Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Karakteristik fisikokimia tepung rebung terfermentasi dan pati rebung terfermentasi dari bambu ampel kuning (bambusa vulgaris schrad var. striata) serta potensinya sebagai pengental [Physicochemical characteristics of fermented bamboo shoot flour and fermented bamboo shoot starch from yellow ampel bamboo (Bambusa vulgaris schrad var. striata) and their potential as thickeners] Rohadi Rohadi; Adi Sampurno; Bambang Kunarto
Jurnal Teknologi & Industri Hasil Pertanian Vol 27, No 2 (2022): Jurnal Teknologi & Industri Hasil Pertanian
Publisher : Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtihp.v27i2.90-98

Abstract

This study aimed to characterize the physical and chemical properties of fermented bamboo shoot flour (TRF) and fermented bamboo shoot starch (PRF) and to test their potential as thickeners. The research was carried out in 4 stages: sample authentication, TRF preparation and characterization, PRF preparation and characterization, and PRF gelling testing at various pH. The results showed that TRF contained 23.92±0.33% insoluble fiber, 6.03±0.10% cellulose, 1.85±0.01% hemicellulose, 15.87±0.10% lignin, and soluble fiber. 2.91±0.03%. PRF had a density of 707 kg/m3, slightly dull color, and reddish brown. TRF cannot be used as a thickener due to it does not form a stable suspension and does not form a gel when heated, but it has potential as an animal feed with a value of acid detergent fiber (ADF) 22.18 and neutral detergent fiber (NDF) 2. 40. Meanwhile, PRF-tapioca has potential as a thickening agent because it formed a stable suspension and formed a gel when heated. Adding 0.5-2.5% PRF to 1%, tapioca suspension produced a gel viscosity of 6.4 – 8.5 cP., similar to 3 g/25 mL modified cassava flour gel formation. 
Penyuluhan Pemanfaatan Tepung dan Pewarna Alami Bunga Pisang Untuk Siswa Jurusan Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura SMKN 3 Salatiga Rohadi Rohadi; Anisa Rachma Sari; Bambang Kunarto
Madaniya Vol. 4 No. 3 (2023)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.492

