Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Kewirausahaan Kepala Seklah Menengah Kejuruan Menuju Kemandirian Nuryadin Eko Raharjo
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 2, No 2 (2000)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v2i2.2100

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) pengetahuan kewirausahaan Kepala SMK dalam mewirausahakan lembaganya untuk mewujudkan SMK yang mandiri, (2) perbedaan pengetahuan Kepala SMK tentang materi penataran kewirausahaan dari Direktorat Dikmenjur dengan pengetahuannya tentang kajian konsep kewirausahaan, (3) kontribusi pengetahuan kewirausahaan Kepala SMK terhadap kemandirian SMK. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan pendekatan survey. Populasi penelitian ini adalah Kepala SMK di Propinsi DIY yang sudah mengikuti penataran kewirausahaan dari Direktorat Dikmenjur. Analisis data yang digunakan adalah : deskriptif, komparatif, dan korelasional. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa : (1) pengetahuan kewirausahaan Kepala SMK masih tergolong belum memadai, (2) pengetahuan Kepala SMK tentang materi penataran kewirausahaan berbeda dan lebih rendah dari pada pengetahuannya tentang kajian konsep kewirausahaan, sehingga materi penataran kewirausahaan dari Direktorat Dikmenjur sangat perlu dilengkapi dengan kajian konsep kewirausahaan yang ditemukan dari penelitian ini, (3) pengetahuan kewirausahaan Kepala SMK nyata-nyata mempunyai kontribusi yang oesar dalam mewujudkan SMK yang mandiri melalui usaha mewirausahakan SMK.
MODEL PENDIDIKAN KARAKTER KEWIRAUSAHAAN MELALUI UNIT PRODUKSI DAN JASA DI SMKN 2 PENGASIH Nuryadin Eko Raharjo
Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Vol. 13 No. 1 (2016): Edisi Januari 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.279 KB) | DOI: 10.23887/jptk-undiksha.v13i1.6850

Abstract

The objectives of this study were to determine the entrepreneurial character education model through unitof productionandservicesof Engineering Construction Wood in SMKN 2 Pengasih. Research conducted using the phenomenological qualitative approach in SMKN 2 Pengasih concluded as follows. (1) The strategy used in character education in entrepreneurship through UPJ TKKY SMKN Pengasih includes: examples, learning, empowerment, habituation, strengthening, and assessment. (2) The character of entrepreneurship developed by UPJ TKKY consist of: (a) mindset includes: creative, innovative, and realistic, (b) heartset include: risk-taking, honesty, responsibility, curiosity, unyielding, independent, and strong motivation for success, (c) actionset include: hard work, action-oriented, communicative, teamwork, and discipline. (3) Model of entrepreneurial character education through UPJ TKKY in SMKN 2 Pengasih conducted through curricular activities and through the production process UPJ. Keywords: model of entrepreneurialcharacter education, SMK,UPJ. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model pendidikan karakter kewirausahaan yang dilakukan melalui UPJ Teknik Konstruksi Kayu (TKKY) di SMKN 2 Pengasih.Penelitian yang dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologisbertempat di SMKN 2 Pengasih ini menyimpulkan sebagai berikut. (1) Strategi yang digunakan dalam pendidikan karakter kewirausahaan melalui UPJ TKKY di SMKN 2 Pengasih meliputi: keteladanan, pembelajaran, pemberdayaan, pembiasaan, penguatan, dan penilaian. (2) Karakter kewirausahaan yang dikembangkan melalui UPJ TKKY terbagi menjadi: (a) ranah pola pikir (mindset)meliputi: kreatif, inovatif, dan realistis, (b) ranah pola rasa (heartset)meliputi: berani mengambil risiko, jujur, tanggung jawab, rasa ingin tahu, pantang menyerah, mandiri, dan motivasi kuat untuk sukses, (c) ranah pola tindakan (actionset)meliputi: kerja keras, berorientasi pada tindakan, komunikatif, kerja sama, dan disiplin. (3) Model pendidikan karakter kewirausahaan melalui UPJ TKKY di SMKN 2 Pengasih dilakukan melalui kegiatan kurikuler dan melalui kegiatan proses produksi UPJ. Kata kunci: model pendidikan karakter kewirausahaan, SMK, UPJ.
PENGEMBANGAN VIDEO PEMBELAJARAN OPENSTREETMAP UNTUK PEMBUATAN PETA DIGITAL FORMAT SHAPEFILE MENGGUNAKAN ARCGIS Kukuh Setyo Budi; Nuryadin Eko Raharjo; Sunar Rochmadi; Ilham Marsudi; Nur Hidayat
Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan Vol 2, No 1 (2022): Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jptb.v2i1.45973

