Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Tanggung Jawab Guru PAK Dalam Pembentukan Karakter Siswa Di SMP Negeri 1 Tahuna Jane Lestari Darinding; Irene Preisilia Ilat
Didaskalia: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol. 3 No. 2 (2022): Didaskalia: Jurnal Pendidikan Agama Kristen
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51667/djpk.v3i2.1039

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tanggung jawab guru PAK dalam membentuk karakter siswa, faktor penghambat dan faktor pendukung dalam membentuk karakter siswa dan upaya guru PAK dalam memebentuk karakter siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode kualitatif deskriptif yang dilaksanakan di SMP N 1 Tahuna pada tahun 2018. Dari hasil temuan tersebut maka direkomendasikan untuk: 1). Guru PAK lebih bertanggung jawab dalam membentuk karakter siswa dengan lebih bekerja keras, memberikan teladan yang baik bagi siswa, 2). Bisa membangun kerja sama dengan pihak-pihak yang berhubungan dengan pembentukkan karakter yaitu orangtua, gereja khsusnya Pembina Remaja, guru-guru yang ada di sekolah. 3). Guru harus lebih lagi berupaya dalam meningkatkan pembentukan karakter siswa serta bisa memberikan pengaruh positif bagi siswa.
SELF HARMING PADA REMAJA Privillia Kalangi; Fernando Rempowatu; Valentina Tumewu; Irene Preisilia Ilat
Didaskalia: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol. 5 No. 1 (2024): Didaskalia: Jurnal Pendidikan Agama Kristen
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51667/djpk.v5i1.1853

Abstract

Perilaku melukai diri merupakan salah satu bentuk perilaku yang dilakukan untuk mengatasi gangguan emosi atau rasa sakit emosional dengan cara menyakiti diri sendiri tanpa ada niat untuk bunuh diri. Dari berbagai penelitian, kalangan remaja memiliki intensi tinggi terhadap perilaku ini. Artikel ini memberikan tinjauan pustaka tentang perilaku menyakiti diri atau melukai diri pada remaja dan faktor-faktor yang berpotensi menyebabkan perilaku melukai diri. Metode penelitian yang digunakan dalam artikel ini adalah tinjauan pustaka. Hasilnya adalah perilaku menyakiti diri lebih banyak dilakukan oleh remaja karena masa remaja merupakan masa yang penuh dengan konflik sehingga rentan untuk melakukan tindakan menyakiti diri sendiri. Faktor-faktor yang berpotensi menyebabkan remaja melukai dirinya yang dibahas pada artikel ini adalah rasa kesepian, tingkat kesulitan yang tinggi dalam menanggapi pengalaman negatif dan tingkat kesulitan yang tinggi dalam menanggapi pengalaman yang negatif dan tingkat toleransi yang rendah terhadap masalah yang dihadapi, emotion focus coping , faktor eksternal dan internal, dan pola komunikasi dengan orang tua.
HUBUNGAN ANTARA PERILAKU BULLYING VERBAL DENGAN IMPLEMENTASI KASIH DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DI SMA NEGERI 1 MANADO Lorentia Sinarya Marcus; Aljuanika Ertamaya Ering; Irene Preisilia Ilat
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 6.C (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study is to determine the relationship between verbal bullying behavior and the implementation of love in Christian Religious Education learning among Christian students at SMA Negeri 1 Manado. This study is a quantitative research employing a correlational method, conducted at SMA Negeri 1 Manado in 2026. Data were collected through questionnaires using a Likert scale administered to 225 respondents. Based on the product-moment analysis, a correlation coefficient value of -0.677 was obtained, indicating a strong, significant, and inversely proportional or negative relationship between verbal bullying behavior and the implementation of love. This implies that the lower the level of students' verbal bullying behavior, the more optimal the implementation of love will be in Christian Religious Education learning. Consequently, it is concluded that efforts to significantly reduce verbal bullying actions serve as a primary indicator for enhancing the implementation of love in Christian Religious Education learning at SMA Negeri 1 Manado. Based on these findings, it is recommended that the school principal consider these results when designing more structured student affairs and character-building programs. Additionally, Christian Religious Education teachers are encouraged to determine appropriate teaching methods, such as project-based learning, to foster a conducive school environment. Lastly, this study provides deep insights for future researchers to be utilized as a relevant reference or scientific comparison.
STRATEGI PEMBELAJARAN E-LEARNING Syela Sandrina Tulung; Marensi Junista Naftali Sumolang; Putri Tesalonika Suawa; Violia Vanesa Sambur; Irene Preisilia Ilat
MATA GURU: Jurnal Pendidik dan Tenaga Kependidikan Vol. 1 No. 2 (2025): Januari
Publisher : PT. Giat Konseling Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70420/mataguru.v1i2.7

