Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN DI KOMUNITAS MUSLIM KAMBOJA (STUDI PADA MADRASAH DINIYAH NOROL IMAN, CHOY METREY) Eka Sulistiyowati; Mutrofin Mutrofin; Hidayah Hariyani; Afit Rezki Sandy
Aplikasia: Jurnal Aplikasi Ilmu-ilmu Agama Vol. 20 No. 1 (2020)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/aplikasia.v20i1.2361

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola lingkungan dalam sebuah komunitas muslim, dengan studi kasus pada lingkungan Madrasah Norol Iman, Kamboja. Penelitian ini dilaksanakan sebagai bentuk tindak lanjut kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang dilaksanakan di Desa Chroy Metrey, Provinsi Kandal, Kamboja. Diketahui bahwa masih rendahnya pengetahuan dan keterampilan di kalangan para siswa/I dalam mengelola lingkungan sekitar Madrasah. Penelitian ini merupakan suatu penelitian berbasis komunitas atau Community Based Research (CBR). Kegiatan penelitian ini dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan pengabdian kepada masyarakat Desa Chroy Metrey, Kamboja. Riset yang dilakukan adalah sosialisasi dalam meningkatkan pengetahuan serta keterampilan untuk mengelola lingkungan menjadi lebih bersih dan tertata. Hasil penelitian ini adalah para siswa mampu mengelola lingkungan Madrasah dengan baik, seperti memilah sampah, penghijauan juga memanfaatkan potensi desa untuk membuat pupuk organik. Hasil analisis menunjukan terjadi peningkatan aspek pengetahuan, keterampilan dan sikap terhadap pengelolaan lingkungan di Komunitas Madrasah Norol Iman.Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola lingkungan dalam sebuah komunitas muslim, dengan studi kasus pada lingkungan Madrasah Norol Iman, Kamboja. Penelitian ini dilaksanakan sebagai bentuk tindak lanjut kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang dilaksanakan di Desa Chroy Metrey, Provinsi Kandal, Kamboja. Diketahui bahwa masih rendahnya pengetahuan dan keterampilan di kalangan para siswa/I dalam mengelola lingkungan sekitar Madrasah. Penelitian ini merupakan suatu penelitian berbasis komunitas atau Community Based Research (CBR). Kegiatan penelitian ini dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan pengabdian kepada masyarakat Desa Chroy Metrey, Kamboja. Riset yang dilakukan adalah sosialisasi dalam meningkatkan pengetahuan serta keterampilan untuk mengelola lingkungan menjadi lebih bersih dan tertata. Hasil penelitian ini adalah para siswa mampu mengelola lingkungan Madrasah dengan baik, seperti memilah sampah, penghijauan juga memanfaatkan potensi desa untuk membuat pupuk organik. Hasil analisis menunjukan terjadi peningkatan aspek pengetahuan, keterampilan dan sikap terhadap pengelolaan lingkungan di Komunitas Madrasah Norol Iman.
BIOMONITORING ANGGOTA ORDO PLECOPTERA SEBAGAI INDIKATOR KUALITAS EKOSISTEM HULU SUNGAI GAJAH WONG DAN SUNGAI CODE YOGYAKARTA Siti Aisah; Eka Sulistiyowati; Dony Eko Saputro
Integrated Lab Journal Vol. 5 No. 1 (2017)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (28.068 KB) | DOI: 10.14421/ilj.2017.%x

