Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Asuhan Keperawatan Dengan Pemberian Aromaterapi Dalam Menurunkan Nyeri Pada Pasien Hipertensi Diwilayah Kerja Puskesmas Telaga Dewa Kota Bengkulu Fatricia Wulandari; Marrita sari; Nur Elly; Indaryani
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 1 No. 4 (2022)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah Hipertensi merupakan salah satu penyakit silent killer yang hasusnya setiap tahun mengalami peningkatan dan bias menyerang siapa saja tidak memandang usia, hipertensi bias menyebabkan anterosklerosis sehingga berisiko terjadinya penyakit jantung koroner dan stroke jika tidak ditangani sedini mungkin. Tujuan penelitian untuk mengurangi skala nyeri dengan dilakukannya pemberian terapi menggunakan aromaterapi pada pasien hipertensi. Metodelogi penelitian metode metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif  dengan menggunakan pendekatan studi kasus dalam penelitian ini peneliti melakukan asuhan keperawatan dengan 2 responden dengan perlakuan yang sama antara responden 1 dan 2 dari setiap tindakan kedua responden dilakukan analisa berdasarkan terori dan state of art. Hasil penelitian  menunjukan bahwa adanya penurunan skala nyeri pada pasien hipertensi setelah dilakukan terapi menggunkan aromaterapi selama 7 hari dilakukan 2 kali dalam sehari selama 15 menit. 
Asuhan Keperawatan Pada Gangguan Integritas Kulit Dengan Pemberian Range Of Motion (ROM) Pada Pasien Diabetes Mellitus Di wilayah Kerja Puskesmas Telaga Dewa Tahun 2022 Dewi Eka Seputri; Nur Elly; Nengke Puspita Sari; Yayan Kurniawan
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 1 No. 4 (2022)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu komplikasi yang disebabkan oleh diabetes mellitus adalah ulkus kaki diabetik. Salah satu penanganan diabetes mellitus untuk mengurangi risiko ulkus kaki diabetik adalah latihan Range Of Motion (ROM) yang dapat melancarkan sirkulasi darah ekstremitas bawah. Tujuan Penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran asuhan keperawatan gangguan integritas kulit dengan pemberian Range Of Motion (ROM) pada pasien diabetes mellitus. Metodelogi Penelitian ini penelitian deskriptif dengan menggunakan rancangan studi kasus. Peneliti melakukan asuhan keperawatan pada 2 orang pasien dengan membandingkan risiko ulkus kaki diabetik sebelum dan sesudah dilakukan terapi Range Of Motion (ROM). Hasil Penelitian menunjukan bahwa terdapat penurunan risiko ulkus diabetik dan perubahan pada warna kulit, bau luka, dan kulit diarea luka setelah dilakukan pemberian Range Of Motion (ROM) pada pasien diabetes mellitus.
Pemberian Foot Massage dalam Manajemen Nyeri pada Pasien Post Sectio Caesarea di Rumah Sakit Harapan dan Doa Kota Bengkulu Izah Marselina; Novi Lasmadasari; Nur Elly
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 1 No. 5 (2022)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah Nyeri akut post sectio caesarea pada ibu, dapat mengganggu aktivitas  ibu dan juga proses pemberian asi pada bayi. Keluhan yang dirasakan ibu yaitu nyeri yang berasal dari insisi abdomen, ada berbagai macam penatalaksanaan nyeri yaitu dengan farmakologi dan nonfarmakologi. Tujuan penelitian ini untuk memperoleh gambarkan asuhan keperawatan dengan pemberian foot massage dalam manajemen nyeri pada pasien post sectio caesarea. Metodelogi penelitian yang digunakan adalah  deskriptif  dalam bentuk studi kasus dengan menggunakan pendekatan asuhan keperawatan yaitu gambaran pelaksanaan fase pra interaksi, fase orientasi, fase interaksi, dan fase terminasi. Peneliti melakukan asuhan keperawatan pada 2 responden yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan menggunakan lembar ceklis. Hasil penelitian menunjukan bahwa terjadi penurunan skala nyeri setelah dilakukan intervensi pemberian foot massage pada pasien post sectio caesarea. Kesimpulan, Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 3 hari pada 2 responden, pada responden 1 nyeri menurun dari skala 6 menjadi skala 3, sedangkan pada responden 2  nyeri menurun dari skala 4 menjadi skala 1.   Kata Kunci: Sectio Caesarea; Foot Massage; Asuhan Keperawatan.
Asuhan Keperawatan Gangguan Mobilitas Fisik Dengan Pemberian Terapi ROM Pada Pasien Stroke Di Wilayah Kerja Puskesmas Muara Bangkahulu Kota Bengkulu Tahun 2022 Ari Saputra; Marrita sari; Nur Elly; Nengke Puspita Sari
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 1 No. 5 (2022)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stroke merupakan suatu keadaan yang mengambarkan adanya gangguan peredaran darah diotak yang menyebabkan perubahan neurologi. Stroke terdiri dari dua jenis iskemik dan hemoragik. Stroke iskemik disebabkan adanya penyumbatan trombosis dan emboli di dalam pembuluh darah ke dalam otak, sedangkan stroke hemoragik adalah pecahnya pembuluh darah di otak sehingga mengakibatkan pendarahan ke dalam jaringan otak atau ruang subarkhnoid. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan Asuhan Keperawatan Gangguan Mobilitas Fisik Dengan Pemberian Terapi ROM Aktif Pada Pasien Stroke. Metodelogi penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan rancangan studi kasus. Penelitian dilakukan pada 2 orang pasien dan membandingkan respon hasil dari setiap tindakan yang dilakukan adalah ROM aktif yang dilakukan 2x sehari dengan waktu 30 menit selama 7 hari berturut- turut kepada kedua responden berbeda tetapi metode terapi yang sama, lalu hasil evaluasi selama 7 hari itu dibahas sesuai dengan teoritis dan dilakukan analisa dari hasil peneliti yang dilakukan oleh peneliti lain. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat peningkatan kekuatan  otot saat dilakukan ROM aktif pada pasien stroke.      
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN SIKAP BUMIL TENTANG PENCEGAHAN STUNTING MELALUI LITERASI INFORMASI 1000 HPK Annuril, Kheli Fitria; Asmawati, Asmawati; Elly, Nur
Jurnal Salingka Abdimas Vol 4, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jsam.v4i2.5355

