Claim Missing Document
Check
Articles

Overview of the Accuracy of Fracture Main Diagnostic Codes in Inpatients at Gatot Soebroto Army Hospital Carono; Siswati; Deasy Rosmala Dewi; Laela Indawati
Open Access Indonesian Journal of Medical Reviews Vol. 2 No. 3 (2022): Open Access Indonesian Journal of Medical Reviews
Publisher : HM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37275/oaijmr.v2i3.194

Abstract

Coding activities include the coding of diagnosis and the coding of medical treatment. The important thing that must be considered by medical recorders is the accuracy in giving the diagnosis code. This study aims to determine the accuracy of the main diagnostic code for fractures in inpatients at Gatot Soebroto Army Hospital using ICD-10. This research is an observational study with a descriptive method. The study was conducted at the medical record unit of the Gatot Soebroto Army Central Hospital from October to December 2020. Sampling in this study was carried out using a systematic random sampling technique. The sample in this study was the medical record of patients with a fracture diagnosis at Gatot Soebroto Army Hospital. This study found that standard operating procedures (SOPs) for giving diagnosis codes in general according to ICD-10 at Gatot Soebroto Army Hospital already exist. However, the SOP code for fracture diagnosis is not yet available. Most of the documents (72.88%) had a diagnosis code that did not match the ICD-10. In conclusion, Gatot Soebroto Army Hospital does not yet have a special SOP regarding the diagnosis code for fracture cases. Most fracture diagnosis codes in medical record documents are incorrect. This is probably due to the lack of accuracy of the coder in coding the diagnosis, the absence of an evaluation or audit of the diagnosis coding for fracture cases, and the writing of the diagnosis by doctors being unclear and illegible.
Analysis of Medical Records Unit Employee Workload During the COVID-19 Pandemic at Mitra Masyarakat Hospital, Mimika, Indonesia Raru, Amida Morina; Siswati; Deasy Rosmala Dewi; Nanda Aula Rumana
Open Access Indonesian Journal of Medical Reviews Vol. 3 No. 4 (2023): Open Access Indonesian Journal of Medical Reviews
Publisher : HM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37275/oaijmr.v3i4.325

Abstract

The workload of medical record unit staff at a hospital can vary depending on the size and type of hospital, the number of patients, and the internal policies implemented. Medical record unit employees are responsible for collecting, managing, and storing patient medical records. During the COVID-19 pandemic, the workload of employees in the medical records unit greatly increased because there was a surge in patients due to the pandemic. An increase in the number of patients occurred in all hospitals in Indonesia, including Mitra Masyarakat Hospital, Mimika. This study aimed to describe the workload profile of employees in the medical records unit at Mitra Masyarakat Hospital during the COVID-19 pandemic. This research is descriptive observational research. The location of this research is Mitra Masyarakat Hospital, Mimika, Indonesia. The research was conducted from March to August 2021. Data sources were obtained from interviewing informants, observing and measuring workload in the medical record unit before and during the pandemic. The variables measured in this study were available working time, workload standards, supporting task standards, and supporting task factors, as well as the need for human resources in the Mitra Masyarakat Hospital work unit. The results of the study show that the available working time for medical record unit personnel for each section is 1300 hours/year or 78,000 minutes/year. The need for health human resources for the medical record unit is as many as 20 people. There are 9 medical record officers currently owned by RSMM. Thus it can be concluded the number of employees is less when compared to the workload in the medical record unit at Mitra Masyarakat Hospital.
Ketepatan Pengodean Diagnosis dan Tindakan Medis 10 Penyakit Terbanyak Putri, Sisilia; Yulia, Noor; Indawati, Laela; Dewi, Deasy Rosmala
Surya Medika: Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 19 No. 2 (2024)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/sm.v19i2.1017

