Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Effect of Stream River and Tidal on the Suspended Sediment Concentration of Kuala Langsa Estuary, Aceh, Indonesia Irwansyah Irwansyah; Faiz Isma; Yulina Ismida; Muhammad Fauzan Isma; Suliadi Firdaus Sufahani; Helmy Akbar
ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences Vol 28, No 1 (2023): Ilmu Kelautan
Publisher : Marine Science Department Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ik.ijms.28.1.27-36

Abstract

Kuala Langsa estuary is a semi-closed zone where there is an exchange of two water masses between river and tidal of the Malacca Strait. The exchange of those two water masses occurs as a physical result of fluctuating estuaries. This caused Suspended Sediment Concentration (SSC) continue to increase as the estuary is the final distribution point for sediment brought from upstream by erosion in the Langsa River. This sediment contributes to the silting of Langsa estuary. This is caused the KRI dr. Soeharso Hospital to be unable to dock at the Kuala Langsa Port during the 66th Surya Bhaskara Jaya Navy Operations 2017. It’s necessary to study estuary physical conditions, which include bathymetry, currents, temperature, salinity, and concentrations of floating sediment that occur as a result of the tides and river discharges. This research used quantitative and qualitative exploratory methods, analyzed a direct correlation between the measurement results, roughness coeficient, and sediment transport rate used relevant empirical equations (Duboy's, Einstein's, Rottner, Chang, Simons, and Richardson, and Lane and Kalinske aquations). This research found that the Langsa estuary is 16 km with a semidiurnal tidal type. In the Langsa estuary, it was discovered that  the highest sediment rate was at the mouth of the estuary is 10.700.739,71 ton/day-1 and the physical model of Muara Langsa has a good correlation to the results of measurements-model indicate value of CC width = 0.959 and tide CC= 0.421, This study provides initial information for conducting hydrodynamic and morphological models at the mouth of estuary.
PENERAPAN IPTEK PRODUKSI PAKAN IKAN PADA KELOMPOK PEMBUDIDAYA IKAN LELE Rini Mastuti; Muhammad Fuad; Muhammad Fauzan Isma
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 4 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i4.15780

Abstract

Abstrak: Pakan merupakan kebutuhan krusial yang sangat dibutuhkan dalam melakukan budidaya ikan. Kebutuhan akan pakan dalam usaha dapat mencapai 60% dari total biaya produksi. Tingginya harga pakan pabrikan dipasaran mengakibatkan meningkatknya biaya produksi sehingga menurunkan pendapatan pembudidaya, kondisi tersebut memerlukan inovasi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Pokdakan “Tiara Jaya” yang berada di Desa Bayeun Kabupaten Aceh Timur sebagai usaha kecil menengah (UKM) sangat membutuhkan solusi terhadap ketergantungan pada pakan pabrikan. Tim pengusul Pengembangan IPTEK bagi Masyarakat (PPIBM) Universitas Samudra melakukan inovasi memanfaatkan mesin pembuatan pakan mandiri berbahan dasar bensin. Tujuan dilakukannya kegiatan ini adalah menjadikan UMKM mampu memproduksi pakan mandiri dengan penerapan IPTEK yang ada. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah metode Pemberdayaan Masyarakat berbasis Partisipatif yaitu Participatory Rural Appraisal (PRA) yaitu melibatkan pihak Mitra secara aktif bersama dengan Tim PKM. Kegiatan ini melibatkan 11 orang anggota mitra, 3 dosen dan 3 orang mahasiswa. Bedasarkan hasil evaluasi yang dilakukan dengan melihat tingkat kemampuan dalam mengolah pakan ikan lele, sdm mitra mengalami peningkatan skill sebesar 80%. Penilaian didasari dari hasil analisis kuisioner yang dibagikan sebelum dan sesudah kegiatan, meliputi skill memilih bahan pakan, modifikasi bahan pakan dan mengolah pakan. Berdasarkan evaluasi program, biaya produksi pakan mandiri biayanya relatif lebih hemat daripada pakan pabrikan.Abstract: Feed is a crucial need that is needed in fish farming. The need for feed in business can reach 60% of the total production cost. The high price of manufactured feed in the market has resulted in increased production costs thereby reducing farmers' income, these conditions require innovation to overcome these problems. Pokdakan "Tiara Jaya" located in Bayeun Village, East Aceh District as a small and medium enterprise (UKM) really needs a solution to dependence on manufactured feed. The team proposing Science and Technology Development for Society (PPIBM) Universitas Samudra made an innovation using a self-sufficient gasoline-based feed making machine. The purpose of this activity is to make UMKM able to produce feed independently with the application of existing science and technology. The method used in this service is the Participatory-based Community Empowerment method, namely the Participatory Rural Appraisal (PRA), which involves partners actively engaging with the PKM Team. This activity involved 11 partner members, 3 lecturers and 3 students. Based on the results of an evaluation carried out by looking at the level of ability in processing catfish feed, partner human resources experienced an increase in skill by 80%. The assessment is based on the results of the questionnaire analysis that was distributed before and after the activity, including skills in choosing feed ingredients, modifying feed ingredients and processing feed. Based on program evaluation, the cost of producing independent feed is relatively more economical than manufactured feed. 
Strategi Branding dan Pemasaran Kopi Robusta Produksi Petani di Desa Muhammad Fauzan Isma; Seprianto Seprianto; Nasrul Kahfi Lubis
GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2023): GERVASI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/gervasi.v7i2.5628

