Reza Pratama
Department Of Pharmaceutics And Pharmaceutical Technology, Faculty Of Pharmacy, Universitas Bhakti Kencana, Bandung, West Java, 40614

Published : 15 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PENGARUH SONIKATOR PROBE TERHADAP FORMULASI NANOSTRUCTURED LIPID CARRIERS KURKUMIN MENGGUNAKAN LIPID PADAT PRECIROL®: EFFECT OF PROBE SONICATOR ON CURCUMIN NANOSTRUCTURED LIPID CARRIERS USING PRECIROL® SOLID LIPIDS Garnadi Jafar; Silpi Pebriawati; Zahra Alfa Latifah; Reza Pratama
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 25 No 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v25i1.1451

Abstract

Androgenetic Alopecia (AGA) merupakan jenis kebotakan yang sering terjadi pada pria dan wanita yang dipengaruhi oleh hormon dihidrotestosteron (DHT). Minoksidil dan finasterid merupakan terapi umum untuk pengobatan AGA. Namun, minoksidil dan finasterid dapat menyebabkan efek samping dermatologis seperti iritasi kulit, ruam, dan dermatitis kontak alergi maka diperlukan pengobatan alternatif untuk mengurangi efek samping yang ditimbulkan. Kurkumin dipilih karena efek antiandrogeniknya yang dapat menghambat steroid 5-alpha reductase sehingga dapat menurunkan hormon DHT yang berlebih dalam tubuh. Namun, kurkumin ini memiliki banyak keterbatasan diantaranya sukar larut dalam air, bioavailabilitas yang rendah, log P 2,56-3,29 dan mudah terdegradasi sehingga efektivitas pengobatan tidak optimal. Oleh sebab itu, diperlukan suatu sistem penghantaran obat yang tepat seperti Nanostructured Lipid Carriers (NLC) sehingga dapat meningkatkan efektivitas biologisnya. NLC merupakan generasi kedua nanocarrier lipid yang memiliki keunggulan dalam meningkatkan solubilitas, stabilitas, dan kapasitas pemuatan obat dibandingkan dengan Solid Lipid Nanoparticle (SLN). Tujuan penelitian ini yaitu untuk memformulasikan NLC kurkumin menggunakan Glyceryl palmitostearate, Capric triglyceride dengan 2 jenis surfaktan yang berbeda yaitu PEG-40 hydrogenated castor oil dan Decyl Glucoside. Metode penelitian yang digunakan untuk pembuatan NLC kurkumin ini yaitu high shear homogenization/sonicator probe yang dapat menghasilkan gelombang suara yang tinggi menyebabkan kavitasi sehingga ukuran partikel menjadi lebih kecil dan menciptakan gerakan turbulen yang dapat mempercepat proses pencampuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa NLC kurkumin dengan menggunakan surfaktan PEG-40 hydrogenated castor oil dan Decyl Glucoside memiliki karakteristik yang sesuai dengan ukuran partikel <400 nm, potensial zeta > ±20 mV, efisiensi penjerapan >80%, dan morfologi sferis. Dengan demikian, diharapkan NLC kurkumin dapat meningkatkan stabilitas dan bioavailabilitas kurkumin untuk memaksimalkan efektivitas pengobatan AGA.
Review Artikel: Perkembangan Evaluasi Stabilitas Sediaan Sirup Berbagai Formula Dengan Bahan Aktif Yang Berbeda Rieztya Aliza; Intan Meilani; Vina Amaliasari; Sarah Agnia; Dhine Naurya Ainni; M.Ramadhan Saputro; Reza Pratama
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 26 No 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v26i1.1899

