Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Analisis Hubungan Pola Asuh Ibu Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Di Kabupaten Jeneponto Adha, Andi Syamsiah; Bahtiar, Nurhalika Wahyuni; Ibrahim, Irviani Anwar; Syarfaini, Syarfaini; Nildawati, Nildawati
AL-GHIDZA Volume 1, Nomor 2, 2021
Publisher : Al GIZZAI: PUBLIC HEALTH NUTRITION JOURNAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/algizzai.v1i2.21825

Abstract

Stunting ialah sesuatu kondisi dimana besar tubuh anak yang sangat rendah, yang dinyatakan pada usia dengan besar tubuh yang terletak pada minus 2 standar deviasi berdasarkan status gizi World Health Organization child growth standard. Pola asuh bunda dari kehamilan sampai 1000 hari awal kelahiran sangat mempengaruhi dalam kondisi gizi serta perkembangan anak. Tujuan dari riset ini merupakan mengenali ikatan pola asuh bunda dengan peristiwa stunting pada anak bayi di wilayah pesisir Desa Bonto Ujung Kecamatan Tarowang Kabupaten Jeneponto. Tipe riset yang digunakan merupakan riset kuantitatif, yang memakai pendekatan analitik observasional dengan desain potong lintang( Cross Sectional Study). Sample sebanyak 82 orang diperoleh dengan metode pengambilan total sampling yang dianalisis dengan memakai uji chi-square. Hasil riset ini menampilkan kalau tidak terdapat ikatan antara aplikasi pemberian makan( p=0. 945), pemanfaatan pelayanan kesehatan( p=0. 228), pendapatan keluarga( p=0. 600) dengan timbulnya kejadian stunting pada anak bayi, serta terdapat korelasi antara rangsangan psikososial( p=0. 006), praktik kebersihan/ hygiene( p=0. 009), sanitasi lingkungan( p=0. 003), pola asuh( p=0. 005) dengan timbulnya stunting pada anak bayi.
Hubungan BBLR, Kebiasaan Merokok Keluarga, dan Status Gizi dengan Riwayat ISPA Bayi di Kelurahan Ballaparang Syahrir, Sukfitrianty; Ibrahim, Irviani Anwar; Syarfaini, Syarfaini; Kurniati, Yessy; Halimatussa’diyyah, Halimatussa’diyyah
AL-GHIDZA Volume 1, Nomor 1, 2021
Publisher : Al GIZZAI: PUBLIC HEALTH NUTRITION JOURNAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/algizzai.v1i1.19080

Abstract

Penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) merupakan penyakit saluran pernafasan yang sering di temui pada bayi. Kematian akibat penyakit ISPA balita mencapai sekitar 12,4 juta pada balita golongan umur 0-1 tahun dan sebanyak 80,3% kematian ini terjadi di negara-negara berkembang dan prevalensi ISPA balita di Indonesia  sebesar 7,8%. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan berat badan lahir, kebiasaan merokok keluarga, dan status gizi dengan riwayat ISPA bayi di Kelurahan Ballaparang Kota Makassar. Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan analitik observasional, desain study cross sectional. Populasi penelitian seluruh bayi yang ada di Kelurahan Ballaparang dengan jumlah sampel 66 responden/bayi. Teknik sampling Accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara berat badan lahir dengan riwayat ISPA bayi dengan nilai p=0,008, ada hubungan antara kebiasaan merokok keluarga dengan riwayat ISPA bayi dengan nilai p=0,017, dan tidak ada hubungan antara status gizi (BB/U) dengan riwayat ISPA bayi dengan nilai p=0,512. Bagi petugas kesehatan lebih meningkatkan program dalam bidang penyuluhan dan diberikan edukasi mengenai cara agar dapat mencegah terjadinya ISPA pada bayi, serta orang tua diberikan pemahaman tentang memenuhi asupan gizi yang baik, mencegah terjadinya BBLR dan menghindari paparan asap rokok.   
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Hyperemesis Gravidarum Pada Ibu Hamil Di RSUD Syekh Yusuf Tahun 2019 Ibrahim, Irviani Anwar; Syahrir, Sukfitrianty; Anggriati, Titi
AL-GHIDZA Volume 1, Nomor 2, 2021
Publisher : Al GIZZAI: PUBLIC HEALTH NUTRITION JOURNAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/algizzai.v1i2.21779

