Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN SIKAP BUMIL TENTANG PENCEGAHAN STUNTING MELALUI LITERASI INFORMASI 1000 HPK Annuril, Kheli Fitria; Asmawati, Asmawati; Elly, Nur
Jurnal Salingka Abdimas Vol 4, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jsam.v4i2.5355

Abstract

Stunting merupakan salah satu masalah utama yang mengancam kualitas Masyarakat Indonesia di masa yang akan datang. Kota Bengkulu merupakan kota di Provinsi Bengkulu yang prevalensi stuntingnya masih diangka 12,9% pada tahun 2022, hal ini dikarenakan tingkat pengetahuan ibu yang masih rendah tentang stunting. Intervensi pencegahan stunting dapat dilakukan melalui peningkatan pengetahuan mengenai periode 1000 HPK melalui literasi informasi. Tujuan kegiatan PkM ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu hamil mengenai stunting melalui literasi informasi tentang 1000 HPK. Metode kegiatan PkM yang dilakukan adalah penyuluhan sosialisasi tentang 1000 hari pertama kehidupan, edukasi pada ibu hamil melalui literasi informasi dengan membaca buku secara bersama tentang stunting, pembuatan mural, pojok stunting, pemeriksaan kehamilan dan kadar Hb ibu hamil. Sasaran PkM adalah kader dan ibu hamil di wilayah Kelurahan Berkas Kota Bengkulu. Hasil yang diperoleh menunjukkan terjadinya peningkatan pengetahuan dan sikap ibu hamil mengenai stunting dari hasil pretest dan posttest setelah diuji analisis statistic menggunakan uji paired T-test terhadap 13 responden, kegiatan ini juga dianggap berhasil karena adanya antusiasme yang tinggi dari ibu hamil saat kegiatan penyuluhan, keterbukaan dari ibu tentang kondisi kesehatannya selama ini. Nilai rata-rata pengetahuan dan sikap setelah diberikan intervensi menjadi 69.2% dan 84,6% sehingga dapat disimpulkan adanya peningkatan pengetahuan dan sikap tentang stunting. Literasi informasi dapat bermanfaat untuk ibu hamil saat mencari, mengevaluasi, menggunakan dan menciptakan informasi tentang stunting.
Empowering Cadres in Optimizing Pregnant Women's Nutrition and Monitoring Fetal Well-Being Through Maternal Neonatal Education Model Family Culturally Based Elly, Nur; Annisa, Rahma; Wulandari, Dwi; Llego, Jordan
DIKDIMAS : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): DIKDIMAS : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT  VOL 4 NO 2 AUGUST 2025
Publisher : Asosiasi Profesi Multimedia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58723/dikdimas.v4i2.410

Abstract

Background: Pregnancy is a significant and eagerly anticipated event within families, closely tied to the cultural values they uphold. As the primary support system for pregnant women, families influence key health behaviors, particularly nutrition and monitoring of fetal well-being. Health workers play a vital role in assisting pregnant women and their families to adapt cultural practices in support of maternal and fetal health.Aims: This study aims to enhance the role of health workers in optimizing maternal nutrition and monitoring fetal well-being through the implementation of a culturally sensitive Family Maternal-Neonatal Education (EMN) model. The specific objective is to empower community health volunteers (cadres) to improve maternal nutrition and monitor fetal well-being effectively.Methods: The implementation adopted a Community Nursing Approach and utilized Community Development (CD) strategies. Cadres participated in persuasive and educational training programs tailored to cultural contexts. These sessions focused on key competencies in maternal nutrition during pregnancy and breastfeeding, as well as techniques for monitoring fetal well-being.Result: Following the training, cadres showed a significant improvement in knowledge related to maternal nutrition and breastfeeding, with an average increase of 10 points in knowledge assessment scores. This improvement supports broader efforts to reduce maternal and infant mortality and prevent stunting in children.Conclusion: Continuous training using a culturally based EMN model is necessary to further strengthen cadre competencies in supporting maternal nutrition and fetal well-being. This approach contributes to sustainable improvements in maternal and neonatal health outcomes within culturally diverse communities.
Pijat Woolwich Saat Kehamilan TM3 terhadap Kecukupan ASI pada Ibu Menyusui dan Bayi Baru Lahir Elly, Nur; Buston, Erni; Sari, Dewi Tarita; Mardiani, Mardiani; Darma, Dimas Dewa
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 5 (2024): Volume 4 Nomor 5 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i5.14335

