Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Fungsi Program Pesantren Terhadap Pengendalian Diri Narapidana Febrianto, Lubis; Dewita, Erna; Rosdialena, Rosdialena
Jurnal Media Ilmu Volume 2 No. 1 Juni 2023
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mi.v1i2.4486

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan yang ditemukan di Rutan Anak Air Kelas IIB Padang. Narapidana masuk ke dalam Rumah tahanan karena beberapa kasus, yaitu kasus narkotika, pembunuhan, pelecehan seksual, perampokan. Masalah yang ditemukan adalah kurangnya pengendalian diri sehingga melahirkan banyak perbuatan-perbuatan menyimpang dan tidak sesuai dengan norma yang berlaku seperti warga binaan melakukan penganiayaan kepada warga binaan yang lemah, stres yang berlebihan sehingga bunuh diri, adanya sikap saling tidak menghargai antara sesama warga binaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Fungsi Program Pesantren Terhadap Pengendalian Diri Narapidana dari aspek religius, sosial dan edukasi. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Subjek penelitian ini adalah narapidana di Rutan Anak Air Kelas IIB Padang yang tergabung ke dalam program pesantren. Cara pengambilan pengambilan subjek menggunakan teknik nonprobability sampling dengan teknik purposive sampling.Jumlah subjek dalam penelitian ini adalah semua santri. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi, sedangkan teknik analisis data menggunakan teknik analisis flow chart analisis. Hasil penelitian dari aspek religius adalah dengan adanya program pesantren yang kegiatannya seperti salat berjamaah, membaca dan menghafal al-Qur’an, kultum yang menumbuhkan keyakinan dan kesadaran di dalam diri santri sehingga memunculkan perilaku dan sifat yang positif sehingga meningkatkan pengendalian diri santri tesebut. Adapun dari aspek sosial hubungan silaturahmi santri menjadi erat sehingga mengurangi munculnya hal-hal yang tidak diinginkan antara sesama santri seperti pembulian, pembunuhan dan lain sebagainya. Sedangkan dari aspek edukasi santri memperoleh wawasan yang cukup banyak sehingga dengan pengetahuan tersebut dapat menjadi pedoman dalam melaksanakan segala aktivitas baik yang berhubungan dengan hablum minallah dan hablum minannas.
LAYANAN INFORMASI DALAM MENINGKATKAN PERENCANAAN KARIER ANAK ASUH PANTI ASUHAN Thaheransyah; Dewita, Erna; Mustika Amri, Nadia; Desmaniar, Rani
Qardhul Hasan: Media Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 3 (2023): DESEMBER
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/qh.v9i3.11023

Abstract

A career plan is a map that will guide each individual in determining his future goals. The absence of a career plan will have an impact on individual readiness to face the future, especially those related to the world of work. This is also experienced by foster children who live in orphanages, especially the Aisyiyah Orphanage in Padang City. Financially, foster children living in the Aisyiyah Orphanage in Padang City have the ability to pursue higher education. Because while they are in the orphanage they get special financing from the institution in the form of food, shelter and education financing. However, this potential has not been fully utilized by adolescents living in orphanages to plan their education to a higher level. Through this community service activity, it is expected to provide knowledge and understanding of the importance of career planning for orphanage adolescents. The purpose of community service is to improve the career planning of adolescents of the Aisyiyah Koto Tangah Timur Orphanage through the provision of information services. The implementation of this service is carried out using information service techniques through several stages, namely the stage of identifying information needs by finding and understanding what information is needed and relevant to the problems faced by the subject. Then the information collection stage is to collect information in accordance with the recipient's request. The needs of the subject can be known through observation, interviews, or other sources. Followed by the information evaluation stage, namely before conveying information to the recipient, an evaluation of the source of information is carried out, especially those related to validity, accuracy, and relevance to the needs of the subject. It is very important to ensure that the information to be conveyed can be useful for the resolution of problems experienced by the subject. The stage of organizing information, where information is arranged in a way that is easy to understand, logical and systematic so that the recipient can easily understand its content, so that the information provided can be absorbed properly by all members of the group who need the information. The feedback stage is a discussion session with information service participants related to messages that have been conveyed, especially those related to information that cannot be understood by service participants, so it is necessary to be given the opportunity to discuss to increase their understanding and knowledge related to the information conveyed. Finally, the evaluation stage is to evaluate the satisfaction of the recipient of the information, to measure whether the information provided is suitable for their needs and whether they can understand each information provided.
Peningkatan Keterampilan Membaca Al-Qur’an Lansia dengan Metode Kibar Dewita, Erna; Maiseptian, Fadil; Jasman, Jasman
Menara Pengabdian Vol. 3 No. 2 (2023): Vol. 3 No. 2 Desember 2023
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jmp.v3i2.4994