Abstract

Hyperemesis Gravidarum didefinisikan mual muntah yang berlebihan pada ibu hamil dengan frekuensi >10 kali sehari, sehingga menimbulkan gangguan aktifitas sehari-hari dan bahkan dapat membahayakan hidup ibu hamil dan jika tidak ditangani bahkan bisa menyebabkan kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan hyperemesis gravidarum pada ibu hamil di RSUD Syekh Yusuf tahun 2019. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil trimester I dan II yang berkunjung di Poli KIA di RSUD Syekh Yusuf periode Januari-Februari tahun 2020. Jumlah sampel sebanyak 99 orang dengan teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling. Instrumen penelitian adalah kuesioner dan Food Frequency Questionnaire (FFQ). Data dinalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian didapatkan, bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan ibu hamil dengan hyperemesis gravidarum di RSUD Syekh Yusuf tahun 2019 dengan X2 65.663 dan p-value 0.000, terdapat hubungan antara sikap ibu hamil dengan hyperemesis gravidarum di RSUD Syekh Yusuf tahun 2019 dengan X2 67.210 dan p-value 0.000, terdapat hubungan antara dukungan suami ibu hamil dengan hyperemesis gravidarum di RSUD Syekh Yusuf tahun 2019 dengan X2 62.561 dan p-value 0.000, terdapat hubungan antara paritas ibu hamil dengan hyperemesis gravidarum di RSUD Syekh Yusuf tahun 2019 dengan X2 14.588 dan p-value 0.000 dan terdapat hubungan antara pola makan ibu hamil dengan hyperemesis gravidarum di RSUD Syekh Yusuf tahun 2019 dengan X2 87.332 dan p-value 0.000.
Hubungan Sosial Budaya Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 24-59 Bulan Di Desa Bone-Bone Kecamatan Baraka Kabupaten Enrekang Tahun 2020 Ibrahim, Irviani Anwar; Alam, Syamsul; Adha, Andi Syamsiah; Jayadi, Yusma Indah; Fadlan, Muhammad
AL-GHIDZA Volume 1, Nomor 1, 2021
Publisher : Al GIZZAI: PUBLIC HEALTH NUTRITION JOURNAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/algizzai.v1i1.19079

Abstract

Stunting adalah kondisi gagal pertumbuhan pada anak akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama. Menurut WHO, Indonesia termasuk ke dalam negara1ketiga dengan prevalensi tertinggi di regional Asia Tenggara /South-East Asia Regional (SEAR). Rata-rata1prevalensi balita stunting di Indonesia tahun 2005-2017 adalah 36,4%, sehingga persentase balita pendek di Indonesia masih tinggi. Menurut Riskesdas tahun 2018, provensi sualawesi selatan masih berada di angka 35,4% , dengan kabupaten Enrekang tertiggi ke-5 dengan persentase 42%. Data PSG tahun 2018 menunjukkan bahwa kecamatan yang memiliki prevalensi stunting tertinggi  yaitu Kecamatan Baraka sebesar 45,1%. Tujuan penelitian untuk mengetahui bagaimana hubungan sosial budaya dengan kejadian stunting pada baita usia 24-59 bulan di Desa Bone-Bone Kecamatan Baraka Kabupaten Enrekang tahun 2020. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner dengan teknik total sampling. Jumlah populasi dalam penelitin ini adalah 34 balita, dan jumlah sampel juga sebanyak 34 balita karena menggunakan total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara dukungan keluarga (p=0,050) dengan kejadian stunting tidak terdapat hubungan antara sosial budaya (p=0,0281), kepercayaan makanan (p=0,089), dan pengasuhan anak (p=1.000) dengan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan.    
Uji Efektivitas Ekstrak Daun Cengkeh (Syzigium Aromaticum) Sebagai Repellent Semprot Terhadap Lalat Rumah (Musca Domestica) Nur Aliah; Andi Susilawaty; Irviani Anwar Ibrahim
HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 2 No 3 (2016): Kesehatan Lingkungan
Publisher : Public Health Department, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (735.523 KB)

