Nurdiyanah Syarifuddin
Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Published : 15 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Keberhasilan Pengobatan Tuberkulosis (TB) Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Panambungan Kota Makassar Nur Afiat Soraya Mursyaf; Nurdiyanah Nurdiyanah; Hasbi Ibrahim
HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 4 No 1 (2018): Kesehatan Lingkungan
Publisher : Public Health Department, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (596.839 KB)

Abstract

Puskesmas Panambungan merupakan Puskesmas yang paling tinggi angka keberhasilan pengobatan pasien TB Paru yang tertinggi di Kota Makassar sebanyak 65 pasien dan angka keberhasilan pengobatan mencapai 100%. Tujuan umum penelitian untuk mengetahui Keberhasilan Pengobatan Tuberkulosis (TB) Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Panambungan Kota Makassar.Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif, dengan pendekatan Fenomenologi, melalui teknik wawancara mendalam. Penentuan informan dengan teknik purposive sampling yaitu pemilihan informan berdasarkan kriteria tertentu. Informan berjumlah 19 orang yang terdiri dari 8 Mantan Penderita TB Paru, 8 keluarga, dan 3 Kader Kesehatan TB.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pengetahuan informan mengenai Pengertian penyakit tuberkulosis (TB) Paru adalah Penyakit tarroko-roko, pindah-pindah dan penyakit menular. Penyebab dan penularannya adalah  karena merokok dan minum alkohol penularannya melalui udara dan bekas makanan mantan penderita TB Paru. Gejala/Tanda-tandanya adalah batuk kurang lebih 2 minggu, batuk mengeluarkan darah. Pencegahan pertama yang dilakukan meminum air hangat pada saat ada gejala batuk ada juga yang langsung periksa ke Puskesmas dan Kepercayaan Pengobatan Pertama kali yang dilakukan oleh beberapa informan dengan meminum Daun-daunan (Miana) jika tidak ada perubahan pengobatan selanjutnya ke Tenaga Medis dan ada juga yang langsung berobat ke Tenaga Medis. Kepercayaan informan mengenai penyakit tuberkulosis (TB) paru yang di utarakan informan bermacam-macam yaitu penyakit batuk biasa, asma. Manfaat fasilitas kesehatan yang tersedia yang diutarakan Informan setelah berkunjung adanya perubahan batuk dan persaan yang lebih enak serta adanya informasi yang diketahui terkait pengobatannya.Adapun dukungan informan keluarga dan informan kader kepada informan Mantan penderita tuberkulosis (TB) Paru yang di utarakan memberikan semangat, menjaga pola makan, menemani berobat serta menjadi PMO sehingga tingkat kesembuhan informan terjamin dan  keberhasilan pengobatannya berhasil. Kata Kunci : Pengetahuan, TB Paru, Peran Keluarga, Peran Petugas Kesehatan
Partisipasi Masyarakat Dalam Pengendalian Vektor Demam Berdarah Dengue (DBD) di Wilayah Kerja Puskesmas Turikale Kabupaten Maros Vika Yuliandira; Andi Susilawaty; Nurdiyanah Syarifuddin; Syahrul Basri
HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 5 No 3 (2019): Kesehatan Lingkungan
Publisher : Public Health Department, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1277.826 KB)