Abstract

Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 3 Salatiga didesain untuk mempersiapkan siswa Jurusan Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (APHP) sebagai tenaga menengah bidang pembudidayaan tanaman hias, tanaman semusim dan tanaman pangan. Namun demikian siswa kurang mendapatkan teori dan praktik pasca panen dan pengolahan buah pisang. Oleh sebab itu tim pengabdian kepada masyarakat (PKM) Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Semarang bermaksud memberikan penyuluhan pasca panen, pemanfaatan tepung dan pewarna alami bunga pisang pada pembuatan kue kering dan brownies kepada siswa Jurusan APHP. Kegiatan PKM bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa pada bidang pasca panen dan pengolahan buah pisang. Pelaksanaan PKM digunakan metode ceramah dan diskusi serta praktik. Kegiatan diikuti oleh 67 siswa dari 2 rombel. Hasil PKM menunjukkan ada peningkatan pengetahuan siswa secara nyata pada bidang pasca panen dan pengolahan buah pisang, namun penyuluhan kurang efektif untuk transfer pengetahuan. Hasil uji-t dara pre dan post test menunjukkan nilai rata-rata siswa meningkat sebesar 33 % dari 43,1 menjadi 57,5 dengan tingkat signifikansi 0,001 (p < 0,05). PKM mampu meningkatkan keterampilan siswa dalam pembuatan kue kering dan brownies berbahan tepung pisang dan pewarna alami bunga pisang.
Kinetika Degradasi Ekstrak Antioksidan Buah Parijoto Muda (Medinilla speciosa Blume) pada Berbagai Intensitas dan Waktu Paparan Cahaya Bambang Kunarto; - Iswoyo
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 3 (2020): Optimalisasi Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Menuju Kemandirian di Tengah P
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenolik, flavonoid dan antioksidan alami dalam buah parijoto (Medinilla Speciosa Blume) bersifat tidak stabil dan sensitif terhadap paparan cahaya. Penelitian ini mengkaji kinetika degradasi ekstrak buah parijoto muda pada ntensitas cahaya (100; 3000; 5000 lux) dan waktu paparan cahaya (0; 6; 12; 18; 24 jam). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinetika degradasi ekstrak etanolik buah parijoto selama paparan cahaya mengikuti orde 1. Makin tinggi intensitas dan makin lama paparan cahaya menunjukkan laju yang semakin makin tinggi dan waktu paruh makin pendek. Waktu paruh fenolik total, flavonoid total dan aktivitas antioksidan selama paparan cahaya berturut turut 23,57-47,79; 24,4848,40; 30,39-63,57 jamKata Kunci : Antioksidan, Cahaya, Fenolik, Kinetika Degadasi, Parijoto
Penyuluhan Keamanan Pangan dan Bahaya Cemaran Kimia bagi Siswa SMK Negeri H. Moenadi Ungaran Kabupaten Semarang Soraya Kusuma Putri; Bambang Kunarto; - Iswoyo; Aldila Sagitaning Putri
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 3 (2020): Optimalisasi Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Menuju Kemandirian di Tengah P
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keamanan pangan dan bahaya cemaran kimia sangat penting diketahui oleh para pelaku industri pangan untuk memberikan perlindungan pada masyarakat dengan tujuan meningkatkan keamanan pangan, mutu dan mencegah terjadinya kerugian ekonomi. SMK Negeri H. Moenadi Ungaran Kabupaten Semarang merupakan SMK yang mempunyai bidang keahlian teknologi hasil pertanian, yang mana industri pangan merupakan sejalur dengan bidang kerja para lulusannya. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan informasi berupa penyuluhan untuk meningkatkanpemahaman keamanan pangan dan bahaya cemaran kimia bagi siswa SMK Negeri H. Moenadi Ungaran Kabupaten Semarang. Kegiatan yang dilaksanakan menggunakan metode penyuluhan virtual melalui aplikasi zoom meeting dengan diikuti 32 siswa-siswi dari SMK N H. Moenadi Ungaran Kabupaten Semarang meliputi penjelasan tentang keamanan pangan dan bahaya cemaran kimia pada pangan. Dari 32 kelompok sasaran, sejumlah 31,25% menyatakan tahu sedangkan sisanya tidak tahu mengenai keamanan pangan. Dari 32 kelompok sasaran, sejumlah 37,5% menyatakan tahu sedangkan sisanya tidak tahu mengenai bahaya cemaran kimia. Hasil kuisioner menunjukkan bahwa setelah dilakukan kegiatan penyuluhan tingkat pengetahuan siswa terhadap keamanan pangan dan cemaran bahaya kimia meningkat menjadi 100%. Berdasarkan kegiatan yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa kegiatan penyuluhan ini dapat meningkatkan pemahaman siswa tentang keamanan pangan dan cemaran kimia pada produk pangan. Kata Kunci : Keamanan Pangan, Cemaran, Kimia, Penyuluhan, Siswa.
Sosialisasi dan Pelatihan Teknologi Pembuatan Kombucha Bagi Siswa SMKN H. Moenadi Ungaran Anisa Rachma Sari; Bambang Kunarto; Rohadi Rohadi
Madaniya Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.737

Abstract

Keterampilan pada matapelajaran bioteknologi pengolahan hasil pertanian di SMKN H. Moenadi Ungaran masih kurang mewadahi, padahal keterampilan tersebut dapat menjadi modal berwirausaha bagi siswa-siswi setelah lulus dari bangku sekolah. Tujuan dari kegiatan PkM adalah meningkatkan pemahaman teori dan keterampilan siswa-siswi SMKN H. Moenadi Ungaran tentang teknologi fermentasi pembuatan kombucha sehingga dapat menumbuhkan jiwa berwirausaha pada siswa. Metode dalam kegiatan PkM meliputi: persiapan kegiatan; pelaksanaan kegiatan dimulai pretes, pemaparan materi mengenai minuman fungsional teh, kombucha dan pengembangan kombucha dilanjutkan praktik pembuatan kombucha dan diskusi serta evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan terjadi peningkatan pemahaman terhadap 69 peserta siswa-siswi kelas XI Jurusan APHP SMKN H. Moenadi Ungaran. Hal ini ditunjukkan dengan sudah tidak adanya (0%) peserta dengan tingkat pemahaman sangat rendah setelah mengikuti kegiatan PkM yang sebelumnya terdapat sebanyak 31,88%. Selain itu, peserta dengan tingkat pemahaman sangat tinggi mengalami peningkatan signifikan sebanyak 26,09% dari 2,90% menjadi 28,99%. Berdasarkan hasil dari kegiatan yang telah dilakukan, peserta mengalami peningkatan tingkat pemahaman terhadap materi yang disampaikan berdasarkan hasil pretes dan postes dan peserta mampu mempraktikan pembuatan minuman fermentasi kombucha berdasarkan pengamatan tim PkM selama mengikuti pelatihan.
EKSTRAKSI ANTIOKSIDAN CASCARA ARABICA MENGGUNAKAN METODA ULTRASONIC-ASSISTED EXTRACTION kunarto, bambang; Sani, Elly Yuniarti; Larasati, Dewi
Journal of Agricultural and Biosystem Engineering Research Vol 5 No 1 (2024): Journal of Agricultural and Biosystem Engineering Research: Regular Issue
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jaber.2024.5.1.10114