Abstract

Housefly (Musca domestica) can act as vectors of disease typus, other stomach diseases such as dysentery and diarrhea, cholera and skin diseases. The use of insect repellent is generally not lethal but rather serves to reject the presence of insects. The content of the clove leaf that serves as a repellent against the house fly are: essential oil or eugenol which typically pungent aroma and flavonoid pungent and bitter tastes that are not favored by the house fly (Musca domestica). The purpose of this study was to determine how the effectiveness of extracts of clove (Syzygium aromaticum) as a repellent (repellent) houseflies (Musca domestica) with a spray method, and the concentration of how much of the leaf extract of clove (Syzygium aromaticum) is effective as a repellent (repellent) flies home (Musca domestica) with a spray method. This research is a quantitative research methods Experiments with real (True Experiment). This research was conducted at the Laboratory of Environmental Health UIN Alauddin Makassar, the sample in this study is the house fly as much as 180 tails were divided into four cages each containing 15 flies to the treatment (0%, 10%, 15% and 20%) and 3 times replication with observation time of 60 minutes. The research results are to be obtained amount of 10% concentration of flies hinggapan I repeat that 10 heads, 10 tails which replicates II, and III that replicates nine tails. At a concentration of 15% which is 4 tails I repeat, repetition II are two tails, and replications III is 2 tails. At a concentration of 20% at I repeat that one tail, replicates II 0 and replicates III, 1 tail. Based on the test results Freidman Asymp.Sig value <0.05 is 0.029 which Ha is received and stated that the leaf extract of clove (Syzygium aroticum L.) is effective as a repellent against the house fly (Musca domestica). The average thrust extract at a concentration of 10%, ie 35.55%, the concentration of 15% ie 82.22% and a concentration of 20% ie 95.55%. The best treatment in preventing hinggapan fly is at a concentration of 20% to 95.55% thrust. The results of this study are expected to be an alternative vector control especially house flies (Musca domestica) as a plant-based repellent spray is environmentally friendly.Keywords : house flies, clove leaf extract, repellent 
Analisis Spasial Kejadian Tuberkulosis di Daerah Dataran Rendah Kabupaten Gowa Mutassirah Mutassirah; Andi Susilawaty; Irviani Anwar Ibrahim
HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 3 No 3 (2017): Kesehatan Lingkungan
Publisher : Public Health Department, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1400.39 KB)

Abstract

Berdasarkan data World Health Organization (WHO) pada tahun 2015 terdapat 20.4 juta kasus baru tuberculosis di seluruh dunia, (World Health Organization, 2016). Lingkungan Fisik rumah yang tidak memenuhi syarat ,seperti suhu, kelembaban, kepadatan hunian, luas ventilasi, dan kondisi dinding dapat menjadi pemicu terjadinya penyakit Tuberkulosis. Dalam Al-qur’an Surah Asy-syura (42:30), Allah SWT Berfirman yang terjemahnya bahwa apa saja yang menimpa kamu adalah karena perbuatan tanganmu sendiri. Sehingga manusia harus selalu menjaga kebersihan lingkungan rumah agar terhindar dari penyakit dan bisa tetap sehat.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kejadian tuberculosis di daerah dataran rendah Kabupaten Gowa tahun 2017. Jenis penelitian yang di gunakan adalah Penelitian Kuantitatif dengan rancangan Observaisonal deskriptif dengan menggunakan pendekatan Sistem Infromasi Geografi (SIG), dengan jumlah populasi sebanyak 423 orang dan jumlah sampel sebanyak 99 orang. Teknik Pengambilan sampel yang digunakan yaitu random sampel.Analisis data spasial menggunakan Quantum GIS dan untuk analisis deskriptif menggunakan SPSS 17.0.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepadatan hunian dalam rumah kurang dari 9 m2/orang adalah 29,3%, Luas ventilasi kurang dari 10% luas lantai 21,2%, kondisi dinding yang tidak kedap air 32,3%, lantai yang tidak kedap air 19,2%, kelembaban ruangan dalam rumah (< 40% dan > 70%) hanya 1,0%, suhu udara dalam rumah (> 300C)  yaitu 100% tidak memenuhi syarat dan terdapat 12,1% rumah penderita yang menggunakan AC sedangkan untuk jarak rumah penderita yang dekat dari pelayanan kesehatan sebanyak 82 rumah (82.8%) dan sebanyak 17 rumah (17.2%) yang jarak rumahnya jauh dari pusat pelayanan kesehatan . Kata Kunci : Analisis Spasial, Tuberkulosis, Dataran rendah kondisi fisik lingkungan rumah
Gambaran Konsentrasi Karbon Monoksida Dalam Darah (COHb) pada Mekanik General Repair Servis dan Suku Cadang Dealer Otomotif Makassar Syamsuryana Basri; Fatmawaty Mallapiang; Irviani Anwar Ibrahim; Syarfaini Syarfaini; Hasbi Ibrahim; Syahrul Basri
HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 3 No 3 (2017): Kesehatan Lingkungan
Publisher : Public Health Department, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (668.735 KB)