Abstract

Dengue Haemorrhagic Fever (DHF) is a communicable disease which is caused by a dengue virus transmitted by Aedes aegypti mosquitos. This disease is indicated by symptoms such as sudden high fever around that runs 2-7 days without identifiable warnings, limp, faint, anxiety, heartburn, red spots on skin caused by minor bleed (petechia), and rash (purpura). Vector control, as one of Dengue Haemorrhagic Fever eradication strategies, will be successful with full participation from community members. This research develops a community empowerment program by using Participatory Action Research (PAR) to eradicate Dengue Haemorrhagic Fever. It employs quasi experimental method to examine the issue. the samples consist of 34 respondents who are selected by using total sampling technique and divided into two groups namely intervention group and comparison group. The research findings reveal that the community empowerment program improves community’s knowledge, attitude and action in both groups, as indicated by a paired t test value of = 0.000  in intervention group, and paired t test values of = 0.000 for knowledge, = 0.263 for attitude, and =0.063 for action in the comparison group. The findings also show that the intervention group has successfully decreased more larval density than the comparison group, as indicated by a mean value of ABJ=48% , HI= 47, CI= 11, BI= 70 which is higher than a mean value of ABJ = 20%, HI=21, CI=3 dan BI=21. Therefore, it can be concluded that there is significant difference in the knowledge, attitude, and action of respondents before and after the intervention programs, as signified by the first and second measurement. In conclusion, this research encourages community members to improve their participation in the Dengue Haemorrhagic Fever prevention program held by health centres so that the Dengue Haemorrhagic Fever eradication program can be successful. Keywords: Dengue Haemorrhagic Fever (DHF), participation, PAR theory
Uji Daya Tolak Ekstrak Daun Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi) Terhadap Lalat Rumah (Musca domestica) Fira Fitranillah; Andi Susilawaty; Nurdiyanah Syarifuddin
HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 6 No 1 (2020): Kesehatan Lingkungan
Publisher : Public Health Department, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1656.141 KB)

Abstract

Diare merupakan penyakit berbasis lingkungan.Penularan penyakit diare dapat terjadi secara fekal-oral, melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi agen yang berasal dari air yang tercemar maupun dari tinja yang terinfeksi. Tinja yang telah terinfeksi mengandung virus dan bakteri dalam jumlah yang besar. Bila tinja tersebut dihinggapi oleh vektor seperti lalat, kemudian lalat tersebut hinggap di makanan dan minuman maka akan menularkan diare kepada orang yang memakannya. Salah satu cara mengendalikan lalat rumah yaitu dengan penggunaan insektisida nabati yang ramah lingkungan. Peneliti menggunakan insektisida yang berasal dari bagian tumbuhan yaitu daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi), tujuan peneltian ini adalah untuk mengetahui daya tolak ekstrak daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi) terhadap lalat rumah (Musca domestica). Jenis penelitian ini adalah penelitian Kuantitatif dengan metode Eksperimen sungguhan (True Experiment). Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Kesehatan Lingkungan UIN Alauddin Makassar, sampel dalam penelitian ini adalah lalat rumah sebanyak 180 ekor yang dibagi ke dalam empat kelompok, masing-masing berisi 15 ekor lalat dengan perlakuan (0%, 10%, 15% dan 20%) dan dilakukan 3 kali replikasi dengan waktu pengamatan selama 60 menit. Dari hasil penelitian rata-rata hinggapan lalat konsentrasi 0% yaitu 14 ekor, Pada konsentrasi 10% yaitu 4 ekor, Pada konsentrasi 15% yaitu 2 ekor dan Pada konsentrasi 20% yaitu 1 ekor. Perlakuan terbaik dalam mencegah hinggapan lalat adalah pada konsentrasi 20% dengan daya tolak 95,55%. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi suatu alternatif pengendalian vektor khususnya lalat rumah sebagai insektisida nabati yang ramah lingkungan. Kata Kunci: lalat rumah, ekstrak daun belimbing, daya tolak
Faktor Risiko Kejadian TB Paru di Desa Gunturu Kecamatan Herlang Kabupaten Bulukumba Dian Rezki Wijaya; Nurdiyanah Nurdiyanah; Irviani Anwar Ibrahim; Munawir Amansyah; Ranti Ekasari
HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 6 No 3 (2020): Kesehatan Lingkungan
Publisher : Public Health Department, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.698 KB)

