Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Filantropi Global Membentuk Negara Kesejahteraan: Perspektif Islam dan Yahudi Muhamad Fauzi; Agus Gunawan
JSSH (Jurnal Sains Sosial dan Humaniora) JSSH (Jurnal Sains Sosial dan Humaniora) Vol. 6 No. 2 September 2022
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.316 KB) | DOI: 10.30595/jssh.v6i2.13608

Abstract

Pandangan dunia terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara menjadi penting terbangun atas kekuatan pemerintahan global yang stabil dan damai walaupun banyak permasalahan yang dihadapi. Peran filantropi global menjadi alternatif sumber daya potensional dalam membangun kesadaran memberi dan berbagi atas dasar kemanusiaan sehingga kekuatan filantropi dalam mendukung terciptanya negara kesejahteraan yang diharapkan setiap warga negara tanpa melihat ideologi negara yang dianut. Kajian ini bertujuan untuk menggambarkan tentang keterkaitan peran pemerintahan global dengan praktek filantropi global menuju negara kesejahteraan. Metode penelitian menggunakan  studi literatur dengan pendekatan studi dokumentasi yang bersumber dari buku, jurnal dan laporan lembaga  Hasil kajian menunjukkan pemerintahan global masih menghadapi masalah besar di antaranya kemiskinan dan krisis kemanusiaan hingga saat ini terjadinya pandemi Covid-19, di mana di bawah garis kemiskinan di dunia bertambah mencapai 729 juta jiwa. Akumulasi filantropi global memberikan peran penting sebagai alternatif mencapai negara kesejahteraan yang didasari solidaritas dan kedermawanan yang memberi dampak kepada 23 juta jiwa di Indonesia sebagai penerima manfaat dari filantropi zakat sedangkan dari filantropi tzedekah dari kaum Yahudi memberikan manfaat senilai US$ 1,4 milyar. Implikasinya filantropi global senada dengan tujuan konsep negara kesejahteraan yang tidak didominasi peran negara tetapi masyarakat sipil terlibat.
PERENCANAAN SUPERVISI PEMBELAJARAN Agus Gunawan; Sita Nurazizah; Ira Gita Wulandari
PENAIS (Jurnal Pendidikan Agama Islam) Vol. 2 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Amal Insani Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.535 KB) | DOI: 10.56721/penais.v2i1.188

Abstract

Komponen pendidikan yang merupakan sistem tenaga kerja harus saling berhubungan satu sama lain. Jika guru selalu menjadi pusat perhatian dan penggerak pelaksanaan pendidikan di semua jenjang, sebenarnya ada unsur lain yang harus diperkuat dalam aplikasi pendidikan akar rumput, yaitu peran kepala sekolah. Tidak mengherankan bahwa masalah pendidikan menjadi pusat perhatian di hampir setiap negara karena dedikasi guru untuk mencari solusi. Selain diverifikasi, prinsip-prinsip ini mungkin akan berfungsi sebagai dasar untuk menyelesaikan masalah dengan kebijakan yang akan dituangkan dalam perencanaan pendidikan atau yang dapat kita tinjau di sekolah atau di kelas sebagai lembaga yang melaksanakan pendidikan secara formal. Seringkali, pengawasan dipandang sebagai dukungan yang diberikan untuk meningkatkan lingkungan belajar mengajar yang lebih baik. Karena tujuan utama supervisi pendidikan adalah untuk memberikan arahan dan nasehat kepada guru agar dapat menyelesaikan sendiri persoalan-persoalan tersebut di atas, maka perlu dilakukan agar berdampak pada peningkatan prestasi kerja. Tujuan utama pemantauan pendidikan adalah untuk menaikkan dan memperbaiki standar pengajaran. Oleh karena itu, tanpa rencana yang terencana, seorang pengawas tidak cukup hanya mengawasi instruktur atau kepala sekolah. Perencanaan supervisi pembelajaran merupakan topik yang dibahas dalam artikel ini dengan menggunakan kajian literatur.
Resolusi Problematika Internal Pendidikan Islam: Pendekatan Design Thinking Nurdin Rivaldy; Ilzamudin Ma'mur; Agus Gunawan; Ahmad Bazari Syam
TADBIR MUWAHHID Vol. 7 No. 1 (2023): Tadbir Muwahhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jtm.v7i1.7525