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan video pembelajaran OpenStreetMap untuk pembuatan peta digital format shapefile menggunakan ArcGIS. Pengembangan video pembelajaran ini dimaksudkan untuk menyediakan media pembelajaran pada Jurusan Pendidikan Teknik Sipil dan Perencanaan FT UNY pada kompetensi pembuatan peta digital mata kuliah Praktikum Geomatika II. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan atau research and development (RD) yang mengacu pada model penelitian 4D (Define, Design, Development and Disseminate) oleh Thiagarajan. Teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner yang diberikan kepada ahli materi, ahli media dan pengguna (mahasiswa). Teknik analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini adalah pegembangan media pembelajaran Video OpenStreetMap pembuatan peta digital format shapefile menggunakan ArcGIS dengan model penelitian 4D. Hasil define menghasilkan kebutuhan media pembelajaran video pembuatan peta digital OpenStreetMap. Design menghasilkan konsep media pembelajaran yang dikembangkan, materi yang sesuai, narasi materi video pembelajaran, layout video pembelajaran serta produk yang dihasilkan berupa video pembelajaran dengan teknik animasi dan screen record berformat. Tahap development berdasarkan penilaian ahli materi diperoleh hasil sebesar 3,55 dengan kategori sangat layak, dari ahli media diperoleh hasil sebesar 3,50 dengan kategori sangat layak serta penilaian oleh pengguna (mahasiswa) dengan hasil sebesar 3,57 dengan kategori sangat layak. 
Pelatihan building information modeling bagi Guru Sekolah Menengah Kejuruan di DIY dan Jawa Tengah Hastutiningsih, Arum Dwi; Pramudiyanto, Pramudiyanto; Elviana, Elviana; Raharjo, Nuryadin Eko
Penamas: Journal of Community Service Vol. 4 No. 2 (2024): Penamas: Journal of Community Service
Publisher : Nur Science Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53088/penamas.v4i2.1288

Abstract

This community service aims to enhance the digital competence of Vocational High School (SMK) teachers in the Special Region of Yogyakarta (DIY) and Central Java through Building Information Modeling (BIM) training. BIM is a crucial technology in the digital era, especially in the construction, architecture, and civil engineering sectors, as it facilitates better collaboration in project planning, design, and management. Through this training, teachers are expected to integrate BIM technology into the learning process to help students understand practical concepts relevant to the workforce. The results of this activity show an increase in teachers' competency in using BIM, as well as their readiness to apply technology-based learning methods in the classroom.
PELUANG DAN TANTANGAN PENDIDIKAN VOKASIONAL MENGHADAPI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0 Jaya, Daniel Jesayanto; Ernawati, Enik; Triyono, Mochamad Bruri; Sudira, Putu; Raharjo, Nuryadin Eko
Journal of Vocational and Technical Education (JVTE) Vol. 7 No. 1 (2025): March
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jvte.v7n1.p39-48

Abstract

Era Revolusi Industri 4.0 merupakan globalisasi dimana sistem manufaktur virtual dan fisik secara global saling berintegrasi dengan cara yang fleksibel yang memungkinkan kostumisasi produk dan penciptaan model operasi baru, dengan adanya cyber physical systems dan Internet of Things yang merupakan sistem cerdas dan komunikatif temasuk komunikasi mesin-ke-mesin dan interaksi manusia-mesin. Dengan berbagai kemudahan teknologi yang ditawarkan saat ini, disadari atau tidak akan berdampak pada berbagai sektor kehidupan, terutama dalam era disrupsi. Sektor pendidikan pun terkena imbas dari era Revolusi Industri 4.0 khususnya pendidikan vokasi. Tak dapat dipungkiri, pendidikan merupakan investasi penting bagi manusia dan aset berharga bagi kemajuan negara. Peluang pendidikan vokasi dalam era Revolusi Industri 4.0 utamanya adalah kesempatan bagi semua pihak untuk mencetak generasi unggul yang mampu menghadapi segala perubahan yang terjadi di masa mendatang. Tantangan pendidikan vokasi menghadapi era Revolusi Industri meliputi perubahan dari cara belajar, pola pikir, serta pola bertindak para peserta didik dalam mengembangkan inovasi kreatif berbagai bidang, kemampuan berpikir orde tinggi (High order thinking skills / HOTS), soft skills dan adanya tuntutan kualifikasi dan skill yang diperlukan pada era Revolusi Industri 4.0 yaitu knowledge about ICT, kemampuan bekerja dengan data, technical know-how, dan personal skills.
Establishing outcome-based curriculum: a triple helix partnership among Universities, Industries, and Government Agencies Raharjo, Nuryadin Eko; Jaedun, Amat; Minghat, Asnul Dahar; Bahri, Nur Ayuni Shamsul; Mustakim, Siti Salina; Hastutiningsih, Arum Dwi
Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Vol. 31 No. 1 (2025): (May)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jptk.v31i1.82278