Abstract

Tuberculosis (TB) is a disease caused by mycobacterium tuberculosis with a high transmission rate. It attacks lung (80%), while the remaining attack the organs outside the lungs. In Indonesia, it was estimated around 1 million new TB cases with 110,000 deaths each year. In 2018, Bulukumba Regency was in third highest number of TB suspects in South Sulawesi. This study aimed to determine the risk factors for pulmonary tuberculosis in Gunturu Village. This research was a quantitative study with a prevalence study design. All residents of Gunturu Village became a population while the sample was obtained by purposive sampling with 102 people. The data was collected by interview, observation, and measurement. Risk factors for pulmonary tuberculosis in Gunturu Village were nutritional status (p = 0.0575, OR = 1.267) and education level (p = 0.871, OR = 1.083). While smoking status (p = 0.255, OR = 0.553), work status (p = 0.369, OR = 0.660), ventilation (p = 1,000, OR = 1,000) and lighting (p = 0.602, OR = 0.646) were not risk factors. Active case finding needs to be improved by carrying out household contact investigations and screening in at-risk populations as well as improving the recording of TB reports.Keywords : Pulmonary Tuberculosis, Risk Factor
Personal Hygiene Traders in the Central Market during the 2021 Covid-19 Pandemic Hajrah Abdullah; Andi Susilawaty; Nurdiyanah Syarifuddin
HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 7 No 3 (2021): Kesehatan Lingkungan
Publisher : Public Health Department, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.462 KB)

Abstract

Personal hygiene is very important for traders to pay attention to in order to minimize contact and the possibility of transmission of the Covid-19 virus. This study aims to determine the personal hygiene of traders during the COVID-19 pandemic in 2021. The type of research used is a quantitative research with a descriptive approach. The population in this study were all traders in the Bulukumba Central Market with a total sample of 88 traders. The sampling technique used is random sampling technique. The results of this study indicate that the knowledge of traders about personal hygiene during the Covid-19 pandemic is in the good category, namely 97.7%, the attitude of all traders in the good category is 100%, the actions of traders in the good category are 85.2%. The results of this study also show that personal hygienewith good category as many as 52 respondents (59.1%).  It is expected that traders will still have to comply with every government regulation in preventing Covid-19 by using masks, keeping a distance or social/physical distancing, applying cough etiquette, always washing hands using soap and running water, diligently cleaning or spraying disinfectants on frequently touched objects. , consuming nutritious food, and also the importance of accessing reliable sources of information about personal hygiene during the Covid-19 pandemic that is good and correct.
The social factors of low birth weight in working area of sudiang health center makassar, 2019 Samsinar Samsinar; Nurdiyanah Syarifuddin; Sukfitrianty Syahrir
CORE JOURNAL Volume 1, Issue 1, Desember 2020
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/corejournal.v1i1.18359

Abstract

The cases of low birth weight are closely related to the problems of growth and development in infants. There are several factors that contribute to low birth weight. This study aimed to determine the social factors of low birth weight in working area of Sudiang Health Center, Biringkanaya, Makassar in 2019. This was observational study with case control design. The comparison of case and control was 1:1. About 28 cases were selected with purposive sampling technique. Data were analysed with chi square test and odds ratio calculation. The results showed that social demographic factors such as knowledge (OR=4.50), attitudes (OR=1.56), behaviours (OR=6.60), health status (OR=2.06), and family support (OR=2.81) influenced the low birth weight in infants. Activities pattern (OR=0.51) and cultures (OR=0.39) identified as protective determinants of low birth weight. The awareness of the society on the importance of health and the risk of low birth weight was needed to be increased by education given by the health officers by using a number of different methods.
Perilaku Pemberian Asi Ekslusif di Puskesmas Bara-Baraya Kota Makassar Nurdiyanah Nurdiyanah; Nildawati Nildawati
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 7, Nomor 1, Tahun 2015
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.65 KB) | DOI: 10.24252/as.v7i1.1979

Abstract

One important aspect on children’s growth is started from early child-period by giving 6 month-exclusive breast feeding. Therefore, this research was aimed to examine exclusive breast-feeding behaviors among mothers in Puskesmas Bara-Baraya Makassar. Data were collected using purposive random sampling by reaching 56 mothers who have children age 0-12 months in Puskesmas Bara-Baraya Makassar.  The results showed that majority of the mothers, 67, 86%, were having good knowledge of exclusive breast feeding, and 32,14% were less knowledge of exclusive breast feeding. However, in term of perception, 67,86%  of the mothers  were having negative perception on breast feeding, and 32,14% of the mothers were having a positive perception on breast feeding. Although, in term of practice, 60.71% of the mothers were having good practice of exclusive breast feeding and only 39, 29% are less good. Based on those results, there is still a need for health education to increase knowledge and to change negative perception among mothers, about exclusive breast feeding to gain better health for children and for the mothers itself.
Perilaku Berisiko terhadap Pasangan Lesbian di Kota Makassar (Studi Kasus) Nurdiyanah Nurdiyanah; Azriful Azriful; Dian Ardyanti Rauf
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 7, Nomor 2, Tahun 2015
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.093 KB) | DOI: 10.24252/as.v7i2.1990