Abstract

Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober  sampai dengan November  2015 dengan lokasi di hulu sungai Gajah Wong dan Sungai Code Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui golongan ordo Plecoptera beserta kelimpahan dan keragamannya sebagai indikator kualitas air dan tingkat kesehatan sungai di  hulu  Sungai Gajah Wong serta  Sungai Code. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara Purposive Sampling. Stasiun atau titik yang disampling terdiri atas 3 titik di setiap sungai. Pada setiap titik dilakukan tiga kali pengulangan, sehingga total sampling yang dilakukan adalah sebanyak 18 titik sampling. Parameter fisik dan kimia yang diukur pada setiap titik  sampling adalah suhu, derajat keasaman, kecepatan arus , DO (Disolved Oxygen) dan kerapatan Plecoptera. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah individu pada stasiun sampling di Sungai Gajah Wong  sebanyak  58 individu dan Sungai Code  sebanyak 59 individu, yang terdiri atas 3 Famili yaitu Chloroperlidae, Nemouridae, dan Perlidae. Kerapatan total adalah 0,198 individu/m2. Hal ini mengindikasikan bahwa telah terjadi perubahan yang sangat signifikan pada bagian hulu Sungai Code dan sungai Gajah Wong, yang kemungkinan merujuk kepada terjadinya pencemaran lingkungan.
Penilaian Kesehatan Sungai Menggunakan Metode Biotik dan Fisik di Sungai Boyong, Sleman, Yogyakarta Eka Sulistiyowati; Dien F. Awaliyah; Shofwatul Uyun
Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia Vol 23, No 2 (2024): Juni 2024
Publisher : Master Program of Environmental Health, Faculty of Public Health, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jkli.23.2.162-169

Abstract

Latar belakang: Penilaian kesehatan sungai merupakan upaya penting dalam membantu memonitor keseimbangan ekosistem sungai.  Penelitian dilakukan untuk mendapatkan penilaian kualitas Sungai Boyong sebagai hulu dari Sungai Code yang memasok air ke wilayah perkotaan Yogyakarta dengan menggunakan kombinasi metode biotik dan fisik untuk mendapatkan hasil yang lebih komprehensif.Metode: Penilaian kesehatan sungai dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif dengan dua metode yakni metode biotik yang terdiri atas metode biotilik dan metode RHA, serta metode pengamatan fisik. Metode biotilik merupakan metode pengukuran kuantitif terhadap komunitas makroinvertebrata akuatik. Analisis data biotik dengan menghitung biotik indeks menggunakan panduan biotilik oleh Ecoton. Sampel yang diambil berupa makroinvertebrata akuatik dengan menggunakan jaring. Sampel tumbuhan diambil pada transek yang berada pada verge, bank, dan in-stream. Analisis data riparian vegetation menggunakan indeks Riparian Health Assessment. Sedangkan metode pengamatan fisik menggunakan analisis dari panduan biotilik oleh Ecoton.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menggunakan metode biotilik diketahui bahwa stasiun 1, 2, dan 3 berada pada kondisi sedang, meskipun nilai indeks biotilik stasiun 2 lebih rendah daripada yang lain. Penggunaan metode RHA menunjukkan bahwa kondisi ekosistem riparian di stasiun  1 dan 3 lebih baik daripada stasiun 2. Sedangkan dengan metode pengamatan fisik diketahui bahwa kondisi stasiun 1 dan 3 berada pada kategori sehat, dan stasiun 2 masuk dalam kategori kurang sehat.Simpulan: Penelitian menyimpulkan bahwa kondisi ekosistem Sungai Boyong yang paling baik di Stasiun 2 dan yang kurang baik pada stasiun 1 dan 3. ABSTRACTTitle: River Health Assessment using Biotic and Physical Methods in Boyong River, Sleman, YogyakartaBackground: River health assessment is important to monitor the balance of river ecosystem.. The study was conducted to assess  the quality of Boyong River as the upstream of the Code River which supplies water to the urban area of Yogyakarta using a combination of biotic and physical methods for a comprehensive result.  Method: River health assessment was carried out by two methods,  first was the biotic methods which consisted the biotilik method and the RHA method, and  second was the physical observation method . The biotilik method is a quantitative measurement method of aquatic macroinvertebrate communities. Analysis of biotic data by calculating biotic index using biotilik guidance by Ecoton. The samples taken were aquatic macroinvertebrates using nets. Plant samples were taken on transects located on verge, bank, and in-stream. Analysis of riparian vegetation data using the Riparian Health Assessment index. While the physical observation method uses analysis by Ecoton. Result: The results showed that using the biotilik method it was known that stations 1, 2, and 3 were in moderate condition, although the biotilic index value of station 2 was lower than the others. The use of the RHA method shows that the riparian ecosystem conditions at stations 1 and 3 are better than at station 2. Meanwhile, with the physical observation method, it is known that the condition of stations 1 and 3 is in the healthy category, and station 2 is included in the unhealthy category.Conclusion:  It was concluded that the ecosystem condition of Boyong River was best at Station 2 and not good at Stations 1 and 3.
The Dynamics of Sustainable Livelihoods and Agroforestry in Gunungkidul Karst Area, Yogyakarta, Indonesia Sulistiyowati, Eka; Setiadi, Setiadi; Haryono, Eko
Forest and Society Vol. 7 No. 2 (2023): NOVEMBER
Publisher : Forestry Faculty, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24259/fs.v7i2.21886