Abstract

Latar Belakang: Keakuratan pengkodean diagnosis dan prosedur medis sangat penting bagi rumah sakit untuk memudahkan penyajian informasi data dan sebagai penentu pembiayaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis keakuratan pengkodean diagnosis dan prosedur medis 10 penyakit terbanyak pada bulan Februari 2023 di RSUD Kembangan.   Metode : Metode penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan analisis kuantitatif. sampel dengan jumlah 55 rekam medis yang diambil dengan teknik simple random sampling.   Hasil : Rumah sakit belum memiliki SPO khusus untuk pengodean dan prosedur medis, dari 55 sampel didapatkan hasil yang akurat untuk pengodean diagnosa 10 penyakit pada bulan Februari 2023, sebanyak 28 sampel tepat (51%) dan 25 sampel tidak tepat (49%), atau memiliki pengodean prosedur medis sebesar (66%) dan tidak tepat sebesar (34%).   Kesimpulan : Masih banyak terjadi ketidaktepatan pengkodean diagnosis dan prosedur medis di RSUD Kembangan yang mengakibatkan ketepatan diagnosis dan tindakan medis tidak mencapai 100%. Hal ini kemungkinan disebabkan karena belum adanya SPO khusus untuk diagnosis dan tindakan medis serta belum adanya petugas koding yang ahli dalam bidang koding.   Kata Kunci : Akurasi Koding; 10 Penyakit Terbanyak
Evaluasi Efektivitas Tempat Tidur Tahun 2019-2024 Di Rumah Sakit Pelabuhan Jakarta Salsabella, Pradita; Iqbal, Muhammad Fuad; Fannya, Puteri; Dewi, Deasy Rosmala
J-REMI : Jurnal Rekam Medik dan Informasi Kesehatan Vol 6 No 4 (2025): September
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-remi.v6i4.6154

Abstract

The effectiveness of bed utilization is a key indicator of inpatient service quality. Fluctuations in the number of beds at Pelabuhan Hospital Jakarta from 2019 to 2024 have affected the Bed Occupancy Rate (BOR), which remains below the ideal standard. This study aims to evaluate bed utilization effectiveness during that period using a descriptive quantitative method based on inpatient census data. Results showed that the number of beds in each ward fluctuated, with an average BOR ranging from 37% to 74%. The Turnover Interval (TOI) and Average Length of Stay (AvLOS) were generally within the ideal range, while the Bed Turnover (BTO) tended to be high. Changes in bed numbers had varying effects on BOR: an average increase of 3.8 beds raised BOR by 22.8%, while an increase of 5 beds reduced it by 8.4%. Conversely, reducing 2.6 beds increased BOR by 7.2%, while reducing 2 beds decreased it by 19.3%. Bed procurement was carried out through an official memorandum from the nursing unit to the director based on service trends and needs. Therefore, bed planning should use predictive methods and historical data analysis over a minimum of three to five years.
Tinjauan Pelaksanaan Retensi Rekam Medis Rawat Jalan di Puskesmas Kecamatan Kembangan Syafitri, Umi; -, Muniroh; Dewi, Deasy Rosmala; Rumana, Nanda Aula
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2022): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v5i1.2067

Abstract

Puskesmas adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perorangan tingkat pertama. Dalam melaksanakan tugasnya, puskesmas berwenang untuk melaksanakan pencatatan dan pelaporan kesehatan pasien dan untuk mengevaluasi kualitas dan ruang lingkup kesehatan jasa. Pencatatan dan pelaporan pasien dapat dilihat dari berkas rekam medis pasien. Rekam medis di fasilitas kesehatan non-rumah sakit harus disimpan sekurang-kurang selama dua tahun dari terakhir tanggal kunjungan berobat. Setelah batas waktu penyimpanan terlampaui, rekam medis dapat dimusnahkan. Puskesmas Kecamatan Kembangan, merupakan salah satu puskesmas yang berada di wilayah kembangan utara. Berdasarkan hasil wawancara dengan kepala rekam medis, sehingga saat ini Puskesmas Kecamatan Kembangan terjadi penumpukan rekam medis inaktif pada rak penyimpanan aktif. Hal ini kurangnya sarana dan prasarana yang dimiliki oleh Puskesmas Kecamatan Kembangan dan tidak memiliki jadwal retensi
TINJAUAN KEBUTUHAN RAK PENYIMPANAN REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT ANGKATAN UDARA dr. M. HASSAN TOTO BOGOR UNTUK 5 TAHUN KEDEPAN Angelina, Noviana Dian; Yulia, Noor; Viatiningsih, Wiwik; Dewi, Deasy Rosmala
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2022): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v5i1.2111