Abstract

Karbon monoksida (CO) merupakan salah satu komponen pencemar udara yang berasal dari gas buang kendaraan bermotor yang berdampak menurunkan kualitas dan kenyamanan hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran konsentrasi karbon monoksida dalam darah mekanik general repair service dan suku cadang di PT. Hadji Kalla menurut umur, masa kerja, lama kerja, dan kebiasaan merokok. Jenis penelitian ini adalah field research kuantitatif dengan analisa laboratorium dalam darah Mekanik General Repair Service & Suku Cadang PT. Hadji Kalla Makassar dan menjadikan semua populasi sebagai sampel dengan jumlah populasi 23 orang. Responden dalam penelitian ini adalah mekanik bagian General Repair Service & Suku Cadang PT. Hadji Kalla Makassar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mekanik yang memiliki konsentrasi Karbon Monoksida tidak memenuhi syarat yaitu pada umur 23-26 yaitu 4.21% sampai 8.97%. Mekanik yang memiliki masa kerja baru lebih banyak yang memiliki konsentrasi karbon monoksida dalam darah yang tidak memenuhi syarat, lama kerja mekanik yang memiliki konsentrasi karbon monoksida dalam darah yang tidak memenuhi syarat yaitu 8 jam kerja dibandingkan dengan bekerja selama 7 jam per hari dan kebiasaan merokok juga memdukung tingginya kadar CO dalam darah. Kesimpulan dari penelitian ini dari aspek kelompok umur tertinggi yang memiliki konsentrasi karbon monoksida dalam darah tidak memenuhi syarat adalah kelompok umur 23- 26 tahun, Mekanik yang memiliki masa kerja baru lebih banyak yang memiliki konsentrasi karbon monoksida dalam darah yang tidak memenuhi syarat dibandingkan dengan masa kerja yang lama, mekanik yang perokok lebih banyak yang memiliki konsentrasi karbon monoksida dalam darah yang tidak memenuhi syarat dibandingkan dengan yang bukan perokok sedangkan Mekanik yang bekerja 8 jam per hari lebih banyak yang memiliki konsentrasi karbon monoksida dalam darah yang tidak memenuhi syarat dibandingkan yang bekerja 7 jam per hari.Kata Kunci : COHb, Karbon Monoksida, Pekerja
Faktor Risiko Kejadian TB Paru di Desa Gunturu Kecamatan Herlang Kabupaten Bulukumba Dian Rezki Wijaya; Nurdiyanah Nurdiyanah; Irviani Anwar Ibrahim; Munawir Amansyah; Ranti Ekasari
HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 6 No 3 (2020): Kesehatan Lingkungan
Publisher : Public Health Department, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.698 KB)