Abstract

Stabilitas sediaan sirup adalah faktor penentu mutu karena mempengaruhi keamanan, efektivitas, dan penerimaan pasien. Sirup merupakan larutan oral bergula yang mengandung zat aktif, pelarut, pemanis, penstabil, pengawet, dan pengental, sehingga rentan mengalami perubahan fisikokimia selama penyimpanan. Untuk menjaganya, berbagai pendekatan formulasi dan metode evaluasi terus dikembangkan. Pendekatan berbasis Quality by Design kian diadopsi karena mampu memetakan Critical Quality Attributes, memperluas parameter uji, dan menstandarkan kondisi pengujian agar hasil dapat dibandingkan lintas studi. Kajian ini disusun menggunakan metode narrative review dengan analisis deskriptif terhadap literatur yang relevan. Artikel ilmiah periode 2014–2024 dikumpulkan dari jurnal nasional terakreditasi dan platform seperti Connected Papers, Elsevier, PubMed, serta Google Scholar. Kata kunci yang digunakan dalam penelusuran literatur meliputi: “stabilitas sediaan sirup”, “stabilitas fisik sirup”, “pengaruh pH terhadap stabilitas sirup”, “formulasi sirup parasetamol”, “sirup dengan bahan aktif alami”, dan “evaluasi mutu sediaan sirup”. Hasil menunjukkan pergeseran dari uji dasar seperti organoleptik, pH, dan homogenitas menuju panel yang lebih spesifik, yaitu viskositas, bobot jenis, kejernihan, waktu tuang, volume yang terpindahkan, serta uji hedonik untuk menangkap penerimaan pengguna. Panel ini membuat pemantauan produk lebih rinci, konsisten, dan relevan dengan praktik industri. Pengembangan terbaru menonjolkan penggunaan kosolven non sukrosa seperti sorbitol, propilen glikol, dan gliserol; sejumlah studi juga mengintegrasikan uji aktivitas biologis pada sirup herbal dan menyesuaikan kondisi penyimpanan uji agar lebih representatif. Kesimpulannya, uji stabilitas sirup terus berevolusi dan kian spesifik, sehingga evaluasi kini lebih menyeluruh untuk menjamin mutu, keamanan, dan kenyamanan penggunaan.
Tinjauan Literatur: Peran Penyalutan Dalam Meningkatkan Stabilitas Dan Kualitas Obat Pada Sediaan Tablet Fathurahman Ari Senjaya; Novela Janah Nurfitri; Ferdyan Surya Amir; Siti Nuraini; Santika Purnamasari; M. Ramadhan Saputro; Reza Pratama
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 26 No 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v26i1.1900

Abstract

Proses penyalutan tablet merupakan tahap penting dalam pengembangan sediaan padat karena berperan langsung terhadap stabilitas, mutu fisik, dan efektivitas obat. Penyalutan tidak hanya berfungsi sebagai pelindung zat aktif dari pengaruh lingkungan seperti kelembaban, panas, dan cahaya, tetapi juga berperan dalam pengendalian pelepasan obat dan peningkatan kenyamanan penggunaan. Artikel ini merupakan tinjauan sistematis terhadap 17 publikasi ilmiah periode 2015-2025 yang diperoleh melalui basis data Google Scholar, PubMed, dan Sci-Hub. Kata kunci pencarian meliputi “tablet salut film”, “stabilitas fisik tablet”, “penyalutan enterik”, “film coating optimization”, dan “Quality by Design tablet coating”. Hasil telah menunjukkan bahwa parameter utama penilaian mutu tablet meliputi keseragaman bobot, kekerasan, kerapuhan, waktu hancur, dan profil disolusi. Secara umum, penyalutan terbukti meningkatkan kekerasan tablet, menurunkan kerapuhan, menjaga keseragaman ukuran dan bobot, serta mempertahankan stabilitas kimia zat aktif. Polimer pelapis seperti OPADRY, Kollicoat, Eudragit, dan HPMCP terbukti efektif dalam meningkatkan ketahanan terhadap kondisi asam dan memperpanjang masa simpan obat. Pendekatan berbasis Quality by Design juga semakin diadopsi untuk memetakan atribut mutu kritis dan parameter proses penting guna menghasilkan sediaan yang konsisten dan terstandar. Kesimpulannya, penyalutan tablet merupakan strategi formulasi yang krusial untuk menjamin stabilitas, keamanan, dan performa terapeutik obat melalui peningkatan kualitas fisik dan pengendalian pelepasan zat aktif.
REVIEW ARTIKEL: PERBANDINGAN JENIS PEMANIS DALAM FORMULASI SIRUP HERBAL TERHADAP STABILITAS FISIK DAN RASA Aditya Wardana; Brina Amelrizki; Nabilla Ismi Nur Affifah; Afifah Dibba Maulani; Angely Patricia Sanda; M. Ramadhan Saputro; Reza Pratama
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 26 No 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v26i1.1903

