Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

UJI FORMULASI SEDIAAN LIP BALM DARI EKSTRAK BUNGA ROSELLA UNGU (HIBISCUS SABDARIFFA L.) Alfitroh , Ijazati; Dewi, Betna; Yanuarto, Tri; Rahmadani, Nurbayu Rezky
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 8 No. 3 (2025): Volume 8 No. 3 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v8i3.49102

Abstract

Lip Balm merupakan salah satu sediaan kosmetik yang dioleskan pada bibir untuk mencegah dan memperbaiki bibir yang kering dan pecah-pecah akibat perlindungan bibir yang buruk dan pengaruh lingkungan luar. Untuk melindungi bibir dibutuhkan antioksidan, tanaman yang digunakan bunga rosella ungu (Hibiscus sabdariffa L.). Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah variasi konsentrasi ekstrak dapat mempengaruhi sifat fisik lip balm. Uji hedonik formulasi lip balm dengan 4 formulasi yang berbeda yaitu F0, F1, F2 dan F3 dengan konsentrasi ekstrak yang berbeda-beda yaitu 0%, 1,5%, 3%, dan 4,5% dengan bahan tambahan Propilenglikol, Gliserin, Cera Flava, nipagin, Nipasol, Lanolin, Oleum Rosae dan Oleum Cacao. Uji sifat fisik lip balm yang dilakukan berupa uji organoleptis, homogenitas, pH dan hedonik. Hasil dari uji evaluasi bahwa ekstrak bunga rosella ungu (Hibiscus sabdariffa L.) dapat mempengaruhi sifat fisik berupa uji oragnoleptis sediaan teroksidasi pada minggu ke-5 dan homogenitas warna yang tidak merata. Pada uji pH sediaan lip balm ekstrak bunga rosella ungu (Hibiscus sabdariffa L.) sudah memenuhi syarat sediaan lip balm yang baik. Formulasi yang paling bagus dan disukai pada uji hedonik adalah formulasi 3.
Testing Of Lipstick Preparations From Senggani Flower Extract (Melastoma malabathricum L) As A Natural Dye With Various Variations In VCO Concentrations Dewi, Betna; Fauziah, Dewi Winni
SINTA Journal (Science, Technology, and Agricultural) Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muda (PDM) Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/sinta.5.1.109-114

Abstract

Lip dye is a cosmetic preparation that can provide attractive color to the lips, Senggani flowers have an attractive color so they are suitable for natural dyes on the lips Lipstick formulations use VCO variations with various concentrations. The extraction method was by maceration method. The physical evaluation of lipstick includes Organoleptis test, Homogeneity test, pH test, Strength check, Melting point test, Irritation test, Hedonic/Panelist test.The research data showed that the formulation of lipstick preparations from senggani flower extract (Melastoma malabathricum L) as a natural dye with various variations in VCO concentration could affect the physical properties of lipsticks.
PENGARUH KOMBINASI EKTRAK BINAHONG (Andredera cordifolia) DAN MINYAK ATSIRI LEMON (Citrus Limon L) PADA SABUN MANDI CAIR TERHADAP ANTIVITAS ANTIBAKTERI Staphylococcus Aureus Marzenta, Marzenta; Dewi, Betna
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 12, No 2 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v12i2.842

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh tingginya risiko infeksi kulit akibat bakteri Staphylococcus aureus yang secara alami ada pada kulit. Pemakaian sabun yang mengandung bahan kimia seperti triklosan berpotensi merusak keseimbangan flora normal pada kulit, sehingga diperlukan alternatif dari bahan alami. Daun binahong (Anredera cordifolia) serta minyak atsiri lemon (Citrus limon L.) dipilih karena memiliki kandungan flavonoid, saponin, dan senyawa atsiri dengan efek antibakteri. Penelitian ini dilakukan melalui proses ekstraksi daun binahong menggunakan metode maserasi, pemisahan minyak atsiri lemon, serta formulasi sabun cair dengan teknik hot process. Produk sabun kemudian diuji kualitas fisiknya, meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, tinggi busa, dan viskositas, serta diuji aktivitas antibakterinya dengan metode difusi cakram terhadap Staphylococcus aureus. Variasi konsentrasi kombinasi bahan aktif digunakan untuk memperoleh formula dengan efektivitas paling tinggi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi ekstrak binahong dan minyak atsiri lemon dapat diformulasikan menjadi sabun cair dengan sifat fisik yang memenuhi standar, kecuali pada uji viskositas. Sediaan ini efektif menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus, dengan aktivitas antibakteri tertinggi pada konsentrasi ekstrak yang paling tinggi. Temuan ini menegaskan bahwa kedua bahan alami tersebut dapat berperan sebagai agen antibakteri dalam sabun cair dan memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk komersial.
Aktifitas Nyamuk Pada Lilion Atomaterapi Minyak Atsisri Kulit Jeruk Kalamansi ( Citrofortunella microcarpa L) Dewi, Betna; Devi Novia; Rose Intan Perma
SINTA Journal (Science, Technology, and Agricultural) Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muda (PDM) Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/sinta.6.2.535–542

Abstract

Lilin aromaterapi merupakan salah satu inovasi produk yang tidak hanya berfungsi sebagai pencipta suasana dan relaksasi, tetapi juga dapat dikembangkan sebagai agen antinyamuk. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan dengan memanfaatkan minyak atsiri dari kulit jeruk kalamansi (Citrofortunella microcarpa L), yang diketahui kaya akan senyawa bioaktif seperti d-limonen dan carvone, sehingga berpotensi menjadi komponen aktif dalam formulasi lilin aromaterapi. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan merumuskan empat formulasi lilin aromaterapi yang mengandung minyak atsiri kulit jeruk kalamansi (Citrofortunella microcarpa L) tiap formula mengandung minyak atsiri F0 0%, F110%, F2 12,5%, dan F3 15%, pengujian sediaan meliputi uji organoleptis, uji waktu bakar, uji efektivitas terhadap nyamuk, serta uji hedonik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lilin aromaterapi dengan minyak atsiri kulit jeruk kalamansi efektif sebagai repelan alami. Dimana Formula F3 dengan konsentrasi 15% merupakan sediaan yang paling optimal,sehingga menghasilkan aktivitas anti nyamuk hingga 80% nyamuk,