Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN ANTICIPATORY GUIDANCE TERHADAP PENGETAHUAN IBU DALAM PENCEGAHAN CEDERA PADA ANAK USIA TODDLER Dinda Ayu Lestari; Riri Novayelinda; Safri Safri
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 9, No 2 (2021): Jurnal Ilmu Keperawatan (JIK) Volume IX No.2 Juli-Desember 2021
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakAnak usia toddler (1-3 tahun) berada pada tahap intens dalam mengeksplorasi lingkungan sehingga anak beresiko cedera yang dapat mengakibatkan kecacatan, trauma bahkan kematian. Anticipatory guidance merupakan pedoman yang diberikan kepada orangtua dalam mengatasi masalah yang mungkin dapat terjadi pada anak yaitu salah satunya adalah risiko cedera yang dapat terjadi pada anak usia toddler. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan anticipatory guidance terhadap pengetahuan ibu dalam pencegahan cedera pada anak usia toddler. Metode: Metode yang digunakan adalah quasi experiment design dengan rancangan non equevalent control group. Sampel penelitian berjumlah 40 responden yang terbagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol yang dipilih melalui simple random sampling. Analisis yang digunakan adalah analisis bivariat dengan menggunakan uji Mann Whitney. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara pengetahuan ibu sesudah diberikan pendidikan kesehatan anticipatory guidance tentang pencegahan cedera dengan p value (0,000) α (0,05). Simpulan: Pendidikan kesehatan anticipatory guidance efektif terhadap peningkatan pengetahuan ibu dalam pencegahan cedera pada anak usia toddler di wilayah kerja Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru. Peneliti menyarankan untuk memberikan pelatihan untuk pencegahan cedera. Kata kunci: Anticipatory guidance, pendidikan kesehatan, pengetahuan ibu, toddler  AbstractThe effect of anticipatory guidance health education influence on a mother’s knowledge in the prevention of injury in a toddler. Children of childbearing age (1-3 tahun) are at an intense stage in exploring the environment so can cause the injuries, which can result in disability, trauma, even death. Anticipatory guidance is a guideline given to parents in overcoming problems that may occur in children, one of which is the risk of injury that can occur in toddlers. Aims: The study aims to know the impact of a health education anticipatory guidance on a mother’s knowledge in preventive child injury prevention in toddler. Method: The method used in an experiment design with non equevalent design control group. The sample research consist of 40 respondents who divided into two groups that were experiment groups and control groups that taken through the simple random sampling. The analysis used was analysis bivariates by using Mann Whitney. Result: Research suggests that there is a significant difference between a mother’s knowledge after given a health education about the injury prevention with p value (0,000) α (0,05). Conclusion: A predicory anticipatory guidance health education increased maternal knowledge in the prevention of injury to toddler-aged children in the working area of the Pekanbaru City Health Office. Researchers suggest providing training for injury prevention. Keywords: Anticipatory guidance, health education, mother knowledge, toddler
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Derajat Keparahan Neuropati Perifer Pada Pasien Diabetes Melitus : Literature Review Anggun Melati Putri; Yesi Hasneli; Safri Safri
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Ilmu Keperawatan (JIK) Volume VIII No.1 Januari-Juni 2020
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang menyebabkan berbagai komplikasi makrovaskuler maupun mikrovaskuler, salah satunya neuropati perifer. Pengelolaan dan pengendalian faktor-faktor yang mempengaruhi keparahan neuropati perifer dapat mencegah komplikasi lebih lanjut seperti ulkus dan gangren. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi derajat keparahan neuropati perifer pada pasien diabetes melitus. Penelitian ini menggunakan desain literature review. Penelusuran artikel penelitian menggunakan PubMed dan google scholar dengan kata kunci derajat keparahan neuropati perifer dan diabetes melitus dalam periode tahun 2016-2020. Hasil penelusuran didapatkan 10 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Analisis matriks terhadap 10 artikel dilakukan berdasarkan tujuan penelitian, metode, sampel, hasil penelitian, kesamaan dan perbedaan. Literature review menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi keparahan neuropati perifer pada pasien diabetes melitus adalah usia, durasi menderita diabetes, HbA1c, defisiensi vitamin D, body mass index, kadar lipid, dan adanya plak pada arteri karotis. Usia merupakan faktor yang paling banyak ditemukan pada artikel penelitian. Faktor yang dapat dimodifikasi dalam pengelolaan neuropati perifer adalah kontrol glikemik, defisiensi vitamin D, body mass index, dislipidemia dan penanganan aterosklerosis.Kata kunci: derajat keparahan, neuropati perifer, diabetes melitus  AbstractDiabetes mellitus is chronic disease that caused by various macrovaskular and microvascular complication such as peripheral neuropathy. Management and control of factors associated with severity of peripheral neuropathy can prevent further complication such us foot ulcer and gangrene. This study aimed to identify factors associated with severity of peripheral neuropathy among diabetes mellitus patients. The design of this research is literature review. Research article search was conducted through the electronic database PubMed and google scholar with keyword severity of peripheral neuropathy and diabetes melitus by period of 2016-2020. Searching result found 10 articles matched to inclusion and exclusion criteria. Matrix analysis toward 10 articles was done based on research purpose, method, sample, result, semblance and difference. Literature review showed that factors associated with severity of peripheral neuropathy among diabetes mellitus patients are age, duration of diabetes mellitus, HbA1c, vitamin D deficiency, body mass index, blood lipid level, and present of plaque in carotid artery. Age is the most noticed factor in research articles. Modified factors of development of peripheral neuropathy are glycemic control, replenishing vitamin D deficiency, lowering body mass index, dyslipidemia and atherosclerosis treatmentKeywords: diabetes melitus, peripheral neuropathy, severity
GAMBARAN ASUHAN KEPERAWATAN DIMENSI SPIRITUAL DI RUANGAN KARDIOVASKULER RSUD ARIFIN ACHMAD Safri Safri; Sofiana Nurchayati; Siti Rahmalia
Jurnal Ners Indonesia Vol 9, No 1 (2018): SEPTEMBER 2018
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (768.135 KB) | DOI: 10.31258/jni.9.1.1-10