Abstract

ABSTRACT Breast milk is a very important nutrient, especially for the life and survival of newborns. Breastfeeding in early life is often problematic. The purpose of the study was to determine the effect of Woolwich massage during TM 3 pregnancy on the adequacy of breast milk in breastfeeding mothers and newborns. This study uses an experimental method with a quasi-experimental design (quasi-experimental study), with a post-test only research design with a control group design. The population is all 3rd trimester pregnant women who carry out ANC at BPM Herma Nelis and Susi Irma, followed up until the child is born at the age of 1 week. Sampling using consecutive sampling technique. The number of respondents was 40 people consisting of 20 respondents for each intervention and control group. The intervention given was woolwich massage while the control group was given marmet massage. Data collection is done by Consecutive sampling. Data analysis through univariate and bivariate analysis with the Mann Whitney and Wilcoxon tests. The results showed that the p value was 0.016 (p value <0.05) meaning that there was a difference in the average score of breastfeeding adequacy between groups. This shows that there is an effect of Woolwich massage on the adequacy of breast milk in nursing mothers and newborns. Woolwich massage can be used as an effort to stimulate milk production. Keywords: Woolwich, Adequacy of Breast Milk, Breastfeeding Mother, Newborn  ABSTRAK  ASI merupakan nutrisi yang sangat penting terutama bagi kehidupan dan kelangsungan bayi baru lahir. Pengeluaran ASI di awal kehidupan seringkali mengalami masalah. Tujuan penelitian untuk mengetahui “pengaruh pijat Woolwich saat kehamilan TM 3 terhadap kecukupan ASI pada Ibu menyusui dan bayi baru lahir.  Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain eksperimen semu (quasi experiment study), dengan rancangan penelitian post test  only with control group design. Populasi adalah seluruh ibu hamil trimester 3 yang melaksanakan ANC di BPM Herma Nelis dan Susi Irma yang diikuti sampai dengan anak lahir usia 1 minggu. Pengambilan sampel menggunakan teknik consecutive sampling. Jumlah responden 40 orang yang terdiri dari 20  responden untuk setiap kelompok intervensi dan kontrol. Intervensi yang diberikan adalah pijat woolwich sedangkan kelompok kontrol diberikan pijat marmet. Pengumpulan data dilakukan dengan cara Consecutive sampling.  Analisis data  melalui analisis univariat dan bivariat dengan uji mann whitney dan wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai p value 0.016 (p value,05) artinya ada perbedaan nilai rata-rata skor kecukupan ASI antar kelompok. Hal ini menunjukan bahwa ada pengaruh pijat woolwich terhadap kecukupan ASI pada ibu menyusui dan bayi baru lahir.   Pijat Woolwich dapat digunakan sebagai salah satu upaya untuk menstimulus produksi ASI. Kata Kunci: Woolwich, Kecukupan ASI, Ibu Menyusui, Bayi Baru Lahir
Effect of Puerperal Exercises and Auricular Acupressure on Uterine Involution Rahmadini, Fhadilah; Elly, Nur; Buston, Erni; Yovalwan, Tahratul; Rahmadani, Wahyudi
Poltekita: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 18 No. 1 (2024)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jik.v18i1.2810

Abstract

The process of uterine involution in postpartum mothers does not always proceed smoothly, potentially leading to subinvolution of the uterus and postpartum hemorrhage. This study aims to determine the influence of puerperal exercises and auricular acupressure on uterine involution in postpartum mothers. The research utilized a quasi-experimental design with a post-test only control group. The study was conducted in Bengkulu City. The sample consisted of 40 postpartum mothers, divided into 20 respondents in the intervention group receiving a combination of puerperal exercises and auricular acupressure, and 20 respondents in the control group receiving only puerperal exercises. Sampling technique was done through purposive sampling. The instruments used were a measuring tape and a questionnaire. Data analysis employed independent T-test. The results indicate a decrease in the height of the uterine fundus in both intervention and control groups, but the decrease in uterine involution was more significant in the intervention group (p=0.000). The study concludes that there is an influence of the combination of puerperal exercises and auricular acupressure on reducing uterine involution in postpartum mothers.
Penggunaan Aplikasi Primary Care BPJS Di Puskesmas Lingkar Barat Ramadani, Niska; Nur Fadillah, Raisya; Elly, Nur
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan (Health Information Management) Vol. 7 No. 2 (2022): Health Information and Management
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sapta Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jmis.v7i2.367