Abstract

ABSTRAK Cascara merupakan produk samping dari komoditas biji kopi, yaitu bagian kulit dan pulp hasil pengupasan pengolahan basah. Cascara kaya fenolik, flavonoid dan tannin, sehingga berpotensi sebagai sumber antioksidan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh lama waktu ekstraksi cascara Arabica menggunakan metoda ultrasonic-assisted extraction terhadap aktivitas antioksidan ekstrak etanolik yang dihasilkan. Ekstraksi dilakukan menggunakan ultrasonic bath (Branson 3800) pada suhu 30oC dan frekwensi 40 kHz. Pelarut yang digunakan adalah etanol 70% dengan rasio cascara Arabica dan pelarut 1:10 (b/v). Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan lama ekstraksi (10, 20, 30, 50, 50 dan 60 menit) dan diulang sebanyak 3 kali. Variabel yang diamati meliputi yield, fenolik total, flavonoid total, dan aktivitas antioksidan (RSA-DPPH dan reducing power). Data yang diperoleh dianalisis dengan ANOVA. Apabila terdapat pengaruh yang nyata maka pengujian dilanjutkan dengan uji DMRT dengan tingkat signifikansi α = 5% untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan. Hasil penelitian menunjukan lama waktu ekstraksi etanolik cascara Arabica berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap yield, fenolik total, flavonoid total, dan aktivitas antioksidan (RSA-DPPH dan reducing power). Ekstraksi cascara Arabica selama 30 menit menghasilkan aktivitas antioksidan yang kuat
Ekstraksi berbantu gelombang ultrasonik dan fotodegradasi senyawa antosianin pada tangkai parijoto (Medinilla speciosa Blume) Bambang Kunarto; Aldila Sagitaning Putri; Binardo Adi Seno
AGROINTEK Vol 18, No 3 (2024)
Publisher : Agroindustrial Technology, University of Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrointek.v18i3.19967

Abstract

Parijoto is an endemic plant widely found on the slopes of Mount Muria, Kudus Regency, Central Java. The local community often consumes parijoto fresh fruit and processes parijoto fruit such as syrup, dodol, candy, and tea. So far, the Parijoto stalk, which weighs 18.19% of the total weight of the parijoto stalk and fruit, has not been widely used, but it has great potential as a source of anthocyanin. Anthocyanin compounds have low stability to temperature and light. For this reason, extraction with a relatively low temperature and faster than conventional methods is required, one of which is Ultrasonic-assisted extraction. Ultrasonic waves produce cavitation bubbles, facilitating solvent penetration so that cell bioactive components can be extracted more effectively. This study aimed to determine the effect of ultrasonic wave-assisted extraction time of parijoto stalk anthocyanin and examine the effect of various light exposure intensities and exposure times (photodegradation) on Parijoto stalk anthocyanin extract. Ultrasonic-assisted extraction of parijoto stalk anthocyanins used a completely randomized design (CRD) with extraction time (5, 10, 15, 20, and 25 minutes) and three treatment repetitions. In photodegradation using a factorial complete randomized design with the treatment of light exposure intensity (2037 lux, 4259 lux, 6482 lux, and 9259 lux) and exposure time (6, 12, 18, and 24 hours). The results showed that the longer the extraction, up to 20 minutes, the total anthocyanin levels, redness (a*), and yellowness (b*) increased while lightness (L*) decreased. The higher the light intensity of the fluorescent lamp and the longer the light exposure, the lower the total anthocyanin content with a lower half-life. Ultrasonic-assisted extraction have proven to be quite effective for the anthocyanin extraction but need to attention with time and light exposure intensity.
Enhancement the Knowledge and Skills of SMK N 6 Kendal Students Through the Practice of Making Kombucha Tea: Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Siswa SMK N 6 Kendal Melalui Praktik Pembuatan Teh Kombucha Rachma, Anisa; Rohadi, Rohadi; Kunarto, Bambang
JAKADIMAS (Jurnal Karya Pengabdian Masyarakat) Vol. 2 No. 2 (2025): JAKADIMAS
Publisher : Fakultas Teknologi dan Industri Pangan Unisri Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/jakadimas.v2i2.11059

