Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Bioethics and Islamic Values: Assisted Reproductive Technology in the Context of Indonesia Nahdi, Maizer Said; Sulistiyowati, Eka
Studia Islamika Vol. 24 No. 1 (2017): Studia Islamika
Publisher : Center for Study of Islam and Society (PPIM) Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sdi.v24i1.2209

Abstract

Assisted-reproductive technology (ART) has developed rapidly, and has brought controversies in terms of legality and ethics. Todays, majority of people rely on bioethics to address the issue. Yet, bioethics in its development, mostly is influenced by Western values such as autonomy, beneficence, non-maleficence, and justice. Some communities, like Islam, need to respond the issue using “Islamic bioethics”. This paper explores how Muslims in Indonesia tackle the issue and set up “Islamic bioethical values” accordingly. Our literary research found that some individual interpretation and judgments (ijtihād) have been given both by Islamic organizations [Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU), and Majelis Ulama Indonesia (MUI)] and outstanding ulama. Fatwas issued by the majorities indicate that although the methods of inquiries are different, the result is the same, that is rejecting the presence of a third party in the form of sperm, ovum, or uterus.DOI: 10.15408/sdi.v24i1.2209
SUMBER DAYA TUMBUHAN DAN KONFLIK ANTARA MANUSIA DAN MONYET (MACACA FASCICULARIS) DI GUNUNGKIDUL, YOGYAKARTA Sulistiyowati, Eka; Lintang, Cahya Ning; Ambangsih, Restin
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 9 No. 2 (2024): Bioma : Juli - Desember 2024
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Macaca fascicularis menimbulkan konflik perebutan sumber daya tumbuhan sehingga dianggap sebagai hama. Penelitian ini mengkaji tumbuhan sebagai sumber konflik antara manusia dan monyet dan jenis-jenis konflik yang terjadi antara manusia dan monyet. Penelitian dilakukan dengan melakukan survei terhadap tumbuhan menggunakan teknik transect walk, sedangkan persepsi masyarakat terhadap konflik digali dengan menggunakan wawancara terstruktur. Penelitian menemukan sebayak 32 spesies yang menjadi sumber konflik antara manusia dan monyet dengan potensi konflik tinggi, sedang, dan rendah. Sementara itu, konflik perebutan sumber daya tumbuhan terjadi karena monyet dianggap merusak pangan, merusak umbi-umbian, menghancurkan pakan ternak, dan merusak lahan.
Riparian Vegetation and Perception of Ecosystem Services in The Upper Gajahwong River, Yogyakarta, Indonesia Sulistiyowati, Eka; Saputro, Dony Eko; Aisah, Siti
Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol. 18 No. 2 (2025): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kauniyah.v18i2.40490

Abstract

Research on riparian vegetation and ecosystem services perception is essential to encourage community involvement in river area management. Therefore, this study aims to examine the composition of riparian vegetation along the upper Gajahwong River and assess local community perceptions of the ecosystem services provided by riparian biodiversity. Vegetation composition was studied through a floristic survey using plots placed along transects at three locations; Hargobinangun, Sardonoharjo, and Minomartani. Community perception was assessed through a survey of 60 randomly selected residents from the three villages studied. Data analysis involved calculating species richness, and species diversity, and analyzing community perceptions based on response percentages. The study identified more than 70 plant species at each site, with a very high diversity index (>4). Species with high Importance Value (IV) included Ficus racemosa (3.11), Dieffenbachia seguine (4.40), and Acalypha indica (3.59). Dominant plant families included Araceae, Fabaceae, and Moraceae, which provide essential provisioning and regulating ecosystem functions. Regarding community perception, the study found that residents recognized ecosystem functions, including provisioning services, regulating services, and socio-cultural services. Their understanding of ecosystem services was influenced by cultural values, particularly Javanese traditions emphasizing the importance of nature conservation.
Penyuluhan dan Pelatihan Public Speaking Mahasiswa Ilmu Komunikasi UMBY di SMP N 3 Yogyakarta Nabila, Elva Lailatun; Sulistiyowati, Eka; Satyawati, Rahmi; Rulita, Sarina; Febriyanti, Berlian Indah; Setyaningsih, Rila
ABDI MOESTOPO: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 7, No 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/abdimoestopo.v7i2.4243