Abstract

Lesbian sangat rentan mengonsumsi rokok, minuman beralkohol, penyalahgunaan obat-obatan serta melakukan hubungan seks dengan sesamanya. Stigma dan tekanan pada orientasi seksual mengakibatkan terbatasnya keterampilan dan sumber pendapatan yang menyebabkan ketergantungan pada rokok, minuman beralkohol, penyalahgunaan obat-obatan dan seks pranikah. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi terkait perilaku merokok, minuman beralkohol, penyalahgunaan obat, dan perilaku seks yang dilakukan oleh pasangan lesbian di kota Makassar. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Pada penelitian ini digunakan pendekatan studi kasus. Informan dipilih melalui snowball sampling dengan jumlah informan 4 pasang terdiri dari 4 butchi dan 4 femme. Pengumpulan datanya dilakukan melalui wawancara langsung secara mendalam terhadap informan yaitu berupa dialog secara individu dengan menggunakan pedoman wawancara dan observasi non partisipan. Adapun kreteria untuk menentukan informan adalah pasangan lesbian. Dari hasil penelitian diketahui bahwa pasangan lesbian yang telah diwawancarai termasuk ke dalam kategori perilaku berisiko karena mereka menyatakan bahwa mereka mengonsumsi rokok secara aktif dan terus-menerus. Untuk kategori perilaku berisiko minuman beralkohol, pasangan lesbian dikatakan berisiko karena mereka mengonsumsi minuman beralkohol secara rutin terutama saat berkumpul dengan teman seprofesinya. Untuk kategori perilaku berisiko penyalahgunaan obat, informan menyatakan telah mengalami kecanduan dan tidak bisa berhenti untuk mengonsumsi obat-obatan. Untuk kategori perilaku berisiko terkait hubungan seks sesama jenis, informan melakukan hubungan seks dengan pasangannya karena didorong oleh hasrat seksual yang menyimpang. Untuk menekan tingginya perilaku berisiko terhadap pasangan lesbian maka diharapkan kepada instansi terkait agar  melakukan penertiban terhadap pengedaran obat-obatan dan minuman keras yang berada di wilayah kota Makassar dan memberikan sanksi atas perbuatannya. Kepada Dinas Kesehatan agar memberikan sosialisasi terkait bahaya merokok, minuman beralkohol, obat-obatan dan seks pranikah. Untuk pasangan lesbian agar berhenti untuk mengonsumsi rokok, minuman beralkohol dan obat-obatan serta tidak melakukan hubungan seks dengan sesamanya dan lebih mendekatkan diri kepada Sang Maha Pencipta. 
Gambaran Pengelolaan Pelayanan Kesehatan Berdasarkan Fungsi Manajemen Pada Program Pengendalian Penyakit Menular (P2M) di Puskesmas Tamangapa Makassar Tahun 2016 Habibi Habibi; Nurdiyanah Nurdiyanah; Surahmawati Surahmawati; Nurul Chaerunnisa
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 9, Nomor 1, Tahun 2017
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.879 KB) | DOI: 10.24252/as.v9i1.3144