Abstract

Rumah sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat. Manajemen pelayanan rekam medis dan informasi kesehatan adalah kegiatan menjaga, memelihara dan melayani rekam medis baik secara manual maupun elektronik sampai menyajikan informasi kesehatan di rumah sakit, praktik dokter klinik, asuransi kesehatan, fasilitas pelayanan kesehatan dan lainnya yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan dan menjaga rekaman. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kebutuhan rak penyimpanan rekam medis menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan menghitung rak penyimpanan dengan rekam medis yang ada, menghitung luas ruangan untuk memperkirakan kebutuhan 5 tahun kedepan. Yang bertujuan untuk mengidentifikasi Standar Prosedur Operasional (SPO) penyimpanan berkas rekam medis di rumah sakit, menghitung kebutuhan rak penyimpanan rekam medis 5 tahun yang akan datang, menghitung kebutuhan luas ruang penyimpanan rekam medis 5 tahun kedepan, dan mengidentifikasi faktor – faktor masalah yang ada pada ruang penyimpanan rekam medis. Faktor masalah yang ada di ruang penyimpanan yaitu kurangnya rak penyimpanan rekam medis, tinggi rak yang tidak terjangkau oleh petugas rekam medis, tidak adanya tracer, retensi yang tidak rutin dilakukan, perlu penambahan petugas rekam medis dengan lulusan D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan dan rak penyimpanan dapat diganti dengan rak roll o’ pack.
Gambaran Kelengkapan Pengisian Resume Medis Di Rumah Sakit Umum Daerah Ende Suryati, Mekhtildis; Yulia, Noor; Rumana, Nanda Aula Rumana Aula; Dewi, Deasy Rosmala
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2022): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v5i1.2202

Abstract

ABSTRACTThe completeness of filling out a medical resume is very important to facilitate the main activities in the medical record unit and to support health services for patients who want to return for treatment after returning home. The medical resume must be filled in completely by the DPJP. This research was conducted in the medical record unit of the Ende Hospital from April to June 2021 with the aim of knowing the completeness of filling out a medical resume at the Ende Hospital. The method used is descriptive quantitative analysis method with data collection techniques, namely interviews, observations and literature studies. Based on the results of the study, from 81 samples of medical resumes, the average percentage of completeness of medical resumes was 92% and the average percentage of incompleteness was 8%. With details based on 4 components of quantitative analysis, the completeness of component 1 patient identification is 91% (74 RM), component 2 important notes is 87% (72 RM), component 3 author authentication is 95% (77 RM), and component 4 notes 98% (79 RM). Where the highest percentage of completeness is found in component 4 good notes of 98% (79 RM), and the most incomplete component is found in component 2 important notes of 13% (10 RM). This incompleteness resulted in the process of data management in the medical record unit being hampered and the quality of hospital services decreasing.Keywords : Completeness, Fill in Medical Resume ABSTRAKKelengkapan pengisian resume medis sangat penting untuk memudahkan kegiatan pokok di unit rekam medis dan menunjang pelayanan kesehatan bagi pasien yang mau berobat kembali setelah pulang rawat. Resume medis wajib diisi dengan lengkap oleh DPJP. Penelitianinidilakukan di unit rekam medis RSUD Ende bulan April sampai Juni 2021 dengan tujuan untuk mengetahui kelengkapan pengisian resume medis di RSUD Ende. Metode yang digunakan adalah metode deskskriptif analisis kuantitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi dan studi pustaka. Berdasarkan hasil penelitian dari 81 sampel resume medis diperoleh rata-rata persentase kelengkapan pengisian resume medis sebesar 92% dan rata-rata persentase ketidak lengkapan sebesar 8%. Dengan rincian berdasarkan 4 komponen analisis kuantitatif, kelengkapan komponen 1 identifikasi pasien sebesar 91% (74 RM), komponen 2 catatan yang penting sebesar 87% (72 RM), komponen 3 autentifikasi penulis sebesar 95%(77 RM), dan komponen 4 catatan yang baik sebesar 98% (79 RM). Dimana persentase kelengkapan terbanyak terdapat pada komponen 4 catatan yang baik sebesar 98% (79 RM), dan komponen ketidaklengkapan terbanyak terdapat terdapat pada komponen 2 catatan yang penting sebesar 13% (10 RM). Ketidaklengkapan tersebut mengakibatkan proses pengelolaan data di unit rekam medis terhambat serta menurunnya mutu pelayanan rumah sakit.Kata Kunci : Kelengkapan, Isi Resume Medis 
PENGUATAN KOMPETENSI TERMINOLOGI KLINIS MELALUI SNOMED-CT MASTERY BAGI MAHASISWA DAN TENAGA KESEHATAN: STRENGTHENING CLINICAL TERMINOLOGY COMPETENCY THROUGH SNOMED-CT MASTERY FOR STUDENTS AND HEALTH WORKERS Dewi, Deasy Rosmala; Rumana, Nanda Aula; Indawati, Laela; Putri, Nur Ratri Annisa; Wantika, Chinta Fourdy; Liani, Emilia Karin Dwi; Mariyam, Mutia; Nurkholifa, Eza; Anisa, Anisa
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v6i1.2935