Abstract

Kebutuhan akan kemampuan untuk berbicara didepan umum adalah hal yang penting dan harus dimilki oleh setiap orang, terutama dikalangan siswa-siswi SMP. Sebagian besar siswa-siswi dari SMP Negeri 3 Yogyakarta masih kurang percaya diri untuk tampil di depan umum. Kegiatan pelaksanaan pengabdian ini didasari oleh kurangnya kesiapan kegiatan Public Speaking. Oleh karena itu, tim pelaksana melakukan observasi untuk dapat melakukan kegiatan penyuluhan dan pelatihan Public Speaking agar terlaksana. Kegiatan Public Speaking harus dimulai sejak awal untuk memupuk rasa percaya diri dan melatih keterampilan berbicara. Objek dari kegiatan penyuluhan dan pelatihan Public Speaking ini adalah SMP Negeri 3 Yogyakarta dimana metode yang dilakukan adalah metode Participatory Action Research. Dengan diadakannya kegiatan tersebut, bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan yang luas tentang Public Speaking. Berdasarkan pre-test dan juga post-test yang dilakukan oleh tim pelaksana, menunjukkan hasil bahwa sebelumnya siswa-siswi memang telah memiliki dasar pengetahuan Public Speaking akan tetapi mereka masih memerlukan pelatihan tambahan untuk meningkatkan keterampilan berbicara. Setelah melakukan post-test hasil lain menunjukkan bahwa siswa-siswi mengalami peningkatan dalam keterampilan dan pengetahuan dalam Public Speaking.
Environmental Literacy (Sikap dan Tindakan) Pengelolaan Sampah dan Penghijauan Siswa SMA Adiwiyata dan Non-Adiwiyata Wulandari, Ratri; Sulistiyowati, Eka
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2017: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.097 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur perbedaan dan tingkat literasi lingkungan (sikap dan tindakan)siswa adiwiyata dan non-adiwiyata pada pengelolaan sampah dan penghijauan. Jenis penelitian adalahpenelitian survei. Penelitian ini dilaksanakan di dua sekolah adiwiyata (SMA N 1 Pengasih dan MAN 2Wates) dan dua sekolah non-adiwiyata (SMA N 1 Girimulyo dan SMA N 1 Wates) sebanyak 198 sampel secara random sampling dari 404 populasi. Para siswa diberikan 20 soal kuesioner yang terdiri dari duabagian. Bagian A mengukur sikap, bagian B mengukur tindakan terhadap lingkungan. Data kemudiandianalisis secara statistik menggunakan statistik deskriptif dan Independent-T Sample test. Hasil ujiIndependent-T Sample test menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan sikap dan tindakan lingkungan siswaantara sekolah adiwiyata dan non-adiwiyata (Sig.> 0,05).Sementara itu,tingkat literasi lingkungan antarasiswa adiwiyata dan non-adiwiyata pada aspek sikap dan tindakan berada pada kategori tingkatan yang sama.Sama-sama memiliki tingkat sikap lingkungan yang tinggi dan tingkat tindakan lingkungan yang sedang.
Pengembangan E-Book Berbasis Android Tentang Pencemaran Lingkungan dan Pengelolaan Limbah Sebagai Media Pembelajaran Biologi Bagi Siswa SMA/MA Kelas X Triana, Vemmy Sukma; Sulistiyowati, Eka
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2020: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1141.491 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan E-book berbasis Android tentang Pencemaran Lingkungan dan Pengelolaan Limbah sebagai Media Pembelajaran dalam materi Pencemaran Lingkungan kelas X SMA/MA. dan untuk mengetahui kualitas Ebook tersebut berdasar penilaian siswa, guru, danparaahli. Penelitian ini termasuk penelitian Research and Development(R&D) dengan menggunakan desain ADDIE (kepanjangan Addie) dan dibatasi pada tahap ADDE. Instrumen penilaian produk dan respon siswa berupa lembar angket yang terdiri dari komponen cakupan materi, penyajian bahasa, aspek kemudahan penggunaan e-book berbasis android, dimensi tampilan/desain. Produk dinilai dan dilakukan validasi oleh ahli materi, ahli media dan peer reviewer. Uji terbatas dilakukan penilaian produk oleh guru biologi dan siswa kelas X SMA/MA. Data kualitatif yang diperoleh dari hasil penilaian dikonversi menjadi skor kuantitatif. Hasil produk menurut ahli materi 85% (sangat baik), ahli media 87,86% (sangat baik), peer reviewer 93% (sangat baik), guru biologi 88,89% (sangat baik), dan respon siswa 96,9% (sangat setuju). Berdasarkan penilaian tersebut, e-book ini memiliki kualitas sangat baik dengan persentase keidealan sebesar 90,33 %, artinya E-book ini sudah layak digunakan untuk mengajar.
Pendidikan Biodiversitas Berbasis Potensi Lokal pada Tingkat SMA/MA Pratama, Bella Pratiwi Kurnia; Ali, Raafi Nur; Sulistiyowati, Eka
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2019: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.177 KB)