Abstract

Kebutuhan spiritual adalah suatu kebutuhan yang bersifat universal dan merupakan bagian dari kebutuhan dasar manusia yang harus dipenuhi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran asuhan keperawatan dimensi spiritual pada pasien gangguan kardiovaskuler. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif sederhana untuk mengetahui gambaran asuhan keperawatan dimensi spiritual di ruang kardiovaskuler RSUD Arifin Achmad. Sampel dalam penelitian ini dengan menggunakan teknik total sampling dengan jumlah 16 responden yaitu perawat di ruang CVCU RSUD Arifin Achmad yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian ini diketahui 81,3 % selalu meminta pasien untuk berdoa demi kesembuhannya, 87,5 % selalu mengucapkan salam sebelum masuk ke ruang perawatan, 68,8 % selalu berbagi perasaan dengan pasien di ruang perawatan, 31,3 % selalu mengorientasikan fasilitas ibadah yang tersedia di Rumah Sakit, 68,8 % selalu menyusun bersama pasien tentang rencana ritual ibadah yang akan dilaksanakan selama pasien dirawat, 68,8 % selalu melakukan pengkajian dimensi spiritual pasien, 68,8 % selalu mengangkat diagnosa keperawatan dimensi spiritual pasien, namun tidak dilakukan pencatatan yang benar pada rekam medis pasien. Perawat yang bekerja di unit kardiovaskular sebenarnya telah memberikan asuhan keperawatan dimensi spiritual yang sebaiknya dicatat dalam Rekam Medis. Diharapkan perawat dapat meningkatkan kompetensi intervensi keperawatan spiritual.
HUBUNGAN DURASI PENGGUNAAN SMARTPHONE PADA PAGI HARI TERHADAP TINGKAT STRES MAHASISWA PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN UNIVERSITAS RIAU Mohd. Ripa’i; Safri Safri; Yulia Irvani Dewi
Jurnal Ners Indonesia Vol 9, No 2 (2019): MARET 2019
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.747 KB) | DOI: 10.31258/jni.9.2.117-128

Abstract

Smartphone merupakan sebuah perangkat yang pada awalnya hanya digunakan untuk melakukan komunikasi, kini berkembang menjadi perangkat yang hampir dapat melakukan segala hal yang menunjang aktivitas manusia. Penggunaan smartphone yang berlebihan dapat menyebabkan seseorang mengalami gangguan kesehatan mental, hal ini karena pancaran radiasi dari smartphone maupun penggunaan yang berlebihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara durasi pengunaan smartphone pada pagi hari terhadap tingkat stres mahasiswa keperawatan di Universitas Riau. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel sebanyak 199 mahasiswa yang diambil dengan teknik stratified random sampling yang sesuai dengan kriteria inklusi. Penelitian ini menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis univariat dilakukan untuk mengetahui distribusi frekuensi dan analisis bivariat dengan uji korelasi Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara durasi penggunaan smartphone pada pagi hari terhadap tingkat stres mahasiswa dengan p value (0.000) < α (0,05). Hal ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara durasi penggunaan smartphone pada pagi hari terhadap tingkat stres mahasiswa. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi sumber informasi kepada mahasiswa mengenai penggunaan smartphone untuk dapat mencegah atau meminimalkan munculnya stres
Hubungan Dukungan Suami terhadap Pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) di Rumah Sakit Rais Sholeh; Agrina Agrina; Safri Safri
Holistic Nursing and Health Science Vol. 2, No. 2 (2019): November
Publisher : Master of Nursing, Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.242 KB) | DOI: 10.14710/hnhs.2.2.2019.17-25