Abstract

Transformasi sistem kesehatan nasional menuntut tersedianya data klinis yang terstandar, akurat, dan dapat dipertukarkan antar fasilitas pelayanan kesehatan melalui rekam medis elektronik. Salah satu tantangan utama dalam proses ini adalah rendahnya kompetensi mahasiswa dan tenaga kesehatan dalam penggunaan terminologi klinis standar, khususnya Systematized Nomenclature of Medicine Clinical Terms (SNOMED-CT), akibat keterbatasan pelatihan praktis dan media pembelajaran kontekstual. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kompetensi terminologi klinis melalui pelaksanaan SNOMED-CT Mastery Program bagi mahasiswa Program Studi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan serta tenaga kesehatan dari berbagai fasilitas pelayanan kesehatan. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan pelatihan terstruktur yang mengombinasikan sosialisasi, pembelajaran teori, praktik langsung pengodean dan pemetaan kasus klinis, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil evaluasi terhadap 101 peserta menunjukkan adanya peningkatan skor pengetahuan yang signifikan setelah pelatihan, yang mengindikasikan peningkatan pemahaman dan kesiapan peserta dalam menerapkan terminologi klinis standar pada sistem rekam medis elektronik. Pembahasan menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran berbasis praktik dan studi kasus klinis riil efektif dalam menjembatani kesenjangan antara pemahaman teoritis dan kebutuhan implementasi di lapangan. Kesimpulannya, program ini berhasil meningkatkan kompetensi peserta dan berpotensi mendukung peningkatan kualitas serta interoperabilitas data kesehatan nasional melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia.
Kelengkapan Rekam Medis Rawat Inap di Rumah Sakit Islam Jakarta Sukapura Susilawati, Susilawati; Rumana, Nanda Aula; Dewi, Deasy Rosmala; Muniroh, Muniroh
Journal of Hospital Management Vol 5, No 01 (2022): Journal of Hospital Management
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/.v5i01.5419

Abstract

Rekam medis adalah catatan yang berisi antara lain identitas pasien, hasil pemeriksaan, pengobatan, serta tindakan dan pelayanan lain yang diberikan kepada pasien. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui gambaran kelengkapan rekam medis rawat inap di Rumah Sakit Islam Jakarta Sukapura, Jenis penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif dengan populasi dan sampel 96 rekam medis rawat inap bulan mei 2021. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu dengan observasi dan wawancara, berikut hasil penelitian yang telah dilakukan di rumah sakit Islam Jakarta Sukapura terhadap 96 rekam medis identifikasi pasien 100%, catatan / laporan yang penting 77%, autentikasi penulis 74% dan catatan yang baik 100% dan didapatkan rata rata nilai kelengkapan terendah yaitu 88%. Faktor ketidaklengkapan rekam medis rawat inap yaitu kurangnya pengetahuan terhadap tata cara pengisian rekam medis dikarenakan tidak adanya standar prosedur operasional di rumah sakit Islam Jakarta Sukapura, Kurang pedulinya dokter untuk mengisi lembar rekam medis yang seharusnya diiisi dengan lengkap. Oleh karena itu perlu dibuat Standar Prosedur Operasional yang mengatur khusus pengisian rekam medis dan sosialisasi tentang pengisian kelengkapan rekam medis di Rumah Sakit Islam Jakarta Sukapura.
The Design of Medical Record Retention Implementation Guidelines at RSUD Balaraja Kabupaten Tangerang Fatimah, Dwiyani Nur; Dewi, Deasy Rosmala
Jurnal Ilmiah Perekam dan Informasi Kesehatan Imelda (JIPIKI) Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Perekam dan Informasi Kesehatan Imelda Edisi Februari
Publisher : Akademi Perekam dan Informasi Kesehatan Imelda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jipiki.v11i1.1924