Abstract

Pengabdian pada Masyarakat ini dilatarbelakangi oleh adanya sebahagian lansia di masjid Baitul Muttaqin Kamper yang mengalami kesulitan dalam membaca al-Qur’an karena tidak mampu melafalkan huruf-huruf al-Qur’an dengan benar. Sehingga kondisi ini membuat lansia jarang datang ke masjid karena merasa malu untuk mengikuti kegiatan tadarus yang dilaksanakan setelah shalat berjamaah. Tujuan pengabdian Pada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan keterampilan membaca al-Qur’an lansia. Metode pelaksanaan menggunakan settingan kelompok dengan beberapa tahapan yaitu tahap pertama dilakukan pengenalan huruf yang hampir sama bunyi dan makhrajnya, tahap kedua memperkenalkan harakat fathah, huruf sambung dan mad, tahap ketiga memperkenalkan harokat kasroh, dhommah, tanwin, sukun dan qalqalah dan tahap keempat mengenalkan harakat waqaf, mad wajib, tasydid, idgham dan ikhfa. Hasil kegiatan menunjukkan terjadi peningkatan kemampuan baca al-Qur’an lansia setelah diberikan bimbingan dengan menggunakan metode kibar
Pembinaan Keagamaan Warga Binaan Menggunakan Dakwah Bil-Lisan Di Rumah Tahanan Kelas II B Padang Thaheransyah, Thaheransyah; Dewita, Erna; Jasman, Jasman; Maiseptian, Fadil
Menara Pengabdian Vol 4, No 1 (2024): Vol. 4 No. 1 Juni 2024
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jmp.v4i1.5533

Abstract

Perjalanan hidup seseorang bisa mengantarkannya masuk ke lembaga pemasyarakatan. Hal ini disebabkan lemahnya aktualisasi nilai nilai keberagamaan dalam dirinya. Sehingga dapat menimbulkan perbuatan/ perilaku yang bertentangan dengan norma agama dan hukum. Oleh karena itu, warga binaan perlu secara kontinu mendapatkan pembinaan keberagamaan. Pengabdian masyakarakat ini bertujuan memberikan pemahaman dan kesadaran bagi warga binaan agar kesalahan yang pernah dilakukan tidak terulang kembali setelah keluar dari rumah tahanan setelah masa hukuman habis. Pengabdian masyarakat ini dilakukan menggunakan metode dakwah bil lisan. Pengabdian ini telah memberikan wawasan, pengetahuan terhadap pentingnya memahami dan mengamalkan ajaran Islam dalam hidup, sehingga seseorang tidak melakakukan perbuatan melanggar norma agama dan hukum.
Self-Healing Pasien dalam Proses Pemulihan dan Implikasi terhadap Bimbingan Konseling Islam Maiseptian, Fadil; Karim, Anul; Dewita, Erna; Mawardi, Mawardi
Syifaul Qulub: Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam Vol 5 No 1 (2024): Januari-Juni 2024
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/syifaulqulub.v5i1.8227