Abstract

Stunting merupakan salah satu masalah utama yang mengancam kualitas Masyarakat Indonesia di masa yang akan datang. Kota Bengkulu merupakan kota di Provinsi Bengkulu yang prevalensi stuntingnya masih diangka 12,9% pada tahun 2022, hal ini dikarenakan tingkat pengetahuan ibu yang masih rendah tentang stunting. Intervensi pencegahan stunting dapat dilakukan melalui peningkatan pengetahuan mengenai periode 1000 HPK melalui literasi informasi. Tujuan kegiatan PkM ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu hamil mengenai stunting melalui literasi informasi tentang 1000 HPK. Metode kegiatan PkM yang dilakukan adalah penyuluhan sosialisasi tentang 1000 hari pertama kehidupan, edukasi pada ibu hamil melalui literasi informasi dengan membaca buku secara bersama tentang stunting, pembuatan mural, pojok stunting, pemeriksaan kehamilan dan kadar Hb ibu hamil. Sasaran PkM adalah kader dan ibu hamil di wilayah Kelurahan Berkas Kota Bengkulu. Hasil yang diperoleh menunjukkan terjadinya peningkatan pengetahuan dan sikap ibu hamil mengenai stunting dari hasil pretest dan posttest setelah diuji analisis statistic menggunakan uji paired T-test terhadap 13 responden, kegiatan ini juga dianggap berhasil karena adanya antusiasme yang tinggi dari ibu hamil saat kegiatan penyuluhan, keterbukaan dari ibu tentang kondisi kesehatannya selama ini. Nilai rata-rata pengetahuan dan sikap setelah diberikan intervensi menjadi 69.2% dan 84,6% sehingga dapat disimpulkan adanya peningkatan pengetahuan dan sikap tentang stunting. Literasi informasi dapat bermanfaat untuk ibu hamil saat mencari, mengevaluasi, menggunakan dan menciptakan informasi tentang stunting.
EFEKTIFITAS TERAPI BERMAIN METODE BERNYANYI TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN UNDERWEAR RULES PADA ANAK PRA SEKOLAH DI TAMAN KANAK-KANAK Rahma Annisa; Nur Elly; Mentari, Sri Indah
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol. 17 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51712/0d2yvx96