Abstract

Early breastfeeding initiation was the began of early breastfeeding with the mother at least one hour after birth. This research aims to determine correlation between husband's support for the implementation of early breastfeeding. The research method used is quantitative by using a research design that is descriptive correlation with cross sectional approach. Sampling method using accidental sampling technique with total sample 30 respondents. This research used questionnaires and observation sheet as measuring instrument. The inclusion criteria in this studied were normal birth mothers without any indication and complications such as Pre Eclampsia Severe and Hemoraghic Post Partum, normal-born infants who did not experience Low Birth Weight and Asphyxia, and mothers was accompanied by the husband during labor.Research results will of analyzed using alternative test Fisher Exact. The results showed significant correlatied between husband’s supported for implementation of early breastfeeding (p value 0,030). Healthcare workers can be still develop related to IMD in post partum with the of husband's supported so that implementation of IMD for children can be perfect.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pembuatan Produk Teh Gaharu di Desa Wisata Koto Sentajo Kabupaten Kuantan Singingi Yasir Yasir; Yohannes Firzal; Chelsy Yesicha; Andri Sulistyani; Safri Safri
Unri Conference Series: Community Engagement Vol 3 (2021): Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/unricsce.3.255-263

Abstract

Koto Sentajo Village is a traditional village that maintains traditions so that it has a tourist attraction. This village has a lot of potential, but still has problems to be an independent village. In this case, this service activity aims to provide the ability to manage agarwood plants to improve the community's economy as the village's superior product. This service activity is targeted at BUMDes managers, farmer groups and PKK women. This service method uses a Community Based Tourism (CBT) approach. The implementation of service activities is carried out by starting with community socio-economic mapping, holding FGDs, and providing training. Service activities found that there was a lot of potential on the one hand, but on the other hand there were still problems with the community's economy. The FGD was held to discuss the problems that exist in Koto Sentajo Village. This FGD activity contributes to increasing community understanding of the importance of developing gaharu plants, because this village has a large forest area and land as a provider of raw materials. The training focused on the manufacture, packaging and marketing of gaharu tea as the village's flagship product. This training has a positive impact on the community, however, it is still constrained by licensing issues to be developed in a larger and wider production scale.
IMPLEMENTASI BUDAYA KESELAMATAN PASIEN OLEH PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP RSUD ARIFIN ACHMAD PROVINSI RIAU vaulyn jovanda; Safri Safri; Ririn Muthia Zukhra
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 10, No 1 (2022): Jurnal Ilmu Keperawatan (JIK) Volume X No.1 Januari-Juni 2022
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa keselamatan pasien telah menjadi permasalahan serius. Salah satu cara untuk meningkatkan keselamatan pasien yaitu dengan membangun budaya keselamatan pasien. Upaya peningkatan mutu pelayanan di RSUD Arifin Achmad masih belum maksimal dalam penanganan keselamatan pasien dikarenakan masih kurangnya kesadaran akan pentingnya budaya keselamatan pasien. Terjadi penurunan kesadaran petugas dalam hal melaporkan IKP kurun waktu 2017-2018, laporan tertulis tidak disampaikan ke pihak KPRS dan respond time pelaporan masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran implementasi budaya keselamatan pasien oleh perawat di ruang rawat inap kelas 3 RSUD Arifin Achmad. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif sederhana. Jumlah responden 66 perawat menggunakan teknik total sampling. Analisis yang digunakan adalah analisa univariat. Hasil penelitian menunjukkan budaya keselamatan pasien di ruang rawat inap kelas 3 RSUD Arifin Achmad 54,5% memiliki budaya keselamatan pasien dalam kategori baik dan 45,5% memiliki budaya keselamatan pasien dalam kategori cukup. Secara keseluruhan perawat di ruang rawat inap sebagian besar memiliki budaya keselamatan pasien yang baik. Penelitian ini menyarankan agar budaya keselamatan pasien dalam ruang rawat inap menjadi perhatian penting dalam lingkungan pelayanan kesehatan.
KATEGORI TIPE PEROKOK BERHUBUNGAN DENGAN KADAR GULA DARAH SEWAKTU PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE II Darwin Karim; Wan Nishfa Dewi; Safri Safri
Jurnal Ners Indonesia Vol 13 No 1 (2022): SEPTEMBER 2022
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jni.13.1.32-41