Abstract

Desa Sembuang memiliki lahan tanam kopi Robusta terluas di Kecamatan Serbajadi, Kabupaten Aceh Timur. Namun, saat ini perhatian masyarakat Desa Sembuang terhadap kopi menurun, sehingga sebagian kebun kopi tidak terurus. Hal ini dikarenakan mutu pengemasan kopi yang rendah dan penjualan yang masih terbatas. Tujuan pengabdian ini yaitu untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan petani dalam melakukan pemasaran dan branding. Branding dilakukan dengan merek dagang, modernisasi pengemasan menggunakan standing pouch, dan pemasaran menggunakan media sosial. Metode yang digunakan pada pengabdian ini terdiri dari empat tahapan yaitu: perencanaan, persiapan, pelaksanaan, serta evaluasi. Luaran pengabdian ini adalah pengembangan produk kopi robusta dari sesi pengemasan dan pemasaran serta peningkatan pengetahuan mitra tentang pengemasan sebesar 45% dan pemasaran sebesar 42%.
PENGGUNAAN LIMBAH TONGKOL (Euthynnus affinis) SEBAGAI PENGGANTI TEPUNG IKAN PADA BUDIDAYA BAWAL AIR TAWAR (Colossoma macropomum) Desi Aryanti; Agus Putra AS; Muhammad Fauzan Isma; Afrah Junita
Jurnal Perikanan Unram Vol 12 No 2 (2022): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v12i2.289

Abstract

Bawal air tawar (Colossoma macropomum) merupakan jenis ikan omnivora yang banyak digemari oleh masyarakat, namun pertumbuhannya dianggap lambat sehingga dibutuhkan pakan yang baik. Pakan adalah faktor yang sangat penting dalam menentukan pertumbuhan ikan. Pemberian protein yang tepat dapat merangsang pertumbuhan dengan cepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengujii apakah limbah jeroan tongkol dapat dijadikan sebagai pakan alternatif pengganti tepung ikan. Benih bawal yang digunakan memiliki panjang 3 - 4 cm. Lama pemeliharaan adalah 40 hari. Penelitian ini terdiri dari 4 perlakuan dengan 3 kali ulangan yaitu PTL? (kontrol), PTL? (35%), PTL? (65 %), PTL? (100%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung jeroan tongkol pada pakan buatan menunjukkan hasil yang berpengaruh sangat nyata terhadap parameter pertumbuhan bobot mutlak, panjang mutlak, laju pertumbuhan harian, sintasan dan rasio konversi pakan. Bobot mutlak tertinggi terjadi pada dosis PTL? sebesar 3.58 gr, begitu juga pada pertumbuhan panjang mutlak dosis paling tertinggi terdapat pada PTL? (65%) sebesar 22.03 gr, laju pertumbuhan harian dosis PTL? (65%) mendapatkan hasil tertinggi yaitu 3.19, dosis sintasan paling tertinggi terdapat pada PTL? sebesar 90 %, dan dosis rasio konversi pakan yang terbaik terdapat pada PTL2 sebesar 3.25.
EFEKTIVITAS PEMBERIAN ASTAXANTHIN PADA Moina sp. DENGAN DOSIS BERBEDA UNTUK MENINGKATKAN KECERAHAN WARNA IKAN MOLLY (Poecilia sphenops) Nurul Izza Nasution; Agus Putra AS; Muhammad Fauzan Isma; Afrah Junita
Jurnal Perikanan Unram Vol 12 No 2 (2022): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v12i2.290