Abstract

The livelihoods of farmers in developing countries are often associated with the existence of forests, especially agroforestry. The dynamics of agroforestry and livelihoods could not be separated from the political context and developments in Indonesia. In this paper, the dynamics of Sustainable Livelihood Assets (SLA) owned by smallholder farmers are explored using three political sequences, namely the New Order Era, the Reform Era, and the Post-Reform Era. The result showed that the development of agroforestry in Gunungkidul had been primarily influenced by political initiatives that have a connection with vegetation coverage, livelihood assets, and species composition in the systems. The livelihoods possessed by farmers have been relatively sustainable during the past five decades; only a slight change could be observed in the ownership of capital. The political initiatives have been an enabling environment for agroforestry development that support sustainable livelihoods. The study recommends that the socio-political culture needs to consider the traditional agroforestry system in order to sustain the livelihoods of the people.
MONITORING KUALITAS AIR SECARA KOLABORATIF DI SUNGAI BOYONG, YOGYAKARTA Awaliyah, Dien Fitri; Uyun, Shofwatul; Sulistiyowati, Eka
Aplikasia: Jurnal Aplikasi Ilmu-ilmu Agama Vol. 24 No. 1 (2024):
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/aplikasia.v24i1.3573

Abstract

Biotilik is an uncomplicated method to monitor the stream quality and can be handled communally with the help of information technology. However, involving community in a monitoring, especially those based on applications, is a challenge that requires a comprehensive approach. Therefore, this research was conducted to measure how deep the community can be involved and the significancy of the community services. A collaborative approach has been done, starts with activity planning, mobile app developing, introducing the app to the community, until doing some collaborative regular monitoring activities through biomonitoring workshops. The communities involved in this study include KPLS, Waterforum Kalijogo, and the Entomology Study Group. The results show that mobile applications are successfully created and adopted by the community, although there are some community members who have difficulty accessing them, especially senior citizens. Biomonitoring workshops were conducted several times along with measurements of community knowledge and skills before and after the workshop. The result shows that the change in knowledge was not statistically significant because the public was already familiar with biomonitoring.  Changes in skills occurred in this study because the community conducted biomonitoring workshops for some time and was assisted by mobile applications. ======================================= Metode biotilik adalah metode pemantauan kualitas air yang sederhana dan dapat dilakukan secara komunal dengan bantuan teknologi informasi. Walaupun begitu, pelibatan masyarakat dalam pemantauan air secara komunal apalagi yang berbasis pemanfaatan aplikasi merupakan tantangan yang membutuhkan pendekatan yang komprehensif. Untuk itu penelitian ini dilakukan untuk mengukur seberapa besar masyarakat dapat terlibat dalam pengembangan pengetahuan dan keterampilan pemantauan kualitas sungai dan bagaimana dampak yang dihasilkan oleh kegiatan tersebut. Pendekatan kolaboratif yang dimulai dengan