Abstract

Formulasi sirup herbal memerlukan pemanis yang tepat untuk menjaga stabilitas fisik dan mutu organoleptik, tetapi ringkasan komparatif lintas-pemanis masih terbatas; studi ini merangkum pengaruh jenis dan kombinasi pemanis terhadap stabilitas serta penerimaan konsumen melalui sintesis naratif terarah atas penelitian formulasi sirup herbal dengan parameter pH, viskositas, bobot jenis, kejernihan, homogenitas, dan penilaian sensorik. Hasil menunjukkan sukrosa menjaga pH relatif stabil sekaligus meningkatkan viskositas dan penerimaan panelis; madu menambah kekentalan dan menurunkan pH (lebih asam) seraya menutup rasa getir; sorbitol menjaga kejernihan dan menekan kristalisasi; stevia mempertahankan pH dan viskositas rendah namun pada sistem ber-antosianin warna lebih sensitif terhadap keasaman; sukralosa cenderung netral terhadap pH dan viskositas pada suhu ruang; fruktosa memberi manis ringan dengan sebagian laporan menunjukkan penurunan stabilitas warna pada penyimpanan lebih lama. Kombinasi sukrosa–sorbitol mengurangi kristalisasi serta meningkatkan kejernihan dan homogenitas (stabil ≥4 minggu), sedangkan madu–sorbitol menjaga viskositas dengan kejernihan lebih baik dibanding madu tunggal. Temuan ini menegaskan adanya trade-off: pemanis “berbody” (sukrosa, madu) menguatkan tekstur dan palatabilitas, sementara pemanis alternatif (sorbitol, stevia, sukralosa) unggul dalam kejernihan dan kestabilan warna. Kesimpulannya, pemilihan pemanis sebaiknya disesuaikan dengan target mutu: sukrosa/madu untuk body dan penerimaan, sorbitol untuk kejernihan dan pencegahan kristalisasi, serta stevia/sukralosa untuk formulasi rendah kalori/viskositas; kombinasi sukrosa–sorbitol atau madu–sorbitol tampak paling menjanjikan untuk kestabilan fisik dan sensorik.
Peningkatan Literasi Gizi Untuk Mengurangi Konsumsi Sugar Sweetened Beverages pada Siswa SMA Yakobus Lau De Yung Sinaga; Elis Susilawati; Reza Pratama; Rany Yulianie; Neneng Silviana
Karya Kesehatan Siwalima Vol. 2 No. 1 (2023): Maret
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan, Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/kks.v2i1.965

Abstract

Sekitar 49,5% dari Siswa SMA di Kota Bandung memiliki tingkat literasi gizi yang rendah. Di sisi lain, ditemukan juga bahwa pada kebanyakan siswa/i memiliki kebiasaan untuk mengkonsumsi Sugar Sweetened Beverages (SSB) atau minuman dengan kandungan gula yang tinggi. Kedua hal ini dapat merupakan faktor resiko yang dapat menuntun kepada banyak penyakit kronis di masa depan. Oleh karena itu tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah berkolaborasi dengan SMA Advent Naripan dan SMA 4 Muhammadiyah untuk meningkatkan literasi gizi dan mengurangi konsumsi SSB. Metode yang digunakan adalah dengan melakukan Penyuluhan. Kegiatan ini telah dilakukan di kedua sekolah tersebut pada tanggal 14 dan 18 November diikuti oleh total 352 siswa. Berdasarkan hasil evaluasi pretest dan posttest melalui kuesioner yang diberikan kepada partisipan diketahui bahwa siswa/i memiliki peningkatan yang signifikan dalam hal nilai literasi gizi (t319 = 17,727, p < 0.01). Di sisi lain, konsumsi SSB para peserta kegiatan ini memiliki perubahan yang signifikan (Z = -3,508; p < 0,01) dimana 41,9% siswa/i sudah mengurangi konsumsi SSB setiap minggunya. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini telah meningkatkan literasi gizi dan juga mengurangi konsumsi SSB pada partisipan yang hadir. Oleh karena itu disarankan juga agar kegiatan seperti ini dapat dilakukan pada sekolah-sekolah lain agar dapat mendidik siswa/i kepada pola makan yang jauh lebih sehat.