Abstract

The Triple Helix Model (THM) of innovation has gained significant attention as a policymaking framework to enhance innovation and promote economic growth. This aligns with the principles of Outcome-Based Education (OBE), which focuses on clearly defined skills and knowledge that individuals are expected to acquire. This study aims to: (1) identify the THM model suitable for Indonesia and Malaysia; (2) describe the current level of THM implementation; (3) assess the THM ecosystem's needs from the perspectives of government, industry, and universities; (4) evaluate the role of the government in THM implementation; (5) assess the industry's role in THM; and (6) analyze the universities' role in THM. The research uses document analysis and Focus Group Discussions (FGD) involving lecturers, officials, and government personnel. Thematic analysis was applied to data from the document review and FGDs. A four-point Likert-scale questionnaire, based on the roles of key stakeholders in THM, was used, with data analyzed descriptively by Mean and Standard Deviation. The findings reveal that: (1) the Balanced Triple Helix Model (BTM) is the preferred model for both Indonesia and Malaysia; (2) the government, industry, and universities in both countries classify the BTM implementation as average; (3) the supporting ecosystem for BTM implementation is also classified as average; and (4) the roles of government, industry, and universities in both countries are classified as average in BTM implementation.Keywords: government, industry, OBE curriculum, Triple-helix model, university
Entrepreneurial character education through the school culture in the vocational high schools Nuryadin Eko Raharjo; Sukardi Sukardi; Husaini Usman
Jurnal Pendidikan Vokasi Vol. 8 No. 2 (2018)
Publisher : ADGVI & Graduate School of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (579.003 KB) | DOI: 10.21831/jpv.v8i2.20354

Abstract

The study was to describe the implementation of the entrepreneurial character education through the school culture in the vocational high schools (VHSs).The method that the researcher made use in the study was the qualitative one. The study was conducted in the 2 Depok Public Vocational High School and the 2 Pengasih Public Vocational High School. The data source in the study was the school members, the documents, and the school cultures. The data was collected by means of observation, interview, and documentation. For the instruments, the researcher made use of the human instrument and the interview guideline. The data was analyzed by using the open coding, the axial coding and the selective coding. The findings in the research were as folows: the entrepreneurial character education by means of the school culture implementation in the VHSs had been included in the entrepreneurship culture through: (1 ) the five artifacts in the verbal/conceptual dimension that might generate 17 dominant entrepreneurial characters; (2) the five artifacts in the action/behavioral dimension that might generate 8 dominant entrepreneurial characters; and (3) the four artifacts in the physical/material dimension that might generate seven dominant entrepreneurial characters.
Pengembangan Modul Pendidikan dan Pelatihan Materi Perencanaan Perkerasan Jalan pada Perusahaan Jasa Konstruksi Daniel Jesayanto Jaya; Nuryadin Eko Raharjo
Edcomtech: Jurnal Kajian Teknologi Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang in collaboration with APSTPI and IPTPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um039v6i12021p162

Abstract

The purpose of this research is to develop a Road Pavement Planning Education and Training Module that is suitable to be used as a learning guide in construction service companies as training participants.. The method used is research and development (Research and Development) with the stages of Define (Definition), Design (Designing), Develop (Development) and Disseminate (Spread). The data collection technique uses observation, documentation and questionnaires. The module feasibility validity test was carried out on the instruments outlined in the questionnaire with descriptive data analysis techniques. From the validation results. The material expert stated that the Road Pavement Planning module met the very feasible criteria because it included the competencies needed by training participants with the position of implementing or supervising road works, while the validation of the media expert stated that the module had met the rules of media that was attractive, easy to access, understood so it was very suitable for use by Road Pavement Planning training participants
PENGEMBANGAN MEDIA PELAJARAN BERBASIS APLIKASI ANDROID DENGAN AUGMENTED REALITY UNTUK MATA PELAJARAN GAMBAR TEKNIK KELAS X KONTRUKSI GEDUNG, SANITASI DAN PERAWATAN DI SMK NEGERI 1 SEYEGAN Nuryadin Eko Raharjo; Galuh Kemuning Pitaloka
Jurnal Pendidikan Teknik Sipil Vol. 2 No. 1 (2020): June
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpts.v2i1.31966

