Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

THE PROFESSION ZAKAT AND ITS BENEFITS Sarbini Anim; Kholis Kohari; Zamakhsyari Abdul Majid; Mohammad Adnan
El-Arbah: Jurnal Ekonomi, Bisnis Dan Perbankan Syariah Vol 5 No 2 (2021): AL ARBAH JURNAL EKONOMI, BISNIS DAN PERBANKAN SYARIAH
Publisher : Program Studi Perbankan Syari'ah Fakultas Agama Islam Universitas Islam As-Syafi'iyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/elarbah.v5i2.2509

Abstract

Professional zakat is zakat that is imposed on each job or certain professional expertise, either done alone or in conjunction with other people / institutions, which is done alone or together with other people/institutions, which brings income (money) that meets the nisab (minimum limit to be able to pay zakat). income (money) that meets the nisab (minimum limit to be able to pay zakat). to be able to pay zakat). This article tries to explain about professional zakat and its benefits to society.for the community. Zakat profesi adalah zakat yang dikenakan pada tiap pekerjaan atau keahlian profesional tertentu, baik yang dilakukan sendiri maupun yang dilakukan bersama dengan orang/lembaga lain, yang mendatangkan penghasilan (uang) yang memenuhi nisab (batas minimum untuk bisa berzakat). Artikel ini mencoba memaparkan tentang zakat profesi dan manfaatnya bagi masyarakat.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENDIDIKAN BAHASA ARAB MELALUI ANALISA RHOTACISM FONETIS (CADEL) Abdul Majid, Zamakhsyari; Darisman, Encep
Almarhalah: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 6 No. 1 (2022): Almarhalah
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al Marhalah Al Ulya Bekasi, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38153/almarhalah.v6i1.9

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengidentifikasi fenomena Rhotacism Fonetis (Cadel) dalam meningkatkan kemampuan bahasa arab terhadap anak yang mengalami gangguan berbicara. Secara fenomenologis yang kaitanya dengan proses pembelajaran akan sangat berpengaruh terhadap beberapa factor salah satunya ialah kesulitan untuk mengucapkan beberapa huruf dengan baik akibat dari adanya kendala pada artikulatornya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-diskriptif dengan mencoba menelusuri berbagai karya dan tulisan yang berhubungan dengan fokus kajian, baik secara langsung maupun tidak langsung. Karya-karya itu dibaca secara seksama lalu dianalis dan diinterpretasi secara kualitatif mengikut permasalahan kajian yang sudah ditentukan sebelumnya. Ada beberapa kelainan yang menghambat kemampuan artikulasinya, diantaranya yaitu distorsi (distortion), dimana adanya pengubahan bunyi bahasa kepada bunyi yang tidak bisa digunakan, atau dapat mengubah arti dari keseluruhan kata atau malah tidak mengandung arti, hal ini disebabkan bunyi-bunyi tersebut tidak dikenal dalam bahasa pertamanya, yaitu bahasa Indonesia, seperti bunyi ق (qof), ط، ( ta), ظ، (za) diubah menjadi bunyi ض (dad); ث،ر،س، ز، ش، ك diubah menjadi bunyi ي, dan juga bunyi ف (fa) yang diubah menjadi bunyi م (mim) atau ن (nun). Serta semua bunyi vokal I (kasrah) akandiubah seperti bunyi vokal e^. Selain itu kelainan produksi suara yang disebut dengan nasality (produksi suara sengau), yang disebabkan karena adanya penyempitan atau tak berkembangnya lubang hidung sehingga pengeluaran udara tidak semestinya.
THE EFFECT OF MODERN AND CONTEMPORARY ISLAM ON CRITICAL THINKING OF ISLAMIC FIGURES Majid, Zamakhsyari Abdul; Al Yusni, DH; Himayah, Minhatul; Uyuni, Badrah
Spektra: Jurnal Ilmu-ilmu Sosial Vol 3 No 2 (2021): Spektra : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam As Syafi'iyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/spektra.v3i2.1900

Abstract

Artikel ini membahas tentang oengaruh Islam modernis dan kontemporer terhadap pemikiran kritis para tokoh Islam. Di dalamnya membahas hakekat pemikiran kontemporer dan Mengapa terjadi kecenderungan-kecenderungan dalam model pemikiran Islam kontemporer tersebut. Lalu pembahasan akan dilanjutkan dengan memahami bagaimana pengaruh perkembangan pemikiran tersebut terhadap kemajuan social kemasyarakatan dan keagamaan. Dengan menggunakan metode kualitatif yang mengkaji berbagai macam literatur seperti buku dan lenelitiqn para tokoh modernis dan kontemporer. Dalam analisanya ada 5 kecenderungan dalam model pemikiran Islam kontemporer menghasilkan pemikiran yang beragam seperti fundamentalis, tradisionalis, reformis, posttradisionalis, dan modernis. Pengkategorian Islam sperti ini seolah ada kepentingan terselubung yang diprakarsai untuk membuat semakin terpojoknya Islam.
INTERPRETATION APPROACH IN THE DYNAMICS OF SHARIA BANKING Zamakhsyari Abdul Majid
Al-Risalah : Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam Vol 12 No 2 (2021): Al-Risalah : Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Islam As-Syafiiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/alrisalah.v12i2.1471

