Claim Missing Document
Check
Articles

Nisbah Kelamin Ikan Gobi di Sungai Bone dan Sungai Bolango, Gorontalo Thalib, Sumitro U; Pasisingi, Nuralim; Habibie, Sitty Ainsyah; Kasim, Faizal
The NIKe Journal VOLUME 13 ISSUE 3 | SEPTEMBER 2025
Publisher : Fakultas Kelautan dan Teknologi Perikanan - Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/nj.v13i3.32473

Abstract

Gobi merupakan salah satu kelompok ikan yang berperan penting dalam ekosistem perairan dan tersebar luas di berbagai habitat air tawar di wilayah tropis, termasuk di Provinsi Gorontalo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nisbah kelamin ikan gobi di Sungai Bone dan Sungai Bolango. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan Mei dan Juni 2025 menggunakan alat electrofishing. Identifikasi spesies dilakukan secara morfologis, sedangkan analisis nisbah kelamin ditelusuri melalui anatomi organ reproduksi setelah pembedahan. Uji chi-square dengan tingkat kepercayaan 95% digunakan untuk menentukan keseimbangan nisbah kelamin jantan dan betina. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa terdapat 4 spesies ikan gobi di Sungai Bone dan 6 spesies di Sungai Bolango. Sicyopterus longifilis merupakan spesies yang paling banyak ditemukan. Analisis nisbah kelamin menunjukkan bahwa beberapa spesies memiliki rasio jantan dan betina yang tidak seimbang, seperti S. longifilis dan Awaous ocellaris di Sungai Bone serta S. longifilis dan A. grammepomus di Sungai Bolango. Ketidakseimbangan ini kemungkinan dipengaruhi oleh faktor ekologis, biologis, dan antropogenik. Adapun beberapa spesies gobi lain, Belobranchus belobranchus, Belobranchus segura, Sicyopterus parvei yang menunjukkan rasio kelamin seimbang mengindikasikan potensi keberlanjutan reproduksi yang masih baik. Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar pendukung dalam pengelolaan dan konservasi ikan gobi secara berkelanjutan di Gorontalo.
Keanekaragaman dan Kerapatan Jenis Lamun di Desa Tontayuo Kecamatan Batudaa Pantai Teluk Tomini Anggraini, Rika; Kasim, Faizal; Panigoro, Citra
The NIKe Journal VOLUME 13 ISSUE 3 | SEPTEMBER 2025
Publisher : Fakultas Kelautan dan Teknologi Perikanan - Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/nj.v13i3.34461

Abstract

Seagrass ecosystem is one of the shallow marine ecosystems that plays an important role in supporting the life and development of organisms in shallow seas, namely as a primary producer, habitat for biota, capturing sediment and nutrients in the waters. This study aims to determine the diversity and density of seagrass species in the waters of Tontayuo Village. This research was conducted in April-August 2022. Observation of the diversity and density of seagrass species used the 1 x 1 meter sample plot method. The research location is divided into three stations based on the presence of seagrass. Data analysis includes density and diversity index. The observation results show that the area of seagrass is 1.2 Ha. Eight species of seagrass found in this area consist of Thalassia hemprichii, Cymodocea serrulata, Syringrodium isoetifolium, Halodule pinifolia, Halodule uninervis, Halophila minor, Halophila ovalis and Cymodocea rotundata. All of these seagrass species have a very dense density. However, the diversity of seagrass species in this area is low.
Tren Suhu Permukaan Laut, Anomali Ekstrem, dan Keterkaitannya dengan ENSO di Teluk Tomini dan Perairan Sekitarnya Periode 2003–2025 Kasim, Faizal; Kalaka, Sri Rahayu; Habibie, Sitty Ainsyah; Sau, Melisa Juliana
Indonesian Journal of Oceanography Vol 8, No 1 (2026): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v8i1.30633

Abstract

Penelitian ini mengkaji tren jangka panjang suhu permukaan laut (SPL) dan respons spasial terhadap ENSO di Teluk Tomini, Laut Maluku/Seram, dan Laut Sulawesi menggunakan data NOAA Optimum Interpolation Sea Surface Temperature (NOAA CDR OISST v2.1) periode 2003–2023 dengan validasi data 2024–2025. Analisis regresi linier menunjukkan tren pemanasan signifikan di seluruh wilayah dengan laju 0,025–0,033 °C tahun⁻¹. Analisis korelasi mengungkap heterogenitas respons yang kontras; Laut Maluku/Seram menunjukkan korelasi negatif yang signifikan (r = -0,499) terhadap indeks ONI, mengkonfirmasi perannya sebagai jalur transmisi sinyal Pasifik. Sebaliknya, Teluk Tomini dan Laut Sulawesi menunjukkan korelasi yang lemah, mengindikasikan dominasi faktor oseanografi lokal. Validasi terhadap data aktual 2024–2025 menunjukkan deviasi suhu yang berada sedikit di bawah garis tren prediksi, menandakan adanya modulasi variabilitas antartahun terhadap pemanasan jangka panjang. Temuan ini menegaskan bahwa strategi adaptasi perikanan di kawasan ini memerlukan pendekatan spesifik lokasi yang mengintegrasikan indikator iklim global dan dinamika lokal.