Abstract

Molly (Poecilia sphenops) termasuk jenis ikan primadona bagi peminat ikan hias air tawar. Ikan ini mudah dibudidayakan dan memiliki warna yang indah dan beragam. Namun seiring masa pemeliharaannya terkadang warnanya memudar, sehingga diperlukan upaya untuk mempertahankan warnanya agar tetap cerah.  Salah satu cara yang dapat diaplikasikan untuk meningkatkan kecerahan warna molly adalah dengan penggunaan astaxanthin. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dosis yang tepat dalam meningkatkan kecerahan warna molly. Metode menggunakan rancangan acak lengkap 4 perlakuan dengan tiga ulangan yaitu pemberian astaxanthin (0,00 gr/ml; 0,10 gr/ml; 0,30 gr/ml dan 0.50 gr/ml. Ikan uji diberi perlakuan pelihara selama 30 hari pada padat tebar 5 ekor/wadah. Data menunjukkan bahwa dosis astaxanthin terbaik terdapat pada perlakuan 0,30 gr/ml. Berdasarkan analisis data yang diperoleh menunjukkan pemberian astaxanthin pada Moina sp. berpengaruh nyata terhadap tingkat kecerahan warna molly, namun tidak berpengaruh nyata pada parameter Panjang mutlak, bobot mutlak maupun kelangsungan hidupnya.
ANALISIS EFISIENSI FAKTOR PRODUKSI PADA USAHA BUDIDAYA IKAN BANDENG DI KECAMATAN SERUWAY KABUPATEN ACEH TAMIANG Echa Haikal; Hanisah Hanisah; Muhammad Fauzan Isma; Rini Mastuti
Jurnal Perikanan Unram Vol 13 No 3 (2023): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v13i3.589

Abstract

Ikan bandeng merupakan ikan yang bernilai ekonomis dan digemari banyak orang. Ikan ini menjadi primadona di beberapa darerah dan menjadi komoditas budidaya salah satunya di Kecamatan Seruway. Produksi ikan bandeng pada kecamatan ini merupakan produksi terbesar di Kabupaten Aceh Tamiang.  Ikan bandeng dipelihara secara tradisional di daerah ini dengan rata-rata luas lahan 0,92 ha. Analisis efesiensi faktor produksi budidaya ikan bandeng penting untuk diketahui untuk meningkatkan produksi budidaya ikan bandeng lebih baik lagi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi penggunaan faktor-faktor produksi dalam budidaya ikan bandeng (Chanos chanos) di Kecamatan Seruway, Kabupaten Aceh Tamiang. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode survei dan menggunakan teknik pengambilan sampel yang disebut sampling jenuh, di mana semua pengusaha budidaya ikan bandeng (sebanyak 25 orang) di Kecamatan Seruway dijadikan sebagai sampel penelitian. Analisis data penelitian dilakukan dengan menggunakan analisis kuantitatif menggunakan fungsi produksi Cobb-Douglas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan faktor-faktor produksi seperti luas tambak, pupuk Phonska, kapur, bibit, dan tenaga kerja dalam budidaya ikan bandeng belum optimal dalam hal efisiensi harga. Namun, penggunaan faktor produksi pupuk urea dalam budidaya ikan bandeng telah efisien dari segi efisiensi harga, dengan nilai efisiensi faktor pupuk Urea mencapai 1. Pemanfaatan teknologi budidaya semi intensif sangat  direkomendasikan untuk meningkatkan produksi dengan luas lahan yang dimiliki untuk meningkatkan total produksi. Pentingnya kegiatan penyuluhan secara berkala sehingga petani ikan mampu mengembangkan produksi budidaya untuk meningkatkan hasil pendapatan mereka.
Spatial Analysis of Physico-Chemical Parameters of Water and Soil in the Kuala Langsa Mangrove Ecosystem, Aceh Muhammad Fauzan Isma
Geographica: Science and Education Journal Vol 7, No 2 (2025): December
Publisher : USN Kolaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31327/gsej.v7i2.2547