Abstract

Tuberculosis (TB) is a disease caused by mycobacterium tuberculosis with a high transmission rate. It attacks lung (80%), while the remaining attack the organs outside the lungs. In Indonesia, it was estimated around 1 million new TB cases with 110,000 deaths each year. In 2018, Bulukumba Regency was in third highest number of TB suspects in South Sulawesi. This study aimed to determine the risk factors for pulmonary tuberculosis in Gunturu Village. This research was a quantitative study with a prevalence study design. All residents of Gunturu Village became a population while the sample was obtained by purposive sampling with 102 people. The data was collected by interview, observation, and measurement. Risk factors for pulmonary tuberculosis in Gunturu Village were nutritional status (p = 0.0575, OR = 1.267) and education level (p = 0.871, OR = 1.083). While smoking status (p = 0.255, OR = 0.553), work status (p = 0.369, OR = 0.660), ventilation (p = 1,000, OR = 1,000) and lighting (p = 0.602, OR = 0.646) were not risk factors. Active case finding needs to be improved by carrying out household contact investigations and screening in at-risk populations as well as improving the recording of TB reports.Keywords : Pulmonary Tuberculosis, Risk Factor
STATUS KECACINGAN SOIL TRANSMITTED HELMINTH (STH) DALAM PEMANTAUAN KEJADIAN ANEMIA PADA MURID SD INPRES BAKUNG SAMATA KABUPATEN GOWA TAHUN 2013 Irviani Anwar Ibrahim
Jurnal Kesehatan Vol 7 No 1 (2014): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/kesehatan.v7i1.944

Abstract

Kecacingan merupakan masalah yang sangat beresiko dan rentan dihadapi anak usia 5-14 tahun karena anak di usia tersebut belum bisa menjaga kebersihan dirinya sendiri.penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitik dengan metode pendekatan cross sectional. Penelitian ini untuk mengetahui status kecacingan Soil Transmitted Helminth (STH) dalam pemantauan kejadian anemia pada murid SD Inpres Bakung Samata Kabupat-en Gowa Tahun 2013.Hasil penelitian dalam pemantauan kejadian anemia menunjukkan tidak ada hub-ungan antara status Soil Transmitted Helminth dengan kejadian anemia pada murid SD Inpres Bakung Samata Gowa, yang berarti bahwa bukan hanya satu factor yang menyebab-kan terjadinya anemia namun banyak faktor yang menjadi penyebab terjadinya anemia. Yai-tu bukan hanya infeksi kecacingan yang menjadi satu-satunya penyebab anemia, namun ju-ga dapat disebabkan karena kurangnya asupan zat besi dalam tubuh, perdarahan karena penyakit tertentu, ataupun karena diare. Selain itu faktor sosial ekonomi keluarga juga mempunyai kontribusi besar menyebabkan anemia.Kata Kunci : Kecacingan Soil Transmitted Helminth, Pemantauan Anemia, Murid SD
HUBUNGAN POLA MAKAN DAN AKTIVITAS FISIK TERHADAP KADAR KOLESTROL PADA APARATUR SIPIL NEGARA Syarfaini Syarfaini; Irviani Anwar Ibrahim; Yuliana Yunliana
Jurnal Kesehatan Vol 13 No 1 (2020): JURNAL KESEHATAN
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/kesehatan.v13i1.14156

Abstract

High level of cholesterol in blood circulation has become a serious problem because it can cause various health problems including non-communicable diseases such as heart diseases, stroke, and mellitus. This research investigates the correlation between the eating patterns and physical activity with their cholesterol level of the civil servants at Local Education Authority of Makassar. It uses quantitative method, cross sectional study research approach, and analytical survey as the research design to examine the issue. The samples consist of 36 civil servants who are selected using purposive sampling technique from a population of 103 civil servants of the Local Education Authority of Makassar. The research data consist of primary and secondary sources. The data about samples’ cholesterol status are obtained through cholesterol level test by utilising Easy Touch and FFQ forms as well as physical activity Recall. Drawing on the results of cross tabulation analysis of chi square test, this research concludes that there is a significant correlation between the eating patterns and the cholesterol level of the civil servants of the Local Education Authority of Makassar (p =0.030). However, the results of analysis show no significant correlation between the physical activity and the cholesterol level of the civil servants of the Local Education Authority of Makassar (p =0.830). This, this research recommends that the civil servants with high cholesterol level to do treatments for reducing their cholesterol level.