Abstract

Kajian ini  bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis aplikasi android dengan augmented reality pada mata pelajaran Gambar Teknik dengan model Waterfall. Kajian ini merupakan penelitian Research and Development (R&D) dengan menggunakan model pengembangan Linear sequential model atau Waterfall Model. Model Waterfall dilaksanakan melalui tahapan analisis, desain, pengodean, dan pengujian. Hasil kajian ini sebagai berikut. (1) Pada tahap analisis diketahui bahwa siswa diperbolehkan menggunakan memakai smartphone sebagai media pembelajaran, media pembelajaran masih kurang variatif dan metode guru mengajar masih konvensional. Software yang digunakan adalah Unity 3D, Corel Draw X8, dan Adobe Photoshop CS6. Spesifikasi minimum smartphone yang dibutuhkan android versi 4.0 Jellybean, RAM 768 MB dan kamera 5MP. (2) Tahap desain menghasilkan rancangan Unified Modeling Language (UML), dan desain antarmuka (user interface). (3) Pada tahap pengodean dihasilkan aplikasi android, implementasi dari desain Unified Modeling Language (UML) dan desain antarmuka (user interface). (4) Tahap pengujian dilaksanakan dengan uji materi dan uji media menurut ISO 25010. Hasil uji materi oleh ahli materi dari aspek kualitas isi dan tujuan serta aspek kualitas pembelajaran memperoleh nilai presentase 92,7% kategori sangat Layak. Pengujian aspek functional suitability oleh ahli media memperoleh nilai presentase 100% berada pada kategori sangat layak. Aspek compatibility sub kategori co-existence dan hasil uji pada berbagai tipe perangkat masing-masing memperoleh skor 100% dengan kategori sangat layak. Pengujian aspek usability memperoleh skor 79,8 dengan kategori baik. Aspek performance efficiency telah memenuhi standar dan berada pada performance efficiency yang baik. 
EVALUASI PASCA HUNI (EPH) PADA RUANG BENGKEL TEKNIK FURNITURE DI SMK NEGERI 1 PURWOREJO DITINJAU DARI ASPEK TEKNIS (PENCAHYAAN) Ignasius Bonaventura Markevin Martana; Hasbi Hasbi; Nuryadin Eko Raharjo
Jurnal Pendidikan Teknik Sipil Vol. 2 No. 2 (2020): November
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpts.v2i2.36344

Abstract

Penelitian Evaluasi Pasca Huni (EPH) ini meninjau aspek teknis pada ruang bengkel teknik furniture di SMK Negeri 1 Purworejo. Peninjauan ini bertujuan untuk mencari tahu apakah pencahayaan pada ruang bengkel kayu Program Keahlian Konstruksi Kayu di SMK Negeri 1 Purworejo sudah memenuhi standar minimal ditinjau dari SNI 03-6197-2000. Penelitian ini menjadikan ruang bengkel teknik furniture SMK Negeri 1 Purworejo sebagai objek penelitian dan analisis datanya di bagi menjadi 4 bagian, 2 pengukuran cahaya pada kondisi terang tanpa menggunakan bantuan lampu dan menggunakan lampu serta 2 pengukuran cahaya dalam kondisi mendung-hujan tanpa menggunakan bantuan lampu dan menggunakan lampu. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif pada tingkatan investigative. Teknik pengumpulan data yang digunakan ada dua yaitu pengukuran, dokumentasi. Pengukuran dilakukan pada bulan maret 2020 sampai dengan april 2020. Alat atau instrument yang digunakan yaitu pocket meter, pita ukur (50m), bolpoint warna, kamera, lux meter. Pengambilan data dilakukan sesuai SNI, kemudian data yang didapat lalu di bandingkan dengan standar yang ada. Hasil rata-rata pengukuran pada kondisi cuaca terang pencahayaan alami yaitu sebesar 121,4444 Lux. Pada saat kondisi cuaca terang pencahayaan alami di bantu dengan bantuan lampu yaitu sebesar 172,6110 Lux. Pada saat kondisi cuaca mendung-hujan pencahayaan alami sebesar 65,6666 Lux. Pada saat kondisi cuaca mendung-hujan di bantu dengan bantuan lampu pencahayaan alami sebesar 105,6666 Lux. Hasil pengukuran menunjukkan pencahayaan alami dan campuran di ruang bengkel praktik furniture belum memenuhi standar 250 lux. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kualitas ruang bengkel teknik furniture di SMK Negeri 1 Purworejo untuk proses KBM belum memenuhi standar kenyamanan, maka perlu ada usaha perbaikan kuratif maupun preventif untuk kelancaran proses KBM dimasa mendatang.