Abstract

Pelaksana kegiatan di Puskesmas adalah seorang tenaga kesehatan, dimana pelaksana melakukan kegiatan tertentu yang dinamakan dengan fungsi manajemen.Data yang di peroleh di Puskesmas Tamangapa, bahwa penyakit ISPA, Diare, dan Hipertensi mengalami peningkatan. Maka, aktifitas yang ada membutuhkan kerja sama dari tenaga kesehatan terkhusus pada unit P2M di Puskesmas untuk mengelola pelayanan kesehatan dalam fungsi manajemen dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengelolaan pelayanan kesehatan berdasarkan fungsi manajemen pada program P2M di Puskesmas Tamangapa Makassar. Desain penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang sifatnya deskriptif, melalui teknik wawancara mendalam.Penentuan informan dengan teknik purposive sampling dimana informan berjumlah 9 orang. Hasil penelitian menunjukkan, fungsi perencanaan pada Program P2M dimulai dengan mengidentifikasi masalah, menentukan prioritas masalah sampai menetapkan tujuan dan kegiatan yang ingin dicapai hal ini sesuai dengan tahapan perencanaan program pada umumnya. Fungsi pengorganisasian dalam pembagian tugas dan menyusun kelompok kerja, dirumuskan bersama sesuai kompetensi pegawai, namun adanya rangkap jabatan dinilai kurang efektif. Kemampuan pimpinan dalam memberikan motivasi dalam fungsi pergerakan telah dilaksanakan. Bentuk pengawasan pada program P2M hanya melalui via telepon. Serta fungsi evaluasi untuk menilai keberhasilan pelaksanaan program yang telah dilakukan, dengan melihat standar pelayanan minimal yang disusun.Saran, perlu adanya penambahan jumlah tenaga kesehatan di Puskesmas dan proses pengawasan yang di tingkatkan dengan melakukan pemantauan langsung kegiatan untuk melihat kinerja pegawai terkhusus pada program P2M.  
Identifikasi Aset Sarana Sanitasi Dasar Dengan Pendekatan Asset Based Community Development (Abcd) Di Desa Barugaia Kecamatan Bontomanai Kabupaten Kepulauan Selayar. Andi Susilawaty; Nurdiyanah Nurdiyanah; Andi Aryadin
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 10, Nomor 1, Tahun 2018
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (607.923 KB) | DOI: 10.24252/as.v10i1.5423

Abstract

Sarana sanitasi dasar di masyarakat harus selalu terpenuhi, upaya sanitasi dasar meliputi penyediaan air bersih, pembuangan kotoran manusia (jamban), pengelolaan sampah dan saluran pembuangan air limbah(Azwar, 1996). Berdasarkan laporan MDGs tahun 2008 di Indonesia jumlah penduduk yang tidak memiliki akses air bersih sebesar 44,2 %, dan hanya 5,5 % penduduk di desa yang mempunyai akses air bersih. Selanjutnya pada tempat-tempat umum cakupan penduduk yang mempunyai akses air bersih hanya 32,9% (WHO, 2008).Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi aset manusia, aset fisik, aset alam, aset sosial dan aset finasial yang berhubungan dengan sarana sanitasi dasar di Desa Barugaia Kecamatan Bontomanai Kabupaten Kepulauan Selayar. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dan kuantitatif (mix method) dengan konsep pendekatan Asset Based Community Development (ABCD) dengan metode In Depth Interviewatau wawancara mendalam. Jumlah informan dalam penelitian ini sebanyak 15 (lima belas) orang dan ditentukan secara Snowball Sampling.Hasil penelitian menunjukkan bahwa identifikasi aset yang berhubungan dengan sarana sanitasi dasar di Desa Barugaia Kecamatan Bontomanai Kabupaten Kepulauan Selayar adalah : Aset manusia yaitu pertukangan kayu dan batu, tukang las, pembuat jaring, pembuat perahu sampan, dll; Aset fisik yaitu kantor desa, puskesmas, gedung PKK, masjid, mushollah, poskamling, posyandu, kantor Coremap, taman kanak-kanak, sekolah dasar, sekolah menengah pertama, jalan raya, kantor BPD dan saluran irigasi; Aset alam yaitu tanah, air, hutan da udara. Sangatlah banyak yang dapat dimanfaatkan di Desa Barugaia ini terbukti dengan aset alam yang melimpah seperti pohon kelapa, tambang batu dan tambang pasir; Aset sosial yaitu budaya gotong royong dan saling tong menolong, kelompok nelayang dan kelompo tani; Aset finansial yaitu sumber finasial masyarakat barugaia, salah satunya pada pengolahan kelapa menjadi kopra.