Abstract

ABSTRAK Latar belakang: Kurangnya pemahaman terhadap pendidikan seksual terutama underwear rules pada anak prasekolah, dapat membuat pemahaman kesehatan reproduksi mereka rendah atau lemah dan berdampak buruk sehingga sering dijumpai kekerasan seksual pada anak. Sosialisasi pengetahuan underwear rules dapat dilakukan dengan cara terapi bermain metode bernyanyi dan terapi bermain menonton video yang ditujukan agar anak dapat memahami bagian pribadinya yang boleh dan tidak boleh disentuh serta salah satu bentuk pencegahan kekerasan seksual pada anak. Metode : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi eksperimen menggunakan pre-post test design with control group. Sampel penelitian dipilih dengan purposive sampling dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Responden berjumlah 52 orang yang dibagi menjadi kelompok intervensi yang diberi perlakuan terapi bermain metode bernyanyi dan kelompok kontrol yang diberi perlakuan terapi bermain metode menonton video. Hasil : Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan rata-rata nilai pengetahuan anak pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Hasil uji statistik menunjukan adanya pengaruh terapi bermain metode bernyanyi dengan terapi bermain menonton video p value sebesar 0,000 (p value ?  ? 0,05). Kesimpulan: Sosialisasi underwear rules menggunakan terapi bermain metode bernyanyi lebih efektif untuk digunakan sebagai pendekatan meningkatkan pengetahuan pada anak usia pra sekolah. Kata kunci: Pengetahuan, underwear rules, terapi bermain, bernyanyi   ABSTRACT Background: Background: Lack of understanding of sexual education, especially underwear rules in preschool children, can make their understanding of reproductive health low or weak and have a bad impact so that sexual violence in children is often encountered. Socialization of underwear rules knowledge can be done by means of play therapy, singing methods and video watching play therapy aimed at children so that children can understand their personal parts that can and cannot be touched and a form of prevention of sexual violence in children. Methods: This study uses a quantitative method with a quasi-experimental design using a pre-post test design with control group. The research sample was selected by purposive sampling with inclusion and exclusion criteria. The respondents were 52 people who were divided into an intervention group that was given play therapy treatment using the singing method and a control group that was given play therapy treatment using the video viewing method. Results: The results of the study showed that there was a difference in the average value of children's knowledge in the intervention group and the control group. The results of the statistical test showed that there was an influence of the singing method play therapy with the play therapy watching videos with a p value of 0.000 (p value ? ? 0.05) Conclusion: Socialization of underwear rules using play therapy, singing methods is more effective to be used as an approach to increase knowledge in preschool children.  Keywords: Knowledge, underwear rules, play therapy, singing
Pijat Woolwich Saat Kehamilan TM3 terhadap Kecukupan ASI pada Ibu Menyusui dan Bayi Baru Lahir Elly, Nur; Buston, Erni; Sari, Dewi Tarita; Mardiani, Mardiani; Darma, Dimas Dewa
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 5 (2024): Volume 4 Nomor 5 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i5.14335