Abstract

Pendidikan menjadi pilar kehidupan dengan menanamkan dan mengembangkan nilai-nilai yang mampu membentuk manusia seutuhnya. Dalam kehidupan bentuk permasalahan bermuculan dalam berbagai bentuk sehingga manusia dituntut mendayagunakan potensi dirinya yaitu berpikir mencari dan mendapatkan alternatif penyelesaiannya. Penelitian ini bertujuan menganalisis resolusi atas problematika internal pendidikan Islam dengan pendekatan design thinking. Metode penelitian menggunakan kualitatif dengan studi pustaka sesuai dengan tema dan fokus penelitian, sedangkan analisis design thinking. Penelitian menemukan bahwa problematika internal pendidikan Islam yaitu radikalisasi pemahaman agama Islam, multikultural dan multietnis, pergeseran sentralisasi dan disentralisasi kebijakan, kurangnya sumberdaya manusia di bidang ilmu teknologi dan sains serta nilai dan literasi kritis. Menggunakan design thinking diperoleh pendekatan solutif yaitu upaya penegasan orientasi islam dalam pendidikan, pemurnian Islam dalam reformasi pendidikan, mencapai tujuan pendidikan Islam, Islamisasi ilmu pengetahuan dan upaya penguatan dalam sumber daya melalui sertifikasi guru dan dosen, reorientasi pendidikan islam berbasis dialog, bersahabat dengan sains dan teknologi, pengembangan kesadaran diri kritis yang berdaya cipta dan pengembangan pendidikan islam bidang kejuruan dan teknologi. Implikasi penelitian menunjukkan bahwa semakin berkembang kehidupan menciptakan permasalahan yang kompleks pada pendidikan Islam diperlukan pendekatan design thingking dalam tahap penyelesaiannya
Isu Kontemporer Pendidikan Islam dalam Peningkatan Kurikulum (Implementasi Kurikulum Merdeka di Madrasah) Encep Syarifudin; Agus Gunawan; A.Hendrid Suko Prastyono; Puji Lestari
Jurnal Administrasi Pendidikan Islam Vol. 5 No. 1 (2023): March
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/japi.2023.5.1.35-42

Abstract

Islamic education must be taught to the younger generation, especially Muslims, so they grow to be good members of society. When it comes to issues such as curriculum development and education renewal, learning studies play an important role to be carried out to raise the effectiveness of Islamic education in Islamic educational institutions such as Madrasah. This research was conducted using the library research method (Library Research), curriculum development is one of the contemporary issues in Islamic education, the question arises whether contemporary issues of Islamic education in the implementation of independent curriculum activities in madrasah are needed. This paper also explains what and how scope the implementation of the independent curriculum is implemented in Madrasah and the renewal of the curriculum imposed by the government should be able to make Madrasah more independent in management and learning. The increase of activity and creativity of students in groups could build a sense of working together according to the indicators in the pancasila profile on independent curriculum.
Penguatan Citra Madrasah Melalui Budaya Organisasi Dan Peran Komite Madrasah Di Pedesaan Pada Era Disrupsi Tubagus Syihabudin; Tihami; Agus Gunawan
Al-fahim : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 5 No. 2 (2023): AL-FAHIM : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : STAI Terpadu Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54396/alfahim.v5i2.726

Abstract

Madrasah are an alternative for Muslims in Indonesia to entrust the best educational process for their children. The current development of madrasah faces problems, including weak organizational culture, the ineffectiveness of the role of madrasah committees, and the unimproved image of madrasah. This study analyzed the strengthening and influence of leadership transformation, work culture, and the madrasah committee's role in the Madrasah Tsanawiyah's picture. This study uses a quantitative method with a survey approach. The sample selection used a simple random sample of teachers and guardians of Madrasah Tsanawiyah in Anyer, Serang District. Primary data comes from interviews, while secondary data comes from documentation. Data analysis used multiple regression using SPSS software version 25.00. The results showed that partially strengthening the image of the madrasah was influenced by organizational culture, enhancing the image of the madrasah was influenced by the role of the madrasah committee, and simultaneously strengthening the image of the madrasah was influenced by organizational culture and the role of the madrasah committee. This research implies that the stronger the image of the madrasah, the better the organizational culture and role of the madrasah committee.
MODEL KEPEMIMPINAN KI HAJAR DEWANTARA DALAM MANAJEMEN PENDIDIKAN Nurul Fika; Atiqoh Atiqoh; Machdum Bachtiar; Agus Gunawan
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Vol. 6 No. 4 (2023): Volume 6 No 4 Tahun 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v6i4.20758

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis pendekatan yaitu (library research) atau studi pustaka dengan menggali informasi melalui literatur berkenaan dengan model kepemimpinan ki hajar dewantara dalam manajemen pendidikan untuk menjawab fokus kajian pada penelitian ini. Penelitian ini mengkaji tentang definisi kepemimpinan, teori kepemimpinan ki hajar dewantara dalam perspektif sejarah, model kepemimpinan ki hajar dewantara dalam pendidikan. Kepemimpinan ialah salah satu hal yang sangat penting yang dimiliki oleh setiap individu. Pemimpin yang baik dan bijaksana akan berpengaruh terhadap suatu hal dalam menentukan suatu tindakan. Adapun model kepemimpinan Ki Hajar Dewantara dalam konteks pendidikan biasanya mencakup prinsip-prinsip diantaranya: 1) Pendidikan untuk semua. 2) Pendidikan berbasis kebudayaan lokal. 3) Pendidikan humanis dalam pendidikan. 4) kemerdekaan dalam pendidikan 5) Pendidikan sebagai sarana perubahan sosial.
ANALISIS KONSEP MODEL KEPEMIMPINAN PROFETIK(NABI MUHAMMAD SAW) DALAM PENDIDIKAN ISLAM Salimah Salimah; Agus Gunawan; Machdum Bachtiar
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Vol. 6 No. 4 (2023): Volume 6 No 4 Tahun 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v6i4.22284