Abstract

Merokok menimbulkan kerugian terutama dalam masalah kesehatan dan merupakan faktor risiko berbagai penyakit termasuk diabetes mellitus. Penelitian ini menganalisis hubungan antara kategori tipe perokok (ringan, sedang, berat) dengan kadar gula darah sewaktu penderita diabetes mellitus tipe II. Metode penelitian adalah cross sectional. Teknik pengambilan sampel secara purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 30 orang. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data yang digunakan adalah univariat yang menggunakan distribusi frekuensi dan bivariat dengan chi-Square. Berdasarkan hasil uji statistik diperoleh kategori perokok ringan, sedang dan berat berhubungan dengan kadar gula darah sewaktu penderita diabetes mellitus tipe II dengan p value sebesar 0,015 (p<0.05). Direkomendasikan bagi penderita DM tipe II untuk tidak merokok.
Pengembangan dan Pengujian Sediaan Sheet Mask Ekstrak Daun Patikan Kebo (Euphorbia hirta L.) sebagai Antibakteri terhadap Staphylococcus epidermidis Leny Leny; Uci Tri Azelia; Benni Iskandar; Safri Safri
Majalah Farmasetika Vol 8, No 4 (2023)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v8i4.46024

Abstract

Patikan kebo (Euphorbia hirta L.) adalah salah satu tanaman obat yang mempunyai khasiat sebagai antiseptik, antiinflamasi, antifungal, dan antibakterial karena mengandung senyawa-senyawa seperti flavonoid, tanin dan triterpenoid. Penelitian ini bertujuan untuk membuat sediaan sheet mask diformulasikan dengan penambahan ekstrak daun patikan kebo dengan konsentrasi 8%, 10% dan 12% yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermidis dan mengetahui formulasi terbaik berdasarkan uji stabilitas serta efektivitas. Sediaan sheet mask dibandingkan dengan sediaan blanko (kontrol negatif) dan sediaan pasaran sebagai kontrol positif. Evaluasi sediaan sheet mask meliputi pengamatan stabilitas cycling test, organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, waktu kering dan uji iritasi terhadap sukarelawan. Pengujian antibakteri sediaan terhadap Staphylococcus epidermidis menggunakan metode sumuran dengan difusi agar. Formulasi menunjukkan essence sediaan sheet mask berwarna coklat tua, berbau khas, homogen, stabil dalam penyimpanan dan tidak mengiritasi. Pengujian aktivitas antibakteri menunjukkan sheet mask dengan 8% merupakan konsentrasi terbaik karena mampu menghambat bakteri Staphylococcus epidermidis dalam kategori sedang dan tidak berbeda signifikan dengan konsentrasi 10 maupun 12%.
Hubungan perceived social support dengan psychological distress pada pasien kanker payudara Christina Rajagukguk; Yulia Rizka; Safri
Link Journal of Nursing Vol 3 No 2 (2026): November : Journal of Nursing
Publisher : CV LINK Education Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63425/journalofnursing.v3i2.145

Abstract

Pendahuluan: Kanker payudara merupakan salah satu penyakit dengan angka kejadian tinggi dan memberikan dampak fisik maupun psikologis yang signifikan bagi pasien. Salah satu masalah psikologis yang sering muncul adalah psychological distress yang dapat terjadi sejak diagnosiqqs hingga proses pengobatan. Perceived social support diketahui berperan penting dalam mengurangi psychological distress, namun hubungan keduanya masih bervariasi pada beberapa penelitian. Tujuan: mengetahui hubungan perceived social support dengan psychological distress pada pasien kanker payudara. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pasien kanker payudara di poli bedah onkologi dewasa berjumlah 93 orang dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Instrumen penelitian terdiri dari kuisioner Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS) untuk mengukur perceived social support dan Hospital Anxiety and Depression Scale (HADS) untuk mengukur psychological distress. Analisa yang digunakan yaitu univariat dan bivariat dengan menggunakan uji alternatif fisher exact test. Hasil: penelitian menunjukkan Mayoritas responden memiliki perceived social support yang tinggi (78,5%) dan tidak mengalami psychological distress (64,5%). Uji fisher exact test menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara perceived social support dengan psychological distress pada pasien kanker payudara (p value = 0,038). Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa semakin tinggi perceived social support yang diterima oleh pasien, maka semakin rendah psychological distress yang dialami, sehingga dukungan sosial perlu dioptimalkan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan psikologis pasien.