Abstract

Based on initial observations at the hospital, it showed that several patients were experiencing mental stress, complaining and not responding patiently to their illnesses. The aim of this research is to describe patient self-healing from the aspects of gratitude, mindfulness and positive self-talk. The research method used is qualitative with a descriptive approach. The subjects of this research were 22 inpatients using an incidental sampling approach. Data collection techniques in this research are observation, interviews and analysis through data reduction, namely presentation, and verification or conclusions. The results of this research from the gratitude aspect show that inpatients are undergoing the recovery process with a high sense of gratitude to Allah SWT. In the mindfulness aspect, inpatients have full awareness of themselves by treating pain patiently. In the aspect of positive self-talk, the patient has a positive perspective towards himself and towards others. The implication of gratitude in Islamic counseling guidance is that counselors provide tadzkirah guidance to patients in the form of strengthening worship of Allah SWT. The implication of mindfulness in Islamic counseling is that counselors provide individual counseling services about exemplary stories in the Koran. The implication of positive self-talk in Islamic counseling is that the counselor provides direction to the client in the form of prayer to Allah SWT.
Career Skills Of Minang Ethnic As Street Vendors In Padang City And Implications In Guidance Counseling Murisal, Murisal; Dewita, Erna; Safitri, Elvi; Maiseptian, Fadil; Deswila, Nurhamsi
Psikopedagogia Vol. 12 No. 1: June 2023
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/psikopedagogia.v12i1.25000

Abstract

The development of the retail business that has penetrated Indonesia, including West Sumatra has spurred the expertise of the Minang ethnic as street vendors. This study aimed to determine the career expertise of street vendors and the factors that influence it in the city of Padang, West Sumatera. The method used in this research is descriptive qualitative with a case study approach to street vendors in Padang City. The data was taken in 2021 by using purposive sampling technique. The subjects in this study consisted of three street vendors and additional informants which were government officials and close friends. The result of the study revealed that career skills of Minang ethnicity are different in each subject. In the career exploration aspect, the subject is able to utilize various sources of information about the world of work in contrast to other subjects, only learning with the environment without utilizing various sources of information for work and potential sources such as counseling counselor. Furthermore, in the aspect of making career decisions, all subjects have good ability in making decisions, it's just that as traders it is necessary for the three subjects to make clear bookkeeping to facilitate the progress of their merchandise. Also, environmental factors, including the culture of the Minang ethnic itself has influenced the career expertise of street vendors in the city of Padang. For this reason, it is necessary to increase the knowledge and skills of Minang ethnic street vendors.
Bimbingan Pra Nikah dalam Membentuk Keluarga Sakinah di Kantor Urusan Agama Kecamatan Lembah Gumanti Kabupaten Solok Jasman, Jasman; Dewita, Erna; Maiseptian, Fadil; Thaheransyah, Thaheransyah
Menara Pengabdian Vol 4, No 2 (2024): Vol. 4, No. 2, Desember, 2024
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jmp.v4i2.5979

Abstract

Program bimbingan pra nikah memiliki peran strategis dalam mempersiapkan calon pengantin untuk membentuk keluarga Sakinah Mawaddah Warahmah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan bimbingan pra nikah di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok, serta kontribusinya dalam membangun keluarga harmonis. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bimbingan pra nikah di KUA Lembah Gumanti mencakup materi keagamaan, manajemen rumah tangga, dan komunikasi keluarga. Program ini efektif dalam meningkatkan pemahaman calon pengantin tentang peran dan tanggung jawab masing-masing dalam keluarga. Namun, terdapat kendala seperti keterbatasan waktu dan kurangnya kesadaran calon pengantin terhadap pentingnya bimbingan ini. Untuk meningkatkan efektivitas program, disarankan adanya optimalisasi metode penyampaian materi, peningkatan kompetensi pembimbing, dan evaluasi berkelanjutan. Dengan penguatan ini, diharapkan program bimbingan pra nikah dapat menjadi fondasi kuat dalam membentuk keluarga yang harmonis dan berkarakter.
Tingkat Kecemasan pada Siswa SMA Negeri 1 Indralaya Utara dalam Menghadapi Ujian Akhir Sekolah Wisma, Nur; Franciska, Shella; Maiseptian, Fadil; Dewita, Erna
Jurnal Konseling Komprehensif: Kajian Teori dan Praktik Bimbingan dan Konseling Vol. 11, No. 2: November 2024
Publisher : diterbitkan oleh Program Studi Bimbingan dan Konseling FKIP Universitas Sriwijaya Jl. Palembang Prabumulih KM 3.2 Palembang-Indonesia Email: jkk@fkip.unsri.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jkk.v11i2.121