Abstract

ABSTRACT Breast milk is a very important nutrient, especially for the life and survival of newborns. Breastfeeding in early life is often problematic. The purpose of the study was to determine the effect of Woolwich massage during TM 3 pregnancy on the adequacy of breast milk in breastfeeding mothers and newborns. This study uses an experimental method with a quasi-experimental design (quasi-experimental study), with a post-test only research design with a control group design. The population is all 3rd trimester pregnant women who carry out ANC at BPM Herma Nelis and Susi Irma, followed up until the child is born at the age of 1 week. Sampling using consecutive sampling technique. The number of respondents was 40 people consisting of 20 respondents for each intervention and control group. The intervention given was woolwich massage while the control group was given marmet massage. Data collection is done by Consecutive sampling. Data analysis through univariate and bivariate analysis with the Mann Whitney and Wilcoxon tests. The results showed that the p value was 0.016 (p value <0.05) meaning that there was a difference in the average score of breastfeeding adequacy between groups. This shows that there is an effect of Woolwich massage on the adequacy of breast milk in nursing mothers and newborns. Woolwich massage can be used as an effort to stimulate milk production. Keywords: Woolwich, Adequacy of Breast Milk, Breastfeeding Mother, Newborn  ABSTRAK  ASI merupakan nutrisi yang sangat penting terutama bagi kehidupan dan kelangsungan bayi baru lahir. Pengeluaran ASI di awal kehidupan seringkali mengalami masalah. Tujuan penelitian untuk mengetahui “pengaruh pijat Woolwich saat kehamilan TM 3 terhadap kecukupan ASI pada Ibu menyusui dan bayi baru lahir.  Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain eksperimen semu (quasi experiment study), dengan rancangan penelitian post test  only with control group design. Populasi adalah seluruh ibu hamil trimester 3 yang melaksanakan ANC di BPM Herma Nelis dan Susi Irma yang diikuti sampai dengan anak lahir usia 1 minggu. Pengambilan sampel menggunakan teknik consecutive sampling. Jumlah responden 40 orang yang terdiri dari 20  responden untuk setiap kelompok intervensi dan kontrol. Intervensi yang diberikan adalah pijat woolwich sedangkan kelompok kontrol diberikan pijat marmet. Pengumpulan data dilakukan dengan cara Consecutive sampling.  Analisis data  melalui analisis univariat dan bivariat dengan uji mann whitney dan wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai p value 0.016 (p value,05) artinya ada perbedaan nilai rata-rata skor kecukupan ASI antar kelompok. Hal ini menunjukan bahwa ada pengaruh pijat woolwich terhadap kecukupan ASI pada ibu menyusui dan bayi baru lahir.   Pijat Woolwich dapat digunakan sebagai salah satu upaya untuk menstimulus produksi ASI. Kata Kunci: Woolwich, Kecukupan ASI, Ibu Menyusui, Bayi Baru Lahir
Effect of Puerperal Exercises and Auricular Acupressure on Uterine Involution Rahmadini, Fhadilah; Elly, Nur; Buston, Erni; Yovalwan, Tahratul; Rahmadani, Wahyudi
Poltekita: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 18 No. 1 (2024)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jik.v18i1.2810

Abstract

The process of uterine involution in postpartum mothers does not always proceed smoothly, potentially leading to subinvolution of the uterus and postpartum hemorrhage. This study aims to determine the influence of puerperal exercises and auricular acupressure on uterine involution in postpartum mothers. The research utilized a quasi-experimental design with a post-test only control group. The study was conducted in Bengkulu City. The sample consisted of 40 postpartum mothers, divided into 20 respondents in the intervention group receiving a combination of puerperal exercises and auricular acupressure, and 20 respondents in the control group receiving only puerperal exercises. Sampling technique was done through purposive sampling. The instruments used were a measuring tape and a questionnaire. Data analysis employed independent T-test. The results indicate a decrease in the height of the uterine fundus in both intervention and control groups, but the decrease in uterine involution was more significant in the intervention group (p=0.000). The study concludes that there is an influence of the combination of puerperal exercises and auricular acupressure on reducing uterine involution in postpartum mothers.