perencanaan kegiatan, perancangan aplikasi mobile untuk membantu pemantauan kualias air, pengenalan aplikasi, sampai kepada kegiatan pemantauan secara berkala. Komunitas yang terlibat berasal dari Komunitas Pecinta Lingkungan dan Sungai (KPLS), Waterforum Kalijogo, dan Kelompok Studi Entomologi. Hasil menunjukkan bahwa aplikasi mobile yang dibangun dapat diadopsi oleh masyarakat, meskipun ada beberapa yang kesulitan mengaksesnya terutama warga senior. Selanjutnya, workshop biomonitoring dilakukan beberapa kali bersamaan dengan pengukuran terhadap pengetahuan dan keterampilan masyarakat sebelum dan sesudah workshop. Hasilnya, perubahan pengetahuan tidak signifikan secara statistik karena masyarakat sudah cukup mengenal biomonitoring.  Perubahan keterampilan terjadi di dalam penelitian ini karena masyarakat melakukan workshop biomonitoring dalam beberapa waktu dan dibantu dengan aplikasi mobile.
Filsafat Ekologi dan Pengetahuan Lokal untuk Mencapai Konservasi Keanekaragaman Hayati yang Holistik: Filsafat Ekologi dan Pengetahuan Lokal untuk Mencapai Konservasi Keanekaragaman Hayati yang Holistik Sulistiyowati, Eka
Jurnal Filsafat Indonesia Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jfi.v7i1.62046

Abstract

This study examines the approach of two main conservation movements, namely ecological conservation and social conservation. The purpose of this study is to reflect on the philosophical basis of ontology, epistemology, and axiology to achieve holistic conservation work. The method used is a reflective qualitative method using narrative literature review. This study found that to end the debate on ecological and social conservation is to integrate components of local knowledge based on local philosophy that are rooted in local knowledge and are holistic.
Participatory Water Quality Monitoring System for the Gajahwong River, Yogyakarta City, Indonesia Sulistiyowati, Eka; Uyun, Shofwatul
Engagement: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8 No 1 (2024): May 2024
Publisher : Asosiasi Dosen Pengembang Masyarajat (ADPEMAS) Forum Komunikasi Dosen Peneliti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29062/engagement.v8i1.1525

Abstract

This paper presents the development of Suka Peta (an integrated web-based system of participatory water quality monitoring), which has been developed by the researcher team of the State Islamic University Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Indonesia. The system is designed to collect various types of data to generate a report on the water quality status of a river. The study followed a method for research and development that includes the design, development, implementation, and evaluation stages. The final product of this research is a web-based application that could be accessed publicly through www.status-sungai.com. During the evaluation stage, we conducted an FGD with stakeholders in the Gajahwong River community. The result confirmed that the application has a high potential for engaging the community in water quality monitoring. In addition, the participants have been able to use the application and participate in water quality monitoring efforts.
Peran Blog Sebagai Media Pembelajaran di Madrasah Ibtidaiyah Sulistiyowati, Eka
Al-Bidayah : Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol. 3 No. 2 (2011): Al-Bidayah : jurnal pendidikan dasar Islam
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/al-bidayah.v3i2.8998