Abstract

Indonesia is a country with the largest Muslim population in the world with a Muslim population of around 204 million. This large Muslim population represents a great potential for the development of Islamic banking. This Islamic banking began to get the government's attention with the issuance of a law that supports Islamic banking. With various policies and decisions from a period of approximately 36 years (1974-2008), starting with the holding of a national seminar on relations between Indonesia and the Middle East which contained the idea of ​​realizing the Islamic Banking Law. This article is a qualitative study. The existence of Islamic-based Rural Banks encourages the establishment of interest-free commercial banks. With various developments that continue to be carried out by the Indonesian Banking, in 2008 the enactment of Law no. 21 of 2008 concerning Islamic Banking which is expected to provide significant prospects for Islamic Banking. Basically the concept in Islam cannot be separated from the 5 pillars of primary needs (al-dlaruriyyatul al-khams), namely: hifdhun nafs (guaranteed protection of the soul), hifdhul 'aql (guaranteed protection of reason), hifdhul mâl (guarantee of property protection), hifdhun nasl (guaranteed protection of offspring), and hifdhud dn (guaranteed protection of religion). Indonesia merupakan negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia dengan jumlah penduduk muslimnya sekitar 204 juta jiwa. Populasi Muslim yang besar ini merupakan potensi besar bagi perkembangan perbankan syariah. Perbankan syariah ini mulai mendapat perhatian pemerintah dengan dikeluarkannya undang-undang yang mendukung perbankan syariah. Artikel ini merupakan studi kualitatif. Dengan berbagai kebijakan dan keputusan dari kurun waktu kuranglebih selama 36 tahun (1974-2008), dimulai dari diselenggarakannya seminar nasional hubungan antara Indonesia-Timur Tengah yang berisikan tentang ide merealisasikan UU Perbankan Islam. Keberadaan Bank-bank Perkreditan Rakyat yang berbasis Islam tersebut mendorong untuk didirikannya bank umum yang bebas bunga. Dengan berbagai perkembangan yang terus di lakukan oleh Perbankan Indonesia, pada tahun 2008 disahkannya UU No. 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Islam yang diharapkan memberikan prospek yang signifikan bagi Perbankan Islam. Pada dasarnya konsep dalam Islam itu tidak lepas dari 5 pilar kebutuhan primer (al-dlaruriyyatul al-khams), yaitu: hifdhun nafs (jaminan perlindungan jiwa), hifdhul ‘aql (jaminan perlindungan akal), hifdhul mâl (jaminan perlindungan harta), hifdhun nasl (jaminan perlindungan keturunan), dan hifdhud dîn (jaminan perlindungan agama).
MODEL PEMBERDAYAAN USTADZAH DALAM MENINGKATKAN KEPATUHAN BERKURBAN DI MAJELIS TAKLIM Adnan, Mohammad; Maarif, Samsul; Jiwanto, Fahmi Islam; Munajah, Neneng; Majid, Zamakhsyari Abdul
Tahdzib Al-Akhlaq: Jurnal Pendidikan Islam Vol 7 No 1 (2024): Tahdzib Al-Akhlaq: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Islam As-Syafi'iyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/tahdzib.v7i1.3870

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi model pemberdayaan ustadzah yang efektif dalam meningkatkan kepatuhan berkurban di kalangan jamaah majelis taklim. Kurban merupakan salah satu ibadah penting dalam Islam yang melambangkan ketaatan dan kepedulian sosial, namun masih banyak jamaah yang belum memahami makna mendalam dari kurban, mengalami kendala ekonomi, serta kurangnya motivasi dan kesadaran untuk melaksanakan ibadah ini. Peran majelis taklim sebagai lembaga pendidikan agama informal sangat strategis dalam membentuk sikap keagamaan jamaah, dan ustadzah sebagai pendakwah perempuan memiliki potensi besar untuk memotivasi dan mengedukasi jamaah. Melalui pendekatan kualitatif, penelitian ini menggali faktor-faktor pendorong dan penghambat yang dihadapi ustadzah dalam mendidik jamaah tentang pentingnya berkurban. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen dari beberapa majelis taklim yang dipilih secara purposif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan ustadzah yang mencakup peningkatan kapasitas dalam ilmu agama, keterampilan dakwah, dan kepemimpinan dapat secara signifikan meningkatkan kepatuhan berkurban di kalangan jamaah. Penelitian ini menyarankan beberapa strategi pemberdayaan, termasuk pelatihan berkelanjutan, penyediaan sumber daya pendidikan, dan dukungan komunitas, yang dapat diimplementasikan oleh pengelola majelis taklim dan pihak terkait. Dengan pemberdayaan yang tepat, ustadzah dapat memainkan peran yang lebih efektif dalam menggerakkan jamaah untuk melaksanakan ibadah kurban, sehingga meningkatkan keberhasilan program-program keagamaan di masyarakat.
KEPEMIMPINAN DAKWAH: PERAN PARTISIPATIF DAN KOLABORATIF Nabiel Al Musawa; Zamakhsyari Abdul Majid; Nurfitria Farhana; Siti Nuri Nurhaidah; Miftahussaadah Miftahussaadah; Khaeiruddin Khaeiruddin
Al-Idaroh: Media Pemikiran Manajemen Dakwah Vol 5 No 2 (2025): Al-Idaroh: Media Pemikiran Manajemen Dakwah
Publisher : Program Studi Manajemen Dakwah Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam Institut Agama Islam (IAI) Al-Azhaar Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53888/alidaroh.v5i2.882

Abstract

This paper discusses the importance of the role of leaders in da'wah activities, especially in the context of participatory and collaborative da'wah. Leadership in da'wah not only involves the ability to lead and direct, but also demands skills in building communication, managing collaboration, and embracing active participation from various elements of society. Effective da'wah leaders are those who are able to build harmonious relationships, inspire engagement, and encourage constructive cooperation to achieve da'wah goals. The paper also analyzes several examples of successful da'wah leadership, identifies key factors that influence their success, and offers recommendations for leadership development in da'wah.