Abstract

The biotechnology subject for processing agricultural products at SMK N 6 Kendal is considered lacking. In fact, skills in the field of biotechnology can be applied to food production and this is in accordance with the competencies required by students majoring in Agribusiness on Agricultural Product Processing (APHP) at SMK N 6 Kendal. The aim of community service activities (PKM) is to increase students' knowledge and skills in making Kombucha tea. The PKM method includes several stages, namely, survey, coordination of preparation, implementation, monitoring and evaluation. The stages of PKM implementation are delivered through lectures and practice. The PKM results show that the average score of the questionnaire test results with both the pretest and post-test questionnaires is very good, with an average score of 16.2 (pretest) and 16.3 (post-test) out of a potential questionnaire score of 20. However Thus, lectures are not effective for the purpose of increasing student knowledge.
KARAKTERISTIK SERBUK INSTAN CASCARA ARABICA MENGGUNAKAN BULKING AGENT GUM ARAB METODE FOAM MAT DRYING Kunarto, Bambang; Larasati, Dewi
Jurnal Agroindustri Vol. 15 No. 2 (2025): November 2025
Publisher : BPFP Faperta UNIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jagroindustri.15.2.201-212

Abstract

Cascara Arabica merupakan kulit kering buah kopi Arabica yang umumnya disajikan dengan cara diseduh seperti teh, sehingga dikenal sebagai cascara tea. Cascara Arabica berpotensi dikembangkan lebih lanjut menjadi serbuk minuman instan sebagai upaya diversifikasi produk. Pembuatan serbuk instan dengan metode foam mat drying memerlukan penambahan gum arab sebagai bulking agent yang berperan menambah total padatan, meningkatkan volume, melapisi komponen rasa, serta melindungi bahan dari kerusakan akibat panas. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh rasio ekstrak air cascara Arabika dan gum arab terhadap karakteristik fisik dan kimia serbuk instan cascara Arabika. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) satu faktor, yaitu rasio ekstrak air cascara Arabika dan gum arab, yang terdiri atas lima taraf perlakuan dengan empat ulangan, yaitu P1 = 95:5, P2 = 90:10, P3 = 85:15, P4 = 80:20, dan P5 = 75:25. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA untuk mengetahui adanya pengaruh perlakuan, kemudian dilanjutkan dengan uji DMRT pada taraf signifikansi 5% (α = 5%) guna membandingkan perbedaan antar perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penurunan proporsi ekstrak air cascara Arabica dan peningkatan proporsi gum arab cenderung menurunkan kadar air, kadar flavonoid total, densitas kamba, angle of repose, serta kelarutan (waktu larut) dalam air panas maupun dingin. Sebaliknya, perubahan rasio tersebut meningkatkan kadar abu dan aktivitas antioksidan serbuk instan cascara Arabica yang dihasilkan. Secara keseluruhan, perlakuan dengan rasio ekstrak air cascara Arabica dan gum arab 75:25 memberikan karakteristik fisik dan kimia terbaik untuk serbuk instan cascara Arabica.
EKSTRAKSI ANTOSIANIN KULIT MELINJO MERAH DAN STABILITAS WARNANYA PADA BERBAGAI LAMA PEMANASAN Elly Yuniarti Sani; Bambang Kunarto
Jurnal Pengembangan Rekayasa dan Teknologi Vol. 1 No. 2 (2017): November (2017)
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jprt.v13i2.928

Abstract

Pigmen merah antosianin kulit melinjo bersifat antioksidan dan lebih aman dibandingkan dengan pigmen sintetik. Untuk mengekstraksi pigmen antosianin kulit melinjo perlu dipilih pelarut yang aman dan menghasilkan rendemen tinggi dengan kualitas warna dan   aktivitas antioksidan yang baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk   mengekstrak antosianin kulit melinjo merah menggunakan berbagai rasio etanol:   air dan mengetahui stabilitas warna dan aktivitas antioksidatif   antosianin pada berbagai lama pemanasan. Ekstraksi dilakukan menggunakan rasio pelarut etanol:air dengan perbandingan (100:0); (75:25); (50:50); (25:75); (0:100). Ekstrak antosianin dianalisis rendemen, antosianin dan aktifitas antioksidannya. Hasil terbaik dipakai sebagai penelitian tahap kedua dengan mengukur stabilitas warna antosianin dan aktivitas   antioksidatifnya berbagai lama pemanasan (10, 20, 30, 40 dan 50 menit).      Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelarut etanol dan air   dengan rasio (100:0)) menghasilkan ekstrak   antosianin kulit melinjo merah terbaik dengan rendemen 12,95%, kadar total antosianin 43,52 mg/L dan aktivitas   antioksidan (penghambatan DPPH) 66,29%. Ekstrak   antosianin kulit merah antosianin   stabil pemanasan 10-30 menit.