Abstract

Literasi digital telah memasuki kelas dan pengajaran di sekolah. Salah satu media berbasis internet yang mulai dilirik sebagai media pembelajaran sains di level pendidikan dasar adalah blog atau weblog. Blog memiliki berbagai manfaat diantaranya bagi guru sebagai tempat berbagi lesson plan, link ke sumber-sumber online dan search engines, menyebarluaskan informasi dan berkomunikasi sesama guru. Bagi siswa blog dapat memberikan kemudahan berkomunikasi secara online dan melatih siswa untuk berinteraksi sosial dengan lebih mandiri dan percaya diri. Blog juga menyediakan ruang pencarian informasi yang bermanfaat bagi siswa SD/MI untuk memahami konsep sains secara mandiri.Beberapa sekolah dan guru di Amerika telah menggunakan blog sebagai media pendidikan. Kebanyakan menggunakan blog sebagai sumber infomasi, mencari lesson plan, dan kurikulum. Contoh dari blog-blog yang bermanfaat di dunia pendidikan diantaranya http://librarygoddess. blogspot.com, http:// www.educationlibrarian.com, http://edsourceonline. blogspot.com, dan lainlain. Dengan melihat manfaat dan kelebihan blog, artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi penggunaan blog sebagai media pembelajaran bagi siswa SD/MI. Dengan eksplorasi tersebut diharapkan lebih banyak guru dan peserta didik yang dapat mengembangkan technology fluencynya melalui blog.
Fuzzy C-Means Algorithm Modification Based on Distance Measurement for River Water Quality ‘Uyun, Shofwatul; Eka Sulistiyowati; Jati, Tirta Agung
Kinetik: Game Technology, Information System, Computer Network, Computing, Electronics, and Control Vol. 9, No. 3, August 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kinetik.v9i3.1991

Abstract

River water quality could be determined by understanding the capacity of pollutants in a water body. Fuzzy C-Means (FCM) is one of the fuzzy clustering methods for determining river water quality by measuring water quality parameters, that is, dissolved oxygen (DO) and total dissolved solids (TDS). The FCM algorithm is an effective fuzzy clustering algorithm for grouping data but often produces local and inconsistent optimal solutions due to the partition matrix's random initialisation process.  Therefore, this study proposes to modify the FCM algorithm to be precise in the partition matrix initialisation process using several distance concepts. The purpose of the proposed algorithm modification is to get more consistent FCM clustering results and minimise stop iterations. The validation process for the clustering results uses the FCM algorithm, and the FCM modification algorithm uses three parameters, namely the Partition Coefficient Index (PCI), Partition Entropy Index (PEI) and Silhouette Score (SS). The experiments were conducted with three replications and using various distance concepts. The results showed that the number of iterations stopped in the FCM algorithm has different values for PCI, PEI, SS, and stop iterations and objective functions in each trial. On the contrary, the FCM modification algorithm has consistent PCI, PEI, and SS values, and the number of iterations stops with fewer iterations. Therefore, the modified algorithm for initialising the partition matrix can be used in the fuzzy C-means clustering algorithm.
Riparian Vegetation and Perception of Ecosystem Services in The Upper Gajahwong River, Yogyakarta, Indonesia Sulistiyowati, Eka; Saputro, Dony Eko; Aisah, Siti
Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol 18, No 2 (2025): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kauniyah.v18i2.40490

Abstract

Research on riparian vegetation and ecosystem services perception is essential to encourage community involvement in river area management. Therefore, this study aims to examine the composition of riparian vegetation along the upper Gajahwong River and assess local community perceptions of the ecosystem services provided by riparian biodiversity. Vegetation composition was studied through a floristic survey using plots placed along transects at three locations; Hargobinangun, Sardonoharjo, and Minomartani. Community perception was assessed through a survey of 60 randomly selected residents from the three villages studied. Data analysis involved calculating species richness, and species diversity, and analyzing community perceptions based on response percentages. The study identified more than 70 plant species at each site, with a very high diversity index (>4). Species with high Importance Value (IV) included Ficus racemosa (3.11), Dieffenbachia seguine (4.40), and Acalypha indica (3.59). Dominant plant families included Araceae, Fabaceae, and Moraceae, which provide essential provisioning and regulating ecosystem functions. Regarding community perception, the study found that residents recognized ecosystem functions, including provisioning services, regulating services, and socio-cultural services. Their understanding of ecosystem services was influenced by cultural values, particularly Javanese traditions emphasizing the importance of nature conservation.