Abstract

RSUD Balaraja Kab. Tangerang already has an SPO for the retention of active medical record files into inactive medical records and an SPO for the destruction of medical record files, there is no archive retention schedule yet. For the implementation of the reduction of medical records according to schedule, a procedure guideline is made. This study aims to design a procedure guideline for the reduction of medical records using the Delphi method which was carried out in October 2024 - November 2024. Data collection through observation of the medical record room, interviews with the head of the medical record installation and a questionnaire for the application of the Delphi method, with 5 stakeholders consisting of the Head of Medical Services, the Medical Service Operational Work Team, the Public Relations and Program Planning Administration Work Team, the Treasurer, and the Head of the Medical Record Installation. The results of this study describe the facilities and infrastructure and procedures for implementing the reduction of medical records at RSUD Balaraja Kab. Tangerang, preparing a guideline for the management of medical record reduction, verifying the results of filling out the questionnaire that has been agreed upon by stakeholders with a standard deviation of 0 which means there is no difference of opinion and proposing the design of a guideline for the management of medical record reduction consisting of chapter 1 definition, chapter 2 scope, chapter 3 procedures, and chapter 4 documentation. The conclusion is a draft design of a guideline for the management of medical record reduction which contains the procedures and schedule for the implementation of medical record reduction at RSUD Balaraja Kab. Tangerang.
Co-Authors -, Muniroh Adelia Anggraini Adham, Yunan Adijaya, Nuryansyah Adil Hidayat Ahmad Hikmi Aldio Ahmad Ripki Al Faqih, M. Rolan Tiro Aldio, Ahmad Hikmi Almahshunatul Hanifah Alumni STIKES Husada Borneo Anastasyannisa Ramadhanty Angela Marsiana Siki Angelina, Noviana Dian Anggraini, Adelia Ani Kipatul Hidayah Anisa Anisa Anisa Anisa Anisa Batunnajariah Anisa Nur Safitri Anjar Retno Astrini Ardianti, Tita Arip Budiana Athirah Iwani Rahman Athiyyah, Hanifatul Bahlani Bangga Agung Satrya Bayu Fajar Ilhami Budiana Gustiara Carono Chinta Fourdy Wantika Cindi Trisa Olivia Daniel Happy Putra Daniel Happy Putra Dede Lisda Nurjanah Dede Lisda Nurjanah Deta Nurfena Nurfena Diah putri Ayu Islammia Dian Nur Muslimah Dianty, Gebbrien Anggia Dinda Melani Safitri Dion Angger Priyatama Diva Angelita Dwijayanti, Risma Mei Edi Kurnianto Elina Intan Apzari Emilia Karin Dwi Liani Endang Palupi Ningsih Eza Nurkholifa Fannya, Puteri Fatimah, Dwiyani Nur Fatkhurohman, Mohammad Fajri Fatkur Ridho Fauzan Habibilah Fauziah Irfany Fazra Nanda Febri Irawan Febriyan Awi Pasa Feni Fajriani Fingky Rizki Wulandari Fitria Atmojowati Gina Sonia Gussa Azizah Hardi Arissaputra Hari Rinaldi Ilham Abdurohman Ilhami, Bayu Fajar Iman Harapan Jaya Zalukhu Indawati, Laela Indrawati, Laela Intan Novarinda Iqbal, Muhammad Fuad Kirani, Niken Leni Karunia Septiani Liani, Emilia Karin Dwi Mariyam, Mutia Mekhtildis Suryati Muammar Dzachwani Muhamad Al Imran Rangga Putra Munazhifah Munazhifah Muniroh Muniroh - Muniroh Muniroh Muniroh Muniroh Muniroh, Muniroh Mutia Mariyam Nabila Raihani Nabila Zahara Ramadan Nanda Aula Romana Nanda Aula Rumana Nanda Rumana Navry Nanda Aprilian Noviana Dian Angelina Nur Fadilah Nur Ratri Annisa Putri Nurasiyah Nurfena, Deta Nurfena Nurhaliza Putrikama Nurkholifa, Eza Nurmalasari, Dinda Nurmalasari, Mieke Paryati Paryati Purwoko, Agus Putri, Alifatul Aulia Sagita Putri, Dwi Tania Putri, Nur Ratri Annisa Putri, Sisilia Raru, Amida Morina Ratna Auliyana Retno Juwita Rianta Sari Gultom Rosa Patricia Safitri, Dinda Melani Salsabella, Pradita Sansy Dua Lestari Selvi Damayanti Selvi Dwi Lestari Sheren Hana Abriva Silfa Haniasti Siswati Siswati Siva Maulia Fauziah Sri Kholifatun STIKES Husada Borneo Suprobowati Suprobowati Suryati, Mekhtildis Sutarto, Mutia Syafitri, Umi Syifa Erintan Temesvari, Nauri Anggita Umi Syafitri Vania Rachma Putri Viatiningsih, Wiwik Wahyudi Prasetyo Wantika, Chinta Fourdy Widjaja, Liliy Widjaja, Lily Willy Haposan Winda Indri Anggraeni Windiana Mega Sukmawati Wini Wini Yeni Safitri Yulia, Noor