Abstract

Ujian akhir sekolah merupakan momen penting bagi siswa, salah satunya siswa SMA karena berpengaruh terhadap hasil akademik dan masa depan mereka. Pada umumnya, untuk mencapai hasil yang baik maka siswa akan menekan dirinya sehingga mempengaruhi tingkat kecemasan dalam diri siswa tersebut. Tingkat kecemasan yang tinggi dapat berdampak negatif terhadap kinerja siswa dalam ujian, salah satunya yaitu ujian akhir sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kecemasan siswa pada SMA Negeri 1 Indralaya Utara dalam menghadapi ujian akhir sekolah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan jumlah populasi 93 siswa kelas XII dengan menggunakan sampel jenuh. Data dalam penelitian ini diperoleh dengan menggunakan instrumen skala Likert. Berdasarkan hasil penelitian tentang tingkat kecemasan dalam menghadapi ujian akhir sekolah, ditemukan 76% (71 siswa) yang dapat kategorikan sedang Selanjutnya diperoleh 12% (11 siswa) dengan kategori tinggi. Kemudian didapatkan 12% (11 orang) siswa dari keseluruhan sampel yang memiliki tingkat kecemasan pada kategori rendah. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa tingkat kecemasan siswa pada SMA Negeri 1 Indralaya Utara dalam menghadapi ujian akhir tergolong kategori sedang. Artinya tingkat kecemasan siswa di SMA Negeri 1 Indralaya Utara mayoritas siswanya mengalami kecemasan dalam menghadapi ujian akhir sekolah.
Penerapan Model Konseling Analisis Transaksional Untuk Meningkatkan Kemampuan Public speaking Mahasiswa Fadil Maiseptian; Nurul Amami; Erna Dewita; Elviana; Chici Pratiwi; Nur Wisma
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 13 No. 3 Agustus (2024): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.811

Abstract

Mahasiswa yang kurang terampil dalam public speaking cenderung mengalami kesulitan saat harus melakukan presentasi di kelas. Hal ini bisa berdampak pada penilaian mereka karena presentasi sering kali menjadi bagian penting dari evaluasi akademik. Penelitian ini bertujuan untuk menguji tingkat kemampuan public speaking mahasiswa sebelum dan sesudah diberikan konseling analisis transaksional. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif eksperimen, dengan pendekatan pre-eksperiment one-group pretest and posttest design. Subjek pada penelitian ini adalah mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat. Metode pengumpulan data menggunakan angket kemampuan public speaking mahasiswa dengan analisis uji rank bertanda Wilcoxon. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara skor pretest dan posttest yang terlihat dari rata-rata nilai pretest yaitu sebesar 126 dengan kategori sedang dan posttest sebesar 186 dengan kategori tinggi. Dalam hal ini, konseling analisis transaksional efektif meningkatkan kemampuan public speaking mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat
Urgensi Pelayanan Bimbingan Dan Konseling Islam Dalam Mengembangkan Keterampilan Sosial Siswa Sekolah Dasar Zuwirda, Zuwirda; Thaheransyah, Thaheransyah; Dewita, Erna; Maiseptian, Fadil
Menara Ilmu : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah Vol 18, No 2 (2024): Vol 18 No. 02 APRIL 2024
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mi.v18i2.5311

Abstract

AbstrakAnak usia sekolah dasar perlu memiliki keterampilan sosial untuk mengoptimalkan tugas perkembangannya. Keterampilan sosial (sosial skill) adalah kemampuan dasar yang dimiliki individu untuk membangun hubungan yang efektif, mempertahankan dan menanagani konflik-konflik interpersonal secara efektif. Tujuan peneliltian ini untuk membahasa urgensi pelayanan bimbingan dan konseling Islam dalam mengembangkan kerjasama, relasi, tanggungjawab, empati, kontrol diri siswa sekolah. Berdasarkan kajian literature ditemukan bahwa keterampilan sosial sangat penting dikembangkan bagi siswa sekolah dasar. Hal ini disebabkan karena anak usia 6-12 merupakan titik awal mulai perkembangan keterampilan sosialnya di masyarakat. Kesimpulan dari kajian literature ini ketika berkembangnya kemampuan keterampilan sosial siswa sekolah dasar maka hal ini dapat menjadi pemicu dalam meningkatkan kecerdasan lainnya.Kata Kunci: Urgensi; Bimbingan dan Konseling Islam; Keterampilan Sosial