Abstract

Abstrak: Seiring dengan perkembangan zaman, kemunculan teknologi semakin berkembang sehingga berdampak pada berbagai aspek kehidupan khususnya dalam bidang pendidikan. Pendidikan merupakan sarana pemberian ilmu pengetahuan melalui pengajaran dengan menggunakan berbagai metode pembelajaran. Salah satunya adalah pembelajaran berbasis jarak jauh atau e-learning. Cara kerja e-learning merupakan sebuah inovasi baru bagi siswa. E-learning menjadikan pembelajaran lebih menarik dan dinamis. Abstrak: Seiring dengan perkembangan zaman, kemunculan teknologi yang semakin hari semakin berkembang sehingga berdampak pada aspek kehidupan terutama pada pendidikan. Pendidikan merupakan sarana dalam memberikan pengetahuan melalui pengajaran dengan menggunakan berbagai macam metode-metode pembelajaran. Salah satunya yaitu pembelajaran berbasis jarak jauh atau e-learning . Cara kerja pembelajaran berbasis e-learning merupakan inovasi yang baru bagi peserta didik. Dengan pebelajaran e-learning membuat pembelajaran lebih menarik dan dinamis.
SINERGITAS ORANG TUA, GURU DAN PELAYAN GEREJA DALAM PROSES PERKEMBANGAN MORAL REMAJA DI ERA DISRUPSI Irene Preisilia Ilat; Marthin Dani Martoyo
MATA GURU: Jurnal Pendidik dan Tenaga Kependidikan Vol. 1 No. 1 (2024): Juli
Publisher : PT. Giat Konseling Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70420/mataguru.v1i1.120

Abstract

Era disrupsi mempengaruhi proses perkembangan moral remaja masa kini sehingga diperlukan sinergitas antara orang tua, guru dan pelayan gereja. Kenyataan masih kurangnya peran sinergitas antara orang tua, guru dan pelayan gereja dalam perkembangan moral remaja dikarenakan orang tua mempercayakan penuh pendidikan anak ketika di sekolah atau di gereja. Kesibukan orang tua dalam bekerja menjadi salah satu penyebab kurangnya kontrol orang tua tentang pengalaman yang didapat anak di sekolah atau di gereja sementara proses pendidikan di sekolah dan di gereja dibatasi oleh waktu. Berdasarkan masalah tersebut maka tujuan penelitian ini adalah untuk melihat seperti apa sinergitas orang tua, guru dan pelayan gereja dalam proses perkembangan moral remaja di era disrupsi. Penelitian kualitatif dengan metode deskriptif dipilih dalam penelitian ini. Informan dalam penelitian ini adalah orang tua, guru Pendidikan Agama Kristen dan pelayan gereja atau pembina remaja. Pengumpulan data didapatkan melalui observasi lapangan, wawancara dengan para responden dan mengumpulkan dokumen-dokumen pendukung penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bentuk sinergitas antara orang tua, guru dan pelayan gereja telah terlaksanak melalui koordinasi dan komunikasi antara orang tua dan guru, pembentukkan paguyuban orang tua di sekolah, orang tua mendukung penuh keterlibatan remaja dalam kegiatan di gereja, dan pelayan gereja membekali para guru melalui kegitan seminar atau wokrshop tentang pendalaman pemahaman akan Firman Allah menghadapi proses perkembangan moral remaja di era disrupsi.
STRATEGI PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH Winy Tentero; Deisi Papene; Irene Preisilia Ilat
MATA GURU: Jurnal Pendidik dan Tenaga Kependidikan Vol. 1 No. 1 (2024): Juli
Publisher : PT. Giat Konseling Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70420/mataguru.v1i1.124

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan apa saja yang menjadi strategi pembelajaran berbasis masalah dalam suatu pendidikan. Hal ini bisa meningkatkan proses dan hasil belajar peserta didik. Pentingnya pendidikan yang bermutu dalam proses pembelajaran merupakan poin kunci dalam mewujudkan proses pembelajaran yang benar-benar bermakna sehingga pembelajaran yang diperoleh dapat bermanfaat baik dalam kehidupan sekarang maupun di masa yang akan datang. Strategi pembelajaran berbasis masalah adalah pendekatan sistematis dalam memecahkan masalah. Hal ini melibatkan pemecahan masalah menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan lebih mudah dikelola, menganalisisnya, dan menggunakan logika serta keterampilan berpikir kritis untuk mengembangkan solusi.