasilitas pelayanan kesehatan dengan menggunakan metode literature review terhadap 10 jurnal. Hasil dari penelitian ini ditinjau dari aspek anatomi pada komponen heading dengan sub komponen tanggal penerbitan semua jurnaltidak memiliki tanggal penerbitan, sedangkan pada komponen body dengan sub komponen type style dan cara pencatatan semua jurnal memiliki type style dan cara pencatatan yang sesuai serta pada komponen introduction, instruction, dan closing terdapat jurnal yang sesuai dan tidak sesuai dengan prinsip desain formulir. Ditinjau dari aspek fisik pada komponen tinta semua jurnal memiliki tinta yang sesuai sedangkan pada komponen warna, bahan, dan ukuran terdapat jurnal yang sesuai dan tidak sesuai dengan prinsip desain formulir. Ditinjau dari aspek isi pada komponen kelengkapan butir atau item formulir dan terminologi data terdapat jurnal yang sesuai dan tidak sesuai dengan prinsip desain formulir. Abstract Form design is an activity that aims to carry out the form design process using one's creativity to produce the function and aesthetic value of the form. This study was conducted to determine the suitability of the mediscal record form design based on anatomical aspects, content aspects, and physical aspects contained in the mediscal record form design in health care facilities using the literature review method of 10 journals. The results of this study are viewed from the anatomical aspect of the heading component with the publishing date sub-component, all journals do not have a publication date, while the body component with the style type sub-component and the recording method of all journals has the style type and the appropriate recording method and the introduction component instruction, and closing there are journals that are appropriate and not in accordance with the principles of form design. Judging from the physical aspect of the ink component, all journals have the appropriate ink while on the color, material, and size components there are journals that are appropriate and not in accordance with the principles of form design. Judging from the content aspect of the component of completeness of items or form items and data terminology, there are journals that are appropriate and not in accordance with the principles of form design.
Co-Authors -, Muniroh Adelia Anggraini Adham, Yunan Adijaya, Nuryansyah Adil Hidayat Ahmad Hikmi Aldio Ahmad Ripki Al Faqih, M. Rolan Tiro Aldio, Ahmad Hikmi Almahshunatul Hanifah Alumni STIKES Husada Borneo Anastasyannisa Ramadhanty Angela Marsiana Siki Angelina, Noviana Dian Anggraini, Adelia Ani Kipatul Hidayah Anisa Anisa Anisa Batunnajariah Anisa Nur Safitri Anjar Retno Astrini Ardianti, Tita Arip Budiana Athirah Iwani Rahman Athiyyah, Hanifatul Bahlani Bayu Fajar Ilhami Budiana Gustiara Carono Cindi Trisa Olivia Daniel Happy Putra Dede Lisda Nurjanah Dede Lisda Nurjanah Deta Nurfena Nurfena Diah putri Ayu Islammia Dian Nur Muslimah Dianty, Gebbrien Anggia Dinda Melani Safitri Dion Angger Priyatama Diva Angelita Dwijayanti, Risma Mei Edi Kurnianto Elina Intan Apzari Endang Palupi Ningsih Fannya, Puteri Fatimah, Dwiyani Nur Fatkhurohman, Mohammad Fajri Fatkur Ridho Fatkur Ridho Fauzan Habibilah Fauziah Irfany Febri Irawan Febriyan Awi Pasa Feni Fajriani Fingky Rizki Wulandari Fitria Atmojowati Gina Sonia Gussa Azizah Hardi Arissaputra Hari Rinaldi Ilham Abdurohman Ilhami, Bayu Fajar Iman Harapan Jaya Zalukhu Indawati, Laela Indrawati, Laela Intan Novarinda Iqbal, Muhammad Fuad Kirani, Niken Leni Karunia Septiani Liani, Emilia Karin Dwi Mariyam, Mutia Mekhtildis Suryati Muammar Dzachwani Muammar Dzachwani Muhamad Al Imran Rangga Putra Munazhifah Munazhifah Muniroh Muniroh - Muniroh Muniroh Muniroh Muniroh Muniroh Muniroh Muniroh, Muniroh Nabila Raihani Nabila Zahara Ramadan Nanda Aula Romana Nanda Aula Rumana Nanda Rumana Navry Nanda Aprilian Noviana Dian Angelina Nur Fadilah Nurasiyah Nurfena, Deta Nurfena Nurhaliza Putrikama Nurkholifa, Eza Nurmalasari, Dinda Nurmalasari, Mieke Paryati Paryati Purwoko, Agus Putri, Alifatul Aulia Sagita Putri, Dwi Tania Putri, Nur Ratri Annisa Putri, Sisilia Raru, Amida Morina Ratna Auliyana Retno Juwita Rianta Sari Gultom Rosa Patricia Safitri, Dinda Melani Salsabella, Pradita Sansy Dua Lestari Selvi Damayanti Silfa Haniasti Siswati Siswati Siswati Siswati Siswati Siva Maulia Fauziah Sri Kholifatun STIKES Husada Borneo Suprobowati Suprobowati Suryati, Mekhtildis Susilawati, Susilawati Sutarto, Mutia Syafitri, Umi Syifa Erintan Temesvari, Nauri Anggita Umi Syafitri Vania Rachma Putri Viatiningsih, Wiwik Wahyudi Prasetyo Wantika, Chinta Fourdy Widjaja, Liliy Widjaja, Lily Willy Haposan Winda Indri Anggraeni Windiana Mega Sukmawati Wini Wini Yeni Safitri Yulia, Noor