Abstract

Mangrove ecosystems play a vital role in maintaining coastal ecological balance through their biological, hydrological, and economic functions. However, increasing anthropogenic activities such as aquaculture, settlement expansion, and infrastructure development have led to environmental degradation in the mangrove areas of Kuala Langsa, Aceh. This study aims to analyze the physicochemical characteristics of water and soil in three mangrove zones—ecotourism, residential, and airport areas—by measuring parameters such as temperature, oxidation-reduction potential (Eh), water and soil pH, salinity, and moisture content. Field sampling was conducted in situ in February 2024 using a purposive sampling method, while data analysis was performed descriptively and quantitatively. The results show that Station 1 (Mangrove Ecotourism Area) exhibited the best environmental conditions, with an average temperature of 30 °C, Eh of 141.67 mV, water pH of 7.14, soil pH of 6.34, salinity of 33‰, and soil moisture of 67.6%. Station 2 (Residential Area) experienced higher anthropogenic pressure, indicated by higher temperature (33.33 °C), negative Eh (-159.33 mV), and lower salinity (2‰). Meanwhile, Station 3 (Airport Area) showed stable environmental conditions with a positive Eh (115.33 mV), neutral pH, salinity of 2.5‰, and moisture of 32.33%. Overall, the Kuala Langsa mangrove ecosystem still demonstrates a good degree of ecological resilience, although some areas have experienced degradation due to human activities. This study highlights the importance of ecosystem-based adaptive management through domestic waste control, tourism activity regulation, and mangrove vegetation conservation as ecological buffer zones to sustain the environmental functions of coastal ecosystems.
Pengaruh penambahan ekstrak kunyit (Curcuma domestica) pada pakan komersil terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan peres (Osteochillus kappeni) Nanda Putri Ranggayoni; Suri Purnama Febri; Muhammad Fauzan Isma; Iwan Hasri
Arwana: Jurnal Ilmiah Program Studi Perairan Vol 3 No 2: November 2021
Publisher : Program Studi Akuakultur, Fakultas Pertanian, Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/jipsbp.v3i2.475

Abstract

Ikan Peres (Osteochilus kappeni) merupakan salah satu ikan dominan di Danau Laut Tawar dan Hulu Sungai Peusangan, Aceh Tengah. Namun saat ini populasinya semakin berkurang karena disebabkan oleh penangkapan yang berlebihan dan kerusakan lingkungan. Penggunaan bahan herbal seperti ekstrak kunyit menjadi salah satu alternatif untuk meningkatkan pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan peres pada budidaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dari pemberian ekstrak kunyit kedalam pakan dalam meningkatkan pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan peres dan mengetahui dosis ekstrak kunyit yang terbaik bagi pertumbuhan dan kelangsungan hidup. Benih ikan peres yang digunakan berukuran 3- 5 cm. Perlakuan dosis ekstrak kunyit yang diujikan adalah 0 ml,2 ml,4 ml dan 6 ml. Hasil penelitian menunjukaan dosis ekstrak kunyit yang terbaik untuk bobot mutlak yaitu pada perlakuan P2 (1,332 gram),tingkat kelangsungan hidup tertinggi pada perlakuan P1 (94,44 %) dan efesiensi pakan yang paling tinggi P2 (36,60 %). RKP tertinggi pada P1(4,82%). Berdasarkan analisis sidik ragam diperoleh hasil bahwa perlakuan yang diberikan berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan bobot mutlak, pertumbuhan panjang mutlak, laju pertumbuhan harian, namun tidak berpengaruh pada tingkat kelangsungan hidup, rasio konversi pakan dan efesiensi pakan. Berdasarkan uji Duncan diperoleh perlakuan yang terbaik yaitu pada perlakuan P2 (2ml/ kg pakan) untuk pertumbuhan benih ikan peres (Osteochillus kappeni).
Efektivitas Tubifex sp. dan pakan komersial dengan kadar protein berbeda terhadap pertumbuhan benih ikan gabus (Channa striata) Amir Firli; Siti Komariyah; Muhammad Fauzan Isma
Arwana: Jurnal Ilmiah Program Studi Perairan Vol 3 No 2: November 2021
Publisher : Program Studi Akuakultur, Fakultas Pertanian, Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/jipsbp.v3i2.511

Abstract

Ikan gabus (Channa striata) merupakan salah satu komoditas jenis ikan air tawar yang hidup didaerah rawa-rawa maupun sungai yang memiliki nilai ekonomis tinggi dengan harga jual percentimeters dari panjang tubuhnya dan sangat bermanfaat dalam dunia medis dan industri. Tujuan pengkombinasian pakan komersil dan cacing sutra untuk benih ikan gabus guna untuk lebih menyempurnakan kandungan nilai gizi yang diberikan dan dapat memaksimalkan pertumbuhan benih ikan gabus.Tujuan penelitian ini untuk melihat tingkat pertumbuhan benih ikan gabus yang diberi pakan komersil yang dikombinasikan dengan cacing sutra (Tubifex sp.). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 kali ulangan yaitu pakan komersil protein 40% (kontrol), pakan komersil protein 29% + cacing sutra, Pakan komersil protein 35% + cacing sutra, dan pakan komersil protein 40% + cacing sutra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan yang diberikan memberikan pengaruh yang nyata terhadap terhadap kinerja pertumbuhan benih ikan gabus. Pakan komersil protein 40% + cacing sutra merupakan perlakuan terbaik untuk kinerja pertumbuhan yaitu menghasilkan pertumbuhan panjang mutlak 0,53 cm, pertumbuhan bobot mutlak 0,79 g dan laju pertumbuhan harian 0,03%.