Abstract

Pada hakikatnya semua orang tahu bahwa setiap individu merupakan seorang pemimpin bagi dirinya sendiri, yang akan dimintai pertanggung jawabannya kelak nanti, lalu bagaimana jika kita bukan hanya memimpin dirikita saja melainkan memimpin orang lain juga? Kita sebagai umat islam memiliki pedoman yaitu alqur’an dan hadist, yang dimana kita jadikan sebagai pedoman dalam hidup kita sehari-hari, begitu pula dengan kepemimpinan, seiring dengan perkembangan zaman banyak sekali model-model kepemimpinan yang ada. Salah satunya yaitu model kepemimpinan profetik. Allah SWT telah mengutus nabi Muhammad SAW sebagai uswatun hasanah, di mana beliau dijadikan sebagai teladan bagi seluruh umat muslim yang beriman. Dalam sebuah organisasi atau lembaga salah satu contoh yang dibahas di dalam tulisan ini yaitu dalam lembaga pendidikan Islam, yang menggunakan model kepemimpinan profetik. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui konsep dasar model kepemimpinan profetik dalam dunia pendidikan Islam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka.hasil dari penelitian ini yaitu setiap individu adalah seorang pemimpin untuk menjalankan kepemimpinan profetik harus memiliki nilai-nilai yang dimiliki oleh Rasulullah SAW yaitu 4 sifat rasul sidiq, tabligh, amanah, fathanah.
Metode Supervisi Behavior Aap Siti Ulyani; Agus Gunawan; Enung Nugraha
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2023): Desember
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v1i2.515

Abstract

The behavioral supervision model refers to a framework that focuses attention on the behavior or actions seen in teaching activities. Behavioral supervision aims to provide constructive guidance to educators so they are able to develop more effective teaching skills. This research is qualitative research with a literature study approach. The research design used by researchers is a descriptive research design. Data were analyzed using interactive model analysis. Miles and Huberman said that this model analysis consists of three components, namely data reduction, data presentation and conclusion drawing, carried out in an interactive form through a cyclical data collection process. Data sources, both primary and secondary, are obtained from books and journals related to supervised behavior. Behavioral Supervision emphasizes the importance of direct observation of teacher actions and behavior in the teaching context. This helps identify strengths and weaknesses that can be improved. This supervision process not only recognizes deficiencies, but provides constructive feedback. The focus is on helping teachers improve their teaching skills and strategies. Behavior Supervision is directed at teacher professional development. Teachers are encouraged to engage in self-development activities to improve the quality of their teaching.  
KEPEMILIKAN DALAM ISLAM Agus Gunawan
Tazkiya Vol 18 No 02 (2017): Juli - Desember 2017
Publisher : Pusat Kajian Islam dan Kemasyarakatan (PKIK), UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepemilikan sebagai persoalan ekonomi mendapat perhatiaan yang cukup besar dalam islam. Pada dasarnya, kepemilikan merupakan pokok persoalan dalam aktivitas ekonomi manusia tulisan ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan antara konsep kepemilikan dalam islam,kapitalis, dan sosialis. Pemilikan pribadi dalam pandangan islam tidaklah bersifat mutlak/absolute ( bebas tanpa kendali dan batas ). Jika dilogikakan pada parkembangan saat ini, maka harta hanya di khususkan untuk kegunaan umum, kegunaan bagi kaum muslimin. Bidang Dan sumber Kepemilikan Umum. Wakaf, Proteksi, adalah proteksi Negara terhadap tanah tak bertuan yang diperbolehkan untuk kepentingan masyarakat,Barang –barang tambang, Zakat, Pajak.
Analysis of Adaptive and Participatory Leadership Models Study of Educational Institutional Leadership Models Eneng Siti Suherni; Achmad Wahyudin; Agus Gunawan
Journal of Educational Analytics Vol. 2 No. 4 (2023): November 2023
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/jeda.v2i4.6732

Abstract

Adaptive leadership means leadership that is capable and intelligent in dealing with various situations in a variety of events. And, they are not silent with much thought, but move quickly with various actions, to solve challenges with changes that suit needs. Participative Leadership Style is a leadership style where a leader or leader involves his team members to discuss with each other in finding or making a decision. From the discussion that we have studied with the author, we conclude that adaptive leadership and participative leadership are related to each other, namely in participative leadership, the leader tends to invite people to do a job where the leader must be able to adapt to the people who will do the job so that In other words, the participative leadership style is of course included in the adaptive style. Likewise, the adaptive leadership style is definitely accompanied by a participative leadership style because the leader will be able to adapt to the presence of people who want to participate in doing work to achieve a common goal.