Abstract

Semakin meningkatnya jumlah peserta BPJS menuntut dibutuhkannya sebuah sistem informasi yang dapat menunjang pelayanan di sebuah fasilitas kesehatan. berdasarkan studi pendahuluan dengan melakukan wawancara kepada petugas pendaftaran diketahui bahwa dalam penerapannya tidak semua fitur digunakan atau dimanfaatkan hanya digunakan untuk pendaftaran dan rujukan.Hal ini berdampak pada kegiatan pelaporan dimana dapat mengakibatkan terjadinya keterlambatan dalam pengiriman laporan dan proses pengklaiman dan pada saat pengajuan klaim di setiap akhir bulan petugas harus melakukan pengecekan kembali dengan menggunakan buku register secara manual sehingga dapat mempengaruhi kelengkapan data. Mengetahui sistem pelayanan dengan menggunakan aplikasi P-Care di Puskesmas Lingkar Barat. Penelitian ini Merupakan penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah petugas pengguna Aplikasi P-Care yang berjumlah 4 orang di Puskesmas Lingkar Barat. Objek dalam penelitian ini yaitu Aplikasi P-Care dan Laporan. Input dalam penggunaan Aplikasi P-Care Puskesmas Lingkar Barat berjumlah 4 orang, namun dengan latar belakang pendidikan non rekam medis (D3 Keperawatan). Untuk pengembangan sistem informasi puskesmas saat ini belum tersedia. Output yang dihasilkan dari Aplikasi P-Care berupa laporan jumlah kunjungan sakit, jumlah kunjungan sehat, jumlah rujukan, jumlah rujukan luar per wilayah, jumlah 10 penyakit terbanyak pada periode tertentu yang akan dilaporkan setiap bulannya ke BPJS.
Factors Associated with Neonatal Asphyxia at Dr. M. Yunus Bengkulu Hospital 2024 Sebin, Adelia Utami; Widiyanti, Desi; Yorita, Epti; Elly, Nur; Yanniarti, Sri
Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science Volume 9 Number 1 March 2026
Publisher : Dep/SMF Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/obgynia.v9i1.1023

Abstract

Objective: This study aims to analyze the factors associated with the incidence of neonatal asphyxia in newborns at Dr. M. Yunus Bengkulu Regional General HospitalMethods: This analytical observational study employed a case-control design with a retrospective approach. The sample comprised 100 newborns, consisting of 50 asphyxia cases and 50 non-asphyxia controls. The case group was selected using simple random sampling via computer-generated randomization, while the control group was selected using systematic random sampling. Data were analyzed using the Chi-square test and binary logistic regression.Results: The results showed that there was a relationship between gestational age (p = 0.000), preeclampsia (p = 0.014), and birth weight (p = 0.000) with the incidence of neonatal asphyxia. The type of delivery was not significantly related (p>0.05). The most dominant variable was low birth weight with a value of Exp(B) = 4.653. Conclusion: Gestational age, preeclampsia, and birth weight are significantly associated with neonatal asphyxia, whereas the mode of delivery shows no correlation. Early detection and preventive measures are warranted, particularly for high-risk newborns such as those with low birth weight. AbstrakTujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian asfiksia neonatorum pada bayi baru lahir di RSUD M. Yunus Bengkulu. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain case control menggunakan pendekatan retrospektif. Sampel berjumlah 100 responden yang terdiri dari 50 kasus asfiksia dan 50 non-asfiksia. Teknik pengambilan sampel kasus menggunakan metode simple random sampling berbantuan komputer (spin method), sedangkan sampel kontrol menggunakan systematic random sampling. Data dianalisis menggunakan uji chi-square dan regresi logistik biner.Hasil: Hasil penelitian menunjukan terdapat hubungan antara usia kehamilan (p =0.000), preeklampsia (p = 0.014), dan berat badan lahir (p = 0.000) dengan kejadian asfiksia neonatorum. Jenis persalinan tidak berhubungan secara bermakna (p>0.05). Variabel yang paling dominan adalah berat badan lahir rendah dengan nilai Exp(B) = 4.653.Kesimpulan: Faktor yang berpengaruh terhadap kejadian asfiksia neonatorum adalah usia kehamilan, preeklamsia, dan berat badan lahir, sedangkan jenis persalinan tidak berhubungan. Diperlukan peningkatan deteksi dini faktor risiko oleh tenaga kesehatan terutama pada bayi dengan BBLR.Kata Kunci: Asfiksia neonatorum; berat badan lahir; preeklamsia; usia kehamilan