Abstract

Sebagai negara yang dinobatkan sebagai kawasan megabiodiversitas, Indonesia memiliki peluang dan tantangan untuk memberikan pendidikan biodiversitas sebagai salah satu upaya konservasi dan perlindungan terhadap kekayaan hayati Indonesia. Dalam materi Biologi, misalnya, materi keanekaragaman hayati menjadi upaya penting untuk memperkenalkan biodiversitas Indonesia dan konservasinya. Pendidikan biodiversitas di jenjang formal sangat terikat dengan standar proses yang tertera dalam kurikulum. Apabila melihat pada esensi Kompetensi Dasar pendidikan materi keanekaragaman hayati mengandung makna yang mendalam yaitu sebuah upaya penyelamatan keanekaragaman hayati yang dimiliki oleh Indonesia. Paper ini berupaya untuk menganalisis peluang dan tantangan untuk pendidikan biodiversitas di Indonesia, dilihat dari kebijakan kurikulum, potensi lokal yang ada dan sarana dan sarana yang tersedia di sekolah serta kondisi kesiapan sekolah dalam mengimplementasikan pendidikan ini. Dengan melihat pada hasil survey terbatas pada kasus biodiversitas orang utan dan kupu-kupu, penelitian ini mengungkap pentingnya potensi lokal dalam pendidikan biodiversitas, kesesuaian tema bidiversitas dengan kurikulum, dan kesiapan sekolah dalam implementasinya.
Improving Students’ Knowledge of Biomonitoring through Service Learning in Higher Education Institution Eka Sulistiyowati; Dien F. Awaliyah; Shofwatul Uyun
GUYUB: Journal of Community Engagement Vol 6, No 3 (2025): September
Publisher : Universitas Nurul Jadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/guyub.v6i3.12431

Abstract

Service learning in biomonitoring is urgent as it links science with community action to tackle river health issues.. This research aims to explore the application of service learning in enhancing students' knowledge and their ability to carry out river health biomonitoring projects. The study involved students in implementing the service learning curriculum through stages of planning, execution, reflection, and assessment. During the planning phase, students participated in developing the module. The results indicated that the biomonitoring module received a quality score of 3.8, with clarity of content and factual accuracy achieving the highest scores (4.0). The service learning program was conducted through the establishment of ECOFOREST groups, training sessions, and the application of action plans within the community. The effectiveness was measured using a one-group pretest-posttest design, which revealed a significant improvement in student understanding (t(22) = 2.45, p < 0.05). These findings confirm that service learning not only enhances student engagement in the community but also contributes to their technical competency development. This study addresses the gap in literature regarding service learning within more practical experiential learning frameworks in higher education.The result implies that there has been an increase of knowledge among the participants.